cover
Contact Name
Dwi Nurwulan Pravitasari
Contact Email
saintika_medika@umm.ac.id
Phone
+628123086679
Journal Mail Official
saintika_medika@umm.ac.id
Editorial Address
Editorial Office: Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang Jl. Bendungan Sutami No 188A Malang, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga.
ISSN : 0216759X     EISSN : 2614476     DOI : https://doi.org/10.22219/
Core Subject : Health,
Journal of Saintika Medika is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 564 Documents
EFEK ANTI BAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) TERHADAP SALMONELLA TYPHI SECARA IN VITRO Donna Pratiwi; Irma Suswati; Mariyam Abdullah
Saintika Medika Vol. 9 No. 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i2.4139

Abstract

Efek Antimikroba Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Salmonella typhi secara In Vitro. Demam tifoid merupakan infeksi akut saluran pencernaan yang disebabkan oleh yaitu Salmonella typhi yang berada pada urutan kedua di antara penyakit usus setelah gastroenteritis. Peningkatan resistensi Salmonella terhadap antimikroba salah satunya kloramfenikol sudah mulai tinggi, sehingga menimbulkan masalah dalam terapi. Kulit jeruk nipis diduga memiliki efek antimikroba karena mengandung minyak atsiri, flavonoid, tanin, saponin, fenol dan alkaloid. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan efek ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini menggunakan true eksperimental post test only control. Konsentrasi ekstrak kulit jeruk nipis yang digunakan adalah 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, 0,78%, 0,39%, 0%. Analisa data menggunakan one way ANOVA, Korelasi, Regresi, Kadar Hambat Minimum, Kadar Bunuh Minimum. Signifikan 0,000 (P<0,05) pada uji one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar perlakuan pada jumlah koloni. Semakin tinggi ekstrak kulit jeruk nipis, maka semakin sedikit koloni bakteri Salmonella typhi (r= -0,586). Pemberian konsentrasi ekstrak kulit jeruk nipis berpengaruh terhadap penurunan jumlah koloni bakteri Salmonella typhi (R2=0,34). Hasil penelitian KHM didapatkan pada konsentrasi 12,5%, dan KBM pada konsentrasi 6,25%. Ekstrak kulit jeruk nipis memiliki efek antimikroba terhadap Salmonella typhi.
PROFIL PENDERITA HIPERTENSI DI RSUD JOMBANG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2011 Bagus Ramanto Saputra; Rahayu .; Iwan Sis Indrawanto
Saintika Medika Vol. 9 No. 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i2.4140

Abstract

Profil Penderita Hipertensi di RSUD Jombang Periode Januari-Desember 2011. Latar Belakang. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan pembunuh diam-diam karena pada sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala apapun. Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama yang menyebabkan serangan jantung dan stroke, yang menyerang sebagian besar penduduk dunia. Prevalensi hipertensi di negara-negara maju cukup tinggi, yaitu mencapai 37%. Sementara di negara-negara berkembang 29,9%. Tujuan. Mengetahui profil penderita Hipertensi di RSUD Jombang Periode Januari – Desember 2011. Metode Penelitian. Deskriptif observasional, dengan rancangan penelitian studi kasus dan tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel penelitian ini yaitu 337 orang. Hasil dan Kesimpulan. Dari 337 orang penderita hipertensi, jumlah terbanyak berumur ? 61 tahun (38,5%), berjenis kelamin perempuan (52,6%), tingkat pendidikan SD (47,2%), pekerjaan ibu rumah tangga (37,1%), keluhan utama sesak napas (29,9%), hipertensi primer (96,2%), hipertensi derajat 2 (53,8%), tidak ada riwayat penyakit hipertensi pada keluarganya (75,6%).
HIPERTENSI DAN RETINOPATI HIPERTENSI Alfa Sylvestris
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4142

