cover
Contact Name
Ricky Montang
Contact Email
rickymontang70@gmail.com
Phone
+628124835884
Journal Mail Official
rickymontang1270@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ukip.ac.id/index.php/eirene_jit/about/editorialTeam
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 25281887     EISSN : 2540962X     DOI : https://doi.org/10.56942/ejit.v8i1.66
Core Subject : Religion, Social,
EIRENE adalah Jurnal Ilmiah Teologi, menerbitkan artikel ilmiah hasil-hasil penelitian setelah ditelaah dengan baik oleh para editor di dalam bidangnya. Berdasarkan hasil kajian sesuai bidang teologi meliputi aspek dogmatika, etika, biblika, pastoral, misiologi, Pendidikan agama, serta interaksinya dengan bidang ilmu yang lain. Jurnal ini diharapkan mampu sebagai tempat penyalur gagasan dari pemikir-pemikir teologi dan referensi bagi masyarakat, terbit setiap juli dan Desember.
Articles 139 Documents
PERAN ORANG TUA TERHADAP KEHADIRAN ANAK SEKOLAH MINGGU : THE ROLE OF PARENTS IN CHILDREN'S SUNDAY SCHOOL ATTENDANCE Nansy Kumajas, Injily; Anouw, Yulian; Montang, Ricky Donald
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.268

Abstract

Pendidikan sangat penting bagi kelangsungan hidup terutama dalam mempersiapkan bekal anak untuk meraih masa depan cerah yang baik. Anak merupakan penerus gereja yang wajib dibimbing, dan dibina imannya sejak kecil agar imannya tidak goyah saat beranjak dewasa. Ditengah kesibukan orang, sekolah minggu menjadi wadah bagi orang tua untuk memberikan pendidikan iman secara informal kepada anak dengan suasana yang menggembirakan dan lebih disukai anak- anak dari pada pendidikan informal di sekolah. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kombinasi yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif yang berupa wawancara dan observasi. Metode ini digunakan secara bersama- sama dalam kegiatan penelitian, sehingga didapat hasil yang lebih utuh dan komprehensif terhadap suatu masalah yang diteliti. Kesimpulan yang didapat dari penelitian wawancara adalah peran orang tua masih kurang peduli terhadap kehadiran anak di sekolah minggu dan lebih mementingkan urusan keluarga. Usaha dari orang tua sama sekali tidak ada karena kesibukan masing-masing. Dan pihak belum adanya fasilitas sarana dan prasarana yang memadai untuk kegiatan sekolah minggu.
PEMBINAAN GEREJA TENTANG MAKNA NIKAH KUDUS BAGI KELUARGA KRISTEN : CHURCH GUIDANCE ON THE MEANING OF HOLY MARRIAGE FOR CHRISTIAN FAMILIES Tebe, Hendran; Elias, Thomson Framonty E.; Wattimury, Wiesye Agnes
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.269

Abstract

Pembinaan gereja tentang makna nikah kudus bagi keluarga Kristen di Jemaat GKI Diaspora Maladuk Klamono adalah tugas penting yang harus dilakukan oleh gereja untuk mewujudkan keluarga Kristen yang hidup kudus dalam pemberkatan nikah di gereja oleh hamba Tuhan. Namun kenyataan di jemaat tersebut masih ada beberapa keluarga Kristen yang belum hidup dalam pemberkatan nikah kudus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab terkikisnya makna nikah kudus bagi keluarga Kristen dan juga mengetahui bagaimana pembinaan gereja tentang makna nikah kudus bagi keluarga Kristen. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, populasi 320 orang dan sampel 30 orang terdiri dari 13 keluarga nikah, 13 keluarga belum nikah dan 4 Majelis jemaat, dengan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah keluarga Kristen dapat memahami arti dan nilai nikah kudus dan memaknainya dalam kehidupan melalui diberkati dalam nikah kudus di gereja; dan juga gereja/hamba Tuhan lebih maksimal dalam memberikan pembinaan tentang makna nikah kudus bagi keluarga Kristen agar dapat memahami dan memaknai hidup kudus melalui pemberkatan nikah di gereja dan olehnya berkat Tuhan terus mengalir dalam kehidupan keluarga Kristen yang berdampak positif terhadap pertumbuhan jemaat.
TERIMALAH AKU APA ADANYA: SEBUAH REFLEKSI TEOLOGIS TENTANG PENERIMAAN CARL R. ROGERS: ACCEPT ME AS I AM: A THEOLOGICAL REFLECTION ON ACCEPTANCE CARL R. ROGERS Gultom, Ira Dessy M.; Elias, Thomson Framonty E.; Anthoni, Jean
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.270

