cover
Contact Name
Dwi Nurwulan Pravitasari
Contact Email
saintika_medika@umm.ac.id
Phone
+628123086679
Journal Mail Official
saintika_medika@umm.ac.id
Editorial Address
Editorial Office: Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang Jl. Bendungan Sutami No 188A Malang, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga.
ISSN : 0216759X     EISSN : 2614476     DOI : https://doi.org/10.22219/
Core Subject : Health,
Journal of Saintika Medika is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 564 Documents
PROFIL HASIL PEMERIKSAAN MINI MENTAL STATEEXAMINATION (MMSE) PADA WANITA POSTMENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA REJOAGUNG, WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWARU, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR Muhamad Wildan; M Ma’roef; Tonthowi Djauhari
Saintika Medika Vol. 8 No. 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v8i2.4113

Abstract

Profil Hasil Pemeriksaan Mini Mental State Examination (MMSE) pada Wanita Postmenopause di Posyandu Lansia Rejoagung, Wilayah kerja puskesmas Kedungwaru, Tulungagung, Jawa timur. Wanita pada masa postmenopause akan mengalami penurunan produksi hormon estrogen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menurunnya hormon estrogen dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang merupakan salah satu faktor penyebab gangguan kognitif. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil hasil pemeriksaan MMSE pada wanita postmenopause. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pengambilan sampel secara total sampling terhadap semua wanita di posyandu lansia Rejoagung yang sudah postmenopause. Instrumen yang digunakan ialah Mini Mental State Examination. Hasil pemeriksaan MMSE wanita postmenopause didapatkan insiden gangguan kognitif terbanyak pada usia 65-69 tahun, dengan 31,2% stadium ringan dan 56,3% stadium sedang. Insiden gangguan kognitif terbanyak terjadi pada wanita postmenopause dengan pendidikan terakhir SMP dengan 54% stadium ringan. Didapatkan juga gangguan kognitif terbanyak pada wanita dengan lama masa postmenopause 11-15 tahun sekitar 45% gangguan kognitif stadium ringan dan wanita dengan lama masa postmenopause >15 tahun sekitar 33,3% stadium sedang. Berdasarkan hasil pemeriksaan MMSE pada wanita postmenopause didapatkan sebanyak 45% dari sampel yang mengalami gangguan kognitif dan 55% yang tidak mengalami gangguan kognitif.Kata kunci: Wanita postmenopause, gangguan kognitif, MMSE
JUS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR PADATIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI ANTITUBERKULOSIS RIFAMPISIN DAN ISONIAZID Antia Devi Iralawati; Diah Hermayanti; Fathiyah Syafitri
Saintika Medika Vol. 8 No. 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v8i2.4114

Abstract

Latar Belakang: Rifampisin dan isoniazid merupakan obat yang direkomendasikan dalam pengobatan Tuberkulosis yang memiliki efek samping hepatotoksisitas. Jus belimbing manis diduga mempunyai efek hepatoprotektor karena mengandung flavonoid, tanin, dan vitamin C. Tujuan: Membuktikan efek hepatoprotektor jus belimbing manis terhadap penurunan kadar SGOT, SGPT, dan MDA tikus putih jantan yang diinduksi rifampisin dan isoniazid. Metode: Eksperimental, Post Test Only Control Group Design. Sampel dibagi 5 kelompok perlakuan. Kontrol negatif, kontrol positif diberi rifampisin dan isoniazid masing-masing 200 mg/KgBB/hari, dan 3 kelompok perlakuan yang diberi rifampisin, isoniazid, dan jus belimbing manis dengan dosis 4 ml/hari, 8 ml/hari, 12 ml/hari selama 14 hari. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA, uji korelasi, dan uji regresi. Hasil Penelitian dan Diskusi: Analisa statistik dilakukan untuk masing-masing variabel dependent SGOT, SGPT, dan MDA. Uji One-Way ANOVA Sig 0,000<p(0,05) menunjukkanadanya perbedaan yang bermakna antar perlakuan. Uji korelasi Sig 0,000< p(0,05) dengan koefisien sebesar -0,827 dan -0,852, dan -0,555 mempunyai korelasi yang sangat kuat, yaitu semakin tinggi dosis jus belimbing manis maka semakin rendah kadar SGOT dan SGPT. Hasil uji regresi menunjukkan jus  belimbing manis berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT , SGPT, dan MDA sebesar 68,4%, 72,6%, dan 27,9%. Dosis jus belimbing manis 12 ml/hari merupakan dosis optimal untuk menurunkan kadar SGOT dan SGPT. Kesimpulan: Jus belimbing manis memiliki efek hepatoprotektor terhadap penurunan kadar SGOT, SGPT, dan MDA tikus putih jantan yang diinduksi rifampisin dan isoniazid.Kata Kunci: Jus belimbing manis (Averrhoa carambola L.), hepatoprotektor, antituberkulosis
HUBUNGAN RIWAYAT KELAHIRAN PREMATUR DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 4 TAHUN DI KECAMATAN KEPANJEN Martha Dewi Caesa Putri; Kusuma Andriana; Pertiwi Febrian
Saintika Medika Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4118

