cover
Contact Name
Hidayat
Contact Email
hidayat@umg.ac.id
Phone
+6281216316363
Journal Mail Official
hidayat@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri)
ISSN : 27454010     EISSN : 27460835     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/justicb.v2i4
Jurnal Sistem Dan Teknik Industri (JUSTI) merupakan jurnal mahasiswa yang berkomitmen untuk menerbitkan karya ilmiah dengan tema di bidang teknik industri, manajemen dan produksi. JUSTI mendedikasikan diri sebagai wadah bagi para penulis untuk mempublikasikan ide dan karya ilmiahnya. JUSTI adalah portal jurnal terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik.
Articles 292 Documents
Analisis Efektivitas Mesin Injection Moulding Menggunakan Metode OEE dan FMEA (Studi Kasus di PT. Cahaya Bintang Plastindo) May Dian Susanto; Deny Andesta; Moh. Jufriyanto
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.763 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3685

Abstract

PT Cahaya Bintang Plastindo salah satu perusahaan yang memproduksi plastik kebutuhan rumah tangga.Produki plastik yang dihasilkan seperti meja,kursi,almarii dan peralatan rumah tangga lainya,untuk memproduksi plastik dinbutuhkan mesin injection sebagai alat untuk proses produksiUntuk mengetahui tingkat efektivitas mesin injection moulding dilakukan pengukuran menggunakan metode OEE. Metode OEE memiliki tiga faktor utama dalam OEE yaitu Avaibility, Performance Efficiency, dan Quality Product. Jika nilai OEE belum memenuhi standart nilai kelas dunia, maka dilakukan perhitungan Six Big Losses, kemudian dilakukan menggunakan fishbone diagram.Tingkat Efektivitas mesin injection moudling, dilihat berdasarkan perhitungan OEE. Rata-rata nilai OEE mesin injection moulding sebesar 63,27%, hasil tersebut belum memenuhi standart nilai OEE kelas dunia. Hasil dari sixx big losses dan analisis fishbone diagram menunjukan bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi mesin tersebut adalah Breakdown Losses dan Reduce Speed Losses
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DI DISPENDUK CAPIL GRESIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN IMPROVEMENT GAP ANALYSIS (IGA) aris setiawan; Eko Budi Leksono
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 2 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.829 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i2.3640

Abstract

Semakin banyak masyarakat yang menggunakan pelayanan Dispenduk Capil Gresik, maka pelayanan Dispenduk Capil Gresik harus berkualitas dikarenakan kegiatan pelayanan merupakan ujung tombak dari kegiatan yang dilaksanakan dalam sebuah pusat pelayanan publik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan dan memberikan saran prioritas perbaikan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik. Dalam penelitian ini kualitas pelayanan diukur dengan menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan metode Improvement Gap Analysis (IGA). Berdasarkan pengolahan dan analisa data per kriteria dapat diketahui bahwa tingkat kualitas pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik secara keseluruhan memiliki nilai negatif. Sehingga masyarakat belum puas terhadap pelayanan jasa yang diberikan
UPAYA MENGURANGI WASTE PADA PRODUKSI JERIGEN 25 L DENGAN PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA DI PT. X Adi Karionugroho; Elly Ismiyah; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.246 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2833

Abstract

PT. X adalah perusahaan yang bergerak pada produksi minyak goreng dalam kemasan yang merupakan produk ekspor. PT. X dituntut untuk selalu menjaga kualitas produknya. Produk kemasan jerigen 25 L merupakan produk unggulan karena memiliki nilai jual paling tinggi dibandingkan produk kemasan lainnya, oleh karena itu pemborosan pada produksinya merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kualitas produk. Hasil dari wawancara dihasilkan 3 pemborosan yang terjadi pada produksi yaitu Defect, Inventory, dan Motion. Lean Six Sigma digunakan untuk memperbaiki kualitas pada produksi jerigen 25 L. Penggambaran kondisi produksi dijelaskan melalui Value Stream Mapping. Penyebaran kuesioner digunakan untuk menentukan bobot nilai yang nantinya diolah dengan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) untuk memilih tools apa yang paling tepat digunakan pada produksi. Dengan bobot nilai waste produksi: Defect 4,6 Motion 4,4 dan Inventory 4,1 kemudian diolah dengan VALSAT yang menghasilkan bobot nilai pada mapping tool: quality filter mapping 78,3 dan Process Activity Mapping 64,2. Pada tahap analisis 2 mapping tools diberikan usulan perbaikan dengan alat bantu FMEA, dan Cause Effect Diagram.
PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU PRODUK SONGKOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (Studi Kasus: UMKM Putroe Sarjana Songkok, Gresik) Galih Dwi Suryanto; Dzakiyah Widyaningrum; Moh. Jufriyanto
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 1 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.237 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i1.3225

