cover
Contact Name
Dandi Saputra
Contact Email
saputradandi232@gmail.com
Phone
+6281290496544
Journal Mail Official
stthami@gmail.ac.ic
Editorial Address
Ruko Kencana Bunda No. 89 L & 88 X, Jl. Kamal Raya, RT.4/RW.9, Cengkareng Bar., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Voice of HAMI
ISSN : 26220113     EISSN : 26561131     DOI : https://doi.org/10.59830/voh.v7i2.126
Core Subject : Religion, Education,
Voice of HAMI merupakan Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission, Jakarta. Voice of HAMI merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2656-1131 (online), ISSN: 2622-0113 (print), dengan Focus dan Scope: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani Voice of Hami menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada di seluruh Indonesia, bahkan hingga manca negara. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. Voice of Hami terbit dua kali dalam satu tahun, Pebruari dan Agustus, serta telah di indeks pada: Googles Scholar.
Articles 76 Documents
Konsep Serta Makna Sunat Menurut Perjanjian Lama dan Kaitannya dengan Kesehatan Secara Medis Gephta, Hendra; Panjaitan, Firman
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.184 KB) | DOI: 10.59830/voh.v4i2.46

Abstract

Circumcision is a crucial issue to be discussed and discussed, especially when trying to explain the meaning of the People of God in the Old Testament. Circumcision is a sign of the Covenant (berith) that God required for the Israelites, which began when God established the Covenant with Abraham. However, circumcision does not only have this definition but has a broader meaning. By using qualitative research methods, especially with a literary approach, this article shows that in its development circumcision does not just talk about the characteristics and requirements of being God's people, but also becomes a measure of cleanliness that needs to be maintained by God's people. Cleanliness is meant here not only physical cleanliness, but also spiritual cleanliness. Thus, circumcision is necessary to maintain cleanliness and physical health as well as spiritual cleanliness, as ordered by the Old Testament.
Makna Pengajaran Yesus Tentang "Memberi Minum Secangkir Air Putih" Menurut Matius 10:42 Mau, Marthen; Putralin, Eliantri; Gianto, Gianto
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.374 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.28

Abstract

Abstract Water is the primary source of life for humans which needs to be available indefinitely because without water humans will experience physical death. Therefore, humans need to consume enough water in everyday life. The purpose of this research is that humans need to consume water so that the human body remains stable, healthy, strong, and prevents all toxins that can enter the human body at any time. This study used a qualitative research method, by applying the type of grammatical historical method. The results of the analysis in this study can be described, narrated, and implemented in human life. The results of this study are in accordance with the teachings of Jesus in Matthew 10:42 that just giving a cup of water to the poor followers of Jesus, then the giver will be rewarded according to his deeds. Therefore, humans must pay attention to each other in the practice of everyday life to do good deeds to other people, both those who need them and those who don't need them. Abstrak Air merupakan sumber kehidupan primer bagi manusia yang perlu tersedia tanpa batas karena tanpa air manusia akan mengalami kematian secara fisik. Karena itu, manusia perlu mengonsumsi air putih yang cukup dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini ialah manusia perlu konsumsi air putih supaya tubuh manusia tetap stabil, sehat, kuat, dan mencegah segala racun yang bisa masuk kapan saja ke dalam tubuh manusia. Penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif, dengan menerapkan tipe metode historikal gramatikal. Hasil analisis dalam penelitian ini dapat dideskripsikan, dinarasikan, dan diimplementasikan dalam kehidupan manusia. Hasil penelitian ini adalah sesuai pengajaran Yesus di dalam Matius 10:42 bahwa memberikan minuman air putih secangkir saja kepada para pengikut Yesus yang hina dina/miskin, maka sang pemberi akan diberikan pahala sesuai perbuatannya. Karena itu, manusia harus saling memperhatikan dalam praktik kehidupan setiap hari untuk melakukan perbuatan baik kepada orang-orang lain, baik mereka yang membutuhkan maupun yang tidak membutuhkan.
Dinamika Keberadaan Allah Tritunggal Secara Teologis dan Signifikansinya bagi Iman Messakh, Jacob
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2 (2020): Februari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.178 KB) | DOI: 10.59830/voh.v2i2.9