Abstract

mempengaruhi prevalensi hipertensi seperti ras, umur, obesitas, asupan garam yang tinggi, dan adanya riwayat hipertensi dalam keluarga. Prevalensi hipertensi di Indonesia 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya. Hipertensi menimbulkan akibat (komplikasi), baik jangka pendek maupun jangka panjang. Akibat jangka pendek disebabkan oleh kenaikan yang cepat dari tekanan darah sehingga terjadi kerusakan (nekrosis) pada dinding pembuluh darah. Akibat jangka panjang disebabkan oleh lamanya tekanan darah tinggi tersebut mempengaruhi dinding pembuluh darah.Peningkatan tekanan darah sistemik berhubungan dengan peningkatan tonus vaskular, di dalam mekanisme tersebut, terdapat penurunan produksi atau akivitas mediator vasodilatasi seperti endothelium-derived nitric oxide dan protasiklin, pada saat yang sama terdapat mekanisme peningkatan produksi mediator vasokonstriksi seperti angiotensin II dan endotelin-1. Ketidakseimbangan tersebut dinamakan disfungsi endotel.Komplikasi hipertensi melibatkan beberapa organ vital tubuh seperti : penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit hipertensi serebrovaskular, hipertensi ensefalopati dan hipertensi retinopati. Pada keadaan hipertensi, pembuluh darah retina akan mengalami beberapa seri perubahan patofisiologis sebagai respon terhadap peningkatan tekanan darah. Terjadi spasme arterioles dan kerusakan endothelial pada tahap akut, pada tahap kronis terjadi hialinisasi pembuluh darah yang menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Hipertensi retinopati menunjukkan keparahan dan kronisitas dari hipertensi dan tanda-tanda retinopati ini dapat dipakai untuk memprediksi mortalitas pada pasien hipertensi.Kata kunci : hipertensi – retinopati hipertensi – mortalitas pasien hipertensi
PERBEDAAN PANJANG TUNGKAI (LEG LENGTH DISCREPANCY) DALAM ORTHOPAEDI Bambang Widiwanto
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4143

Abstract

Masalah leg length discrepancy dalam orthopaedi bukan hanya permasalahan kosmetik, tetapi juga permasalahan fungsional. Ada empat jenis terapi yang memungkinkan untuk menyeimbangkan panjang tungkai : (1) sepatu tambahan atau konversi dengan prostetik (2) epiphysiodesis pada sisi tungkai yang panjang (3) pemendekan pada sisi tungkai yang panjang (4) pemanjangan pada sisi tungkai yang pendek. Kombinasi antara pemanjangan pada ipsilateral dan epiphysiodesis pada kontralateral dapat digunakan pada ketidaksamaan yang bermakna untuk mengurangi jumlah pemanjangan yang dibutuhkan. (Champbell,2007) Semua tipe alat dan teknik pemanjangan tungkai memiliki komplikasi. (1) Pin Track Infection (2) berhubungan dengan otot, terjadi Flexion contracture (3) Subluksasi/ dislokasi sendi (4) infeksi, pseudoarthrosis, plate patah dan malunion. (Stanitski ,1999) Keywords : Leg length discrepancy, terapi, komplikasi.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONVERSI BAKTERI TAHAN ASAM NEGATIF PADA PENGOBATAN TUBERKULOSA Diah Hermayanti
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4144

