Techno
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) adalah jurnal ilmu teknik yang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu April dan Oktober. Tujuan penerbitan jurnal techno adalah mempublikasikan hasil penelitian, ide dan karya terbaru ilmu teknik. Scope ruang lingkup jurnal techno meliputi: Clean Energy Technology, Catalyst and Reaction Engineering, Environmental and Safety Technology, Food and Bioprocess Engineering, Fundamental of Chemical Engineering and Applied Chemistry, Industrial Chemical Engineering, Material Science and Engineering, Process and Control Engineering, Separation and Purification Technology, Structural Engineering, Construction Engineering, Material Engineering, Water Resources Engineering, Environmental Engineering, Municipal or Urban Engineering, Transportation Engineering, Forensic Engineering, Geotechnical Engineering, Design Research considers the processes of shaping and making of places, Power System and Information Technolog, Industrial electronics, Sensors, Micro-machines and Robotics, Biomedical Electronics, Electronics and Electrical Engineering, Photonics and Optoelectronics, Wireless/Mobile Communication and Computing, Industrial electronics, Mechatronica, Signal processing, Image Processing, Network Security and Cryptography, Parallel and Distributing Computing, High-Performance Computing, Autonomic and Trusted Computing, Software Engineering and Knowledge Engineering, Artificial Intelligence and Machine Learning, Knowledge Discovery and Data Mining, Virtual Reality and Visualization, Biomedical Informatics and Computation, Information and Its Technical Education, Mobile and Ubiquitous Computing, Analytical smart big data.
Articles
201 Documents
KAJIAN PENGENDALIAN LONGSOR SECARA VEGETATIF DI DESA BINANGUN KECAMATAN BANYUMAS
Amris Azizi;
M. Agus Salim
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 16, No 2 (2015): Techno Volume 16 No 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v16i2.52
Bencana alam tanah longsor dapat terjadi karena faktor alam itu sendiri dan faktor pemicu. Faktor alam erat kaitannya dengan kondisi topografi dan kondisi geologi seperti tekstur tanah, sedangkan faktor pemicunya antara lain curah hujan yang tinggi, gempa bumi, dan aktivitas manusia dalam memanfaatkan lahan pada lereng. Bencana alam tanah longsor dapat terjadi ketika pemanfaatan lahan pada lereng tidak memperhatikan karakter kawasan dan jenis vegetasi, kekeliruan pengelolaan lingkungan, dan kebijakan pemerintah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tekstur tanah dan jenis vegetasi, serta menganalisis hubungan antara ke duanya di kawasan bencana tanah longsor Desa Binangun Kecamatan Banyumas.Analisis tekstur tanah dilakukan dengan sistem klasifikasi berdasarkan persentase susunan butir. Analisis vegetasi dilakukan dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui hubungan antara tekstur tanah dan jenis vegetasi kawasan bencana tanah longsor di Desa Binangun Kecamatan Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah di masing-masing stasiun 1 dan 2 adalah silt loam bertekstur halus, tidak mudah longsor, dan mempunyai kesuburan yang cukup, sehingga jenis vegetasi cukup beragam. Jenis vegetasi yang dominan yaitu Manihot esculenta (INP = 55,74) di Stasiun 1, dan Gnetum gnemon (INP = 52,70) di Stasiun 2. Pemilihan jenis vegetasi pada lereng dengan tekstur tanah di kawasan bencana tanah longsor Desa Binangun Kecamatan Banyumas, di Stasiun 1 tidak mempunyai kesesuaian dengan jenis vegetasi yang dianjurkan, sedangkan Stasiun 2 mempunyai kesesuaian. Stasiun 2 dengan tektur tanah silt loam ditanam dengan vegetasi spesies Gnetum gnemon (melinjo), Pinus mercusii (pinus), Cocos nucifera (kelapa), Durio zibethinus (durian). Kata kunci: longsor, tekstur tanah, vegetasi.
