cover
Contact Name
Ricky Montang
Contact Email
rickymontang70@gmail.com
Phone
+628124835884
Journal Mail Official
rickymontang1270@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ukip.ac.id/index.php/eirene_jit/about/editorialTeam
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 25281887     EISSN : 2540962X     DOI : https://doi.org/10.56942/ejit.v8i1.66
Core Subject : Religion, Social,
EIRENE adalah Jurnal Ilmiah Teologi, menerbitkan artikel ilmiah hasil-hasil penelitian setelah ditelaah dengan baik oleh para editor di dalam bidangnya. Berdasarkan hasil kajian sesuai bidang teologi meliputi aspek dogmatika, etika, biblika, pastoral, misiologi, Pendidikan agama, serta interaksinya dengan bidang ilmu yang lain. Jurnal ini diharapkan mampu sebagai tempat penyalur gagasan dari pemikir-pemikir teologi dan referensi bagi masyarakat, terbit setiap juli dan Desember.
Articles 139 Documents
MEMAHAMI KARYA-KARYA ALLAH DAN IMPLIKASINYA PADA MASA KINI: UNDERSTANDING GOD'S WORKS AND ITS IMPLICATIONS IN TODAY Montang, Ricky Donald
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 1 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i1.226

Abstract

Memahami karya-karya Allah merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dipahami dengan baik sebagai manusia ciptaan Allah, karena hal itu akan sangat mempengaruhi kepercayaan kepada-Nya, penyembahan dan cara hidup sehari-hari yang pada akhirnya hidup ini berkenan kepada-Nya. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif melalui metode studi pustaka (library research). Tahapan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menghimpun beberapa sumber kepustakaan, baik yang bersifat primer maupun sekunder. Setelah itu, melakukan klasifikasi data yang sesuai dengan formula penelitian. Hasilnya, karya-karya Allah adalah sebagai pencipta segala sesuatu, sebagai pemelihara terhadap segala ciptaan-Nya, sebagai pemberi ketetapan dan sebagai pemberi penyataan. Implikasinya adalah sebagai manusia yang adalah ciptaan Tuhan dituntut untuk menyembah-Nya dengan segenap hati, memuliakan-Nya dalam segala aspek kehidupan serta mempercayai pertolongan-Nya dalam segala hal.
PEMBINAAN WARGA GEREJA MENURUT EFESUS 4:11-16 DALAM MENINGKATKAN MUTU ROHANI PEMUDA DI JEMAAT GKI PENGHARAPAN KABANOLO Montang, Ricky Donald; Karo, Rio Ridwan
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 5 No 2 (2020): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v5i2.2

Abstract

Kondisi ril kehidupan pemuda-pemudi di jemaat GKI Pengharapan Kabanolo dalam 2 tahun terakhir ini mengalami penurunan mutu Rohani atau kualitas Iman mereka, sehingga kebanyakan pemuda- pemudi tidak aktif dalam ibadah dan pelayanan baik itu didalam jemaat maupun di tingkat Klasis. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui penyebab kurangnya keaktifan kaum muda dalam 2 tahun terakhir ini dan juga menjelaskan strategi pelayanan dan pembinaan terhadap pemuda- pemudi agar bisa membawa dampak pertumbuhan mutu rohani kaum muda GKI Pengharapan Kabanolo untuk kembali aktif dalam ibadah dan pelayanan mereka, karena kaum muda merupakan generasi penerus yang harus di bekal dengan baik agar ke depan gereja itu bisa bertumbuh di dalam Kristus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakan dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan wawancara secara langsung dan mencatat dokumen untuk mengumpulkan data- data yang akan digunakan untuk menunjang penelitian. Seluruh data yang diperoleh diolah secara kualitatif, kemudian dianalisa dan dilakukan verifikasi ulang agar data yang digunakan sungguh- sungguh valid. Berdasarkan hal- hal tersebut diperoleh kesimpulan bahwa untuk meningkatkan kembali mutu rohani pemuda perlu diadakannya pembinaan- pembinaan Rohani dari Pendeta dan majelis jemaat terhadap kaum muda serta menyiapkan strategi khotbah yang menarik dan mudah dimengerti oleh pemuda dan juga perlu adanya dukungan yang baik dari orang tua dengan cara meluangkan waktu khusus untuk berdoa bersama dan menasehati mereka.
LANGIT DAN BUMI YANG BARU KAJIAN EKSEGESIS WAHYU 21 : 1 -8 DAN IMPLIKASINYA KEPADA JEMAAT MASA KINI Anthoni, Jean; Maspaitella, Nathalia
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 5 No 2 (2020): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v5i2.4