Abstract

Indonesia memiliki jumlah penduduk ±263,9 juta. Di dalamnya ada beraneka suku, agama dan ras. Di Indonesia memiliki 6 agama besar yaitu Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha dan Konghuchu. Sejak dulu sampai sekarang di Indonesia masih banyak orang yang meninggal akibat bunuh diri, yang diduga karena depresi dan tidak dapat menerima kenyataan hidup. Dalam proses perkembangan otak manusia, pertumbuhan, kedewasaan, serta menjalani hidup dengan lebih baik penting adanya hubungan yang baik, alias penerimaan dari salah satu pihak agar hubungan tersebut dapat menyatu. Dalam bukunya yang berjudul On Becoming a Person, Carl R. Rogers menegaskan bahwa beragam hubungan tujuannya adalah membantu proses perkembangan. Baginya, sikap yang demokratis dan menerima merupakan hal yang paling membantu dalam perkembangan seseorang. Semakin terbuka hubungan tersebut, semakin bermanfaat hubungannya. Namun diperlukan penerimaan untuk keterbukaan. Dalam tulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan konsep penerimaan yang dikemukakan oleh Carl R. Rogers untuk menunjang proses pelayanan pastoral di Gereja. Dan melihat seberapa penting penerimaan dalam proses pelayanan pastoral. Berdasarkan hasil tulisan tugas akhir ini, penerimaan merupakan hal yang penting dalam pelayanan pastoral. Penerimaan diri merupakan keadaan di mana seorang individu memiliki penilaian yang positif terhadap dirinya, mau menerima serta mengakui segala kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya. Menerima diri adalah memiliki penghargaan yang tinggi terhadap diri sendiri, dan tidak bersikap merendahkan diri sendiri. Artinya seseorang mampu menerima dirinya, mampu melihat kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya. Oleh sebab itu, dalam pelayanan pastoral perlu adanya penerimaan diri, agar seseorang dapat memahami, menerima dan menghargai dirinya dan orang lain.
PERAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN MENURUT KITAB HAKIM-HAKIM 4:1-24 : THE ROLE OF WOMEN'S LEADERSHIP ACCORDING TO JUDGES 4:1-24 Pipa, Nafari; Wattimury, Wiesye Agnes; Anthoni, Jean
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.271

