cover
Contact Name
Sussanti
Contact Email
kampus.stiap.palu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kampus.stiap.palu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nuri No. 18, Tanamodindi, Palu, Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
PARADIGMA
ISSN : -     EISSN : 28285735     DOI : 10.55100/paradigma
Core Subject : Social,
Jurnal Ini berfokus pada kajian ilmu administrasi, atau lebih dikhususkan pada bidang administrasi publik yang mengacu pada manajemen publik dan kebijakan publik.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022)" : 7 Documents clear
Koordinasi Pendidikan Masyarakat Pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Kana Mapande Kota Palu Ruli Firmansyah; Nasir Mangngasing; Sussanti Sussanti
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.088 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koordinasi yang dilakukan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kana Mapande dan dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kota Palu dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, yang merupakan suatu penelitian yang berupaya membangun pandangan orang yang diteliti secara rinci serta dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistik (menyeluruh dan mendalam) dan rumit. Sedangkan tipe penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, yang merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Kepala Bidang PAUD dan DIKMAS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian PAUD dan DIKMAS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu serta Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter PAUD dan DIKMAS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori yang dikemukakan oleh Hasibuan (2011), yang mana menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi koordinasi antara lain : kesatuan tindakan, komunikasi dan pembagian kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu dan PKBM Kana Mapande berjalan dengan baik. Pada bagian kesatuan tindakan, adanya koordinasi dari segi penggunaan kurikulum serta mekanisme pembiayaan PKBM dengan mengacu pada Permendikbud Nomor 13 Tahun 2020 serta kedua lembaga ini memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Pada bagian komunikasi, terlihat bahwa adanya kesatuan tindakan terkait penggunaan kurikulum, adanya bantuan pembiayaan yang diberikan. Sedangkan pada bagian pembagian kerja dalam koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu dan PKBM Kana Mapande berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari adanya kesatuan tindakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan
Gaya Kepemimpinan Lurah Di Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Alifa Raema Widana
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.411 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.50

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan Lurah Di Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan kota Palu. Tipe penelitian ini adalah deskriptif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori Harsey dan Blancherd (dalam Harbani Pasolong 2008: 50-51) indikatornya yaitu: Instruksi, Konsultasi, Partisipasi, dan Delegasi. Sedangkan informan yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang, yaitu aparatur Kelurahan dan satu orang warga masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan penulis di lapangan, bahwa Gaya Kepemimpinan Lurah Di Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan kota Palu dapat di kategorikan sudah baik namun aparatur kelurahan belum dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal sesuai dengan gaya pemimpinan Lurah , indikator yang perlu menjadi perhatian untuk dapat mewujudkan gaya kepemimpinan yang diharapkan kepada aparaturnya yaitu aspek delegasi dan aspek konsultasi diharapkan kedepannya aparaturnya dapat menjalankan  arahan dan tugas sesuai gaya kepemimpian yang telah diterapkan Lurah kepada aparaturnya.
Konflik Generasi Z Di Bidang Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Tantangan dan Solusinya Fachrul Reza; Filo Leonardo Tinggogoy
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.635 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.51

Abstract

Artikel ini sendiri mengulas tentang konflik generasi Z di bidang  pendidikan bagi generasi Z. Penduduk Negara Indonesia saat ini didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z/ GenZ. Generasi millennial saat ini rata-rata berposisi sebagai mahasiswa atau menjadi pegawai muda pada instansi pemerintah atau perusahaan-perusahaan swasta. Sedangkan generasi Z saat ini berumur antara 1 sampai dengan 20 tahun rata-rata masih anak-anak dan remaja yang masih berstatus sebagai balita, pelajar dan mahasiswa atau sedang menjalani masa-masa pendidikan. Dua generasi inilah yang akan memanggul amanah pembangunan masa depan Indonesia yang penuh dengan tantangan. Mereka perlu dipersiapkan menjadi generasi muda berkualitas yang harus dapat menjawab tantangan di masa Revolusi indusrti 4.0.  melalui sistem pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa eksistensi suatu bangsa tergantung dari keberhasilan pembangunan sistem pendidikannya. Diperlukan sistem pendidikan yang dapat memfasilitasi pembelajar untuk merdeka belajar dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan sistem pendidikan merdeka belajar memungkinkan pembelajar untuk menentukan pilihan focus dan strategi pencapaian keberhasilan belajarnya. Tersedianya akses informasi yang sangat luas tanpa batas sangat memungkinkan pembelajar berselancar di dunia maya untuk dapat memilah dan memilih ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan potensinya. Penguasaan penggunaaan alat dan media informasi menjadi sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh pembelajar sehingga merdeka belajar dapat terwujud tanpa harus terkukung oleh kurikulum yang kaku dan mengekang pembelajar namun itulah yang menjadikannya mudah untuk berkonflik terhadap diri sendiri dan orang lain di sekitarnya di karenakan tidak adanya filter dalam menggunakan teknologi saat ini
Proses Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Kota Palu) Syugiarto Syugiarto; Ardhi Syaputra
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.59 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.52