Abstract

Hubungan Riwayat Kelahiran Prematur Dengan Perkembangan Motorik Anak Usia 4 Tahun Di Kecamatan Kepanjen. Latar Belakang. Saat ini kelahiran prematur merupakan salah satu penyebab utama kematian perinatal dan kecacatan jangka panjang. Kelainan perkembangan biasa ditemukan pada bayi prematur daripada bayi cukup bulan, yang biasanya meliputi kelainan fungsi intelektual atau motorik. Meskipun tidak semua anak lahir prematur mengalami gangguan tumbuh kembang namun adanya gangguan tumbuh kembang akan mulai tampak pada anak usia 4 tahun. Tujuan. Mengetahui hubungan riwayat kelahiran prematur dengan perkembangan motorik anak usia 4 tahun Kecamatan Kepanjen. Metode. Observational analitik dengan rancangan cross sectional, pengambilan sampel secara total sampling, besar sampel dalam penelitian ini adalah 29 responden. Analisis data menggunakan statistik uji Fisher Exact. Hasil Penelitian. Menunjukkan bahwa terdapat 23 responden (79.3%) tidak memiliki gangguan perkembangan motorik. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan nilai P adalah 0,440 dan nilai P lebih besar dari 0,05 (0,440 > 0,05) sehingga didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara riwayat kelahiran prematur dengan perkembangan motorik anak usia 4 tahun di Kecamatan Kepanjen. Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara riwayat kelahiran prematur dengan perkembangan motorik anak usia 4 tahun di Kecamatan Kepanjen.
PENGARUH AKAR PASAK BUMI (Eurycoma Longifolia) TERHADAP PENURUNAN KADAR SERUM GLUTAMIC OXSALOASETIC TRANSAMINASE (SGOT) DAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA Dian Shiyamita; Abi Noer W; Anisa Hanifwati
Saintika Medika Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4119

Abstract

Pengaruh Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) terhadap Penurunan Kadar Serum Glutamic Oxsaloasetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) pada Tikus Putih (Rattus novergicus) yang Diinduksi Karbon Tetraklorida. Latar Belakang: Kerusakan hati dapat disebabkan oleh hepatoksin yaitu CCl4. Hepatoksin ini dapat menyebabkan peningkatan kadar SGOT dan SGPT. Akar pasak bumi (Eurycoma Longifolia) mengandung senyawa golongan alkaloid dan quassinoid. Senyawa ini dapat berperan dalam memperbaiki peroksidasi lipid sehingga mencegah nekrosis dari sel. Tujuan: Untuk membuktikan adanya pengaruh ekstrak akar pasak bumi terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang diinduksi CCl4. Metode :Jenis penelitian eksperimental,populasi tikus putihjantan dengan sampel 25 ekor yang terbagi menjadi5 kelompok perlakuan.CCl4 diberikan dengan injeksi sub kutan dengan dosis 1,3 mg/kg BB. Ekstrak akar pasak bumidiberikan dengan 750 mg/Kg, 1000 mg/kg, dan 1250 mg/kg. Hasil: Hasil uji One Way Anova menunjukan penurunan kadar SGOT dan SGPT tikus putih secara sangat bermakna (p< 0,01) dengan pemberian ekstrak akar pasak bumi. Dari hasil uji regresi menunjukkan koefisien determinan SGOT = 0, 919 dan SGPT = 0,860. Penurunan kadar SGOT dan SGPT telah mencapai kadar normal dengan dosis 1250 mg/kg BB. Kesimpulan : Pemberian ekstrak akar pasak bumi dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT tikus putih yang diinduksi CCl4.
PENGARUH OLAHRAGA BERSEPEDA DALAM MENURUNKAN DERAJAT DISMENORE PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG ANGKATAN 2008 Masrida Fatmawati; Anissa Hasanah; Isbandiyah .
Saintika Medika Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4120