Abstract

Latar belakang : Pengendalian TBC di Indonesia, dilaksanakan dengan strategi Directly Observed Treatment Short Course (DOTS). Prinsip pengobatan TBC strategi DOTS menggunakan obat anti tuberkulosa (OAT) yang diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis, dalam jumlah cukup, dan dosis tepat selama 6 – 8 bulan. Penderita dikategorikkan sebagai kasus konversi BTA negatif bila dalam pemeriksaan ulangan BTA masih dijumpai kuman BTA positif dalam sputumnya.Tujuan : mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor yang diduga dapat menyebabkan terjadinya konversi BTA negatif pada akhirmasa intensif pengobatan dan pada penderita dengan kategori gagal. Metode : Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan studi cross sectional, yang dilakukan di Poli Puskesmas Kedung Kandang Malang. Hasil penelitian : didapatkan 4 penderita yang masuk kriteria konversi BTA negatif dengan pendidikan 75% SD dan 25% SMP; status gizi berdasarkan IMT 75% termasuk kriteria kurus; 100% taat berobat; dan pada semua pemeriksaan kultur sputum tidak dijumpai pertumbuhan kuman. Kesimpulan : Status sosial ekonomi dan status gizi penderita TBC dengan konversi BTA negatif adalah rendah, namun kepatuhannya berobat cukup tinggi. Resistensi kuman TBC terhadap OAT program jangka pendek pada penelitian tidak dapat dievaluasi oleh karena tidak ada pertumbuhan kuman pada semua sampel sputum penderita.Kata kunci : DOTS, OAT, BTA, Konversi negative
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH TERHADAP FREKUENSI KEJADIAN ISPA PADA BALITA USIA 1-4 TAHUN Pertiwi Febriana Chandrawati; Farha ni Alhabsyi
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4145

Abstract

Latar Belakang: Sebagian besar hasil penelitian di negara berkembang menunjukkan bahwa 20-35% kematian bayi dan anak balita disebabkan ISPA. Di Indonesia, ISPA merupakan masalah kesehatan masyarakat terutama terjadi pada bayi (0-11 bulan) dan balita (1-4 tahun). Diperkirakan kejadian ISPA pada balita di Indonesia sebesar 10-20%. Faktor penyebab ISPA pada balita adalah berat badan lahir rendah (BBLR), status gizi buruk, imunisasi yang tidak lengkap, kepadatan tempat tinggal dan lingkungan fisik. Tujuan: Mengetahui hubungan berat badan lahir rendah terhadap frekuensi kejadian ISPA pada balita usia 1-4 tahun. Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional, dengan pendekatan secara Case control study. Pengambilan sampel dengan tekhnik purposive sampling. Dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep-Malang. Subyek penelitian mengisi 2 kuesioner, kuesioner pertama untuk menentukan kelompok kasus(sering ISPA) dan kelompok kontrol (tidak sering ISPA). Kuesioner kedua untuk mengetahui berat badan lahir subyek dan faktor resiko berat badan lahir rendah. Dianalisa dengan pearson correlation, odd rasio, dan uji Chi-square. Hasil Penelitian : Penelitian ini mengikutsertakan 46 subyek. (23 sebagai kasus dan 23 sebagai kontrol). Responden yang termasuk dalam kategori berat badan lahir normal dengan kriteria kejadian ISPA tidak sering sebanyak 18 orang (39,1%), sedangkan yang termasuk kriteria kejadian ISPA sering sebanyak 9 orang (19,6%). Subyek yang termasuk dalam kategori berat badan lahir rendah dengan kriteriakejadian ISPA tidak sering sebanyak 5 orang (10,9%), sedangkan yang termasuk kriteria kejadian ISPA sering sebanyak 14 orang (30,4%)., dengan nilai r sebesar 0,839 dan OR = 5,60 Kesimpulan : BBLR diprediksi merupakan salah satu penyebab seringnya kejadian ISPA pada anak usia 1-4 tahun. Dengan resiko sebesar 6 kali dibanding pada bayi yang tidak BBLC. Sehingga diharapkan bagi masyarakat agar waspada terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan resiko melahirkan bayi dengan BBLRKata Kunci: BBLR, ISPA, Balita 1-4 tahun
HUBUNGAN ANTARA KADAR LIPID DARAH DENGAN TIPE STROKE Bahrudin, .; Mochamad .
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4146