Abstract

Tujuan dari tulisan ini yaitu untuk mengetahui proses pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 di Kota Palu. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu studi kasus. Adapun data yang digunakan yaitu diperoleh dari sekolah MTs Swasta Muhammadiyah Nunu Palu dan MTs DDI Ujuna Palu. Hasil yang diperoleh dalam tulisan ini yaitu: 1). Terdapat 52 siswa yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran daring (24 siswa di MTs Swasta Muhammadiyah Nunu Palu dan 28 siswa di MTs DDI Ujuna Palu) dikarenakan tidak memiliki akses berupa smartphone dan media sosial; 2). Terdapat 18 guru honorer (10 guru di MTs Swasta Muhammadiyah Nunu Palu dan 8 guru di MTs DDI Ujuna Palu) yang sulit melaksanakan proses pembelajaran daring dikarenakan sumber daya finansial yang sangat terbatas. Untuk permasalahan yang pertama, kedua sekolah tersebut menggunakan opsi berupa memberikan buku serta tugas bagi siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran daring dengan cara mengambilnya di sekolah, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sedangkan untuk permasalahan yang kedua, hanya dapat diselesaikan oleh kemenag dengan cara mengikuti kebijakan yang telah dilakukan oleh kemendikbud terkait pemberian kuota internet bagi guru dan siswa
Kinerja Pegawai Kelurahan Kayumalue Pajeko Kecamatan Palu Utara Kota Palu Handy Wahyu Kusnadi U. Tadja Lembah
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.967 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.53

Abstract

Kajian ini tentang Kinerja pegawai kelurahan kayumalue pajeko . Tipe penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, Penelitian deskriptif adalah metode yang mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara dan Studi Pustaka. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 (Lima) orang yaitu Sekretaris Lurah Kayumalue Pajeko, Kepala Seksi dan Staf di Kelurahan serta Tokoh Masyarakat Kelurahan Kayumalue Pajeko. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data penelitian. Teori yang digunakan ialah konsep yang dikemukakan oleh Agus Dharma tentang Penilaian Kinerja Pegawai yaitu :  Kuantitas, Kualitas dan Ketepatan Waktu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, kinerja pegawai kelurahan kayumalue pajeko cukup baik terkait masalah kuantitas dan kualitas kinerja. Tetapi, masalah ketepatan waktu masih belum maksimal, yang dimana terdapat banyak keluhan masyarakat tentang masalah ketepatan waktu pegawai terkait pelayanan kepada masyarakat
Implementasi Alokasi Dana Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Fitriani Abdullah
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.931 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.54

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui dan mediskripsikan tentang Implementasi  Kebijakan  Alokasi Dana Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Kegunaan penelitian ini secara Teoritis dan Praktis. Dalam Kajian Pustaka menjelaskan Konsep Administrasi, Administrasi Publik, Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan dan Alokasi Dana Desa. Alur Pikir oleh teori Van Meter dan Van Horn yang meliputi faktor Standar dan Tujuan, Sumberdaya, Ciri atau Sifat badan Pelaksana, Komunikasi Antar Organisasi, Disposisi Implementor dan Lingkungan Sosial Ekonomi Dan Politik. Penelitian dengan metode kualitatif, Lokasi Penelitian Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan, Waktu Penelitian selama tiga bulan, Informan merupakan unsur yang terkait dengan Alokasi dana desa yaitu berjumlah 5 (lima) orang. Definisi Konsep berkaitan dengan model implementasi kebijakan  tersebut. Jenis data kualiatif, dan sumber data yaitu data Sekunder dan Data Primer. Pembahasan menjelaskan, terhadap hasil wawancara dan hasil analisis serta teori secara gambling. Peneliti memberikan kesimpulan bahwa pelaksanaannya di lapangan pelaksanaan fungsi belum sepenuhnya berjalan dengan baik, Kurang pahamnya masyarakat akan adanya program Alokasi Dana Desa sehingga perlu adanya sosialisasi dan transparansi penggunaan dana Alokasi Dana Desa dari pemerintahan desa kemudian pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa oleh pengelola keuangan desa. Pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa merupakan bentuk konsekuensi atas penggunaan dana publik yang dipercayakan kepada pemerintah desa.
Praktek Kolusi dan Nepotisme Dalam Birokrasi Jisman Jisman
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan Kolusi dan Nepotisme di Indonesia, dan juga untuk mengetahui praktik kolusi dan nepotisme yang terjadi pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan pada era Reformasi. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka, yang mana merupakan suatu metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data serta informasi melalui dokumen, baik dokumen tertulis maupun dokumen elektronik. Dengan menggunakan landasan tiga era (Orde lama, orde baru dan reformasi) sebagai landasan dalam melihat praktek kolusi dan nepotisme dalam birokrasi yang ada di Indonesia, peneliti ingin melihat hal-hal yang memiliki indikasi adanya praktek kolusi dan nepotisme tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indonesia yang telah berusia 74 tahun belum cukup dewasa dalam menghadapi praktik Kolusi dan Nepotisme yang ada, dan hal tersebut diperparah pada masa Orde Baru yang kurang lebih 32 tahun berkuasa. Era reformasi yang dinilai mampu menekan hal tersebut malah ikut-ikutan terlena dengan praktik yang telah mendarah daging pada masa orde baru tersebut. Lebih lanjut lagi bahwa hukum di Indonesia hanya berfokus kepada pemberantasan korupsi, walaupun dalam undang-undang dituliskan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Jika saja pemerintah memperhatikan Kolusi dan Nepotisme dan membuatkan regulasi yang kuat terkait permasalahan tersebut maka bisa dipastikan praktik korupsi di Indonesia akan berkurang, sebab korupsi bisa terlaksana selama bertahun tahun dan pelakunya seakan kebal terhadap hukum karena adanya praktik kolusi dan nepotisme di dalamnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7