Analisis Investigasi Cyber Espionage Pada Facebook Menggunakan Digital Forensics Research Workshop (DFRWS)
Joko Triyanto;
Sunardi Sunardi;
Imam Riadi
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 23, No 1 (2022): Techno Volume 23 NO.1 April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v23i1.9064
Media sosial sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi atau data dengan mudah dan cepat seiring dengan peningkatan jumlah pengguna smartphone terutama pada Android. Di sisi lain, mobile instant messangging aplications dan sosial media membuat prospek adanya tindak kejahatan dunia maya atau Cybercrime khususnya cyber espionage yaitu tindakan mata-mata terhadap data elektronik atau memanfaatkan jaringan internet. Penelitian ini diharapkan dapat membuka barang bukti digital pelaku cyber espionage yang ada di aplikasi Facebook berupa gambar dan teks untuk mendukung identifikasi aktivitas yang menuju pada cyber espionage. Kerangka kerja untuk menjalankan digital forensics pada pengkajian ini menggunakan metode Digital Forensics Research Workshop (DFRWS) dengan tahapan identification (identifikasi), Preservation (Pemeliharaan) Collection (Pengumpulan), Examination (Pemeriksaan), Analysis (Analisis), Presentation (Presentasi) . Tools yang digunakan adalah MobilEdit dengan cara kerja ektraksi dan analisis. Skenario yang dilakukan adalah kasus cyber espionage pada facebook. Harapan dari penelitian ini adalah menghasilkan Forensis Investigative analysis pada Facebook memakai metode DFRWS mampu mengungkap cyber espionage pada aplikasi Facebook
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH TEKNIK KONTROL ADAPTIF SUB POKOK BAHASAN PENGHAPUSAN DERAU
Arif Johar Taufiq;
M. Taufiq Tamam
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 15, No 2 (2014): Techno Volume 15 No 2 Oktober 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v15i2.90
Telah dilakukan pembuatan media pembelajaran pada mata kuliah teknik kontrol adaptif pada sub pokok bahasan penghapusan derau dengan program GUI Matlab dan didapat hasil program berjalan dengan baik dapat memberikan gambaran yang jelas dalam bentuk grafik, suara dan data kuantitatif sebagai hasil dari proses penghapusan derau. Pengguna dapat berinteraksi dengan program untuk mengubah parameter algoritma dan melihat hasil proses serta dapat membandingkan unjuk kerja algoritma FxLMS dan FxAFA dalam proses penghapusan derau Kata kunci : Media pembelajaran, Kontrol Adaptif, FxLMS, FxAFA
Pengaruh Meander Dan Keamanan Lereng Terhadap Kejadian Longsor Di Jalan Raya Prupuk-Bumiayu (Km 115+50 – 115+900)
Teguh - Marhendi
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 19, No 1 (2018): Techno Volume 19 No 1 April 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v19i1.2120
AbstrakJalan Prupuk-Bumiayu pada segmen Ciregol (Km 115+50 – 115+900) berada pada perbukitan dengan ketinggian dari dasar tebing di atas Sungai Pedes sekitar 40 m dan diapit oleh dua sungai besar yaitu Sungai Glagah dan Sungai Pedas. Posisi aliran meandering pada dasar tebing ini dianggap mampu memberikan kontribusi terhadap kejadian longsoran di jalan Ciregol. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji tingkat keamanan lereng pada Km 115+50 – 115+900 jalan Raya Prupuk-Bumiayu, Ciregol Brebes Jawa Tengah. Pada kajian ini dilakukan penenlitian perhitungan kemanan lereng menggunakan metode Fellinius dengan memperhatikan pengaruh hujan dan aliran pada bagian dasar meander Sungai Pedes yang berhubungan langsung dengan bidang longsor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) keamanan lereng sesuai kondisi pada saat terjadi longsor adalah tidak aman dengan nilai keamanan (F) sebesar 0,749 <1, 2) debit (Q) yang terjadi pada meander sungai berdasarkan analisis data hujan menggunakan model Mock adalah sebesar 2,4 m3/dt dengan kecepatan aliran (V) sebesar 0,6 m/dt, dan terlalu kecil untuk mempengaruhi longsor pada dasar tebingKeyword: longsor, tingkat keamanan lereng,Prupuk-Bumiayu
Analisis Perbandingan Lte-Advanced Carrier Aggregation Deployment Scenario 2 Dan 5 Di Semarang Tengah
Evan Sigit Kurniawan;
Ade Wahyudin;
Achmad Rizal Danisya
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 20, No 2 (2019): Techno Volume 20 No.2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v20i2.3960
Pada tahun 2010 3GPP mengenalkan teknologi LTE-Advanced, teknologi yang mampu memberikan kecepatan datarates hingga 3 Gbps pada sisi downlink dan 1,5 Gbps pada sisi uplink. Salah satu fitur yang menjadi faktor bertambahnya datarates tersebut adalah dengan teknik carrier aggregation. Dalam penelitian ini diimplementasikan 2 skenario yaitu Carrier Aggregation Deployment Scenario (CADS) 2 dan 5 dengan simulasi menggunakan software Atoll 3.3.0. Perancangan dilakukan pada frekuensi 1800 MHz dengan bandwidth 15 MHz dan frekuensi 2300 MHz dengan bandwidth 15 MHz di Semarang Tengah. Untuk perancangan dilakukan perancangan jaringan baru berdasarkan acuan site eksisting LTE 1800 MHz di Semarang Tengah yang diperoleh dari salah satu subkontraktor telekomunikasi di Indonesia.Parameter yang dianalisis pada penelitian ini antara lain : RSRP, CINR, user connected dan throughput berdasarkan simulasi menggunakan software Atoll 3.3.0. Untuk perancangan dengan skenario tanpa CA diperoleh mean RSRP sebesar -84,88 dBm, mean CINR sebesar 7,64 dB, rata-rata presentase user connected 99,9 % dan mean throughput sebesar 833,19 Mbps. Kemudian pada perancangan dengan skenario CADS 2 diperoleh mean RSRP sebesar -75 dBm, mean CINR sebesar 19,97 dB, rata-rata presentase user connected 100 % dan mean throughput sebesar 1.152,2 Mbps. Dan pada perancangan dengan skenario CADS 5 diperoleh mean RSRP sebesar -71,5 dBm, mean CINR sebesar 21,89 dB, rata-rata presentase user connected 100 % dan mean throughput sebesar 1.147,3 Mbps. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini didapatkan hasil perancangan jaringan terbaik yaitu menggunakan skenario CADS 5. Sehingga peracangan jaringan yang paling layak untuk diterapkan di Semarang Tengah yaitu dengan menggunakan perancangan jaringan LTE-Advanced dengan CADS 5.
