Voice of HAMI
Voice of HAMI merupakan Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission, Jakarta. Voice of HAMI merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2656-1131 (online), ISSN: 2622-0113 (print), dengan Focus dan Scope: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani Voice of Hami menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada di seluruh Indonesia, bahkan hingga manca negara. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. Voice of Hami terbit dua kali dalam satu tahun, Pebruari dan Agustus, serta telah di indeks pada: Googles Scholar.
Articles
76 Documents
Pengaruh Finansial Terhadap Perintisan Gereja Di Gbi Jemaat Mawar Kisaran
Mendrofa, Meiman Zaro
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v5i2.76
Abstrak Penelitian ini akan mengangkat permasalahan mengenai pengaruh finansial terhadap perintisan gereja di GBI Jemaat Mawar Kisaran. Dengan melihat persoalan yang terjadi di lapangan, beberapa hamba Tuhan yang dipanggil untuk melakukan perintisan gereja mengalami kendala dalam urusan finansial. Calon perintis tidak mau melakukan perintisan gereja karena mengalami permasalahan dalam urusan keuangan. Masalah yang terjadi dalam hal finansial merupakan calon perintis berpikir tentang sumber keuangan untuk menunjang kebutuhan hidup dan operasional pelayanan. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu tahun baik melalui studi pustaka maupun penelitian lapangan. Penelitian kuantitatif lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan sumber dari berbagai sumber seperti data: buku, jurnal, wawancara dan dengan penyebaran angket. Hasil angket yang diterima menggunakan SPSS 26.0. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapat hasil penghitungan korelasi antara kedua variable adalah sebesar 0,173 dan masuk pada kategori sangat rendah. Berdsarkan uji regresi didapat hasil kedua variabel sebesar 0,555 yang berarti pengaruh finansial. 55,5% terhadap perintisan gereja. Kata Kunci: Pengaruh Finansial, Perintisan Gereja, Jemaat Mawar Kisaran.
PRINSIP PENGEMBALAAN BERDASARKAN MAZMUR 23 dan IMPIKASINYA BAGI GEMBALA JEMAAT DI SILLANAN
Parai', Nelsi;
Novita, Vemiantri
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v5i2.66
Tujuan penulisan artikel ini untuk memberi pemahaman kepada gembala tentang prinsip pengembalaan berdasarkan perspektif mazmur 23 yang harus diteladani oleh seorang gembala sebagai pemimpin dalam jemaat. Gembala adalah unsur paling utama dalam sebuah penggembalaan. Maju tidaknya pertembuhan jemaat sangat dipengaruhi oleh gembala oleh karena itu sangat perlu bagi gembala untuk memiliki prinsip pengembalaan. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan berbagai sumber seperti data primer, buku jurnal dan referensi lainnya. tujuan dari penulisan artikel ini untuk menunjukkan prinsip pengembalaan dalam mazmur 23 yang harus dimiliki oleh gembala diantaranya yaitu membaringkan, Membimbing dan menuntun, menyegarkan, menghibur dan menyediakan
Pengaruh penginjilan pribadi terhadap perintisan gereja di gereja kristus tuhan, jemaat lima roti dan dua ikan jakarta utara
Waruwu, Rahmat;
Simanulang, Anggiat
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v5i2.78
ABSTRAK Penginjilan pribadi memiliki pengaruh erat dengan perintisan gereja. Penginjilan pribadi sebagai strategi dalam perintisan gereja menentukan keberhasilan dalam melakukan kegiatan perintisan gereja. Tanpa penginjilan pribadi, kegiatan perintisan gereja akan sulit dilakukan oleh seorang perintis. Sebagai seorang perintis harus memperhatikan kegiatan perintisan gereja, karena penginjilan pribadi sangat mempengaruhi adanya perintisan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh penginjilan pribadi terhadap perintisan gereja di Gereja Kristus Tuhan Indonesia (GKTI) Lima Roti dan Dua Ikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penginjilan pribadi sangat berperan penting dalam melakukan perintisan gereja. Seorang gembala harus menjadi seorang penginjil, yang dapat menwujudkan visi menjadi kenyataan. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapatkan hasil hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah sebesar 0,699. Berdasarkan uji regresi didapat hasil kedua variabel sebesar 0,488 atau 48,8% yang berarti pengaruh penginjilan pribadi memberikan kontribusi sebesar 48,8% terhadap perintisan gereja. Kata Kunci: Penginjilan, Pribadi, Perintisan, Gereja. GKTI Lima roti dan dua ikan.