Abstract

Pengaruh Olahraga Bersepeda Dalam Menurunkan Derajat Dismenore pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2008. Latar Belakang: Dismenore banyak dialami wanita. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25%. Bersepeda merupakan salah satu pengobatan non-medikamentosa yang menurunkan derajat dismenore. Tujuan: Mengetahui pengaruh olahraga bersepeda dalam menurunkan derajat dismenore. Metode: Penelitian dilakukan bulan Februari – Maret 2012, menggunakan metode observasi analitik pendekatan secara kohort. Sampel penelitian 38 mahasiswi dan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok perlakuan olahraga bersepeda selama 1 bulan dan kelompok kontrol tanpa olahraga bersepeda. Hasil: Analisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai t- hitung 7,398, dan nilai signifikansi 0,000 yang artinya terdapat pengaruh olahraga bersepeda dalam menurunkan derajat dismenore. Hasil perhitungan menggunakan uji korelasi rank didapatkan hasil sebesar 66,3% yang artinya besar pengaruh olahraga bersepeda dalam menurunkan derajat dismenore sebesar 66,3%. Insiden dismenore mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2008 sebesar 62,5% dari 72 mahasiswi. Derajat dismenore terbanyak sebelum melakukan olahraga bersepeda adalah derajat sedang (skala 6 VAS), 31,6% untuk kelompok perlakuan dan 36,8% untuk kelompok kontrol. Derajat dismenore terbanyak setelah melakukan olahraga bersepeda adalah derajat ringan (skala 2 VAS) sebesar 47,7% untuk kelompok perlakuan dan derajat sedang sebesar 42,1% untuk kelompok kontrol. Kesimpulan: Olahraga bersepeda berpengaruh dalam penurunan derajat dismenore pada mahasisiwi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2008.
PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERBAIKAN HISTOLOGI HEPATOSIT TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR (Rattus novergicus strain wistar) YANG TELAH DIINDUKSI PARASETAMOL Nur Aisyah; Meddy Setiawan; Moch Aleq Sander
Saintika Medika Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4121

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERBAIKAN HISTOLOGI HEPATOSIT TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR (Rattus novergicus strain wistar) YANG TELAHDIINDUKSI PARASETAMOL. Parasetamol dapat merusak hepatosit oleh hasil metabolismenya yang reaktif berupa Nasetil- p-benzokuinone imine (NAPQI) dan ion superoksida. Daun sirih diduga dapat memperbaiki kerusakan hepatositkarena mengandung minyak atsiri yang mempunyai aktivitas antioksidan. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian airseduhan daun sirih terhadap perbaikan histologi hepatosit tikus putih strain wistar yang telah diinduksi parasetamol. Metode penelitian: True Experimental post test only control Design. Dua puluh lima tikus putih strain wistar dengan berat badan masing-masing 150 gram dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok diberi 375 mg parasetamol peroral selama 4 hari. Tiga kelompok diberi air seduhan daun sirih peroral dengan 3 dosis berbeda. Dosisnya adalah 45 mg, 67,5 mg dan 90 mg selama 12 hari. Hasil penelitian: Uji one way Anova (p=0,000<0,01) menunjukkan ada perbedaan prosentase kerusakan hepatosit yang sangat signifikan pada masingmasing kelompok. Penurunan prosentase kerusakan hepatosit paling signifikan pada kelompok dengan dosis air seduhan daun sirih paling besar (90 mg). Kesimpulan: Pemberian air seduhan daun sirih dapat memperbaiki kerusakan hepatosit pada tikus yang diinduksi dengan parasetamol. Penambahan dosis air seduhan daun sirih menurunkan jumlah kerusakan hepatosit.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr) PERORAL TERHADAP PERBAIKAN PROFIL LIPID PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) JANTAN STRAIN WINSTAR DISLIPIDEMIA Latifa Octadiani Putri; Diah Hermayanti; Fathiyah S
Saintika Medika Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4122

