Jurnal Aquaculture Indonesia
JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia merupakan jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan penelitian empiris kajian ilmiah (review) dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini di bidang akuakultur (budidaya perairan). FOKUS JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia adalah produksi bidang akuakultur air tawar, payau maupun laut. Tak hanya fokus pada pertambahan kuantitas ikan melalui pembibitan, pemeliharaan, kesehatan, dan teknologi pakan, JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia juga menyangkut tentang kelestarian lingkungan di mana budidaya ikan tersebut dilakukan. Adapun CAKUPAN dalam jurnal ini berkaitan dengan : Manajemen Kesehatan Ikan Nutrisi dan Pengembangan Pakan Ikan Genetika dan Pemuliaan Ikan Biologi, Fisika, dan Kimia Perairan Mikrobiologi Perairan Teknologi dan Manajemen Akuakultur Bioteknologi Akuakultur dan Pengembangan Industri Perikanan
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2023)"
:
12 Documents
clear
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH BUAH-BUAHAN PEPAYA, NANAS DAN SEMANGKA TERHADAP PERTUMBUHAN MAGGOT BSF (Hermetia illucens)
Dicky Syahputra;
Uswatul Hasan;
Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.2092
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Maret 2022 sampai dengan tanggal 07 April 2022 di Laboratorium Basah Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen atau pengamatan secara langsung dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan biomassa mutlak tertinggi maggot terdapat pada perlakuan D (limbah buah-buahan 30% papaya, 40%Â Â nanas dan 30% semangka /1 gram telur BSF) dengan biomassa rata-rata 2.077 gram, sedangkan biomassa terendah terdapat pada perlakuan B (limbah nanas 100% /1 gram telur BSF) dengan biomassa rata-rata 1.347 gram. Hasil anava menunjukkan berpengaruh sangat nyata (highly significant) (P>0.01). Populasi tertinggi maggot terdapat pada perlakuan D dengan populasi rata-rata 65.318,67 ekor, sedangkan populasi terendah maggot terdapat pada perlakuan A (limbah pepaya 100% /1 gram telur BSF) dengan populasi rata-rata 61.783,33 ekor. Hasil anava menunjukkan berpengaruh sangat nyata (highly significant) (P>0.01). Panjang tertinggi maggot terdapat pada perlakuan A dan perlakuan D dengan panjang rata-rata 0,60 cm, sedangkan panjang terendah maggot terdapat pada perlakuan B dengan panjang rata-rata 0,53 cm. Hasil anava menunjukkan berpengaruh nyata (significant) (P>0.05).
POTENSI TEPUNG Lumbricus sp DAN TEPUNG Tubifex sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS KOKI (Carassius auratus)
Muamar Qodhi Anshori Manurung;
Uswatul Hasan;
Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.2106
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 25 Maret sampai dengan 24 April 2022, bertempat di Labolatorium Basah Universitas Dharmawangsa Medan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas koki (Carassius auratus) yang diberikan pakan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan tepung cacing sutra (Tubifex sp). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode uji T dengan 2 perlakuan. Perlakuan yang di jadikan penelitian yaitu: Bak 1: diisi ikan mas koki 150 ekor yang di berikan pakan tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) yang memiliki protein 76%. Bak 2: diisi ikan mas koki 150 ekor yang diberi pakan tepung cacing sutra (Tubifex sp.) Hasil penelitian ini adalah pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas koki yang diberi pakan tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) yang dilaksanakan selama 30 hari yang terbaik terdapat pada tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) adalah 90% dan untuk pakan tepung cacing sutra (Tubifex sp.) adalah 86%
PENGARUH KONSENTRASI FERMENTASI KULIT PISANG KEPOK, DEDAK DAN AZOLLA PINNATA TERHADAP PRODUKTIVITAS PAKAN CACING SUTRA (Tubifex sp) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SCRS (SEMI CLOSED RESCULATING SYSTEM) BERTINGKAT
