Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Arsitektur Tropis Pada Perancangan Yoga Retreat Center di Ubud: Bahasa Indonesia Antari, Ida Ayu Wulan Dwi; Parwata, I Wayan; Mustika, Ni Wayan Meidayanti
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 2 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.2.7046.262-269

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis karena letak geografisnya yang berada di garis katulistiwa. Hal ini menyebabkan Indonesia dipengaruhi oleh 2 musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Keadaan ini berpengaruh dalam proses perancangan bangunan sehingga diperlukan upaya yang sesuai yang dapat mengatasi permasalahan yang ditemui pada bangunan di daerah tropis. Arsitektur tropis merupakan suatu karya arsitektur yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan – permasalahan yang ada di daerah tropis. Dalam arsitektur tropis terdapat beberapa prinsip yang mempengaruhi perancangan bangunan. Prinsip itu tediri dari kenyamanan thermal, aliran udara melalui bangunan, radiasi panas, serta penerangan alami pada siang hari. Yoga Retreat Center di Ubud merupakan suatu fasilitas wisata yoga yang berfokus untuk mewadahi seluruh kegiatan retret yoga. Letak site yang berada di daerah tropis sehingga penting untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tropis ke dalam bangunan untuk menciptakan kenyamanan kepada pengguna bangunan.
Redesain Pasar Kreneng Desa Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Utara dengan Pendekatan Pasar Sehat: bahasa indonesia Putra, I Gede Krisna; Mustika, Ni Wayan Meidayanti; Sugihantara, I Ketut; Widanan, I Wayan; Mahayani, Ni Komang Indra
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9791.102-110

Abstract

Kreneng Market has been established since 1979. Based on observations, the current condition of Kreneng Market is not as good as previous conditions. There are several facilities that are poorly maintained and therefore look rundown and dirty, starting with several stalls with holes in the ceiling, poor lighting systems, poorly organized circulation patterns, and disorganized distribution and grouping between types of goods. Apart from that, there is also a lack of parking space; many public transport and cars carrying merchandise park their vehicles on the side of the road, which causes traffic jams. With this redesign, it is hoped that it will be able to provide and fulfill appropriate facilities for traders and visitors, such as loading and unloading areas, adequate parking facilities, health facilities, as well as grouping stalls or stalls of traders based on their trade. This research is qualitative descriptive research with data collection methods in the form of observation and literature study. The healthy market approach that will be planned will emphasize circulation aspects, interior layout arrangements, interior materials, and the use of furniture.
Pendampingan Perencanaan Fasilitas Penunjang di Pura Dalem Desa Adat Sebunibus, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali Mustika, Ni Wayan Meidayanti; Wijaya, I Kadek Merta; Rahadiani, Anak Agung Sagung Dewi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.85

Abstract

Pura Dalem Desa Adat Sebunibus adalah salah satu pura Tri Khayangan di Desa Adat Sebunibus yang belum memiliki fasilitas penunjang yang berfungsi untuk mewadahi kegiatan persiapan upakara keagamaan seperti memasak, membuat sesajen dan kegiatan servis lainnya. Dari permasalahan tersebut maka harus direncanakan fasilitas penunjang di Pura Dalem Desa Adat Sebunibus yang sesuai dengan kebutuhan fungsi dan standar teknis yang baik. Artikel ini memaparkan tentang pelaksanaaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra masyarakat pangempon Pura Dalem Desa Adat Sebunibus. Kegiatan ini merupakan upaya pendampingan dan pemberdayaan potensi masyarakat mitra dalam merencanakan desain arsitektur fasilitas penunjang berupa pewaregan (dapur), bangunan reringgitan dan panggung pertunjukan tari. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahap yaitu: 1). Tahap persiapan dan identifikasi awal; 2). Tahap penyusunan desain alternatif; 3). Tahap Focus Group Discussion; dan 4). Tahap Finalisasi Desain. Bangunan fasilitas penunjang yang direncanakan menggunakan penerapan arsitektur tradisional Bali modern dengan pendekatan kontekstual berupa memaksimalkan penggunan material lokal. Hasil kegiatan ini adalah gambar rencana desain bangunan – bangunan fasilitas penunjang yang dapat menjadi dokumen perencanaan untuk tahap pembangunan selanjutnya.
Pengembangan Ekowisata Berbasis Hutan Desa Lebih dengan Konsep Tri Hita Karana untuk Mendukung Keberlanjutan Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi Wijaya, I Kadek Merta; Mustika, Ni Wayan Meidayanti; Jawat, I Wayan; Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman
Jurnal Abdi Daya 27-38
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.1.2025.27-38

Abstract

Hutan Desa Lebih merupakan kawasan seluas 3 hektar yang direboisasi dengan pohon mahoni pada tahun 2014 untuk mencegah erosi, mengingat posisinya berada di atas permukiman warga. Saat ini kawasan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya berfungsi sebagai ruang hijau dengan potensi terbatas. Permasalahan utama adalah rendahnya pemanfaatan hutan desa, padahal terdapat potensi sumber mata air suci di Pura Taman Beji serta aktivitas ekonomi masyarakat melalui UMKM kuliner berbasis hasil laut. Pengabdian ini bertujuan mengkaji potensi Hutan Desa Lebih untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis kearifan lokal dengan konsep Tri Hita Karana. Fokus utamanya adalah bagaimana pengembangan ekowisata dapat mendukung pelestarian lingkungan, meningkatkan ekonomi lokal, serta menjaga keharmonisan sosial budaya. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif-kualitatif dengan pendekatan analisis potensi sumber daya alam, sosial-ekonomi, serta kearifan lokal masyarakat. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola desa, serta kajian literatur terkait konsep ekowisata dan keberlanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan ekowisata dapat dilakukan melalui beberapa program: (1) jalur tracking dari desa menuju hutan; (2) lintasan ATV dan area istirahat; (3) fasilitas eco-glamping; (4) ruang komunal untuk kegiatan masyarakat; dan (5) tempat melukat di Pura Taman Beji. Pengembangan ini mendukung keberlanjutan dengan tiga pilar utama: pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM kuliner, dan penguatan nilai spiritual serta sosial budaya. Dengan demikian, Hutan Desa Lebih berpotensi menjadi destinasi ekowisata unggulan yang sejalan dengan visi-misi desa dan tujuan SDGs.