cover
Contact Name
Ricky Montang
Contact Email
rickymontang70@gmail.com
Phone
+628124835884
Journal Mail Official
rickymontang1270@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ukip.ac.id/index.php/eirene_jit/about/editorialTeam
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 25281887     EISSN : 2540962X     DOI : https://doi.org/10.56942/ejit.v8i1.66
Core Subject : Religion, Social,
EIRENE adalah Jurnal Ilmiah Teologi, menerbitkan artikel ilmiah hasil-hasil penelitian setelah ditelaah dengan baik oleh para editor di dalam bidangnya. Berdasarkan hasil kajian sesuai bidang teologi meliputi aspek dogmatika, etika, biblika, pastoral, misiologi, Pendidikan agama, serta interaksinya dengan bidang ilmu yang lain. Jurnal ini diharapkan mampu sebagai tempat penyalur gagasan dari pemikir-pemikir teologi dan referensi bagi masyarakat, terbit setiap juli dan Desember.
Articles 149 Documents
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Adolfina Putnarubun; Wehelmina Carolina Rengrengulu; Yeheskiel Suruan
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 7 No 2 (2022): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v7i2.57

Abstract

Persepsi sisswa terhadap guru PAK merupakan pengamatan yang secara lansung dari proses pembelajaran dan aktifitas di laur proses pembelajaran. Oleh sebab itu sikap dan tindakan guru selalu dijaga agar tidak menjadi hal negative dalam pandangan siswa/siswi sebab persepsi siswa/siswi terhadap guru akan membangun gambaran para siswa mengenai sebuah konsep ideal terhadap panutannya. Persepsi siswa/i terhadap peran guru PAK dalam pembentukan karakter siswa sangat beragam, karena berdasar atas pengaman dari masing-masing siswa saat diperhadapkan dengan proses pembinaan tersebut dapat memberi suatu konsep yang tentunya menentuakan bahwa dampak dari seorang guru memberi pengertian baru bagi siswa-sisiwi yaitu paham yang memberi inspirasi unuk berkembang dan paham yang memberi sisiwa/i untuk memutuskan tidak mau mengikuti belajar karena tindakan guru yang kurang berkenang pada mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap guru PAK dalam membentuk karakter. Penelitian ini dilakukan agar kekerasan dalam proses pembelajaran tidak ditindak lanjuti dalam proses pembelajaran. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang dipakai adalah teknik trianggulasi data yaitu dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi lapangan dan doumentasi. Persepsi siswa terhadap guru PAK sangatalah baik dalam menerapkan pegajaran Kekristenan namun siswa memandang bahwa ada hal yang bertentangan dengan profesi sebagai guru PAK yaitu melakukan kekerasan dalam proses pembelajaran terhadap siswa.
PENGARUH BELAJAR ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Korneles V. Ohoiwutun; Jean Anthoni; Rehueliah Kamesfle
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 7 No 2 (2022): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v7i2.58

Abstract

Pengaruh Belajar di SD Impress 66 Kota Sorong merupakan judul dari masalah yang digumuli di lingkungan sekolah, yaitu proses pembelajaran yang dilakukan secara online dimana guru dan siswa berada di tempat/ruangan yang berbeda dan melakukan proses belajar online sebagai langkah pencegahan penyebaran Virus Corona dan juga keberlanjutan pembelajaran menuju pencapaian mutu pengetahuan siswa. Namun, belajar online yang diterapkan kurang memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar seperti yang diharapkan. Penelitian untuk mengetahui faktor penyebab kurangnya pengaruh belajar online terhadap motivasi belajar dan juga mengetahui bagaimana cara belajar online yang memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Menggunakan metode kualitatif, populasi 150 orang dan sampel 30 orang, dengan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah terwujudnya pembelajaran online yang meningkatkan motivasi belajar siswa menuju prestasi yang baik di bidang ilmu pengetahuan.
PERAN PENGASUH TERHADAP REMAJA KRISTEN YANG TERJERUMUS DALAM PERGAULAN BEBAS Alexanderina Paulina Iwanggin; Wiesye Agnes Wattimury; Banne Limbong
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 7 No 2 (2022): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v7i2.59