Abstract

Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Nanas (Ananas comosus L. Merr) Peroral Terhadap Perbaikan Profil Lipid Pada Tikus Putih (Rattus Norvegius) Jantan Strain Winstar Displidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak nanas (Ananas Comosus L. merr) secara peroral terhadap perbaikan profil lipid pada tikus putih (Rattus norvegicus strain wistar) dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperiment, dengan rancangan post test control group design.Sampel penelitian dibagi menjadi lima kelompok. Dari hasil uji One way ANOVA, didapatkan pengaruh yang bermakna (nilai sig = 0,000 < p (0,01)) antara kelompok perlakuan. Hasil uji tukey 1% pada kelompok I, II, III, IV, dan V didapatkan notasi yang berbeda dari tiap kelompok yang artinya tiap kelompok mempunyai kadar profil lipid yang berbeda satu sama lain. Hasil uji korelasi didapatkan korelasi yang berbanding terbalik pada KT, TG, LDL, rasio dan LDL/HDL, berarti bahwa kenaikan dosis ekstrak nanas mampu menyebabkan penurunan KT, TG, LDL, dan rasio LDL/HDL dan didapatkan uji korelasi yang berbanding lurus pada HDL, yakni kenaikan dosis ekstrak nanas mampu menyebabkan peningkatan HDL pada tikus. Kesimpulan: Ekstrak nanas dapat memperbaiki profil lipid dan dosis yang paling efektif pada penelitian ini adalah 4 gr/200grBB/hari.Kata Kunci: Ekstrak nanas, Myricetin, Rattus norvegicus strain wistar, perbaikan profil lipid.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PLETEKAN (RUELLIA TUBEROSA L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) STRAIN WISTAR YANG DIINDUKSI ALLOXAN Rizky Ayundha Sari; Alfa Sylvestris; Moch Bahrudin
Saintika Medika Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4123

Abstract

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pletekan (Ruellia Tuberosa L.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Strain Wistar Yang Diinduksi Alloxan. Belum banyak diketahui bahwa daun pletekan mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan serta meningkatkan aktifitas insulin sehingga dapat berfungsi sebagai protektor sel β pankreas dan mampu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Tujuan : Membuktikan adanya pengaruh pemberian ekstrak daun pletekan (Ruellia tuberosa L.) terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus novergicus) strain wistar yang diinduksi Alloxan. Metode : True Experimental, dengan rancangan Pre post test Control Desain. Sampel tikus putih strain wistar yang dibagi 4 kelompok. Analisis data menggunakan One way Anova, uji tukey 1%. Hasil Penelitian dan Diskusi : Dari hasil uji One way Anova, didapatkanpengaruh yang bermakna (nilai sig p < 0,01) antar kelompok  dan perlakuan. Hasil uji tukey 1%, menunjukkan bahwaterdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan dalam penelitian, yakni kenaikan dosis ekstrak pletekan mampu melindungi sel β pankreas dan menyebabkan penurunan kadar glukosa darah tikus putih. Kesimpulan :Pemberian ekstrak daun pletekan mampu sebagai protektor terhadap sel β pancreas dan menurunkan secara signifikankadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar yang diinduksi Alloxan.
PENGARUH PEMBERIAN KOPI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR DIABETES MELLITUS TIPE 2 Alifaneta Yustisiani; Desy Andari; Isbandiyah .
Saintika Medika Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4124