Abstract

Proses produksi merupakan inti kegiatan dari suatu perusahaan. Untuk mengadakan kegiatan produksi, maka harus tersedianya bahan baku. UMKM Putroe Sarjana Gresik merupakan salah satu home industry yang mengalami permasalahan terkait perencanaan kebutuhan bahan baku yang dilakukan hanya didasarkan pada jumlah pesanan dengan kapasitas produksi, pemilik usaha berasumsi bahwa biaya persediaan akan lebih efisien dengan ultisitas mesin yang tinggi. Namun dampak yang terjadi dari kebijakan tersebut adalah UMKM putroe sarjana mengalami permasalahan tidak tersedianya bahan baku untuk memenuhi permintaan konsumen, dan mengakibatkan terjadinya keterlambatan pengiriman produk. Metode Material Requirement Planning (MRP) merupakan perencanaan bahan baku yang digunakan untuk menghitung kebutuhan bahan baku yang bersifat dependent (berdasar permintaan) terhadap penyelesaian suatu produk akhir. Maka penelitian ini bertujuan untuk, (1) menentukan permintaan produk songkok menggunakan metode Forecasting (Peramalan). (2) menentukan kuantitas dan jadwal pembelian bahan baku songkok serta jumlah persediaan minimum untuk melakukan pemesanan kembali. (3) menentukan kebutuhan persediaan bahan baku produksi songkok dengan menggunakan metode Material Requirement Planning. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, perencanaan persediaan dengan jumlah pemesanan dan biaya penyimpanan persediaan paling minimum adalah dengan menggunakan teknik lot sizing Lot For Lot (L-F-L) yang dipakai untuk menentukan jumlah kebutuhan bahan baku produk songkok pada periode bulan januari – desember 2021 membutuhkan Kain bludru 670 Yard, Bos-bosan Songkok 5242 Pcs dalam setahun, dan Mika 188,7 dalam setahun. Penghematan yang didapat antara perhitungan perusahaan dengan metode Lot For Lot sebesar Rp. 8.171.824.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCY PROCESS DAN TOPSIS (Studi Kasus: Perusahaan Kimia) Zulfikar Alwasly; Said Salim Dahda; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.192 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2626

Abstract

Sebuah perusahaan kimia dalam bidang usaha bahan kimia industri yang memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh sebuah industri, baik agro, konstruksi dan lain-lain yang berhubungan dengan barang industri. Perusahaan ini mencoba melakukan penyesuaian dengan ikut mempertimbangakn risiko yang akan terjadi pada lingkungan untuk melakukan supplier selection dari bahan baku berupa kapur aktif. Sebagai perusahaan yang berhubungan dengan bahan kimia yang memiliki risiko pada lingkungan. Terdapat 5 supplier yang ada di perusahaan kimia ini. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan supplier yang terbaik dengan adanya pembobotan dan perangkingan yang termasuk kedalam cakupan multicriteria decision making (MCDM). Dalam menentukan pembobotan terhadap kriteriadan subkriteria digunakan metode Analytic Hierarcy Process (AHP) , dan untuk perangkingannya digunakan metode TOPSIS. Nilai yang digunakan berasal dari hasil kuesioner 3 responden. Hasil dari penelitian ini terdapat 5 kriteria dan 11 subkriteria. Dari hasil pembobotan menggunakan metode AHP diketahui kriteria terbesar adalah kriteria kualitas sebesar 0,34 dan subkriterianya adalah kesesuaian spesifikasi sebesar 0,282 sedangkan dari rangking tertinggi menggunakan metode TOPSIS adalah supplier 4 dengan nilai preferensi 0,442064 yang memiliki jarak terdekat dari solusi ideal positif (0,042202) dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif (0,053264) dibanding supplier lainnya.
PENERAPAN METODE AHP DAN TOPSIS PADA PERANGKINGAN SUPPLIER BAHAN BAKU PLATE PEMBUATAN HOPPER (Studi Kasus: PT Semen Indonesia Logistik) Dhimas Safaatur Rochman; Deny Andesta; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.245 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2031

