cover
Contact Name
Ricky Montang
Contact Email
rickymontang70@gmail.com
Phone
+628124835884
Journal Mail Official
rickymontang1270@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ukip.ac.id/index.php/eirene_jit/about/editorialTeam
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 25281887     EISSN : 2540962X     DOI : https://doi.org/10.56942/ejit.v8i1.66
Core Subject : Religion, Social,
EIRENE adalah Jurnal Ilmiah Teologi, menerbitkan artikel ilmiah hasil-hasil penelitian setelah ditelaah dengan baik oleh para editor di dalam bidangnya. Berdasarkan hasil kajian sesuai bidang teologi meliputi aspek dogmatika, etika, biblika, pastoral, misiologi, Pendidikan agama, serta interaksinya dengan bidang ilmu yang lain. Jurnal ini diharapkan mampu sebagai tempat penyalur gagasan dari pemikir-pemikir teologi dan referensi bagi masyarakat, terbit setiap juli dan Desember.
Articles 149 Documents
Pendekatan Pendekatan Pastoral Kebudayaan terhadap Pelestarian Nilai Kristiani dalam Bahasa dan Adat Minahasa Rapar, Fabian Heikson; Tangkuman, Semuel
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/t7pzac51

Abstract

Globalisasi dan modernisasi mengancam kelestarian bahasa dan adat Minahasa yang telah berabad-abad menjadi wahana nilai-nilai Kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Pendekatan Pastoral Kebudayaan Robert J. Schreiter sebagai solusi teologis-praktis dalam merespons tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif terhadap teks-teks budaya dan dokumen teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Minahasa, dengan konsep seperti “Kase” dan “Pakatuan wo Pakalawiren”, serta adat seperti “Mapalus”, merupakan locus theologicus yang vital namun terancam punah dan reduksi makna. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model operasional Schreiter Menerima, Membersihkan, Mengangkat, Menguduskan secara spesifik pada konteks Minahasa. Aplikasi model ini berhasil merancang strategi konkret, mulai dari integrasi bahasa dalam liturgi, pemurnian kritis elemen adat, pengangkatan filosofi Mapalus sebagai model diakonia, hingga pengudusan ritus adat dalam sakramen. Simpulannya, Pendekatan Pastoral Kebudayaan tidak hanya efektif untuk melestarikan warisan, tetapi juga untuk memperkaya kehidupan beriman dengan membangun jemaat yang kontekstual dan beridentitas kuat, sehingga menjawab akar masalah dikotomi iman dan budaya.
MENGHIDUPI IMAN KRISTEN YANG EKOLOGIS: SASI SEBAGAI PRAKTIK NYATA PERAWATAN CIPTAAN TUHAN Sitompul, Nataninda Elsi Sola Gratia
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/4tdpdh52

Abstract

Rapid environmental change challenges Christians to express their faith through concrete actions in caring for all of God's creation. One way to do this is through Sasi, a form of local wisdom that regulates human relations with nature through rhythms of pause, respect, and exploitation of resources. This study aims to explain how the principles of Sasi can be understood as concrete practices of Christian faith that support the preservation of creation. The method used is a qualitative study based on theological, ethnographic, and ecological literature analysis, which is then combined descriptively and analytically to identify the intersection between cultural practices and Christian faith. The results show that Sasi is not only a social mechanism for maintaining environmental balance but can also be a space for active and rich theology. These findings confirm that the combination of Christian faith and local cultural values ​​has the potential to enrich models of care for creation, especially in the context of the escalating global ecological crisis. Thus, Sasi can be re-presented as a means of practicing faith applied to culture, faith, and comprehensive ecological concerns.
MEMAHAMI  PENGKANONAN ALKITAB DAN IMPLIKASINYA PADA MASA KINI Montang, Ricky Donald
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/sknse593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif proses historis dan teologis pengkanonan Alkitab (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru) dan menganalisis implikasinya yang relevan bagi kehidupan iman dan praktik gereja pada masa kini. Proses pengkanonan melibatkan pengakuan bertahap oleh komunitas Yahudi dan Kristen mula-mula terhadap tulisan-tulisan tertentu sebagai berotoritas ilahi  Metode yang digunakan adalah studi literatur teologis dan historis kritis, berfokus pada kriteria kanonisasi seperti kerasulan/kenabian, kesesuaian doktrinal, dan penerimaan luas serta peran konsili-konsili awal. Temuan menunjukkan bahwa proses pengkanonan bukanlah tindakan sewenang-wenang atau terpusat, melainkan pengakuan organik dan providensial atas karya-karya yang telah berfungsi sebagai Firman Allah yang hidup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa memahami mengapa dan bagaimana Kanon Alkitab dibentuk adalah krusial untuk mempertahankan doktrin yang benar, memastikan kesatuan gereja, dan memelihara iman yang teguh di tengah gejolak teologis kontemporer.
KAJIAN ETIS TERHADAP PENANGGULANAGAN BANJIR DI KOTA SORONG BERDASARKAN KEJADIAN 2 : 15 Watumlawar, Erens W; Montang, Ricky Donald; Anthoni, Jean
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/9xzvbp76