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan keadaaan emergensi dan penyebab kecacatan nomor satu dan kematian nomor dua di dunia, yangdibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke perdarahan. Tinggi dan rendahnya kadar kolesterol darah dihubungkan dengantipe stroke.Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara kadar lipid darah dengan tipe stroke.Metode: Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan pengambilan data secara consecutivesampling. Variabel yang diteliti adalah pasien stroke infark dan perdarahan, dihubungkan dengan kadar lipid darah (kolesterol,ratioLDL/HDL,m dan trigliserida). Analisis data menggunakan statistik uji chi square dengan tingkat kebermaknaan á=0.05.Hasil: Didapatkan sampel 112 pasien, stroke infark (58%) dan stroke perdarahan 52%, Kejadian stroke sebagian besar terjadi setelahumur 40 tahun (> 90%), wanita lebih sering terkena stroke baik pada stroke infark maupun perdarahan. Kadar kolesterol darah tinggi(kolesterol >160) lebih banyak dijumpai pada stroke infark (65,9%) dan kadar kolesterol rendah (kolesterol <160) lebih sering dijumpaipada stroke perdarahan (66,7%) dengan analisa Chi-square signifikan P = 0,003. Kadar ratio LDL/HDL rendah (<3) lebih banyakdijumpai pada stroke perdarahan (51%) dan kadar ratio LDL/HDL tinggi (>3) lebih banyak dijumpai pada stroke infark (65,1%),dengan analisa Chi-square tidak signifikan P = 0,087. Kadar trigliserida tinggi (>200) maupun rendah (<200) lebih banyak dijumpaipada stroke infark dengan P=0.384 tidak signifikan.Kesimpulan: Ada hubungan antara kadar lipid darah (kolesterol) dengan tipe stroke. Kadar kolesterol tinggi merupakan faktor resikoterjadinya stroke infark dan kadar kolesterol rendah untuk stroke perdarahan.Kata Kunci: kadar kolesterol darah, tipe stroke, stroke infark, stroke perdarahan.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK ANAK DENGAN OBESITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDN KAUMAN 1 MALANG. Febri Endra Budi Setiawan
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4147

Abstract

Obesitas pada anak merupakan masalah yang kompleks dimana prevalensi di negara-negara maju maupun berkembang terus mengalami kenaikan. Prevalensi obesitas anak di Indonesia mencapai 12.2% pada tahun 2002-2005. Masalah obesitas ini dikaitkan dengan perubahan pola makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik anak dengan obesitas pada anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilakukan pada 44 anak penderita obesitas. Usia penderita obisitas anak paling dominan adalah usia 8 tahun (28%) dan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (52%). Uji korelasi didapatkan (r) pola makan 0.018 dan (r) aktivitas fisik 0.024 terhadap Z-skor BB/TB < sig. korelasi 0.05. Uji regresi linier didapatkan (F) 3.910 dengan sig. 0.028 < 0.05. Dapat disimpulkan bahwa obesitas pada anak usia sekolah dasar lebih banyak dijumpai pada anak usia 8 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Faktor pola makan dan aktivitas fisik berhubungan sebagai faktor terjadinya obesitas usia anak sekolah dasar.Kata Kunci: Obesitas Anak, Pola Makan, Aktivitas Fisik.
EFFECTS OF COWPEA (VIGNA UNGUICULATA) EXTRACT IN VEGF EXPRESSION OF CORNEAL INFLAMMATION RAT MODEL (RATTUS NOVERGICUS STRAIN WISTAR) Yuliono Trika Nur Hasan; Nanda Wahyu Anandita; Husnul Khotimah
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4148

