cover
Contact Name
Doni Hikmat Ramdhan
Contact Email
national.journal.ohs@gmail.com
Phone
+62858-9457-3626
Journal Mail Official
national.journal.ohs@gmail.com
Editorial Address
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
National Journal of Occupational Health and Safety
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27747417     DOI : https://doi.org/10.10.7454/ohs
Core Subject : Health,
Jurnal Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (National Journal of Occupational Health and Safety) adalah jurnal nasional yang memuat naskah ilmiah dalam bidang keilmuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, higiene industri, ergonomi, faktor manusia dan risiko psikososial atau bidang keselamatan dan kesehatan lainnya yang terkait dengan bahaya dan risiko di tempat kerja.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
Analisis Insiden Alat Angkut Material pada Area Hauling dengan Menggunakan Metode Bowtie di PT. XYZ Periode 2018-2020 Febby Fauzia Deliani; Mufti Wirawan
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.124 KB) | DOI: 10.59230/njohs.v2i2.5832

Abstract

Skripsi ini menganalisis insiden alat angkut material yang terjadi pada area hauling PT. XYZ periode 2018-2020 dengan menggunakan metode bowtie. Insiden kemudian dianalisis dengan bowtie untuk mengidentifikasi faktor risiko atau ancaman, pengendalian, konsekuensi, serta faktor dan kontrol eskalasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis insiden yang terjadi dengan metode bowtie agar dapat mengidentifikasi lebih lanjut kegagalan barrier yang menyebabkan insiden. Penelitian ini berbentuk kualitatif dengan desain case series dan data investigasi insiden sebagai unit analisis. Hasil dari penelitian menyarankan perusahaan untuk melakukan pengkajian ulang prosedur, standar, serta metode pengendalian pencegahan dan dokumen HIRA, melakukan workload analysis terhadap pengawas, meningkatkan pengawasan terhadap faktor manusia serta peningkatan performa teknologi pengendalian
Systematic Literature Review: Physical Work Environment Factors Associated with Work Fatigue in Hospital Nurses Twinda Adventina; Baiduri Widanarko
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.785 KB) | DOI: 10.59230/njohs.v2i2.4695

Abstract

Fatigue in hospital nurses can endanger the safety of both the nurse and the patient. One of the factors that can cause fatigue in hospital nurses is the physical environmental, such as lighting, noise, and work climate. The purpose of this study is to analyze the physical work environment factors (lighting, noise, and work climate) associated with work fatigue in hospital nurses. This is a systematic literature review on studies that discuss physical work environment factors related to work fatigue in hospital nurses published in international journals and local journals that can be accessed through the UI Library, especially those that are Full Open Access. Fourteen articles that discussed the relationship between physical environmental factors and work fatigue in hospital nurses were identified, consisting of 11 articles on the effect of lighting on work fatigue in hospital nurses. 6 articles discussed how noise influenced work fatigue in hospital nurses, and 3 articles discussed the effect of hot work climate on work fatigue in hospital nurses. Based on the review, lighting, noise, and work climate significantly link to work fatigue in hospital nurses.
Kajian Tingkat Keparahan Postur Janggal yang Berkontribusi kepada Gangguan Sistem Muskuloskeletal (Studi Pustaka Naratif) Ira Safhira; Chandra Satrya
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.33 KB) | DOI: 10.59230/njohs.v2i2.5835

Abstract

Latar Belakang: Tidak semua postur janggal yang ada di industri harus dihilangkan. Karena faktanya, postur janggal tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kerja sehari-hari. Setiap ada pergerakan yang membuat sudut tubuh menjauhi posisi normal, dapat dikatakan sebagai postur janggal. Kesalahpahaman terkait konsep dari postur janggal terlebih diikuti dengan fakta bahwa konsep penilaian metode observasi yang sering digunakan untuk menilai postur janggal (REBA, RULA, dan OWAS) kurang sesuai dengan teori yang seharusnya, dapat menurunkan keefektifan pencegahan dan pengendalian gangguan sistem muskuloskeletal. Untuk mengatasi hal itu, maka diperlukan kajian literatur yang menjelaskan variabel apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat keparahan postur janggal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka naratif dengan tujuan untuk menggambarkan bagaimana hubungan antara durasi, frekuensi, dan sudut kemiringan postur dengan tingkat keparahan postur janggal. Hasil: Didapatkan 15 literatur yang berasal dari pangkalan data online Science Direct, ProQuest, dan Google Cendekia, dengan rincian 9 literatur menggunakan metode semi-eksperimental, 5 literatur menggunakan metode cross sectional, dan 1 literatur menggunakan metode studi pustaka sistematik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literatur tersebut, didapatkan bukti adanya hubungan yang linear antara durasi, frekuensi, dan sudut kemiringan postur dengan tingkat keparahan postur janggal.
Kajian Penilaian Risiko Kesehatan Terkait Pajanan BTX Mengacu Pada Metode SQRA di Laboratorium Pengujian Migas PT SCI Ryan Rachmawan; Mila Tejamaya
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.242 KB) | DOI: 10.59230/njohs.v2i2.5246