Abstract

Pergaulan bebas merupakan berita yang lazim pada zaman modern ini. Tidak jarang media sosial baik media elektronik maupun media cetak membeberkan masalah penyimpangan pergaulan bebas. Dari hasil survey sudah tentu di antaranya ada anak-anak yang berlatar belakang agama Kristen. Oleh sebab itu hal ini merupakan masalah yang serius yang sedang dihadapi oleh gereja dan gereja seharusnya bertanggung jawab untuk menjawab masalah yang dihadapi oleh kekristenan dewasa ini. Gereja perlu menjelaskan secara teologis bagaimana menyikapi masalah penyimpangan pergaulan bebas ini. Namun, yang menjadi masalah adalah banyaknya anak remaja Kristen yang terjerumus dalam pergaulan bebas. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang di mana metode yang penulis gunakan adalah meneliti secara langsung ke lapangan dalam mencari data atau informasi yang dilakukan dengan teknik observasi dengan cara pengamatan khusus terhadap suatu subjek untuk mengumpulkan data dan wawancara langsung dengan responden. Tujuannya adalah supaya dari sampel bisa mampu memberikan data secara detail dan akurat dalam penelitian ini. Jumlah sampel adalah 30 orang yang terdiri dari 5 pengasuh remaja, dan 25 orang remaja. Hasil penelitian yang didapatkan penulis pada tempat penelitian yaitu di GKI Pengharapan Kabanolo adalah bagaimana Pendidikan Kristen dalam mengatasi pergaulan bebas dan masalah-masalah apa saja yang menyebabkan anak remaja terjerumus dalam hal tersebut. Oleh sebab itu, remaja seharusnya mendapatkan perhatian khusus baik dari orang tua maupun dalam bergereja
PENGARUH PEMAHAMAN ALLAH TRITUNGGAL TERHADAP KUALITAS IMAN Ricky Donald Montang; Karisma Lenora Mansilety
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 7 No 2 (2022): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v7i2.60

Abstract

Doktrin Tritunggal merupakan ajaran dasar dalam Kekristenan. Namun harus diakui bahwa Tritunggal merupakan hal yang sangat sulit dipahami dengan akal manusia. Memahami Doktrin Tritunggal memerlukan sikap rendah hati dan penuh hikmat sebab Tritunggal adalah Pribadi Allah yang sulit untuk dijelaskan. Kata Tritungal sendiri tidak dapat dituliskan pada Alkitab tetapi bukan berarti tidak perlu mempelajari Doktrin Tritunggal melainkan Doktrin Tritunggal adalah hal dasar yang perlu dikaji dari berbagai sumber baik Alkitab dan sumber-sumber lainnya. Kesulitan sering dialami oleh setiap orang yang mempelajari Allah Tritunggal karena begitu besar kuasa-Nya sehingga tidak dapat diselami seutuhnya oleh manusia. Hal-hal ajaib dilakukan oleh-Nya baik cipataan bahkan Diri-Nya dapat ubah menjadi tubuh yang sama dengan ciptaa-Nya yaitu manusia. Begitu sukar dipahami oleh manusia sehinga banayak penyesatan terjadi ketika mempresentasikan Allah Tritunggal. Hal itu dapat terjadi sebabkan manusia cenderung memahami Allah dengan kepintarannya tanpa mengundang Roh Kudus mengawasinya dalam menafsir dan mempresentasikan Tritunggal. Hal yang menginspirasikan saya untuk menuliskan juranal ini adalah keajaiban Allah dan kuasa-Nya yang dasyat dalam menciptakan sesuatu diluar akal manusia. Jenis Penelitian yang digunakan untuk memeproleh data adalah metode survei yang berbentuk korelasional anatar satu variable dengan variable lain. Untuk mendapatkan data penelitian hal yang dilakukan oleh peneliti adalah menyebar kuisoner sesuai dengan kriteria sampael yang di ingini. Selain itu, peneliti dapat mempersilahkan untuk mengisi kuisoner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang posistif antara pemahaman tritunggal dengan kualitas iman, kecenderungan pemahaman tritunggal adalah kadang-kadang paham dan kecenderungan kualitas iman pada kategori kadang-kadang berkualitas.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Skivo Reiner Watak; Thomson F Elias; Talia Maria Batfyor
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 7 No 2 (2022): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v7i2.61