Abstract

PT Semen Indonesia Logistik adalah sebuah perusahaan dalam bidang usaha barang industri. Dimana di dalam perusahaan tersebut memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh sebuah industri, baik kontruksi, akomodasi dan lain-lain yang berhubungan dengan barang industri. Perusahaan ini terkadang mempunyai masalah pada bahan baku(plate) produksi, yaitu sering terlambatnya kedatangan bahan baku(plate) dari supplier. Supplier tersebut adalah PT Krakatau Steel, PT Gunung Raja paksi, PT Gunawan Dianjaya Steel. Dari keterlambatan tersebut akan berakibat terganggunya proses produksi di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan supplier terbaik dengan pembobotan dan perangkingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AHP digunakan pembobotan terhadap kriteria, subkriteria dan TOPSIS untuk perangkingan. Nilai yang didapat dari hasil kuesioner oleh 3 orang responden. Hasil dari penelitian ini terdapat 9 kriteria dan 23 subkriteria. Dari hasil pembobotan dengan AHP kriteria terbesar adalah kriteria kualitas (0,29), sedangkan dari metode TOPSIS rangking terbesar adalah PT Gunawan Dianjaya Steel dengan nilai preferensi 0.521447. Supplier terbaik harus memiliki jarak terdekat dari solusi ideal positif (0.39281) dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif (0.428019) dibanding supplier lainnya.
APLIKASI PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DI PT PETROKIMIA GRESIK Alyssa Jayne Milla Novita; akhmad wasiur rizqi; Hidayat Hidayat
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.942 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3913

Abstract

Penilaian kinerja adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi atau perusahaan, penilaian kinerja karyawan sangatlah penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan karena mempunyai tujuan agar karyawan meningkatkan kinerjanya sehingga organisasi atau perusahaan tersebut tetap eksis dan berdaya saing tinggi. Kinerja merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan oleh seluruh manajemen, baik pada tingkatan organisasi kecil maupun besar. Hasil kerja yang telah dicapai oleh organisasi atau karyawan merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada organisai dan publik. Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak mungkin berdiri sendiri, melainkan selalu berhubungan dengan kepuasan karyawan dan tingkat besar imbalan yang diberikan, serta dipengaruhi oleh ketrampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Penelitian ini dilakukan di PT Petrokimia Gresik pada Departemen Pengembangan & Organisasi khususnya di unit kerja Pendidikan dan Pelatihan, untuk memonitoring kinerja karyawan untuk mengetahui ditingkat manakah karyawan – karyawan ini bekerja. Dengan ini dibutuhkannya metode yang cepat dan tepat untuk penilaian kinerja karyawan agar karyawan bisa lebih baik lagi dalam bekerja, kemudian agar lebih tepat penelitian ini menggunakan metode Topsis (Technique For Others Reference By Similarity To Ideal Solution). Kata Kunci : Kinerja Karyawan, Topsis, Penilaian Kinerja
ANALISIS KINERJA SISTEM PRODUKSI DI UD. BAGUS ENGINEERING WORKS DENGAN SIMULASI ARENA Anjas Herlangga Putra; Said Salim Dahda; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 1 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.322 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i1.3184

Abstract

UD. Bagus Engineering Works adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang servis dan modifikasi mesin perkayuan yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. UD. Bagus Engineering Works memiliki 15 orang tenaga kerja dengan rata-rata pekerjaan yang diterima perbulan 11 pekerjaan. Pada bulan Desember 2018 - Februari 2019 perusahaan menerima 33 job dengan jumlah keterlambatan sebanyak 14 job atau setara dengan 42,42 % job yang terlambat. Perusahaan sering mengalami masalah dalam proses penyelesaian produk yang mengakibatkan menumpuknya pekerjaan dan keterlambatan dalam pengiriman pesanan ke pelanggan. Penyebab keterlambatan adalah tingkat utilitas pekerjaan yang disebabkan banyaknya pekerjaan yang masuk namun tidak sebanding sehingga menyebabkan antrian. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini yaitu simulasi dengan menggunakan software ARENA. Hasil simulasi menunjukkan bahwa keterlambatan bukan karena antrian atau waktu tunggu, akan tetapi karena kurang akuratnya perkiraan waktu penyelesaian job yang dijanjikan kepada pelanggan, karena batas waktu penyelesaian yang diberikan hanya sebatas estimasi yang tidak berdasarkan kondisi real. Dari hasil simulasi tingkat kesibukan paling tinggi yaitu 0,7578 jam dari 8 jam kerja yaitu pada bagian bubut dan paling rendah yaitu 0,00057847 jam pada bagian assembly dari 8 jam kerja. Serta rata-rata waktu penyelesaian paling lama yaitu 383,18 jam penyelesaian pekerjaan atau sekitar 47 hari dan paling cepat yaitu 101,53 jam penyelesaian pekerjaan atau sekitar 12 hari
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE MULTI-OBJECTIVE FUNCTION DAN SIMULASI ARENA Rizaldi Syargawi; Deny Andesta; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1759.362 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2617