KAJIAN HERMENEUTIK READER RESPONSE CRITICISM TENTANG ALLAH MENGHASUT DAUD BERDASARKAN 2 SAMUEL 24:1
Patrisia, Leoni;
Alferdi, Alferdi;
Matasak, Alfriani Nancy;
Edi, Edi
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v5i2.68
Abstract The purpose of writing this article is to describe the respondents' understanding of God inciting David based on 2 Samuel 24:1. Christians get their teachings about God from the Bible. Although they do not know God perfectly, one conclusion that Christians believe about God is that God is love. But when faced with other truths about God such as the text of 2 Samuel 24:1 about God inciting David against the Israelites, would they still think that God was a good person? Therefore, this study wants to see the meaning of God inciting David based on 2 Samuel 24:1, with a different approach. The method used in this study is a qualitative method with a hermeneutic approach to reader response criticism. This approach focuses on how the reader gives a response or meaning to the text read based on the reader's experience when reading a text. In the text of 2 Samuel 24:1, the respondents almost have the same thought about God inciting David, namely there is always a reason for every action God takes, including when He incited David against the Israelites. Abstrak Tujuan penulisan artikel ini adalah menguraikan pemahaman responden tentang Allah menghasut Daud berdasarkan 2 Samuel 24:1. Orang Kristen mendapatkan pengajaran tentang Allah dari Alkitab. Walaupun mereka tidak secara sempurna mengenal Allah, satu kesimpulan yang dipercaya orang Kristen tentang Allah yakni Allah itu kasih. Namun ketika diperhadapkan dengan kebenaran lain tentang Allah seperti teks 2 Samuel 24:1 tentang Allah menghasut Daud melawan bangsa Israel, apakah mereka masih akan berpikir bahwa Allah adalah pribadi yang baik? Oleh karena itu, penelitian ini hendak melihat makna dari Allah menghasut Daud berdasarkan 2 Samuel 24:1, dengan pendekatan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik reader response criticism. Pendekatan ini berfokus pada bagaimana pembaca memberikan response atau pemaknaan pada teks yang dibaca berdasarkan pengalaman pembaca ketika membaca suatu teks. Pada teks 2 Samuel 24:1, para responden hampir memiliki pemikiran yang sama tentang Allah menghasut Daud, yakni selalu ada alasan pada setiap tindakan yang dilakukan Allah termasuk ketika Dia menghasut Daud melawan bangsa Israel.
Pengaruh Cara Hidup Jemaat Mula-Mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 Terhadap Perintisan Gereja GBI Aras 1 Indrapura Sumatera Utara
Lesnussa, Novi;
Pasaribu, Johan MP
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v5i2.79
ABSTRAK Dalam pelaksanaan perintisan gereja ada banyak hal yang dapat mempengaruhi berjalanya kegiatan perintisan gereja dengan baik, Salah satunya yaitu cara hidup jemaat mula-mula. Keterlibatan jemaat mula-mula dalam perintisan dimulai pada waktu pencurahan Roh Kudus. Rasul-rasul memberikan pengajaran kepada jemaat, kemudian jemaat melanjutkannya melalui kesaksian hidup mereka, Sehingga mengakibatkan kegerakan rohani terjadi dan banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Pelayanan para murid dapat berhasil tentu tidak lepas dari sikap hidup jemaat mula-mula yang dapat menjadi berkat bagi orang lain sehingga dikatakan dalam kisah para rasul mereka disukai oleh semua orang. Hal ini membuktikan sikap hidup jemaat mula-mula sungguh-sungguh menjadi berkat bagi orang lain. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan gembala GBI Aras 1 Indrapura mengenai pengaruh cara hidup jemaat mula-mula yang telah diterapkan dalam melaksanakan perintisan gereja di GBI Indrapura sangat minim. Dikarenakan situasi dan kondisi saat ini karena covid-19 dan imbauan pemerintah juga supaya kita tidak boleh berkumpul, harus menjaga jarak sehingga di gereja GBI Aras 1 Indrapura untuk sementara hanya ibadah raya yang masih berjalan. Situasi saat ini sangat menentukan kesetiaan jemaat untuk datang beribadah ke Gereja. kondisi inilah yang menghambat pertumbuhan jemaat, karena ibadah dilaksanakan melalui aplikasi zoom, youtube dll membuat jemaat tidak maksimal dalam beribadah. Hal inilah membuat cara hidup jemaat mula-mula sulit untuk diterapkan. Meskipun gereja berusaha untuk menerapkannya namun, dibatasi dengan keterbatasan dan kondisi yang ada. Adapun Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitafif. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapat hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah 0,308 dan masuk pada kategori positif dan rendah. Berdasarkan uji regresi didapat hasil regresi antara kedua variabel sebesar 0,095 atau 10% yang berarti pengaruh cara hidup jemaat mula-mula memberi kontribusi sebesar 10% terhadap perintisan gereja Kata Kunci: Cara Hidup Jemaat. Perintisan Gereja, GBI Aras I Indrapura Sumatera Utara