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kopi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih strain wistar diabetes mellitus tipe 2.penelitin ini menggunakan metode eksperimen laboratoris rancangan the post test only control group desain. Sampel tikus putih strain wistar dibagi 4 kelompok. Sampel I : kontrol negatif, II: kontrol positif, dua kelompok lainnya diberikan kopi Robusta berbagai dosis (5,4 mL/200 gr BB/ hari, 10,8 mL/200 gr BB/hari). Analisis data menggunakan One Way Anova, uji Tukey 5%, uji korelasi dan uji regresi linier. Hasil uji One Way Anova terdapat pengaruh perlakuan dengan perbedaan yang bermakna terhadap penurunan kadar glukosa darah. Dari uji korelasi terdapat korelasi yang berbanding lurus dan sangat bermakna antara dosis kopi dan jumlah penurunan kadar glukosa darah tikus putih diabetes mellitus tipe 2 dengan nilai Pearson Correlation -0,978 pada glukosa darah puasa dan -0,932 pada glukosa darah 2 jam post pandrial, sedangkan hasil uji regresi didapatkan nilai R2 = 0,956 pada glukosa darah puasa dan 0,869 pada glukosa darah 2 jam post pandrial. Kesimpulan : Pemberian kopi berbagai dosis dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes mellitus tipe 2.Kata kunci : diabetes mellitus tipe 2, kadar glukosa darah, kopi Robusta
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI SUBAKUT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR Utari Prasetyaning; Desy Andari; SM Agustini
Saintika Medika Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh pemberian minuman berenergi subakut terhadap gambaran histologi ginjal tikus putih strain wistar. Metode : Eksperimen laboratoris dengan rancangan the post test only control group design. Sampel dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok I (K) tanpa pemberian minuman berenergi,kelompok II. III dan IV (P1, P2, P3) diberikan minuman berenergi 72 mg, 216 mg dan 360 mg. Analisis data menggunakan One Way Anova, uji Tukey, uji korelasi dan uji regresi. Hasil : Hasil uji One Way Anova dan uji Tukey didapatkan nilai sig=0,000 (p<0,05) artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara perlakuan dengan jumlah sel nekrosis dan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok. Hasil uji korelasi dan regresi didapatkan r=0,988 dan R2=0,976 artinya semakin tinggi dosis akan diikuti oleh peningkatan jumlah sel nekrosis. Kesimpulan : Minuman berenergi dapat meningkatkan jumlah sel nekrosis pada sel epitel tubulus proksimal ginjal.Kata kunci : Minuman berenergi, kafein, histologi ginjal, nekrosis sel epitel tubulus proksimal ginjal

Filter by Year

2009 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): June 2024 Vol. 19 No. 2 (2023): December 2023 Vol. 19 No. 1 (2023): June 2023 Vol. 18 No. 2 (2022): December 2022 Vol. 18 No. 1 (2022): June 2022 Vol. 17 No. 2 (2021): December 2021 Vol. 17 No. 1 (2021): June 2021 Vol. 16 No. 2 (2020): December 2020 Vol 16, No 1 (2020): June 2020 Vol. 16 No. 1 (2020): June 2020 Vol 16, No 1 (2020): June 2020 (on progress) Vol 15, No 2 (2019): December 2019 Vol. 15 No. 2 (2019): December 2019 Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019 Vol. 15 No. 1 (2019): JUNI 2019 Vol. 14 No. 2 (2018): DESEMBER 2018 Vol 14, No 2 (2018): DESEMBER 2018 Vol. 14 No. 1 (2018): JUNI 2018 Vol 14, No 1 (2018): JUNI 2018 Vol 13, No 2 (2017): DESEMBER 2017 Vol. 13 No. 2 (2017): DESEMBER 2017 Vol. 13 No. 1 (2017): JUNI 2017 Vol 13, No 1 (2017): JUNI 2017 Vol 12, No 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol 12, No 1 (2016): JUNI 2016 Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016 Vol. 11 No. 2 (2015): Desember 2015 Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015 Vol. 11 No. 1 (2015): Juni 2015 Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014 Vol. 10 No. 2 (2014): Desember 2014 Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014 Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014 Vol. 9 No. 2 (2013): Desember 2013 Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013 Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013 Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013 Vol. 8 No. 2 (2012): Desember 2012 Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012 Vol. 8 No. 1 (2012): Juni 2012 Vol. 5 No. 2 (2009): Juli 2009 Vol. 7 No. 2 (2011): Desember 2011 Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 7, No 1 (2011): Januari 2011 Vol. 7 No. 1 (2011): Januari 2011 Vol. 6 No. 2 (2010): Desember 2010 Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 6, No 1 (2010): Januari 2010 Vol. 6 No. 1 (2010): Januari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 5, No 1 (2009): Januari 2009 Vol. 5 No. 1 (2009): Januari 2009 More Issue