Abstract

Purpose : to evaluate the effects of Methanolic extract of Cowpea (Vigna unguiculata) administration on vascular endothelial growthfactor (VEGF) expression in rats with corneal-alkali induced inflammation.Methods : This was an interventional experimental study. Sixty three rats were randomly selected, 3 rats as control, 60 rats were treatedwith 1 M NaOH (as inflammation model) and administered with 25 ìM,50 ìM and 100 ìM of genistein in Cowpea (Vignaungucuilata) extract four times daily. Alkali burn by 1 M NaOH infiltration using filter paper applicated on the center cornea of righteye for 60 seconds. Aquabidest as positive control and Cowpea (Vigna ungucuilata) extract treatment perfused immediately after alkali burn.VEGF observed at 6, 24, 48, 96 and 168 hours by immunohistochemical method.Results : Each dose of Cowpea (Vigna unguiculata) extract administration significantly decreased the VEGF expression ( p = 0,00). Differences of VEGF expression based on administration time were not significant (p=0,033). Interaction between time of administrationand dose of administration had influenced the VEGF expression (R Square(r2) =24,7 %). The Linear regression between VEGF expression and dose resulted in estimated effective dose (ED) with Y = 16.486–0.079 X( Y = V E G F e x p r e s s i o n , X =d o s e o f a d m i n i s t r a t i o n ) . Considering VEGF expression in normal cornea was 12, wefound the effective dose of methanolic Vigna unguiculata extract was 61.94 ìM.Conclusion :Methanolic extract of Cowpea(Vigna unguiculata) decreased the VEGF expression on alkali burn corneal inflammationin rats but no differences in VEGF expression based on time administration. Dose of 50 ìM genistein in Methanolic extract ofCowpea (Vigna unguiculata) was close to effective dose 61.94 ìM.Keywords : VEGF expression, alkali burn, Cowpea (Vigna unguiculata) extract, cornea.
PERAN ANALISIS DNA TERHADAP INFEKSI PARASIT NEUROSISTISERKOSIS Muhammad Luthfi Al Manfaluthi
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4149

Abstract

Neurosistiserkosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bentuk larva T.solium, meskipun dalam jumlah minimal infeksi ini mampu menimbulkan dampak yang merugikan bahkan kematian. Telah dilakukan análisis DNA terhadap pasien yang telah tinggal pada beberapa negara endemis infeksi taenia solium (cacing pita babi). Hasil pemeriksaan DNA menyebutkan pasien terjangkit infeksi sejak 10 tahun yang lalu saat berada di Nepal.

Filter by Year

2009 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): June 2024 Vol. 19 No. 2 (2023): December 2023 Vol. 19 No. 1 (2023): June 2023 Vol. 18 No. 2 (2022): December 2022 Vol. 18 No. 1 (2022): June 2022 Vol. 17 No. 2 (2021): December 2021 Vol. 17 No. 1 (2021): June 2021 Vol. 16 No. 2 (2020): December 2020 Vol. 16 No. 1 (2020): June 2020 Vol 16, No 1 (2020): June 2020 (on progress) Vol 16, No 1 (2020): June 2020 Vol. 15 No. 2 (2019): December 2019 Vol 15, No 2 (2019): December 2019 Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019 Vol. 15 No. 1 (2019): JUNI 2019 Vol. 14 No. 2 (2018): DESEMBER 2018 Vol 14, No 2 (2018): DESEMBER 2018 Vol. 14 No. 1 (2018): JUNI 2018 Vol 14, No 1 (2018): JUNI 2018 Vol 13, No 2 (2017): DESEMBER 2017 Vol. 13 No. 2 (2017): DESEMBER 2017 Vol. 13 No. 1 (2017): JUNI 2017 Vol 13, No 1 (2017): JUNI 2017 Vol 12, No 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016 Vol 12, No 1 (2016): JUNI 2016 Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015 Vol. 11 No. 2 (2015): Desember 2015 Vol. 11 No. 1 (2015): Juni 2015 Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014 Vol. 10 No. 2 (2014): Desember 2014 Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014 Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014 Vol. 9 No. 2 (2013): Desember 2013 Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013 Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012 Vol. 8 No. 2 (2012): Desember 2012 Vol. 8 No. 1 (2012): Juni 2012 Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012 Vol. 5 No. 2 (2009): Juli 2009 Vol. 7 No. 2 (2011): Desember 2011 Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 7, No 1 (2011): Januari 2011 Vol. 7 No. 1 (2011): Januari 2011 Vol. 6 No. 2 (2010): Desember 2010 Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010 Vol. 6 No. 1 (2010): Januari 2010 Vol 6, No 1 (2010): Januari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Juli 2009 Vol. 5 No. 1 (2009): Januari 2009 Vol 5, No 1 (2009): Januari 2009 More Issue