KAJIAN TEOLOGIS MAKNA PEMBASUHAN KAKI DALAM IBADAH KAMIS PUTIH DAN SUNGBANGSIHNYA BAGI PENINGKATAN PELAYANAN DI GEREJA TORAJA JEMAAT MERIBA MANGGAU
B, Adriana Sonda;
Belopadang, Yiska;
Patelangan, Laura
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v5i2.69
Abstract The purpose of writing this article is to describe the meaning of foot washing in the celebration of Maundy Thursday worship and its contribution to service improvement. The washing of the feet is a symbol of Jesus' example in serving His disciples who taught how to humbly raise the ministry and contribute to the improvement of the ministry. In writing this thesis, the method used is a qualitative research method with literature study techniques, observations and interviews. The author conducted interviews with a pastor, five church members and two church members. Based on the results of the research conducted, the assembly and congregation members understood the Holy Thursday service and interpreted the washing of the feet as a symbol of Jesus' example in serving His disciples who contributed to the improvement of service in the congregation because they understood that the symbols used by Jesus set an example that every human being should have an attitude of serving each other by being willing to sacrifice, humbling, loving each other by being willing to forgive the mistakes of others and loving and serving regardless of social status differences. Abstrak Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan makna pembasuhan kaki dalam perayaan ibadah kamis putih dan sumbangsih terhadap peningkatan pelayanan. Pembahusan kaki yang dilakukan merupakan simbol keteladanan Yesus dalam melayani murid-muridNya yang mengajarkan bagaimana mengangkat pelayanan dengan rendah hati dan sumbangsih bagi peningkatan pelayanan. Dalam penulisan skripsi ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Penulis melakukan wawancara dengan seorang pendeta, lima majelis gereja dan dua anggota jemaat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, majelis dan anggota jemaat memahami ibadah kamis putih dan memaknai pembasuhan kaki yang dilakukan sebagai simbol keteladanan Yesus dalam melayani murid-muridNya yang memberikan sumbangsih terhadap peningkatan pelayanan dalam jemaat karena memahami bahwa simbol yang dilakukan Yesus memberikan teladan bahwa setriap manusia harus memiliki sikap saling melayani dengan rela berkorban, merendahkan hati, saling mengasihi dengan bersedia untuk mengampuni kesalahan orang lain dan mengasihi serta melayani tanpa memandang perbedaan statuis sosial.
Model Pembelajaran Role Playing Dalam Meningkatkan Minat Belajar Pada Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Penerapan Agama Kristen Di SD Smart School Jakarta Utara
Hia, elpin Putriani;
Michael, Michael
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v5i2.80
Abstract The background of this research is that in the learning process teachers still use the lecture method. This makes students bored and not enthusiastic about learning, so that students' interest in learning is low. Interest is a sense of liking, a sense of being interested in something. In the learning process the teacher must have a creativity, so that students have an interest in learning. One of the things that teachers do is use a learning model. Where the teacher must apply the role playing learning model in increasing interest in learning in students of Christian Religious Education subjects. Therefore, a study was conducted to answer the formulation of the problem, namely whether the application of the role playing learning model increases interest in learning in Christian Religious Education subjects at SD Smart School, North Jakarta. To answer the formulation of the problem, the author conducted research on the application of the role playing learning model in increasing interest in learning in Christian Religious Education subjects at SD Smart School, North Jakarta. After conducting research, it was found that there was a relationship between the role playing learning model in increasing interest in learning in Christian religious education subjects of 0.788 and this relationship was classified as strong. In addition to the relationship between the two, it was also found that the role playing learning model had an influence or contributed to increasing interest in learning in Christian Religious Education subjects by 0.621 or 62% and 38% and the rest was influenced by other factors. Keywords: Role Playing Learning Model and Interest in Learning in Christian Religious Education subjects at SD Smart School, North Jakarta.