Abstract

Perempuan pada dasarnya dianggap sebagai sosok yang tidak mampun dalam menyelesaikan tanggung jawab . Namun kepemimpinan perempuan mampun memberi motivasi kepada bawahan untuk bekerja lebih baik dengan menunjukan keyakinan dan daya tarik pada pengikutnya dalam memberikan contoh baik, ide-ide yang baik agar bawahannya termotivasi. Agar penulis lebih memahami peran kepemipinan perempuan, penulis melakukan penelitian. Jenis penilitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Hal tersebut pemahan yang baik tentang kepemipinan perempuan.Dalam kepemimpinannya Debora mengandalkan Tuhan, dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan, bahkan ia melaksanakan dua peranan sekaligus dengan penuh tanggungjawab yang disertai dengan iman percaya kepada Tuhan. Meskipun dalam beberapa fungsi berbeda namun seharusnya dari hal ini perempuan dan laki-laki melihat perbadaan sebagai wadah untuk saling melengkapi. Dari teks Hakim-Hakim 4:1-24 memperlihatkan bahwa Allah tidak pernah mempermasalahkan soal gender dalam hal kepemimpinan, hal ini terbukti dari pemilihan Allah untuk Debora dalam memimpin umat Israel
TEOLOGI DALAM SEJARAH DAN IMPLIKASINYA PADA MASA KINI: THEOLOGY IN HISTORY AND ITS IMPLICATIONS IN THE PRESENT TIME Montang, Ricky Donald
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara mendalam mengenai Teologi dalam sejarah dan implikasinya pada masa kini. Hal ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan teologi dalam Sejarah. Metode dalam penelitian ini adalah kajian biblika dan studi Pustaka. Kajian biblika adalah kajian terhadap isi Alkitab yang dituliskan oleh para penulis Alkitab sesuai dengan konteksnya. Sementara kajian studi Pustaka dibutuhkan untuk mendukung temuan yang ada dalam Alkitab. Hasilnya adalah Sejarah teologi dapat dibagi dalam empat periode, yaitu: teologi abad permulaan (1-590 SM); teologi abad pertengahan (590-1517 SM); teologi reformasi (1517-1750 SM) dan teologi modern (1750-sekarang). Implikasi teologi pada masa kini tidak hanya terbatas pada ranah spiritual dan religius. Teologi juga berperan dalam diskusi-diskusi etis terkait teknologi, hak asasi manusia, dan keadilan sosial. Misalnya, dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan konflik, teologi menawarkan perspektif moral dan etis yang dapat memandu tindakan individu dan kolektif. Dengan demikian, teologi terus memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk nilai-nilai dan tindakan masyarakat di dunia yang semakin kompleks dan saling terhubung
MAKNA PERPULUHAN MENURUT MALEAKHI 3:10 BAGI KEHIDUPANKRISTEN: THE MEANING OF TITHING ACCORDING TO MALACHI 3:10 FOR THE CHRISTIAN LIFE Waiwum, Yolanda Retski; Anthoni, Jean; Montang, Ricky Donald
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.273

Abstract

Tugas akhir ini membahas tentang makna perpuluhan di jemaat GKI Ebenhaezer Solol. Penelitian ini penting untuk dilakukan mengigat perpuluhan adalah hal yang harus dilakukan oleh warga jemaat. Tapi mereka tidak melakukannya, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jemaat Ebenhaezer Solol tentang perpuluhan dan faktor-faktor yang menyebabkan tidak memberikan perpuluhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jemaat GKI Ebenhaezer Solol yang berjumlah 387 jiwa. Teknik penetapan sampel menggunakan Teknik purposive sampling atau sampel bertujuan. Sampel yang ditetapkan ini di anggap mampu memberikan data yang akurat. Jumlah sampel 30 orang yang terdiri dari 8 orang PKB, 10 orang PW, 7 orang MJ, 5 orang PAM. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemahaman jemaat GKI Ebenhaezer Solol tentang perpuluhan sangat kurang. Umumnya mereka memahami perpuluhan sebagai sesuatu yang menjadi beban, akibatnya hampir semua jemaat tidak memberi perpuluhan. Maka faktor penyebabnya perpuluhan adalah kurangnya ada pembinaan jemaat tentang perpuluhan, kebutuhan ekonomi yang banyak padahal gaji atau upah kerja rendah.
PENTINGNYA IBADAH KELOMPOK SEL PEMURIDAN BAGI KELUARGA KRISTEN : THE IMPORTANCE OF CELL GROUP WORSHIP FOR DISCIPLE FAMILIES Koude, Yoram; Anthoni, Jean; Anouw, Yulian
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.274