Abstract

The polemic about being God has a long history of struggle. It has implications for the knowledge and basis of living together. Christianity is called to preach the One God and His actions from creation to human salvation. The doctrinal core is in grace and nature. And both of them cannot be separated from God's being. Aristotle's philosophy is a differentiator in understanding God's being. And the impact is distinguished by God's being through the philosophical method category developed by Thomas Aquinas. While the initial emphasis in opposing Arian through the council of Niceae was wrong in understanding 1 Cor 1:24 with regard to being Jesus Christ the Son who was different from Arian from being God. By Augustine and the Western and Eastern consensus adhering to the relational ousia (being) of God from the start and His actions in salvation are essential and inseparable. Abstrak Polemik tentang keberadaan Allah memiliki sejarah pergulatan panjang. Berimplikasi kepada pengetahuan dan dasar hidup bersama. Kekristenan dipanggil untuk memberitakan Allah yang Esa dan tindakan-Nya sejak penciptaan hingga keselamatan manusia. Inti doktrinalnya pada anuegrah dan alam. Dan keduanya tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Allah. Filsafat Aristoteles menjadi pembeda dalam memahami keberadaan Allah. Dan dampaknya dibedakan keberadaan Allah melalui metode filsafat kategori yang dikembangkan Thomas Aquinas. Sementara penekanan awal dalam menentang Arian melalui konsili Niceae karena keliru dalam memahami 1 Kor 1:24 berkenaan dengan keberadaan Yesus Kristus Sang Anak yang oleh Arian berbeda dengan keberadaan Allah. Oleh Agustinus dan consensus Barat dan Timur berpegang kepada ousia (being) Allah yang relational sejak semula dan tindakanNya dalam keselamatan merupakan hal hakiki dan tidak dapat dipisahkan.
ANALISIS KRITIS TENTANG MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN MUSA BERDASARKAN KELUARAN 18:1:27 Poluan, Alvonce; Setiawan, Tjutjun; Umboh, Steven Tommy Dalekes
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.016 KB) | DOI: 10.59830/voh.v4i2.57

Abstract

Management and leadership are very important themes in an organization both secular and spiritual, whose goal is to achieve the main target of the organization itself. This study tries to critically analyze Moses' management and leadership based on Exodus 18:1-27. This research uses a qualitative method with a literature study approach, and also through a study of the Bible verses in the eighteenth chapter of Exodus. Through this research, the authors hope that every organization has an understanding of how good management and effective leadership are, so that organizational goals can be achieved. The author concludes that Moses made a change in the pattern of leadership from a "one man show" to a tiered leadership where there was delegation of authority, duties and responsibilities by forming leadership units under him and placing the right people in the right positions with established qualifications. Keywords: management, leadership, Moses, Jethro ABSTRAK Manajemen dan kepemimpinan merupakan tema yang sangat penting dalam sebuah organisasi baik yang bersifat sekuler maupun yang rohani, yang tujuannya adalah membawa organisasi itu mencapai apa yang menjadi target utama dari organisasi itu sendiri. Penelitian ini mencoba menganalisis secara kritis tentang manajemen dan kepemimpinan yang dilakukan Musa berdasarkan Kitab Keluaran 18:1-27. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dan juga melalui kajian ayat-ayat Alkitab dalam Keluaran pasal delapan belas tersebut. Melalui penelitian ini penulis berharap setiap organisasi mempunyai pemahaman tentang bagaimana manajemen yang baik itu dan kepemimpinan yang efektif sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Penulis mengambil kesimpulan bahwa Musa melakukan perubahan pola kepemimpinan dari yang bersifat “one man show” menjadi kepemimpinan berjenjang di mana terjadi pendelegasian wewenang, tugas dan tanggung jawab dengan membentuk unit-unit kepemimpinan di bawahnya dan menempatkan orang-orang yang tepat pada posisi yang tepat dengan kualifikasi yang sudah ditetapkan. Kata Kunci: manajemen, kepemimpinan, Musa, Yitro
DAMPAK KELOMPOK SEL BAGI PERTUMBUHAN GEREJA Dully, Stefanus
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.674 KB) | DOI: 10.59830/voh.v4i1.38