Abstract

Keberlangsungan hidup manusia sangat ditentukan oleh kapasitas daya dukung lingkungan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sistematis dan berkelanjutan untuk menjaga serta memelihara kondisi lingkungan agar tetap mampu menyediakan kenyamanan dan manfaat bagi kehidupan manusia. kebersihan kota dan melestarikan lingkungan sekitar dengan perilaku yang beretika, sehingga mengakibatkan Kota Sorong tidak mengalami kebanjiran.Dengan demikian, maka penulis berupaya untuk mengkaji masalah ini dengan mendudukan sebuah Kajian Eksegese dari kitab Kejadian 2 : 15, karena pada bagian ini terdapat identitas manusia sebagai ciptaan Allah sekaligus sebagai citra Allah. Bahwa pada kitab Kejadian pasal 2 diceritakan Taman Eden disediakan oleh Allah untuk manusia dengan kepentingan yang mulia, yaitu untuk diusahakan, dijaga dan dirawat oleh manusia. Tetapi bukan berarti mengusahakan dengan sembarangan, melainkan harus dijaga dan dirawat. Sebab pada hakekatnya, manusia bukanlah satu-satunya ciptaan Allah yang mendiami bumi tatapi bahwa masih terdapat kepentingan lainnya, yaitu untuk didiami oleh seluruh ciptaan Allah lainnya secara bersama-sama. Itulah sebabnya diberikan pula tugas dari Allah kepada manusia untuk juga memelihara dan menjaga Taman Eden itu. Hal inilah yang mendorong kajian penelitian mengenai tafsir terhadap Kejadian 2:15 khususnya terhadap kata kerja mengusahakan dan memelihara Taman Eden sebagai konstruksi pemahaman bagi orang percaya mengenai tanggung jawabnya terhadap lingkungan dan alam sekitar.
MEMBANGUN GENERASI UNGGUL BERDASARKAN DANIEL 6 DI PGPI KOTA SORONG Manaroinsong, Maria Cheren; Montang, Ricky Donald; Anthoni, Jean
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/y7hc7j49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip pembentukan karakter dan integritas yang terdapat dalam Daniel pasal 6 serta relevansinya dalam membangun generasi unggul di lingkungan PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia) Kota Sorong. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan gereja akan generasi muda yang tidak hanya memiliki kapasitas rohani, tetapi juga integritas, keteladanan, keberanian untuk berdiri teguh dalam kebenaran serta berdampak di tengah tantangan zaman.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori dan konfirmatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada generasi muda dan pemimpin gereja di bawah naungan PGPI Kota Sorong, serta melalui kajian teologis terhadap Daniel 6. Bagian Alkitab ini digunakan sebagai dasar untuk membangun model “generasi unggul” yang mencakup empat indikator utama: keahlian, integritas, ketaatan spiritual, dan hidup yang berdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat PGPI Kota Sorong secara umum telah mencerminkan karakter generasi unggul. Dari seluruh indikator yang diuji, ketaatan spiritual muncul sebagai faktor paling dominan dalam membentuk generasi unggul. Selain itu, dari aspek latar belakang, profesi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam mendukung terbentuknya karakter generasi unggul di kalangan jemaat. Melalui penelitian diharapkan gereja tidak hanya menjadi lembaga rohani saja tetapi juga pencetak generasi unggul yang professional dan siap memancarkan kemuliaan Allah di mana saja. 
PERAN GURU PAK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA ANAK REMAJA DI SMP NEGERI 8 KOTA SORONG Burdam, Sance E; Watak, Skivo Reiner; Liling, Sermia
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/p124aq98

Abstract

Pada era Tekologi Digital ini membuat banyak anak-anak remaja bahkan kalangan orang dewasa kecanduan dengan gadget yang menyediakan tawaran menarik seperti games, film dan lain-lain sehingga membuat anak remaja Kristen lupa dengan kewajiban sebagai pelajar Mereka malas sekolah, malas belajar bahkan beribadah. Karena lebih mementingkan dunia maya. Hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab para guru-guru terlebih khusus guru PAK dan orang tua. Terdapat beberapa anak-anak remaja di SMP Negeri 8 Kota Sorong yang sudah kecanduan dengan gadget yang mereka gunakan, perubahan Teknologi Digital ini membawah dampak positif tetapi juga dampak negatif jika guru dan orang tua tidak memperhatikan dan memberikan pemahaman tentang Lieterasi Digital terhadap anak remaja maka pergaulan dan masa depan akan hancur secara perlahan. Metode penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang di mana penulis langsung melakukan penelitian di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Dari hasil penelitian ini yang di dapatkan penulisan pada tempat penelitian yaitu di SMP Negeri 8 Kota Sorong adalah guru PAK dan orang tua berperan penting dalam memberikan pemahaman Literasi Digital agar anak tidak salah mengguanakan gadget.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMA YPK 2  MARANATHA KOTA SORONG Tade, Srivailda Himu; Watak, Skivo Reiner; Ohoiwutun, Korneles Viktor
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/szr1dc25