Abstract

Ibadah Kelompok Sel Pemuridan di Jemaat GKI Efata Malanu sebagai bentuk pola pelayanan gereja yang mempersempit wilayah pelayanan yang luas kedalam kelompok sel yang terdiri dari 15-20 Kepala Keluarga di dalamnya melatih dan membina anggota sel untuk aktif dan kreatif dalam tugas persekutuan, kesaksian dan pelayanan memuridkan sesame menjadi Murid Kristus berdasarkan (Matius 28:19-20) melalui pertumbuhan rohani dan kesejahteraan hidup. Namun seiring dengan perkembangan saman ada beberapa faktor yang membuat angka kehadiran warga jemaat dalam ibadah kelompok sel menurun dan juga terlihat masih kurang nampak manfaat ibadah kelompok sel bagi kehidupan Keluarga Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kurang hadirnya warga jemaat dalam ibadah kelompok sel dan juga sejauh mana peran pengajaran gereja tentang arti dan manfaat ibadah kelompok sel bagi Keluarga Kristen Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, studi pustaka dan kuesioner, dengan analisis data berupa Skala Likert dengan item-item pertanyaan dan analisa secara presentasi. Hasil dari penelitian ini adalah semakin berperannya gereja dalam pengajaran dan pembinaan kelompok sel berdasar Alkitab dan juga terdapat tingkat pemahaman warga jemaat tentang arti dan manfaat Ibadah Kelompok Sel bagi Kehidupan Kristen agar semakin meningkatnya angka kehadiran dalam ibadah kelompok sel guna mewujudkan bersama nilai kasih, pengajaran Alkitab, saling memperhatikan dan menolong antar satu anggota dengan yang lainnya guna pertumbuhan rohani di dalam Kristus di masa kini dan masa mendatang. Kata kunci : Ibadah, Kelompok Sel Pemuridan dan Keluarga Kristen
PENGARUH ETIKA KRISTEN BAGI ANAK REMAJA : THE INFLUENCE OF CHRISTIAN ETHICS ON TEENAGERS Ronsumbre, Frida Helena; Elias, Thomson Framonty E.
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.275

Abstract

Kondisi yang tidak dapat dibendung saat ini, dimana perkembangan terus terjadi tanpa memperhatikan etika, moral, dan karakter anak remaja, maka sangat diperlukan peran dari berbagai pihak yaitu gereja, orang tua, dan juga guru sekolah minggu dalam mengontrol anak remaja yang yang terbawa arus oleh perkembanggan tersebut. Tentu hal ini di perlukan peran dari gereja, orang tua, dan guru sekolah minggu untuk membentuk etika, moral dan karakter anak remaja yang baik. Kita sadar bahwa sebagian besar anak-anak remaja saat ini mengalami masalah krisis etika, moral, dan karakter. Maka itu di dalam artikel ini yang menjadi Tujuan pembahasan adalah bagaimana etika kristen melihat atau memandang moral dan karakter anak remaja di zaman sekarang. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan peran penting dari gereja, orang tua, dan guru sekolah minggu, dalam melaksanakan tugas dan tangungg jawab dengan sungguh-sungguh. Sehinnga dapat menghasilkan anak-anak remaja yang takut akan Tuhan Dan menjadi Tolak ukur untuk melakukan perbuatan baik yang bersumber pada Tuhan yesus kristus atau ajaran Alkitab.
PEMAHAMAN JEMAAT TERHADAP PERJUDIAN TOGEL: CONGREGATION'S UNDERSTANDING OF TOGEL GAMBLING ojsukipacid, ojsukipacid; Suweni, Marselino Adolf G. Anggara; Kwaktolo, Agustinus; Montang, Ricky Donald
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.276