KAJIAN TEOLOGIS MAKNA IBADAH RABU ABU DAN IMPLIKASIHNYA BAGI WARGA GEREJA TORAJA JEMAAT LIMBONG KLASIS PANGALA UTARA
Batara, Frans Geril;
-, Tresia Osa;
Uranti, Uranti
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v5i2.72
Ibadah adalah tempat berhimpun jemaat kepada Tuhan yang menyatakan persekutuan dengan Tuhan dan sesama saudara seiman, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Makna Ibadah Rabu Abu di Jemaat Limbong Klasis Pangala’ Utara. Dalam penulisan ini, penulis meninjau bagaimana dasar dan tujuan penelitian sebagaimana penulis melihat sebuah metode yang lebih baik digunakan yaitu metode penelitian Kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa “kajian teologis makna ibadah rabu abu dan implikasinya bagi warga Gereja Toraja Jemaat Limbong Klasis Pangala’ Utara” adalah sebuah pertobatan dan penyerahan diri kepada Tuhan. sebagaimana yang terdapat dalam Kitab Mazmur 102:10 bahwa kata abu di pakai sebagai simbol kesedihan akan sebuah penyesalan dan pertobatan. Meskipun Jemaat Limbong suda memahami tentang makna ibadah rabu abu akan tetapi masih bayak anggota jemaat yang beranggapan bahwa ibadah rabu abu hanya sebagai formalitas saja.
MANUSIA DALAM PENCIPTAAN: KOSMOLOGI MENURUT ST. MAXSIMUS THE CONFESSOR
Hia, Lurusman Jaya
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v6i1.70
Manusia dalam teologi penciptaan telah memicu perdebatan dari abad ke abad antara teori evolusi dengan Kitab Suci. Tujuan dari penelitian ini adalah menguak penyataan Allah melalui Alkitab tentang penciptaan dalam spiritual kosmos menurut St. Maxsimus the Confessor. Manusia dalam penciptaan adalah wujud gambar dan rupa Allah yang misteri dalam jaringan yang kompleks di mana kosmology mencerminkan kemuliaan Allah sebagai pusat dari semua visi penciptaan Allah. Sehingga melalui ketuhanan imamat-Nya atas kosmos, semua ciptaan menjadi satu kesatuan ilahi dalam kehidupan Trinitas.
Jesus The Teacher
Sigiro, Adi Suhenra
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59830/voh.v6i1.75
After reading the book, the writer found that Jesus knew His identity as Teacher and God. Therefore, the purpose of His coming into this world is to teach the truth to humans both through what is delivered and the example of His life. Therefore, a teacher must really realize, accept and be proud of his duties as a teacher so that he can carry out his duties to the fullest and be able to be an example for other students and society. Through reading this book, by learning from the Lord Jesus, there are many principles that a teacher must have and work on in teaching, namely knowing his students correctly with all the developments and struggles they face. In addition, a teacher must have clear goals, so that the learning process does not take place and act just like that without producing anything in students. In teaching a teacher, one must use the Bible as the main source in teaching even though one must be open to other knowledge to add insight to the teacher and students. A teacher must improve the quality of himself in teaching, by preparing both materially and choosing the right methods and strategies to use that are in accordance with the ability of students to accept them. In teaching a teacher must have a long-term vision in students. So that this helps the teacher to be patient and continue to give the best even though the students still have various weaknesses and deficiencies in themselves. Teachers must be able to see the positive side in students and develop it so that it becomes an impactful ability for the students themselves and the wider community in the future. Through reading this book, a teacher is required to learn from the person of the Lord Jesus and have a good personal relationship so that the wisdom and anointing from the Lord Jesus equips the teacher in carrying out his duties.