Abstract

Kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendididkan, agar lingkungan belajar menjadi kondusif dan proses pembelajaran pun dapat berjalan dengan efektif. Namun Berdasarkan hasil observasi yang peneliti dapat di SMA YPK 2 Maranatha Kota Sorong, ditemukan masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran di sekolah. Seperti terlambat masuk sekolah, bolos, mengeluarkan kata-kata kotor, merokok disekolah, bahkan minum-minuman keras. Fakta inilah yang menjadi landasan penulis untuk dilakukannya penelitian di SMA YPK 2 Maranatha Kota Sorong, untuk mengetahui penyebab minimnya kedisiplinan siswa dan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam meningkatkan Kedisiplinan siswa. Dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dimana secara langsung penulis terjun kelapangan untuk mengumpulkan data dan informasi sedalam-dalamnya, dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan juga wawancara. Teknik analisis data yang dipakai yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat yaitu yang menyebabkan siswa tidak disiplin diantaranya faktor intenal seperti Rasa malas, cuek/malas tahu terhadap peraturan sekolah. Selanjutnya faktor ekternal seperti latar belakang keluarga anak yatim piatu, kerluarga yang kurang harmonis atau Broken Home, orang tua terlalu sibuk bekerja ataupun kondisi ekonomi keluarga yang lemah. Selain itu, disebabkan juga karena lingkungan sekolah seperti kelemahan penegakan tata tertib sekolah yang terkesan tidak tegas dan tidak konsisten, dan pengaruh dari teman sebaya. Untuk mencegah maupun mengatasi perilaku ketidakdisiplinan siswa, sekolah maupun guru PAK yang sudah berusaha menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar atau pendidik, Teladan, Pembimbing dan Konselor, Fasilitator, serta Motivator dengan baik, namun hal ini belum dilakukan oleh seluruh siswa. 
MERITOTORASUATU KAJIAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP BUDAYAMERITOTORA PADA JEMAAT GPI PAPUA Risakotta, Steny; Anouw, Yulian
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/kqrmg198

Abstract

Kebudayaan adalah unsur yang terlahir dari pikir manusia, yang dapat dijadikan sebagai dasar pedoman dalam kehidupan Masyarakat yang beradat dan berbudaya.  Kajian  teologi kontekstual terhadap budaya meritotora, yang merupakan sebuah nilai lokal yang hidup dalam masyarakat Papua, khususnya dalam kehidupan berjemaat di Jemaat GPI Papua Karmel Adora dan Jemaat GPI Papua Howo-Tab Harada Kayuni Kuagas. Budaya meritotora dipahami sebagai sistem penghargaan, pengakuan, dan kepercayaan yang diberikan berdasarkan kontribusi, loyalitas, serta peran aktif seseorang dalam kehidupan sosial dan religius masyarakat, khusus dalam pemberian penghargaan dan penghormatan kepada pohon pala yang dipercayai sebagai pemberi berkat yang dilakukan melalui ritus Meritotora. Oleh karena itu, gereja perlu mengembangkan pendekatan teologi kontekstual yang kritis dan transformatif, agar budaya lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditebus dan diarahkan untuk mendukung misi Kristus di tengah masyarakat Papua.
BERSAKSI SEBAGAI GAYA HIDUP UNTUK PERTUMBUHAN IMAN DI FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN PAPUA Renhoar, Yan Jemi; Watak, Skivo Reiner; Ohoiwutun, Korneles Viktor
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/0nrhd506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Papua menghidupi nilai bersaksi sebagai gaya hidup yang berpengaruh terhadap pertumbuhan iman dan pembentukan karakter rohani. Bersaksi tidak hanya dipahami sebagai penyampaian Injil secara verbal, melainkan sebagai wujud iman yang nyata melalui perilaku, tanggung jawab, dan keteladanan hidup yang mencerminkan karakter Kristus. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara terhadap empat puluh mahasiswa dan lima dosen, penelitian ini menemukan bahwa gaya hidup bersaksi menjadi bagian penting dari identitas mahasiswa teologi yang hidup di bawah tuntunan Roh Kudus. Kesaksian yang konsisten menumbuhkan iman, memperkuat kedewasaan rohani, serta menumbuhkan keberanian dalam menghadapi tantangan zaman modern. Faktor pendukung utama mencakup kurikulum teologi kontekstual, pembinaan rohani di kampus, dan keteladanan dosen, sedangkan hambatan seperti rasa malu, penolakan sosial, serta kesibukan akademik justru menjadi sarana pendewasaan iman. Dengan demikian, gaya hidup bersaksi terbukti menjadi fondasi spiritual yang membentuk mahasiswa teologi menjadi saksi Kristus yang berintegritas dan berdampak bagi gereja serta masyarakat.