Abstract

Judi merupakan salah satu kegiatan yang bersifat negatif walau terkadang masyarakat menganggap perjudian sebagai bahan hiburan semata. Judi dilakukan dengan mempertaruhkan nilai yang kecil bahkan dapat mempertaruhkan nilai yang sangat besar. Seseorang yang melakukan aktifitas perjudian kadang menyadari adanya resiko tetapi juga ada yang melupakan resikonya. Dan kini Jemaat GKI Emaus Km 10 Pantai terlibat dalam aktifas yang tergolong dalam kegiatan negative di karenakan dampak Covid 19 yang mewabah sehingga jemaat bergantung pada penghasilan Perjudian yaitu judi Togel. Judi Togel semakin merambat di karenkan pemahaman yang salah di dalam Kehidupan Berjemaat menganggap bahwa judi Togel termasuk dalam berkat Tuhan dalam masa Pandemi Covid 19. Metode yang di gunakan dalam penelitian ialah metode kualitatif dan metode kajian kepustakaan. Yang dimaksud dengan metode kualitatif adalah pengumpulan data pada saat lapangan, dengan menggunakan cara wawancara secara langsung, dengan maksud memperoleh data yang akurat. sedangkan metode penelitian kajian kepustakaan adalah metode yang digunakan dalam mengkaji sebuah sumber dari beberapa buku yang mampu mendukung sebuah proses penelitian, metode ini sangat membantu dalam proses penelitian. Dari setiap hasil wawancara yang dianalisis,dapat dirangkum bahwa sebagai warga jemaat GKI Emaus km 10 pantai adalah jemaat berkembang di Klasis GKI Sorong. Jemaat GKI Emaus adalah jemaat majemuk yang mana terdapat berbagai suku,budaya,dan bahasa. Tetapi juga dari segi pendidikan dan juga pekerjaan yang menopang berkehidupan jemaat dan keluarga di setiap keseharianya. Sebagai jemaat berkembang yang perlu menjadi perhatian adalah bukan sekedar kuantitas tetapi juga iman jemaat tersebut sehingga menjadi parameter untuk menetukan pertumbuhan yang di alami jemaat GKI Emaus km10 pantai.
PEMAHAMAN JEMAAT TENTANG PERJAMUAN KUDUS: CONGREGATION'S UNDERSTANDING OF THE HOLY COMMUNION Suu, Diana Teresya; Montang, Ricky Donald; Anthoni, Jean
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 1 (2025): Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v10i1.315

Abstract

Tujuam dari penelitianini adalah untuk mengetahui pemahaman jemaat Maranatha Malagubtuk tentang perjamuan kudus dan juga kategisasi yang adalah bagi yang harus dimengerti oleh jemaat, karena Sakramen merupakan janji dan tanda yang dilampirkan kepada mereka atau tanda ilahi yang ditetapkan dan janji akan pengampunan dosa. Melalui Perjamuan Kudus maka kita kembali hendak diingatkan akan pengorbanan Kristus bagi kita. Karena itu di dalam Perjamuan Kudus yang harus kita pandang bukanlah terutama roti dan anggur yang kelihatan, melainkan Yesus Kristus sendiri sebagai roti dan anggur yang tidak kelihatan. Di sinilah persekutuan kita dengan- Nya diteguhkan kembali dan demikian pula persekutuan kita dengan orang-orang percaya lainnya. Penghiburan, kekuatan serta kesembuhan bukanlah datang dari roti dan anggur melainkan dari Kristus sendiri yang kita terima dengan iman. Dari hasil penelitian yang lakukan di jemaat Maranatha Malagubtuk dengan jumlah populasi jemaat sebanyak 198 dan jumlah populasi yang dibutukan dalam penelitian berjumlah 30 orang. Penemuan permasalahan utama dilapangan adalah pemahaman yang masih minim tentang perjamuan kudus, dan ada pulai nilai-nilai budaya yang menghambat pernikahan bagi pasangan suami istri dalam dalam nikah kudus, makan saran dan solusi yang peneli berikan adalah perlu adanya pembinaan pada jemaat, dan penjelasan tentang dua nilai yang berbeda yaitu, nilai budaya dalam hal ini adat isti adat dan gereya harus dipisahkan, hal tersebut perlu di jelasakan dengan baik dalam bentuk sosiali kepada jemaat.