Abstract

Dari penelitian ini dimaksudkan dengan memahami tentang efektivitas pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP nusantara kota sorong. Dengan mengunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data yang dipakai yaitu menggunakan wawancara, kuisioner, dokumentasi untuk memperoleh data yang didapatkan pada penelitian dilapangan dan orang yang bersangkutan pada penelitian ini yaitu pendidik, peserta didik, kepalah sekolah, penelitian ini dilaksanakan agar dapat menghasilkan informasih yang lebih ditel pada pendapatan ahir akan penelitian ini. Pendapatan penelitian ini dapat memastikan akan efektivtas pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini memperoleh hasil yang diwujudkan dan cukup efektif serta usaha bersama dapat dilakukan antara pendidik dan peserta didik, sehingga dapat menghasilkan pembelajaran dengan baik serta dapat memakai metode pembelajaran seperti ceramah,diskusi,presentasi dan latihan soal
Konsep Askesis Menurut Rasul Paulus Dalam I Korintus 9:24-27 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini: THE CONCEPT ASCCESIS ACCORDING TO THE APOSTLE PAUL IN 1CORINTHIANS 9:24-27 AND ITS IMPLICATIONS FOR TODAY’S BELIEVERS Risno Djabu Djabu; Elsa
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 1 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i1.66

Abstract

Kurangnya disiplin rohani dalam Gereja yang membuat pertumbuhan kerohanian jemaat makin berkurang. Gereja harus memfokuskan perhatian jemaat kepada Allah ketimbang kepada hal-hal yang duniawi. Gereja perlu menerapkan askesis. Askesis adalah sebuah tindakan disiplin rohani untuk mendewasakan manusia rohania. Askesis merupakan pelatihan untuk melawan hawa nafsu, dosa, dan berbagai tipuan iblis. Askesis harus di lakukan oleh semua orang percaya dengan meneladani apa yang Yesus Kristus lakukan. Askesis yang disampaikan Rasul Paulus merupakan pemurnian jiwa atau memperbaharui batin yakni pikiran atau akal Budi. Mengingat akan Allah, mengagumi ciptaan Allah, merenungkan Kasih Kristus dan mengasihi sesama merupakan latihan-latihan rohani untuk menumbuhkan manusia rohani supaya makin serupa dengan Kristus. Adapun dasar dan motivasi melakukan askesis adalah hati yang benar-benar mengasihi Allah. Sebagaimana Kristus telah taat kepada Allah sepenuhnya, demikian juga orang percaya yang melakukan askesis dengan mengikuti apa yang telah Kristus kerjakan. Tujuan penulisan jurnal ini memberikan implikasi bagi gereja dan jemaat. Gereja harus menerapkan askesis dalam kehidupan jemaat. Dengan demikian, jemaat akan memiliki pemahaman yang tepat tentang kehidupan askesis dan berjuang untuk menerapkannya dalam kehidupan spiritual setiap hari yakni kehidupan nyata, baik itu bagi kaum awam, dan pelayan Tuhan itu sendiri dengan berpegang dan berharap kepada tuntunan dan penyertaan Roh Kudus. Kata Kunci: Askesis (disiplin rohani)
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MUTU ROHANI ANAK REMAJA: THE ROLE OF PARENTS IN IMPROVING THE SPIRITUAL QUALITY OF TEENAGE CHILDREN Dewi Duniyanti Onyomsaru; Skivo Reiner Watak
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 1 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i1.97