Abstract

Langit dan bumi baru menjadi topik pembahasan, pada jemaat masa kini, pemahaman tentang konsep langit dan bumi baru, sepertinya belum dipahami dengan baik, banyak yang berpendapat bahwa hal ini berkaitan dengan Allah akan menciptakan langit dan bumi yang baru seperti halnya awal penciptaan, beberapa bahkan tidak memahami langit dan bumi baru. Pada kesempatan ini focus penelitian, yaitu agar jemaat masa kini memiliki pemahaman yang benar tentang langit dan bumi baru berdasarkan Wahyu 21: 1-8, dan jemaat juga dapat memahami keadaan langit dan bumi baru. Untuk itu maka metode yang digunakan adalah studi pustaka eksegesis Wahyu 21: 1-8, dalam studi ini diketahui bahwa langit dan bumi baru yang diramalkan akan terjadi setelah kerajaan milenial dapat dilihat berdasarkan pada perikop sebelumnya. Bagian, langit dan bumi baru yang dilihat Yohanes, adalah penggenapan janji Allah (Yesaya 65:17) bagi manusia dan semua ciptaan. Ini bukan berbicara tentang bentuk fisik dari struktur bumi atau langit, tetapi yang dimaksud adalah kualitas yang dimiliki jauh berbeda dengan langit dan bumi yang pertama, tidak ada lagi dosa, dan ini ditandai dengan keberadaan dari Yerusalem Baru. Dan dalam teks Wahyu 21: 1-8 disampaikan bahwa setiap orang yang hidup di dalam Allah menanggung penderitaan dan tetap setia kepada Allah akan menang dan layak berada di langit dan bumi yang baru, dan hidup dalam kebenaran bersama Allah.
KAJIAN TEOLOGIS TENTANG PERAN KAIN TIMUR DALAM BUDAYA ISTI SUKU MAYBRAT Elias, Thomson F; Manas, Janet Maria
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 5 No 2 (2020): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v5i2.6

Abstract

Abstrak: Penulisan jurnal ini membahas tentang budaya Isti masyarakat adat suku Maybrat yangmenempatkan kain timur sebagai salah satu benda pusaka yang di anggap sakral dan harus ada di setiap proses adat masyarakat ini, dan di kaji menurut ilmu teologi. Penelitian ini di lakukan di Kabupaten sorong khusunya lingkungan kelurahan Klamalu. Penelitian di lakukan menggunakan metode kualiatatif – deskriptif yaitu penulis mendapatkan informasi dengan cara melakukan wawancara langsung serta mengamati setiap perilaku yang di lakukan oleh objek penelitian, serta di dukung jugs oleh kajian pustaka untuk memperkuat setiap gagasan yang di sampaikan oleh penulis. Yang menjadi masalah dalam komunitas masyarakat ini adalah tidak menjadi bijak dalam menjalankan adat serta budayanya dalam hal ini yaitu budaya Isti. seperti yang di ketahui ajaran Firman Tuhan tidak pernah menghendaki untuk membalaskan kejahatan dengan kejahatan melainkan balaslah kejahatan dengan kebaikan. Berbeda dengan budaya Isti pihak korban akan menuntut balas atau denda adat atas kesalahan atau tindakan kejahatan yang di lakukan. Dan sudah pasti bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus yaitu Mengasihi musuh dan tidak menuntut balas atas apa yang telah dilakukan. Adat dan budaya merupakan aturan-aturan turunan yang sulit untuk di lepaskan dari satu masyarakat adat yang menjalankannya, begitupula dengan budaya Isti yang menjadi hukum adat bagi masyarakat Maybrat. Namun sekalipun budaya ini terkesan kurang baik namun sisi positifnya adalah dengan adanya budaya ini, orang tidak akan melakukan sesuatu sesuai keinginan mereka karena akan ada sanksi yang harus di tanggung. Budaya ini tidak akan pernah sejalan dengan Firman Tuhan, namun tidak mudah untuk di hilangkan atau di tinggalkan begitu saja. Yang bisa dilakukan adalah kesadaran dari masyarakatnya untuk bijak dalam menjalankan budaya Isti ini.
ANALISIS HISTORIS ASAL MULA IBLIS BERDASARKAN KAJIAN ALKITAB YESAYA 14:12 Rengrengulu, Wehelmina Carolina; Tappi, Anjelita
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 5 No 2 (2020): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v5i2.7