Aman Jaya Zalukhu;
Uswatul Hasan;
Dwi Tika Afriani
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.2111
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan Azolla pinnata terhadap pertumbuhan biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp). Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 15 Desember 2021 sampai 28 Januari 2022 di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metoda yang digunakan adalah metoda eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yang terdiri dari 3 Perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan pertumbuhan Biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp) yang tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan rata-rata biomassa mutlak yaitu 108.03 gram, dan yang terendah terdapat pada perlakuan C dengan rata-rata biomassa mutlak yaitu 57,2 gram. Hasil analisis variansi menunjukkan pemberian fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan azolla pinnata berpengaruh nyata (significant) (P> 0.05) terhadap biomassa mutlak cacing sutra (Tubifex sp). Populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A rata-rata 30.738,03 individu, sedangkan terendah perlakuan perlakuan C rata-rata 15.664,9 individu. Hasil analisis variansi menunjukkan pemberian fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan Azolla pinnata ada pengaruh nyata (significant) (P> 0.05) terhadap populasi cacing sutra. Pengukuran kualitas air pH air berkisar antara 6,5-7 dan suhu air berkisar antara 26,6-27,50C
KEPADATAN POPULASI MAGGOT (Hermentiai illucens) PADA MEDIA KULTUR YANG BERBEDA
Tri Hadi Setiawan;
Bambang Hendra Siswoyo;
Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.2151
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kultur yang berbeda terhadap kepadatan populasi maggot serta mengetahui media kultur manakah yang cocok terhadap kepadatan populasi maggot. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Febuari sampai dengan Maret 2022 bertempat di UPR Lembayung Dusun I Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Dari hasil uji ANAVA terhadap produksi maggot menunjukkan F hitung > dari F tabel pada taraf 0.05 %. Oleh karena itu pada penelitian ini hasil yang diperoleh pada setiap perlakuan berbeda nyata sehingga Ho ditolak dan H1diterima. produksi bobot maggot yang paling tinggi terdapat pada perlakuan A (Sisa limbah rumah makan) sebesar 673 gram, diikuti perlakuan B (Ampas tahu) sebesar 606 gram, perlakuan C (dedak) sebesar 513 gram, dan yang terendah pada perlakuan D (bungkil kelapa sawit) sebesar 239 gram. Suhu pada setiap media rata-rata 29 – 32 0C dan pH selama penelitian diperoleh 6,8 -6,9
PENGARUH LEVEL C : N RASIO PAKAN TERHADAP PARAMETER KUALITAS AIR DAN PARAMETER BIOLOGI PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DENGAN MODEL BUDIDAYA TANPA PERGANTIAN AIR MENGGUNAKAN MOLASES SEBAGAI SUMBER KARBON ORGANIK
Pohan Panjaitan
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.3257
Permasalahan utama pengembangan industri budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) intensif adalah akumulasi nitrogen tak organik beracun yang harus dikendalikan dengan frekuensi pergantian air yang sering. Studi ini mengkaji metode baru untuk mengurangi nitrogen tak organik yaitu melalui pertumbuhan populasi bakteri heterotrofik. Panambahan karbon organik berupa molases ke dalam tambak budidaya udang demgan model tanpa pergantian air, dapat menghasilkan pertumbuhan bakteri heterotrofik yang optimal. Molases dapat meningkatkan level C:N rasio pakan pada budidaya udang dengan model tanpa pergantian air. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level rasio C:N pakan terhadap parameter kuakitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang ternasuk rasio konversi pakan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan yaitu mulai Februari sampai dengan April 2023 di panti benih udang daerah Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatra Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda eksperimental Ada lima perlakuan yang diuji dalam penelitian antara lain: (1) perlakuan tanpa menggunakan molase dengan rasio C:N = 6,5:1 (2) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 15,0:1; (3) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 17,5:1; (4) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 20,0:1 dan (5) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 22,5:1. Setiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa level rasio C:N pakan berpengaruh nyata terhadap parameter kualitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang. Berdasarkan parameter kualitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang mencakup rasio konversi pakan, maka perlakuan yang terbaik dalam percobaan ini adalah perlakuan menggunakan molasses dengan level C:N rasio pakan = 20,0:1
EFEKTIVITAS WAKTU PEMELIHARAAN MENGGUNAKAN PROBIOTIK EM4 (Effective Microorganisme-4) TERHADAP POPULASI DAPHNIA MAGNA
Ahmad Fadillah;
Uswatul Hasan;
Dwi Tika Afriani
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.2075
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas waktu dan berapa lama waktu peningkatan pemeliharaan menggunakan probiotik EM4 (Effective Microorganisme-4) dengan dosis 1 ml untuk semua perlakuan, Laju pertumbuhan populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan waktu panen selama 5 hari mendapat hasil tertinggi rata – rata 87 ekor. Hal ini dikarenakan oleh adanya peningkatan populasi yang optimal. Sedangkan untuk perlakuan B dengan waktu panen selama 7 hari mendapat hasil rata – rata 23 ekor, perlakuan C dengan waktu panen selama 9 hari mendapat hasil rata – rata 13 ekor dan perlakuan D dengan waktu panen selama 12 hari mendapat hasil rata – rata 7 ekor, Hasil analisi variansi menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pada perlakuan 5 hari, 7 hari, 9 hari dan 12 hari. Terlihat bahwa rata-rata tidak sama antar perlakuan, atau angka antar perlakuan jauh berbeda. Sedangkan dari hasil pengecekan parameter air diperoleh, suhu 27 – 310C, pH 8– 8,8
KEPADATAN POPULASI MAGGOT (Hermentiai illucens) PADA MEDIA KULTUR YANG BERBEDA
Tri Hadi Setiawan;
Bambang Hendra Siswoyo;
Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.2151
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kultur yang berbeda terhadap kepadatan populasi maggot serta mengetahui media kultur manakah yang cocok terhadap kepadatan populasi maggot. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Febuari sampai dengan Maret 2022 bertempat di UPR Lembayung Dusun I Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Dari hasil uji ANAVA terhadap produksi maggot menunjukkan F hitung > dari F tabel pada taraf 0.05 %. Oleh karena itu pada penelitian ini hasil yang diperoleh pada setiap perlakuan berbeda nyata sehingga Ho ditolak dan H1diterima. produksi bobot maggot yang paling tinggi terdapat pada perlakuan A (Sisa limbah rumah makan) sebesar 673 gram, diikuti perlakuan B (Ampas tahu) sebesar 606 gram, perlakuan C (dedak) sebesar 513 gram, dan yang terendah pada perlakuan D (bungkil kelapa sawit) sebesar 239 gram. Suhu pada setiap media rata-rata 29 – 32 0C dan pH selama penelitian diperoleh 6,8 -6,9
PENGARUH LEVEL C : N RASIO PAKAN TERHADAP PARAMETER KUALITAS AIR DAN PARAMETER BIOLOGI PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DENGAN MODEL BUDIDAYA TANPA PERGANTIAN AIR MENGGUNAKAN MOLASES SEBAGAI SUMBER KARBON ORGANIK
Pohan Panjaitan
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.3257