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai gejala yang melibatkan perilaku remaja saat ini. Penyimpangan moral yang jauh dari nilai-nilai norma dan etika yang mulai meresahkan masyarakat. Fokus penelitian ini adalah: 1) Apakah Karakter Anak Remaja di Rayon III Jemaat Maranatha Remu sudah cenderung baik. 2) Apakah peran Orangtua di Rayon III Jemaat Maranatha Remu dalam meningkatkan mutu Rohani anak remaja sudah cenderung baik. Trianggulasi dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan beberapa sumber. Hasil dari penelitian ini adalah : 1) Dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, peran orang tua adalah memberikan pengarahan kepada anaknya dari kecil supaya anaknya mengerti apa arti iman dan kegunaanya untuk apa dan memberikan pengertian, pengarahan, serta contoh agar anaknya mengerti arti dan pentinganya keimanan bagi kehidupan beragama. 2) Dalam menanamkan nilai- nilai ibadah, peran orang tua adalah memotivasi, mengarahkan, mengajarkan, dan memberi contoh tentang pentingnya ibadah untuk kehidupan beragama, baik mengajarkan tentang berdoa memulai sesuatu baik Doa sebelum makan , tidur dan lain sebagainya, serta memantau anak-anaknya dalam melaksanakan ibadah, agar mereka sejak kecil agar terbiasa untuk beribadah kepada Tuhan Yesus 3) Peran orang tua adalah memberikan teladan atau contoh akhlak yang baik kepada anaknya serta mengajarkan kepada anaknya supaya terbiasa dengan hidup berakhlak yang baik dan dapat memberi contoh kepada lingkungan yang kurang baik di sekitarnya
KONTEKSTUALISASI PEMBERITAAN INJIL TERHADAP BUDAYA SLAMETAN SUKU JAWA DI DESA BADES JAWA : THE CONTEXTUALIZATION OF GOSPEL PREACHING ON THE JAVANESE SLAMETAN CULTURE IN BADES VILLAGE, EAST JAVA Oniaman Buulolo; Linda Dewi Terserani Lase; Moralman Gulo
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 1 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i1.98

Abstract

The Gospel is a good news that should be accepted by everyone. However, the Javanese in Bades Village, East Java, need to be reached with the preaching of the Bible, in view of the minimal number of believers in the local village. However, to reach this village, it is necessary to make an effort so that the Gospel conveyed can be accepted by local residents, namely through the contextualization of the slametan culture which is a Javanese culture that is already inherent in people's lives which is entrusted as anticipation for safety and unwanted disturbances that refers to a peaceful life. The purpose of this research is to find out the form of contextualization of the preaching of the Bible on slametan culture that can be done to reach people from the village of Bades Lumajang, East Java. The method used in this writing is a descriptive qualitative research method with an approach to library data, interviews, book literature and also several articles that are relevant to the research being conducted. This research conveys that in order to preach the gospel to people in Bades Village, East Java, this must be adjusted using the accommodation and adaptation contextualization model which is an act of respecting local culture, being able to express and translate the Bible through slametan culture, so that the people of East Java Those in Bades Village have true knowledge about God and accept Christ as God and eternal savior. Keywords: Contextualization, Bible, Slametan Culture, Javanese Tribe.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KATEKISASI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER PEMUDA KRISTEN PADA JEMAAT GKI KASIH PERUMNAS: THE IMPORTANCE OF CATECHISM EDUCATION FOR THE FORMATION OF YOUTH CHARACTER IN THE GKI PERUMNAS KASIH CONGREGATION Thomson Elias; Dian Mizpa Patetu; Wiesye Agnes Wattimury
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 1 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i1.99

