cover
Contact Name
Fendi Krisna Rusdiana
Contact Email
fendi@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285645915797
Journal Mail Official
rosyada@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka 156 Po Box 116 Ponorogo 63471
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling
ISSN : 27743969     EISSN : 27748820     DOI : 10.21154
Core Subject : Social,
"Rosyada: Islamic Guidance and Counseling" is a journal published by the FUAD IAIN Ponorogo. This journal is published twice a year in June and December. "Rosyada: Islamic Guidance and Counseling" accept research results related to 1. Counseling 2. Parenting 3. Psychotherapy 4. Islamic psychology
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022)" : 7 Documents clear
PERAN IBU DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN ANAK DI DUSUN SAMBIROBYONG DESA KLITIK Ulfa Yuliatus Sholihah
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.744 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4674

Abstract

Suri tauladan merupakan kurikulum yang diamanahkan Allah swt kepada sosok manusia yaitu nabi Muhammad saw agar memberi contoh kepada umatnya.  Ibu merupakan penanggung jawab utama terhadap pendidikan baik mendidik akhlak maupun kepribadian mereka. Sebab ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Karena sifat-sifat ini bukan hanya dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat saja akan tetapi sangat dominan dilingkungan rumah atau keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengetahui peran ibu dalam membentuk kedisiplinan anak di Dusun Sambirobyong Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. (2) Mengetahui cara ibu dalam membentuk karakter disiplin dalam pembentukan karakter anak di Dusun Sambirobyong Klitik Geneng Ngawi (3) Untuk mengetahui hasil pembentukan karakter disiplin yang ditanamkan oleh ibu dalam mendidik anak di Dusun Sambirobyong Desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi yang menghasilkan catatan lapangan mengenai peran ibu dalam membentuk karakter disiplin anak. Mengambil 10 sampel ibu yang sesuai dengan kriteria. Pemilihan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan kualifikasi yang diinginkan penulis, yakni seorang ibu yang memiliki anak usia remaja awal. Data dianalisis dengan menggunakan metode Miles dan Huberman yang memungkinkan penarikan simpulan dan dicek keabsahannya menggunakan tehnik trianggulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ibu dalam membentuk karakter disiplin anak sangatlah penting yang mana pembentukan karakter anak harus dimulai sejak dini mungkin bahkan sejak dalam kandungan. Cara membentuk karakter adalah membiasakan anak melakukan hal-hal yang baik, memberikan contoh teladan yang baik dan menggunakan bahasa yang sopan ketika sedang berbicara dihadapan anak.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM (BPI) IAIN PONOROGO Anasya Putri Ramadhani; Muhamad Nurdin
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.217 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Tingkat kontrol diri mahasiswa BPI semester 3 sampai semester 11 tahun akademik 2021 IAIN Ponorogo, 2) Tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa BPI semester 3 sampai semester 11 tahun akademik 2021 IAIN Ponorogo, 3) Hubungan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik mahasiswa BPI semester 3 sampai semester 11 tahun akademik 2021 IAIN Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa BPI semester 3 sampai semester 11 semester ganjil tahun akademik 2021 IAIN Ponorogo. Sampel yang digunakan sebanyak 146 mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasional dengan rumus korelasi rank spearman. Dari hasil analisis menunjukan bahwa 1) tingkat kontrol diri mahasiswa tergolong sedang dengan presentase 69,9%, 2) tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa tergolong sedang dengan presentase 69,9% dan 3) terdapat hubungan negatif antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam IAIN Ponorogo. Hal ini dapat diketahui dari hasil perhitungan SPSS yaitu nilai rs -0,722 dengan signifikan 0,000 < 0,05 serta untuk nilai zhitung -8,693 < ztabel -1,96. Sehingga Ha diterima Ho ditolak artinya adanya hubungan negatif antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik mahasiwa Bimbingan Penyuluhan Islam IAIN Ponorogo. Semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah prokrastinasi akademik.
KECEMASAN SOSIAL REMAJA DI DESA SELUR NGRAYUN PONOROGO Zahra Nur Yudianfi
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.825 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4211

Abstract

AbstrakUsia remaja sangat sensitif pada persoalan kecemasan sosial, terutama pada remaja akhir, yaitu dari usia 19 sampai 22 tahun. Gejala kecemasan sosial yang timbul pada remaja adalah jantung berdebar dengan cepat, sesak nafas, berkeringat, tubuh gemetar, gagap dalam berbicara, gugup, dan bingung. Kecemasan sosial remaja timbul ketika berpikir jika dirinya melakukan suatu kegiatan aakan mendapat penilaian secara berlebihan dari orang lain. Karena adanya permasalahan tersebut pada remaja Desa Selur, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang kecemasan sosial pada remaja Desa Selur Ngrayun Ponorogo. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitataif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sementara (conclusion). Dari analisis data ditemukan: Bentuk-bentuk kecemasan sosial yang dialami oleh remaja akhir Desa Selur meliputi: cemas menghadapi situasi sosial, kesulitan berinteraksi dengan orang lain,dan tidak pecaya diri.Penyebab kecemasan sosial yang dialami remaja akhir Desa Selur meliputi: cara berpikir,kurang fokus perhatian, dan konteks evaluasi. Dalam mengatasi kecemasan sosial yang remaja lakukan adalah relaksasi, meminta nasehat orangtua dan teman sebaya, dan mengandalkan pada diri sendiri sertamempercayakan pada Allah SWT.
PERUBAHAN PERILAKU REMAJA PENGGUNA GADGET DI DESA MAGUWAN PONOROGO imam asroni; Kayyis Fithri Ajhuri
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.669 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4684