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah: Pertama, menemukan penjelasan tentang historis terciptanya Iblis. Kedua, menemukan penjelasan tentang pandangan Yesaya 14:12 tentang Iblis. Dalam penulisan ini, metode yang digunakan penulis untuk memperoleh data yaitu, Penelitian Kepustakaan dan media internet mengenai Iblis, yang mana penelitian ini berpusat pada Historis atau sejarah asal mula Iblis berdasarkan kitab Yesaya 14:12. Studi kata dan latar belakang kitab Yesaya, dan historis terciptanya Iblis itu akn menjadi fokus penelitian dari penulisan ini. Berdasarkan penguraian penulis dalam tulisan ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Keberadaan Iblis. Iblis ada ketika salah satu makhluk ciptaan Allah yang dulunya adalah malaikat kemudian memberontak karena ingin menyamai Allah dengan kehendaknya sendiri malaikat Allah itu memilih untuk menjadi Iblis. Iblis mempunyai arti lawan atau musuh yang menunjukkan sifat dan pekerjaan Iblis. Kedua, Dari bagian Yesaya 14:12 Jika kita melihat konteks dari bagian firman Tuhan di atas, memang ayat tersebut ditujukan kepada raja-raja dunia yang ditujukan dalam Yesaya untuk raja Babel. Namun ayat tersebut rupanya tidak cocok dikenakan kepada manusia, melainkan kepada kekuatan yang ada di belakang raja-raja dunia tersebut, yakni iblis. Bintang Timur digunakan sebagai ejekan untuk gelar raja Babel, yang dalam kemuliaan dan kebesarannya menempatkan diri di antara ilah-ilah. Nama ini tepat, karena kebudayaan Babel dimulai pada saat terbitnya sejarah, dan mempunyai hubungan astrologis yg kuat dan sebagai lambang: metafora Iblis sebelum jatuh dari langit.
PENTINGNYA PERAN AKTIF PEMUDA SEBAGAI TULANG PUNGGUNG GEREJA DALAM PELAYANAN DI JEMAAT GKI SYALOOM KLAMALU Wattimury, Wiesye Agnes; Heidemans, Gressia Ayu
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 5 No 2 (2020): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v5i2.8

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pelayanan peribadatan kaum muda di Jemaat GKI Syaloom Klamalu cukup baik namun, kurangnya keaktifan pemuda yang membuat pelayanan persekutuan pemuda menjadi turun naik. Yang menjadi masalah dalam jemaat ini adalah kurangnya peran aktif pemuda didalam pelayanan persekutuan pemuda dan didalam gereja, sehingga persekutuan pemuda belum sepenunhya berjalan dengan baik. Pemudalah yang akan menjadi tulang punggung gereja bagi masa depan dan untuk memajukan pelayanan dalam jemaat ini. untuk itu perlunya peran pemuda untuk selalu aktif dalam pelayanan maupun kegiatan dalam persekutuan. Banyak sekali alasan dari anak-anak muda yang membuat mereka belum mau bergabung dalam pelayanan persekutuan pemuda. Untuk memajukan pelayanan dalam persekutuan pemuda perlu adanya kekompakkan dan keterbukaan sesama anggota muda, karena kekompakan dan keterbukaan itu yang justru membuat para pemuda merasa dihargai satu sama lain. Selain itu juga komunikasi yang penting dalam persekutuan, dengan adanya komunikasi yang baik membuat anak-anak muda dapat membangun kepercayaan sesama pemuda, dan yang lebih penting juga yaitu dorongan dan juga motivasi dari badan pengurus sehingga para pemuda pun menjadi semangat untuk selalu aktif dalam persekutuan pemuda dan juga didalam gereja. Program-program dalam persekutuan juga dapat mendukung daya tarik pemuda untuk bergabung, maka dari itu program-program yang sudah ada dalam persekutuan harus dijalankan dengan baik, sehingga dengan adanya program yang baik membuat para pemuda menjadi semangat dalam melayani. Dengan kesemuanya itu maka para pemuda akan kembali untuk bergabung dalam persekutuan untuk melayani dan terus memuliakan namaTuhan
Karakter Warga Kerajaan Allah Berdasarkan Matius 5:1-12 di Jemaat GKI Kasih Perumnas Montang, Ricky Donald; Watak, Skivo Reiner
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 1 No 1 (2016): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v1i1.14

Abstract

; (b) indikator yang dominan membentuk Karakter Warga Kerajaan Allah dan (c) kategori latar belakang yang dominan membentuk Karakter Warga Kerajaan Allah. Metode penelitian dengan survei eksplanatori dan konfirmatori. Dalam penelitian ini, metode eksplanatatori dikonstruksikan ke dalam endogenous dan exogenous variable. Fungsi endogenous variable adalah sebagai dependent variable. Sedang fungsi exogenous variables sebagai independent variables. Exogenous variables dalam penelitian ini ditemukan melalui bangunan teori (construct) dari kajian teoritis. Sedang metode konfirmatori dikonstruksikan ke dalam moderator variables yaitu berupa isian latar belakang responden atau unit analisis.Hasil penelitian: (1) Kecenderungan Karakter Warga Kerajaan Allah (Y) dalam kehidupan para jemaat di GKI Kasih Perumnas pada kategori kadang-kadang; (2) Bergantung kepada Allah (X1) adalah indikator yang dominan membentuk Karakter Warga Kerajaan Allah (Y); dan (3) Keterlibatan dalam pelayanan (X10) merupakan kategori latar belakang yang dominan membentuk Karakter Warga Kerajaan Allah (Y).
Kajian Tentang Gembala Yang Menjadi Panutan Di Jemaat Gki Elim Malanu Anthoni, Jean; Runtuwene, Eva
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 1 No 1 (2016): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v1i1.15