Abstract

A cell group is a group of people who live together in an area, or who have the same interests, or under one rule of law. Cell group is a collection of people who live close to each other and have social relations, or common ownership, or share with each other. The application of cell groups certainly has an impact on creating church growth both in quality and in terms of quantity. The article entitled The Impact of Cell Groups on Church Growth describes how cell groups their selves. The method used in writing this article is a qualitative descriptive method. The description on this topic, when traced to the cell group in the Old and New Testaments is supported by its application.The goal of implementing cell groups is to avoid stagnation in service. Cell groups are also closely related in the ministry of deacons, koinonia, marturia and didaskalia. By implementing cell groups it creates growth for the church through increasing the number and increasing the quality of faith. Keywords: Cell Groups, Church Growth, Believers ABSTRAK Kelompok sel adalah sekelompok orang yang hidup bersama-sama disuatu area, atau yang memiliki ketertarikan yang sama, atau dibawah satu peraturan hukum. Komsel adalah suatu kumpulan orang yang hidup saling berdekatan dan memiliki hubungan sosial, atau kepemilikan bersama, atau saling berbagi. Penerapan kelompok sel tentu berdampak untuk menciptakan pertumbuhan gereja baik secara kualitas maupun secara kuntittas. Tulisan yang berjudul Dampak Kelompok Sel Bagi Pertumbuhan Gereja menguraikan bagaimana kelompol sel itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode deskriftif kualitatif. Uraian pada topik ini, kelompok sel itu bila dilitesuri dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru didukung penerapannya. Tujaun dari penerapan kelompok sel untuk menghindari stagnasi dalam pelayanan. Kelompok sel juga erat kaitannya dalam pelayanan diakonia, koinonia, marturia dan didaskalia. Dengan menerapkan kelompok sel menciptakan pertumbuhan bagi gereja. Kata-Kunci: Kelompok Sel, Pertumbuhan Gereja, Orang Percaya  
Peran Gembala Menanamkan Nilai Kerukunan dalam Masyarakat Majemuk Arifianto, Yonatan Alex
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.877 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i1.11

Abstract

Harmony is important for the harmony of life in a pluralistic society, although in the process of harmony that occurs there are still many leaders who do not place their role in instilling the value of harmony to the congregation or the believers they lead. From this problem the authors use the literature research method with a descriptive quantitative approach with answer how the role of shepherds in instilling the value of harmony. The conclusion from the results of the discussion of this article is that harmony first becomes a unifying pillar in a pluralistic society, then shepherds and congregations are part of a plural society, and the value and view of the Bible on harmony and finally the importance of harmony must be inculcated. Abstrak Kerukunan adalah hal yang penting bagi kebersaman hidup dalam masyarakat majemuk, walaupun dalam proses kerukunan yang terjadi masih banyak pemimpin yang tidak menempatkan perannya dalam menanamkan nilai kerukunan kepada jemaat atau orang percaya yang dipimpin.dari persoalan tersebut penulis menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menjawab bagaimana peran gembala dalam menanamkan nilai kerukunan. Kesimpulan dari hasil pembahasan artikel ini adalah yang pertama kerukunan menjadi tiang pemersatu dalam masyarakat mejemuk, lalu gembala dan jemaat bagian dari masyarakat majemuk, dan nilai dan pandangan Alkitab terhadap kerukunan serta yang terakhir adalah pentingnya kerukunan yang harus ditanamkan.
PENGARUH PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PERILAKU PESERTA DIDIK budiman, Andri; Sianturi, Tumpak OP
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.1 KB) | DOI: 10.59830/voh.v5i1.62

Abstract

Christian Religious Education is an education that is based on the Bible/God's Word, which is very important for the life of a believer. Where through this teaching, it can bring someone to understand and gain an understanding of God and how one can know God's will in human life. PAK teaching in schools is very important, because PAK teaching contains life values that make people recognize and take actions that are in accordance with applicable norms. Without true teaching, humans will live more selfishly. Therefore, the researchers conducted a study at SDN No 076708 Gomo, South Nias Regency, to see if there was an influence of PAK teaching on the behavior of students at SDN No 076708 Tanonikoo Gomo, South Nias Regency, with quantitative research methods. The tool used is a questionnaire in the form of a closed questionnaire. From the research that has been done, it was found that the average value of PAK Teaching at SDN No 076708 Gomo, South Nias Regency. While the value of student behavior is 77.37. The influence of PAK Teaching on Student Behavior 0.402 is very low. The contribution of the influence is 16.16%.
Peran Gembala dalam Upaya Pencegahan Penyalagunaan Narkoba pada Remaja Gereja Johanis, Abraham
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2019): Agustus 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.923 KB) | DOI: 10.59830/voh.v2i1.5

