cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI" : 6 Documents clear
Struktur Bawah pada Rumah Vernakular di Limo Koto Kampar Amanati, Ratna; Hanan, Himasari; E. Kusuma, Hanson
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.288

Abstract

Rumah-rumah vernakular di Limo Koto berada di area perkampungan pinggiran sungai Kampar. Rumah-rumah vernakular ini memiliki dua ragam bentuk atap, yaitu Lontik dan Limas. Keduanya adalah rumah berpanggung dengan ketinggian yang beragam, mulai setinggi dada manusia dewasa hingga sepenjangkauan, yaitu setinggi tangan tegak di atas kepala. Dengan demikian tentulah sistem struktur yang digunakan oleh masing-masing bentuk juga berbeda. Untuk menopang bentuk atap yang berbeda, tentu ada sistem struktur bawah yang sesuai untuk setiap bentuk atap dan ketinggian panggungnya. Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur bawah pada masing-masing bentuk rumah tersebut. Dengan metode kualitatif dan deskriptif eksploratif makalah ini menggambarkan persamaan dan perbedaan serta hal-hal yang terkait dengan struktur bawah yang terkait dengan umpak dan tiang pada masing-masing bentuk vernakular di Limo Koto Kampar. Hasil dari kajian ini adalah terdapat tiga kelompok tipologi struktur bawah sesuai dengan bentuk rumah, yaitu tipe bentuk atap Lontik berpanggung tinggi, beratap limas berpanggung tinggi, dan beratap limas berpanggung rendah.
Metode Saraswati: Dalam Penelitian Tempat dan Ruang Saraswati, Anak Agung Ayu Oka
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.352

Abstract

Metode Saraswati merupakan metode interpretasi dengan mengatakan persepsi-imajinasi, menerangkan, menerjemahkan yang mengandalkan peran indra sebagai penikmatan. Metode ini menuntun peneliti dalam penelitian kualitatif subyektif dengan asumsi ontologis berupa realitas subyektif dan majemuk, yang diakhiri dengan pengukuran kesahihan penelitian. Penelitian kualitatif ini mengharuskan data yang objektif, sedangkan interpretasi merupakan hak dari peneliti sebagai interpreter yang subyektif. Pada penelitian terkait konsepsi dengan metode fenomenologi ini, peneliti mengalami/pengalaman langsung bersama Ragam Hias Tempat Visual-Auditori-Taktil-Olfaktori-Gustatori (VATOG). Seluruh ketajaman indra digunakan sebagai alat penelitian (human instrument). Selanjutnya data dinarasikan secara lengkap sebagai thick description atau narative description kemudian diinterpretasikan. Metode interpretasi ini digunakan pada penelitian dengan paradigma naturalis. Metode Saraswati menawarkan banyak novelty.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis Nadhifatur Rifdah, Balqis; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.358

Abstract

Pariwisata memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Pembangunan kawasan pariwisata di Indonesia membutuhkan partisipasi aktif masyarakat lokal untuk memastikan keberlanjutan dan manfaat yang merata dari sektor pariwisata. Namun, tantangan-tantangan seperti pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, pelestarian warisan budaya, dan inklusivitas sosial perlu diatasi untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata di Indonesia, serta merumuskan pendekatan yang lebih efektif dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan database Google Scholar dan proses seleksi melalui Covidence. Dari 300 artikel, dilakukan screening dan review bersadarkan eligibility kriteria sehingga didapatkan 15 artikel untuk digunakan dalam pembahasan lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi sosial dalam pengembangan Kawasan wisata yaitu dukungan pemerintah, keunggulan objek wisata, peningkatan fasilitas dan infrastruktur, keterlibatan komutas, serta pendampingan pelatihan memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan kawasan pariwisata di Indonesia.
Peran Esensial Masyarakat Lokal terhadap Pengembangan Desa Wisata Putri, Putu Ratih Deandra; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.360