Abstract

Gadget oleh remaja Desa Maguwan digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti hiburan, komunikasi dan pendidikan. Penggunaan gadget dengan berbagai macam fungsinya dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap perilaku. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui penggunaan gadget remaja Desa Maguwan Ponorogo 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget oleh remaja Desa Maguwan Ponorogo 3) Untuk mengetahui apa saja dampak penggunaan gadget terhadap perilaku remaja di Desa Maguwan Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian jenis penelitian lapangan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggambarkan perubahan perilaku remaja Desa Maguwan Ponorogo dikarenakan penggunaan gadget. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Penggunaan gadget Desa Maguwan untuk berbagai macam keperluan seperti belajar, online shop dan bermain game, 2) faktor yang mempengaruhi remaja Desa Maguwan Ponorogo menggunakan gadget adalah budaya, kelas social, dan kelompok. 3) Dampak positif dari penggunaan gadget oleh remaja Desa Maguwan adalah untuk wawasan bertambah lewat informasi yang di dapat dari gadget, belajar lebih mudah lewat online dengan aplikasi zoom metting. Sedangkan dampak negatif dari penggunaan gadget terhadap perilaku remaja Desa Maguwan, seperti sifat acuh terhadap lingkungan sekitar, lebih menyukai dunia sosial media.
KEBERHASILAN IBU SINGLE PARENT DALAM MENGATASI KENAKALAN ANAK AKIBAT PUTUS SEKOLAH DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN Imas Shofiani
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.24 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4675

Abstract

Fenomena single parent yang terdapat di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, mengharuskan seorang Ibu memiliki peran ganda yaitu selain mengurus dan membesarkan seorang anak, juga sebagai pencari nafkah, pendidik, dan pelindung. Ditambah lagi dengan keadaan anak yang mengetahui ketidakhadiran seorang ayah dan memasuki usia remaja. Penelitian ini menjelaskan (1) bentuk-bentuk kenakalan anak akibat putus sekolah yang diasuh oleh ibu single parent, (2) upaya ibu single parent dalam mengatasi kenakalan anak akibat putus sekolah, dan (3) bentuk keberhasilan ibu single parent dalam mengatasi kenakalan anak akibat putus sekolah di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Dengan fokus tersebut, dapat ditemukan bentuk-bentuk kenakalan anak akibat putus sekolah, upaya Ibu single parent dan keberhasilannya dalam mengatasi kenakalan anak akibat putus sekolah di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk-bentuk kenakalan anak akibat putus sekolah dapat dan tidak dapat digolongkan pada pelanggaran hukum, (2) usaha Ibu single parent dalam mengatasi kenakalan anak dikelompokkan menjadi pencegahan, pengentasan, pembetulan, dan penjagaan yang diterapkan di lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah, (3) bentuk keberhasilan Ibu single parent dalam mengatasi kenakalan anak akibat putus sekolah dapat dilihat dari perubahan perilaku untuk menjadi lebih baik.
STRATEGI COPING STRES PADA PETANI MELON PASCA GAGAL PANEN DI DESA MAGUWAN, KECAMATAN SAMBIT, KABUPATEN PONOROGO Dinda Ainul Fitria; M. Irfan Riyadi
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.204 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4383

Abstract

Coping adalah perilaku yang terlihat dan tersembunyi yang dilakukan seseorang untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan psikologis dalam kondisi yang penuh stres seperti fenomena kegagalan panen yang terajadi di Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, yang mengakibatkan petani mengalami kerugian sangat banyak dan mengalami stres ataupun trauma. Penelitian ini menjelaskan (1) Kondisi psikologis petani pasca gagal panen, (2) Bentuk penerapan strategi coping stres pada petani melon pasca gagal panen dan (3) Hasil penerapan strategi coping stres pada petani melon pasca gagal panen di Desa Maguwan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi psikologis petani melon pasca gagal panen mengalami kecemasan, trauma, depresi, kecewa dan pesimis. (2) Penerapan strategi coping stres untuk mengatasi kondisi psikologis petani pasca gagal panen sangat berdampak positif karena materi coping bertujuan untuk mengendalikan emosi dan mengelola stres dengan baik. (3) Bentuk  strategi coping yang diterapkan adalah strategi coping yang berfokus pada masalah (Problem Focused Coping) dan strategi coping yang berfokus pada emosi (Emotion Focused Coping).
SIKAP PESIMIS REMAJA TERHADAP ORIENTASI MASA DEPAN Andhita Risko Faristiana; Nurhaliza Eka Yudhistira
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.554 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4685

Abstract

Remaja adalah manusia yang sedang melewati fase perkembangan menuju dewasa. Pada fase inilah pembentukan jiwa dan mentalnya diuji sesuai dengan kepribadiannya. Maka sering kali para remaja dituntut untuk selalu bersikap sesuai dengan kedewasaan. Oleh karena itu sifat dewasa yang ditunjukkan membuatnya merasa tidak percaya diri dan overthinking (pemikiran negatif) dengan segala hal, apalagi menyangkut masa depan yang tidak pasti. Rasa pesimis (rendah diri) akan selalu beriringan dengan segala penglihatan yang dilihatnya. Sehingga kepribadian terdalamnya keluar dan menjadikannya lemah. Fase inilah yang membuat para remaja merasa dirugikan dengan masanya. Pada perbincangan mengenai remaja saya selaku peneliti ingin membahas mengenai sikap kepribadian yang di keluarkan para remaja. Terutama kepribadian pesimis yang tumbuh dalam jiwa para remaja. Penelitian ini menggunakan kajian literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasilnya mengenai sifat pesimis tersebut apakah hakikat alam bawah sadar remaja atau pembentukan diri remaja itu sendiri yang sadar akan kehidupannya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7