Abstract

This article wants to examine the role of shepherds in efforts to prevent drug abuse in their teens. This study aims to improve understanding and prevention efforts on drug abuse in adolescence. The results showed that both parents, church and pastors actively advised and supervised the church youths so they would not be trapped in drug abuse. Based on the findings of researchers, from the results of a questionnaire conducted by the author about 70% of parents actively advise children not to fall into drug abuse. This must be improved so that parents are more active in preventive efforts. Likewise, parents and churches must actively cooperate in efforts to prevent drug abuse in church youth. And no less important is the preaching of God's Word through sermons and Bible study by pastors and assemblies in the church must be active in order to produce significant results. Abstrak Artikel ini ingin mengkaji tentang peran gembala dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada usia remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik orang tua, gereja dan gembala aktif menasehati dan mengawasi para remaja gereja agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan temuan peneliti, dari hasil kuesioner yang dilakukan penulis sekitar 70% orangtua aktif menasehati anak agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Hal ini harus ditingkatkan agar para orang tua lebih aktif lagi dalam upaya preventif. Demikian juga orangtua dan gereja harus aktif bekerjasama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja gereja. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pemberitaan Firman Tuhan lewat kotbah dan Pendalaman Alkitab oleh gembala dan majelis di gereja harus aktif agar membuahkan hasil yang signifikan.
Pengaruh Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Di STT Hagiasmos Mission Jakarta Gulo, Pengalaman
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.163 KB) | DOI: 10.59830/voh.v4i2.52

Abstract

Artikel ini mengkaji pengaruh pembelajaran jarak jauh terhadap hasil belajar siswa. Adapun penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapat hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah sebesar(0.835) dan masuk pada kategori positif dan sangat kuat. Berdasarkan uji regresi di dapat hasil regresi antara kedua variabel sebesar 0,697 atau 69,7% yang berarti bahwa pembelajaran jarak jauh memberi kontribusi 69,7% terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penerapan pembelajaran jarak jauh bisa diterapkan karena memiliki pengaruh yang baik, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan karena masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa Kata Kunci: Pembelajaran, Jarak. Jauh, Hasil, Belajar
Apologi Biblikal atas Tuduhan Yesus, Manusia yang di-Tuhankan Baskoro, Paulus Kunto
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.115 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.27

Abstract

Jesus is a phenomenal person and character in the journey of the story of human life. For believers, Jesus is a glorious person and has tremendous authority as Lord and Savior. Believers must have firm belief in the person of Jesus. However, in the course of theological understanding, the person of Jesus underwent extraordinary debates, eventually emerging ideas that were very contrary to the truth of the Bible or the Word of God. One of the misconceptions about Jesus, is that Jesus is a man who is deified. This is an understanding that is still a bitter issue today among non-believers, as well as in some Christian groups. Through the descriptive qualitative method with the literature study approach, the author describes the purpose of biblical aplogetics for the debate about the person of Jesus, so it must be taken seriously again from the basic truth of the Bible which is the foundation of believers as well as evidence of historical facts that cannot be denied. This study seeks to describe and discuss the correct principles about Jesus as God and not Jesus as a human being who was deified based on the Bible or the Word of God. So that the greatest hope of this research, everyone realizes and believes that Jesus is also a true God. In terms of the truth of God's Word. Abstrak Yesus adalah pribadi serta tokoh yang sangat fenomenal dalam perjalanan kisah kehidupan manusia. Bagi orang percaya, Yesus adalah pribadi yang mulia dan memiliki otoritas yang dahsyat sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang percaya harus memiliki keyakinan teguh akan pribadi Yesus. Namun dalam perjalanan pemahaman teologis, pribadi Yesus mengalami perdebatan yang luar biasa dengan akhirnya muncul paham-paham yang sangat bertolak belakang dengan kebenaran Alkitab atau Firman Tuhan. Salah satu pemahaman yang salah tentang Yesus, adalah Yesus adalah manusia yang di-Tuhankan. Ini menjadi pemahaman yang sampai hari ini masih menjadi persoalan sengit dikalangan orang-orang yang belum percaya Yesus, maupun dalam beberapa kelompok Kristen. Melalui metode kulaitatif dseskriptif dengan pendekatan studi pustaka penulis mendeskripsikan tujuan aplogetika biblika bagi perdebatan tentang pribadi Yesus, maka harus kembali diperhatikan secara serius dari dasar kebenaran Alkitab yang menjadi pondasi orang percaya serta bukti fakta sejarah yang pasti tidak bisa dipungkiri kebenarannya. Penelitian ini berusaha memaparkan dan membahas prinsip-prinsip yang benar tentang Yesus adalah Tuhan dan bukan Yesus adalah manusia yang di-Tuhankan dengan berdasarkan Alkitab atau Firman Allah. Sehingga harapan terbesar dari penelitian ini, setiap orang menyadari dan percaya bahwa Yesus juga adalah Allah yang sejati. Dengan ditinjau dari kebenaran Firman Tuhan.