Abstract

Keberagaman budaya dan alam yang ada di wilayah Indonesia menjadikannya destinasi wisata yang dikenal hingga mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan desa wisata. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan melakukan analisis deskriptif kualitatif yang diperoleh dari 32 artikel dan diseleksi menjadi enam artikel yang menekankan pada esensi peran masyarakat lokal. Hasil analisis pada artikel ini menunjukkan bahwa peran partisipasi masyarakat sangat esensial untuk memastikan pembangunan desa wisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya peran pemerintah dan investor swasta dalam pengembangan desa wisata, dengan membuat strategi dan kebijakan serta menyediakan sumber daya finansial dan pengalaman bisnis yang diperlukan, tanpa mengabaikan peran esensial masyarakat lokal. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi masyarakat lokal harus tetap menjadi prioritas utama, sementara peran pemerintah dan investor swasta dapat mendukung visi pembangunan desa wisata dengan tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat setempat. Hal – hal tersebut turut membantu mencapai tingkat partisipasi tertinggi, yaitu citizen power melalui kerja sama dan kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah dan investor swasta.  
Dampak Manfaat dan Hambatan BIM terhadap Tingkat Pengunaan di Indonesia Hanifah, Yulita
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.363

Abstract

Dalam sebuah ruang interior, pencahayaan berpotensi mempengaruhi dan berkontribusi terhadap daya tarik dalam suatu ruang. Pencahayaan berperan penting dalam menciptakan kondisi dan kesan tertentu, tergantung karakter dan fungsi ruang. Selain dari pencahayaan, kenyamanan menjadi faktor lain yang harus diperhatikan dalam desain arsitektur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pencahyaan buatan di dalam Starbucks Jatiuwung terhadap tingkat kenyamanan visual dalam ruangan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif yang melibatkan pengumpulan data dari sumber primer maupun sekunder. Dengan menggunakan lux meter, diukur nilai jumlah cahaya yang dihasilkan dan hasilnya dibandingkan dengan standar yang menjadi acuan dalam SNI 03-6575-2001 yaitu 120 lux sampai dengan 250 lux. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas cahaya buatan di area pengunjung Starbucks Jatiuwung sebagian besar area sudah memenuhi standar pencahayaan rata-rata yang direkomendasikan, meskipun masih ada beberapa spot area yang pencahayaannya minim. Meski demikian, Starbucks Jatiuwung tetap dapat memberikan suasana dan kesan yang baik kepada pelanggannya.
Pengaruh Pencahayaan Buatan Pada Starbucks Jatiuwung Terhadap Kenyamanan Visual Pengunjung Dewi Nastiti Ahda; Ade Syoufa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.364

Abstract

Dalam sebuah ruang interior, pencahayaan berpotensi mempengaruhi dan berkontribusi terhadap daya tarik dalam suatu ruang. Pencahayaan berperan penting dalam menciptakan kondisi dan kesan tertentu, tergantung karakter dan fungsi ruang. Selain dari pencahayaan, kenyamanan menjadi faktor lain yang harus diperhatikan dalam desain arsitektur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pencahyaan buatan di dalam Starbucks Jatiuwung terhadap tingkat kenyamanan visual dalam ruangan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif yang melibatkan pengumpulan data dari sumber primer maupun sekunder. Dengan menggunakan lux meter, diukur nilai jumlah cahaya yang dihasilkan dan hasilnya dibandingkan dengan standar yang menjadi acuan dalam SNI 03-6575-2001 yaitu 120 lux sampai dengan 250 lux. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas cahaya buatan di area pengunjung Starbucks Jatiuwung sebagian besar area sudah memenuhi standar pencahayaan rata-rata yang direkomendasikan, meskipun masih ada beberapa spot area yang pencahayaannya minim. Meski demikian, Starbucks Jatiuwung tetap dapat memberikan suasana dan kesan yang baik kepada pelanggannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6