Abstract

PT. Sumber Urip Sejati adalah perusahaan yang bergerak di bidang karoseri dan juga distributor velg. Dalam produksi trailer ada beberapa tahap untuk menghasilkan sebuah produk trailer, yaitu tahap perakitan, tahap pengecatan dan tahap perakhir adalah tahap pemasangan aksesoris. Tata letak PT. Sumber Urip Sejati memiliki kekurangan yaitu layout yang tidak menguntungkun dalam segi material handling. Pada metode MOF (Multi_Objective Function) pengatuiran site layout harus mempunyai data berupa jarak dan juga frekuensi penggunaan fasilitas untuk melakukan perhitungan demi mendapatkan site layout yang maksimal. Pada metode MOF terdapat 2 variabel yang biasanya digunakan pada metode ini yaitu Travel Distance (TD) dan Safety Index (SI). Pada penelitian ini juga meggunakan Arena untuk mengetahui performa layout awal dan layout usulan. Dari hasil penelitian bahwa dalam penelitian ini terjadi pengurangan jarak perpindahan material dari layout awal sebesar 47786 meter menjadi 44066 meter pada layout usulan dan juga pada layout usulan terjadi penurunan nilai Safety Index dari layout awal sebesar 1649,9 menjadi 1626,4.
ANALISIS IDENTIFIKASI BAHAYA KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DENGAN PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) (STUDI KASUS PT. SMELTING PLAN REFINERY) Muhammad Choirul Hidayat; Moch. Nuruddin
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 4 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.679 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i4.4243

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju dalam proses produksi mendorong dunia industri untuk semakin berkembang. PT Smelting Gresik adalah pabrik pengolahan bijih tembaga menjadi tembaga murni. Berlokasi di kabupaten Gresik Jawa Timur, memiliki tiga plan yaitu Acid plan, Smelter, dan Refinery. Dalam kegiatan operasionalnya pekerja Plat Mantenance,Cell, CWSM ( Catoda Washing Stripping Machine pada plan Refinery ini banyak berinteraksi dengan mesin, peralatan dan lingkungan kerja yang memiliki resiko kecelakaan sangat tinggi. Mendeteksi potensi bahaya kecelakaan kerja perlu adanya identifikasi bahaya dalam setiap aktivitas proses produksi, untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisa bahaya suatu pekerjaan diperlukan metode Job safety analysis (JSA). Untuk meminimalisasi potensi bahaya yang ada maka diperlukan identifikasi, penilaian dan pengendalian risiko (HIRARC-Hazard Identification, Risk Assessment, Dan Risk Control) sebagai salah satu langkah dalam manajemen risiko. Hasil pengamatan pada plan refinery dari 3 pekerjaan yaitu Plat Mantenance,Cell, CWSM ( Catoda Washing Stripping Machine. Terdapat 13 langkah kerja dengan 32 potensi kecelakaan kerja. Terdapat 1 kategori insignifican, 4 minor, 9 moderate, 16 major, dan 6 kategori catastrophic. Evaluasi risiko menggunakan pendekatan HIRARC menunjukkan tingkat level risiko dari 13 langkah kerja plan refinery pada pekerjaan Plat Mantenance,Cell, CWSM ( Catoda Washing Stripping Machine, terdapat 1 level low risk, 3 medium risk, 18 high risk, dan 16 risiko kerja dengan level extreme risk. Usulan pengendalian risiko dengan tindakan pencegahan yang tepat, menunjukkan solusi – solusi apa saja yang tepat untuk pencegahan terjadinya kecelakaan kerja, dan meminimalkan dampak dari proses pekerjaan plan refinery pengendalian risiko berupa alat pelindung diri (APD), tindakan pencegahan dan pelaksanaan program JSA

Page 4 of 30 | Total Record : 292