Abstract

Abstract :Catechism is one of the oldest and most widely used ministries by the Churches. Catechism is systematically served to the youth of the Church (Catechumens) so that they can understand what it means to be a Christian, and what is the character of a Christian. Besides that, they are also given the opportunity to hear about the way of Salvation in and by Jesus Christ and are invited to follow that path. Catechism should really play a role in the growth of youth character, because through catechism our character can be formed as a young man who is mature in faith and can be responsible for everything he does. From the catechism, a servant of God can judge the character of the members participating in the catechism, whether they really deserve to become members of the Congregational Fellowship or not at all. the process of teaching catechism in the GKI Kasih Perumnas Congregation. Provides an understanding of how character growth affects faith growth. This study uses a descriptive qualitative method, in which the author obtains information through direct interviews, as part of the phenomenon. From the results of the author's research found problems that occur in the Catechization process related to the Formation of Youth Character in the GKI Kasih Perumnas Congregation, namely: The process of teaching Catechism is lacking effective and efficient because of the lack of attention and strictness (role) from parents towards the teaching process carried out at home, lack of attention and firmness (role) from the Catechization Teacher, lack of manuals as a reference in providing catechism material, especially in terms of building Faith and Character Key Words : Catechism; Character Abstrak :Katekisasi adalah salah satu pelayanan yang paling tua dan yang paling banyak dipakai oleh Gereja-gereja. Secara sistematis Katekisasi dilayankan kepada pemuda/i Gereja (Katekumen) agar mereka dapat mengerti apa artinya menjadi Kristen, dan bagaimana karakter seorang Kristen. Disamping itu, mereka juga diberi kesempatan untuk mendengar jalan Keselamatan dalam dan oleh Yesus Kristus serta diajak untuk mengikuti jalan itu. Katekisasi harusnya sangatlah berperan dalam pertumbuhan karakter pemuda, karena melalui katekisasi karakter kita dapat terbentuk sebagai seorang Pemuda yang telah dewasa secara iman dan dapat mempertanggungjawabkan setiap hal yang dilakukan. Dari katekisasi pun seorang hamba Tuhan dapat menilai karakter dari anggota peserta Katekisasi apakah benar-benar layak untuk menjadi anggota sidi Jemaat atau bahkan tidak sama sekali tujuan penelitian ini, yaitu :Menganalisis bagaimana katekisasi dapat mempengaruhi pertumbuhan karakter daripada Pemuda di Jemaat GKI Kasih Perumnas.Mengamati proses pengajaran Katekisasi yang ada di Jemaat GKI Kasih Perumnas. Memberikan pemahaman bagaimana pertumbuhan karakter mempengaruhi pertumbuhan iman. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif deskreptif, yaitu penulis mendapatkan informasi melalui wawancara langsung, sebagai bagian dari fenomena.dari hasil [enelitian Penulis menemukan masalah yang terjadi pada proses Katekisasi yang berhubungan dengan Pembentukan Karakter Pemuda di Jemaat GKI Kasih Perumnas, yaitu : Proses pengajaran Katekisasi kurang efektif dan efisien karena kurangnya perhatian serta ketegasan (peranan) daripada Orang Tua terhadap proses pengajaran yang dilakukan dirumah, kurangnya perhatian serta ketegasan (peranan) daripada Pengajar Katekisasi, kurangnya Buku Pedoman sebagai acuan dalam memberikan materi Katekisasi terutama dalam hal membina Iman dan Karakter. Kata Kunci : Katekisasi,Karakter
MUTU PEMIMPIN DALAM PENINGKATAN PELAYANAN DI KLASIS GPDPB KOTA SORONG: THE QUALITY OF LEADERS IN IMPROVING SERVICES IN THE GPDPB CLASS, SORONG CITY Yulian Anouw; Nelson Naa
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 1 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i1.100

Abstract

Abstract: The servant of God in his role as a leader in the Classical Pentecostal Church of Sorong City needs to realize quality leadership in ministry through Bible teaching and spiritual development for the congregation towards service improvement that has a positive impact on faith growth. But in reality the leaders are still lacking in increasing the ministry of faith growth as expected together in church ministry. This research was conducted to determine the factors causing the lack of service improvement by leaders and also to find out how qualified leaders are in service improvement. The method in this study is a qualitative method, a population of 100 people and a sample of 30 people, with the technique of observation, literature study and interviews. The results of this study are leaders are more optimal in realizing service improvements that have an impact on the development and growth of faith and also leaders must improve the quality of their personalities as leaders through increasing theological knowledge both formally and informally so that services are more effective towards church development and faith growth. Abstrak: Hamba Tuhan dalam peranan sebagai pemimpin di Gereja Pentakosta Klasis Kota Sorong perlu mewujudkan kepemimpinan yang bermutu dalam pelayanan melalui pengajaran Alkitab dan pembinaan rohani bagi jemaat menuju peningkatan pelayanan yang berdampak positif terhadap pertumbuhan iman. Namun pada kenyataannya pemimpin masih kurang dalam meningkatkan pelayanan pertumbuhan iman seperti yang diharapkan bersama dalam pelayanan gereja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab kurangnya peningkat pelayanan oleh pemimpin dan juga untuk mengetahui bagaimana pemimpin yang bermutu dalam peningkatan pelayanan. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, populasi 100 orang dan sampel 30 orang, dengan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah pemimpin lebih maksimal dalam mewujudkan peningkatan pelayanan yang berdampak kepada perkembangan dan pertumbuhan iman dan juga para pemimpin harus meningkatkan mutu kepribadiannya sebagai pemimpin melalui peningkatan pengetahuan teologi baik secara formal dan non formal agar pelayanan lebih efektif menuju perkembangan gereja dan pertumbuhan iman..

Page 4 of 15 | Total Record : 149