Abstract

Profil seorang Gembala dalam kehidupan pribadi keluarganya sangatlah berperan penting dalam jemaat, dimana jemaat menginginkan seorang Gembala yang dapat menjadi panutan bagi mereka, Dan ketika jemaat menginginkan seorang Gembala yang dapat menjadi panutan bagi mereka, tentulah ini dimulai dari kehidupan pribadi seorang gembala tersebut, agar ketika Gembala mengembalakan jemaat, memberikan solusi atau jalan keluar yang dihadapi oleh anggota jemaat.Kata gembala secara harafiah dalam bahasa Ibrani adalah "ro'eh", dalam bahasa Yunani "poimen" dan dalam bahasa latinnya disebut "Pastor". Gambaran Gembala inilah yang terlukis dalam kehidupan umat Kristen, khususnya para pemimpin gereja atau yang kita kenal dengan sebutan Pendeta atau Gembala Sidang. Para Pendeta atau Gembala Sidang ini berbeda dengan gembala yang kita kenal sebagai Yesus Kristus. Pendeta atau Gembala Sidang ini hares melalui suatu tahap pendidikan yang memberikan mereka ilmu dalam membina dan bekerja dalam jemaat. Oleh sebab itu untuk menjadi seorang Gembala Sidang atau Pendeta yang menjadi panutan dalam jemaatnya, maka setidaknya ia harus memiliki sifat-sifat lemah lembut, rendah hati, bijaksana, sopan, cakap mengajar dan suka memberi tumpangan, seorang yang dapat menahan diri bukan hamba uang, sopan, sabar, pembawa damai, dapat membimbing, melindungi jemaat, suka bergaul dengan orang lain, memiliki hati yang terbuka terhadap segala macam golongan manusia : kaya, miskin, pintar, bodoh, bawahan atau atasaan. Dari semua itu yang terpenting adalah bahwa seorang Gembala Sidang atau Pendeta harus memiliki karakter seperti Sang Gembala Agung, yaitu Yesus Kristus.
Kajian PAK di Desa Latdalam Elias, Thomson F; Raprap, Erna
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 1 No 1 (2016): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v1i1.16

Abstract

Masyarakat Latdalam adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan. Salah satu adat yang dibuat untuk menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap kuat dan utuh adalah adat alas botol.Adat ini biasanya dillakukan dalam acara-acara seperti :masuk minta, bangun rumah baru, masuk rumah baru, baptisan dan syukuran empat pulu orang eninggal. Adat ini ada sebagai lambang saling mengasihi dan saling menghargai dalam hubungan persaudaraan dalam jalur turunan darah. Adat alas botol ini hanya berlaku bagi keluarga yang memiliki hubungan persaudaraan dalam jalur turunan yaitu,empat mata rumah yang terdapat dalam satu soa. Jadi marga-marga yang ada di luar dari empat marga tersebut tidak bisa ikut dalam upacara adat dimaksud. Dalam perjanjian baru kita melihat ajaran tentang saudara (Mrks.3:31-35 ) pada intinya kita memahami tentang tentang kritikan Yesus tengtang konsep saudara, saodara menurut Yesus adalah”Barang siapa yang melakukan kehendak Allah”. Jadi budaya alas botol menekankan tentang persaudaraan internal, dan makna persaudaraan, Yesus juga mentransformasinya untuk memperhatikan saudara diluar batas darah,dan daerah.
Amanat Agung Yesus Kristus Studi Eksegese Menurut Matius 28 : 16 – 20 dan Implikasinya Pada Masa Kini Rengrengulu, Wehelmina Carolina; Dimara, Thomas
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 1 No 1 (2016): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v1i1.17

Abstract

Amanat Agung Yesus Kristus adalah suatu pesan atau perintah yang besar, luhur dan mulia. Pesan ini diberikan oleh Yesus Kristus kepada para Murid-Nya, tetapi juga buat kita di zaman sekarang ini untuk tetap memberitakan Injil-Nya kepada semua umat, agar dengan pemberitaan itu semua umat mengaku dan percaya Yesus Kristus adalah penyelamat bagi kehidupan mereka. Mengapa dikatakan perintah yang besar, luhur dan mulia ? sebab yang memberi pesan ini adalah yang berkuasa luhur dan mulia yaitu Yesus Kristus. Ketika kita sungguh – sungguh memberitakan Injil dengan baik maka ada janji bahwa ia akan menyertai kita sampai pada pada akhir zaman.

Page 11 of 14 | Total Record : 139