PEMURNIAN ENZIM SELULASE DARI RUMEN SAPI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI EXPANDED BED ADSORPTION
Indah Hartati
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 13, No 1 (2012): Techno Volume 13 No 1 April 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (478.749 KB)
|
DOI: 10.30595/techno.v13i1.43
Keluasan lingkup penggunaan enzim telah mendorong pertumbuhan pasar dan produksi enzim. Salah satu jenis enzim hidrolase yang memiliki pangsa pasar cukup besar adalah selulase. Saat ini produksi enzim selulase dari ruminansia belum banyak dilirik. Namun demikian selulase yang berasal dari ruminansia, seperti cairan rumen sapi, sangat berpotensi untuk diproduksi mengingat ketersediaan sumber isolat yang besar. Potensi limbah cairan rumen sapi di Indonesia mencapai 54,25 juta liter/tahun pada tahun 2007. Isolat enzim dari rumen sapi disebutkan memiliki berbagai kelebihan dibandingkan enzim komersial, diantaranya, lebih stabil pada suhu tinggi, aktivitas spesifik lebih tinggi, pH optimum lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih rendah. Proses pemurnian enzim merupakan tahapan krusial dalam proses produksi enzim. Salah satu teknik pemurnian protein adalah expanded bed adsorpsion (EBA). EBA adalah teknik kromatografi pemisahan dan pemurnian produk biologi langsung dari umpan, tanpa melalui proses sentrifugasi, mikrofiltrasi dan tahap penjernihan lainnya. Mengingat unggun pada kolom dapat terekspansi, maka luas permukaan kontak adsorben lebih besar sehingga interaksi adsorben dengan molekul target lebih efektif. Dalam proses pemurnian protein menggunakan EBA, perlu ditelaah karakteristik ekspansi dan hidrodinamikanya, seperti indeks Richardson-Zaki (n), bilangan Bodenstein (Bo) dan koefisien dispersi aksial (Daxl) yang mewakili kondisi dispersi cairan dan sifat fluidisasi. Kata Kunci: selulase, cairan rumen sapi, EBA.