Abstract

Laboratorium adalah tempat untuk melakukan percobaan atau eksperimen uji dimana bekerja di tempat tersebut membutuhkan perilaku kehati-hatian dalam menggunakan peralatan dan bahan. Salah satu jenis bahan kimia yang terdapat di laboratorium adalah pelarut organik yang memiliki fungsi sebagai pelarut bahan kimia lainnya. Potensi risiko kanker payudara pada pekerja wanita di laboratorium pada studi kohort ini adalah paparan pelarut organik. Pelarut organik yang sering digunakan di laboratorium adalah benzene, toluene dan xylene (BTX). Dengan adanya pajanan bahan kimia benzene, toluene dan xylene di tempat kerja dan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh bahan kimia tersebut, maka perlu dilakukan penilaian tingkat risiko pajanan bahan kimia terhadap kesehatan pekerja di laboratorium PT. SCI dengan suatu penilaian risiko kesehatan melalui inhalasi dengan menggunakan metode SQRA Singapura. Pengumpulan data terkait dengan keluhan kesehatan pekerja gejala neurotoksik laboratorium menggunakan kuisioner yang mengacu pada The German Q18 Questionnaire. Penelitian dimulai dengan pengambilan sampel inhalasi dan udara di lingkungan kerja. Data hasil sampling diolah untuk mengetahui Tingkat Bahaya (Hazard Rating), Tingkat Pajanan (Exposure Rating), dan Tingkat Risiko (Risk Rating). Nilai tingkat pajanan untuk benzene, toluene dan xylene berturut-turut adalah 1,6;2,0;2,1. Nilai RR benzene adalah 3 (risiko moderat) sedangkan nilai RR toluene dan xylene adalah 2 (risiko rendah). Secara keseluruhan terkait jumlah responden yang memiliki gejala neurotoksik positif atau menjawab “ya” pada 5 pertanyaan atau lebih pada kuisioner sebanyak 25% (1 responden) dan 75% (3 responden) lainnya memiliki gejala neurotoksik negatif
Analisa Faktor Psikosial Terhadap Gejala Distress Pada Karyawan Perusahaan Geothermal PT. X Khairul Fajarudin; Dadan Erwandi
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.595 KB) | DOI: 10.59230/njohs.v2i2.5287

Abstract

Penelitian ini menyelidiki dan membandingkan berbagai faktor psikososial dan faktor lingkungan sosial yang dapat memberikan pengaruh pada satu atau berbagai gejala distress pada pekerja di perusahaan geothermal PT. X. Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian menemukan 10 dari 11 indikator faktor psikososial yang dominan di persepsikan sebagian atau lebih responden, dengan 5 gejala stress kerja yang dominan adalah sakit kepala & pusing, MSDs, marah, sulit tidur, dan perubahan nafsu makan. Penelitian menyarankan kepada perusahaan untuk meninjau kembali beban kerja dan kapasitas kerja yang ada, meningkatkan proses manajemen kerja, memperbaiki komunikasi kerja dari tenaga asing, serta menciptakan lingkungan kerja yang suportif.
Hubungan Postur Kerja dengan Kejadian Nyeri Leher pada Pembatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta Jossefa Almanita Haepie Firnadi; Selfi Handayani; Siti Munawaroh; Nanang Wiyono
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3.672 KB) | DOI: 10.59230/njohs.v2i2.5627

Abstract

Nyeri leher merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dikeluhkan masyarakat. Postur kerja tidak ergonomis merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan nyeri leher. Pada pembatik, postur kerja tidak alamiah dilakukan dalam waktu lama beserta gerakan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja terhadap kejadian nyeri leher pada pembatik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Subjek penelitian merupakan 41 pembatik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Postur kerja pembatik diukur dengan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Pengukuran nyeri leher menggunakan kuesioner Neck Disability Index (NDI). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall's tau. Hasil penelitian postur pada pembatik paling banyak berisiko tinggi yaitu pada 25 orang. Untuk nyeri leher yang paling banyak dikeluhkan pembatik berada pada kategori nyeri ringan pada 26 orang. Berdasarkan uji analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall's tau, didapatkan hasil signifikan (p=0,014; r=0,358). Terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi yang lemah antara postur kerja dengan kejadian nyeri leher pada pembatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta.

Page 1 of 1 | Total Record : 6