Permasalahan utama pengembangan industri budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) intensif adalah akumulasi nitrogen tak organik beracun yang harus dikendalikan dengan frekuensi pergantian air yang sering. Studi ini mengkaji metode baru untuk mengurangi nitrogen tak organik yaitu melalui pertumbuhan populasi bakteri heterotrofik. Panambahan karbon organik berupa molases ke dalam tambak budidaya udang demgan model tanpa pergantian air, dapat menghasilkan pertumbuhan bakteri heterotrofik yang optimal. Molases dapat meningkatkan level C:N rasio pakan pada budidaya udang dengan model tanpa pergantian air. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level rasio C:N pakan terhadap parameter kuakitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang ternasuk rasio konversi pakan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan yaitu mulai Februari sampai dengan April 2023 di panti benih udang daerah Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatra Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda eksperimental Ada lima perlakuan yang diuji dalam penelitian antara lain: (1) perlakuan tanpa menggunakan molase dengan rasio C:N = 6,5:1 (2) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 15,0:1; (3) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 17,5:1; (4) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 20,0:1 dan (5) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 22,5:1. Setiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa level rasio C:N pakan berpengaruh nyata terhadap parameter kualitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang. Berdasarkan parameter kualitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang mencakup rasio konversi pakan, maka perlakuan yang terbaik dalam percobaan ini adalah perlakuan menggunakan molasses dengan level C:N rasio pakan = 20,0:1
EFEKTIVITAS WAKTU PEMELIHARAAN MENGGUNAKAN PROBIOTIK EM4 (Effective Microorganisme-4) TERHADAP POPULASI DAPHNIA MAGNA
Ahmad Fadillah;
Uswatul Hasan;
Dwi Tika Afriani
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.2075
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas waktu dan berapa lama waktu peningkatan pemeliharaan menggunakan probiotik EM4 (Effective Microorganisme-4) dengan dosis 1 ml untuk semua perlakuan, Laju pertumbuhan populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan waktu panen selama 5 hari mendapat hasil tertinggi rata – rata 87 ekor. Hal ini dikarenakan oleh adanya peningkatan populasi yang optimal. Sedangkan untuk perlakuan B dengan waktu panen selama 7 hari mendapat hasil rata – rata 23 ekor, perlakuan C dengan waktu panen selama 9 hari mendapat hasil rata – rata 13 ekor dan perlakuan D dengan waktu panen selama 12 hari mendapat hasil rata – rata 7 ekor, Hasil analisi variansi menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pada perlakuan 5 hari, 7 hari, 9 hari dan 12 hari. Terlihat bahwa rata-rata tidak sama antar perlakuan, atau angka antar perlakuan jauh berbeda. Sedangkan dari hasil pengecekan parameter air diperoleh, suhu 27 – 310C, pH 8– 8,8
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH BUAH-BUAHAN PEPAYA, NANAS DAN SEMANGKA TERHADAP PERTUMBUHAN MAGGOT BSF (Hermetia illucens)
Dicky Syahputra;
Uswatul Hasan;
Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/jai.v2i2.2092
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Maret 2022 sampai dengan tanggal 07 April 2022 di Laboratorium Basah Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen atau pengamatan secara langsung dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan biomassa mutlak tertinggi maggot terdapat pada perlakuan D (limbah buah-buahan 30% papaya, 40%Â Â nanas dan 30% semangka /1 gram telur BSF) dengan biomassa rata-rata 2.077 gram, sedangkan biomassa terendah terdapat pada perlakuan B (limbah nanas 100% /1 gram telur BSF) dengan biomassa rata-rata 1.347 gram. Hasil anava menunjukkan berpengaruh sangat nyata (highly significant) (P>0.01). Populasi tertinggi maggot terdapat pada perlakuan D dengan populasi rata-rata 65.318,67 ekor, sedangkan populasi terendah maggot terdapat pada perlakuan A (limbah pepaya 100% /1 gram telur BSF) dengan populasi rata-rata 61.783,33 ekor. Hasil anava menunjukkan berpengaruh sangat nyata (highly significant) (P>0.01). Panjang tertinggi maggot terdapat pada perlakuan A dan perlakuan D dengan panjang rata-rata 0,60 cm, sedangkan panjang terendah maggot terdapat pada perlakuan B dengan panjang rata-rata 0,53 cm. Hasil anava menunjukkan berpengaruh nyata (significant) (P>0.05).