Performance Panel Surya Saat Gerhana Matahari Cincin Pada Tanggal 26 Desember 2019 Di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes
Su Dar mono;
Joko Waluyo;
Wahyu Wilopo
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 22, No 2 (2021): Techno Volume 22 No.2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v22i2.9961
The purpose of this research is to know the performance of PV technology by using PV Solartracker on the eclipse Ring on 26 December 2019 by varying the net and dirty PV using themethod of Penyesuian sun position In one year. The study simulates using a solar panel capacity of3 watts and 6 volts with a lithium battery load capacity of 4000 mAh, the direction of the solarpanel is in the south with a tilt angle 230 in December each Stepnya solar tracker This 3- hourchanging angle 450, 900 and 1150 This research began from the hour 07:00 to 15:00 hours. Theaverage power of the solar power plant was received by 1.08 Watts, 4.24 Volt, 0.25 amper and netPV capacity of 2108 mAh, while with an average power of 0.83 watts, 4.36 volts, 0.19 Amper andgross PV capacity of 1524 mAh.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PRODUKSI PERMEN JELLY KOLANG KALING DI LIMBANGAN KENDAL
Indah Hartati;
Nugroho Widiasmadi;
Renan Subantoro
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 17, No 1 (2016): Techno Volume 17 No 1 April 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v17i1.76
Kolang kaling merupakan salah satu produk dari tanaman aren. Peningkatan nilai ekonomi usaha pengolahan kolang kaling dapat dilakukan melalui diversifikasi produk kolang kaling dalam bentuk permen jelly kolang kaling. Penambahan kolang kaling pada formulasi pembuatan permen jelly kolang kaling merupakan salah satu usaha untuk mengurangi penggunaan senyawa pengental yang selama ini digunakan dalam proses produksi permen jelly. Kajian kelayakan usaha produksi permen jelly kolang kaling memiliki peran stategis dalam pengembangan usaha diversifikasi produk kolang kaling. Hasil perhitungan analisa finansial menunjukkan bahwa dari perhitungan laba/rugi rencana investasi usaha akan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 592.035,00/bulan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa usaha permen jelly kolang kaling akan mencapai titik impas (BEP) apabila memproduksi dan menjual permen jelly kolang kaling sebanyak 41,7 kemasan atau senilai Rp 687.925 Kata kunci: permen jelly, kolang kaling, analisis financial
Sistem Identifikasi Beban Angkutan Barang yang Terintegrasi pada Jembatan Timbang Menggunakan Kartu RFID
Gilang Dhimas Yurista Nugraha;
Rofiq Cahyo Prayogo;
Ajeng Kartika Nugraheni Syafitri;
Ismulia Nur Berlian;
Rio Julian Azis Pratama;
Eko Didik Widianto
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 18, No 2 (2017): Techno Volume 18 No 2 Oktober 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v18i2.1958
Semakin tingginya distribusi barang dari satu tempat ke tempat lain menyebabkan banyak armada angkutan barang yang mengangkut muatan melebihi beban tonase yang diizinkan. Akibatnya pengawasan kontrol muatan angkutan barang pada jembatan timbang kurang optimal karena masih melakukan pencatatan muatan secara manual. Pencatatan secara manual ini berdampak pada kemacetan yang panjang di sekitar jembatan timbang, sehingga mengganggu lalu lintas, pemalsuan data yang mendorong adanya pugutan liar, dan mengakibatkan jalanan cepat rusak karena jalan yang dilewati oleh truk-truk tersebut tidak sesuai standar. Menurut hasil survei The Asia Fundation, truk-truk yang beroperasi sepanjang sembilan rute survei pada umumnya kelebihan muatan sebesar 45% atau 4 ton di atas berat beban maksimal yang mendapatkan izin dari pihak jembatan timbang. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak negatif yang timbul, maka perlu dilakukan penelitian yang memberikan solusi berbasis teknologi. Sistem identifikasi beban angkut barang yang terintegrasi pada jembatan timbang menggunakan kartu RFID ini mengidentifikasi beban truk dengan memasang kartu RFID di bagian truk dan scanner di jembatan timbang sehingga truk dan beban truk dapat diidentifikasi secara otomatis. Hasil data akan diolah pada mikrokontroler yang kemudian mendapat status yang dikirim melalui SMS kontroler.
Analisa Model Matematik Arus Sejajar Pantai Pada Groin Seri Permeable
Adi Surya Pria Pranata;
Novi Andhi Setyo Purwono;
Ary Sismiani
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 19, No 2 (2018): Techno Volume 19 No.2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v19i2.3173
This research is the mathematical model has been made with two groins, permeable and impermeable groins, with the variation is in length and distance; 50 meters, 100 meters, 150 meters and 200 meters. A modelling has been done by using the data of physical modeling study by Chen., et al, 2003, and used as input to the simulation of mathematical models using 2D Boussinesq software.Results of the research showed the influence of variation model long distance between the groins, the reduction of longshore current velocity along the coast with an average 59.21% reduction for the double permeable groin with 50 meters long, 76.02% for 100 meters, 79.50% for 150 meters, 80.49% for 200 meters. The reduction of longshore current velocity along the coast are 57.42% for an impermeable groin groin double with 50 meters, 84.61% for 100 meters, 150% for 88.89 meters, and 89.91% for 200 meters. The distance variation between one groin to the other groin has a result that a longer permeable or impermeable groin affects the reduction longshore current velocity along the coast of the Surf Zone with the addition of longshore current velocity reduction occurs along the coast up to 20%. Reduction of longshore current velocity along the coast by the permeable and impermeable groin Permeable and impermeable groins has not been significantly occured in the long-term groin area exceeding Surf zone with an average additional reduction up to 5%. The longshore current velocity approaching the speed of currents along the coast for the existing conditions at a distance up to 2.4 times of length of groins. And the distance between the groins are too close if we compare to the long groins causing the current direction of movement towards the sea (rip Current).