Jurnal Vokasi Kesehatan
Jurnal Vokasi Kesehatan is published by Gayaku Publisher and distributed twice a year. Jurnal Vokasi Kesehatan is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas. Jurnal Vokasi Kesehatan scientific periodical publication on Public Health Science and Healthcare Studies issue as a media for information dissemination of research results for lecturer, researcher, and practitioner. The article published in the Jurnal Vokasi Kesehatan is the authors original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission are The Journals mission is to promote excellence in public health and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from the international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication.
Articles
24 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2025)"
:
24 Documents
clear
Faktor-Faktor Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Anak Usia 1-2 Tahun di Posyandu Adenium Desa Panjunan Duduksampean Kabupaten Gresik
Nuraisya, Wahyu;
Lilik Fitriyah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.802
Kelengkapan imunisasi bagi anak usia 1-2 tahun sangatlah penting untuk pencegahan dalam berbagai jenis penyakit bagi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dalam kelengkapan imunisasi lanjutan pada anak usia 1-2 tahun di Posyandu Adenium Desa Panjunan Duduksampean Gresik. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Dengan populasi sebanyak 32 orang dan mengunakan teknik Total Sampling dengan sebanyak 32 responden. Penelitian dilakukan di Posyandu Adenium Desa Panjunan. selama 3 minggu pada tanggal tanggal 1 Agustus-21 Agustus 2023.Variabel dalam penelitian ini adalah faktor pengetahuan, faktor peran petugas kesehatan, dan faktor peran kader dalam kelengkapan imunisasi anak. Berdasarkan Hasil faktor pengetahuan baik hampir seluruh responden yaitu 29 orang (90,6%). faktor peran petugas kesehatan hampir seluruh responden memiliki peran petugas kesehatan baik yaitu 31 orang (96,9%) dan faktor peran kader baik hampir seluruh responden sebanyak 30 respoonden (93,8%). Pengetahuan yang baik karena adanya peran petugas kesehatan dan peran kader sehingga tercapai kelengkapan imunisasi pada anak usia 1-2 tahun.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan
Rahmarianti, Gusni
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1238
Anemia adalah kondisi dimana berkurangnya sel darah merah (eritrosit) dalam sirkulasi darah atau masa Haemoglobin (Hb) sehingga tidak mampu memenuhi fungsi-fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruh jaringan. Anemia dalam kehamilan dapat berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas. Faktor yang meningkatkan ibu hamil mengalami anemia diantaranya adalah jarak kehamilan terlalu dekat, kurang mengonsumsi makanan kaya zat besi dan asam folat (status KEK) dan riwayat anemia yang dialami ibu sebelum kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan adalah Rancangan penelitian ini berjenis deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Januari-Mei 2024 dengan sampel berjumlah 78 orang ibu hamil. Analisa data dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian sebagian besar ibu dengan jarak kehamilan tidak berisiko (66.7%), tidak KEK (62.8%), tidak sesuai dalam mengkonsumsi tablet Fe (62.8%) dan tidak mengalami anemia (59%). Terdapat hubungan yang bermakna antara jarak kehamilan, status KEK, konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan
Application of Warm Compresses on Reducing Dysmenorrhea Pain Levels
Nindawi, Nindawi;
Elisa Crhistiana;
Mukhlish Hidayat;
Maisaroh
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1239
Dysmenorrhea is lower abdominal cramping pain during menstruation which is usually experienced for 1-2 days every month. Dysmenorrhea can be treated non-pharmacologically, one of which is done warm compresses, with warm compresses can increase muscle relaxation and reduce pain due to stiffness and provide a sense of warmth. The purpose of this study was to analyze the effect of giving warm compresses on reducing dysmenorrhea pain levels. This study uses pre-experimental (one-group pre-post test design). The population and sample were all adolescent girls who experienced dysmenorrhea pain with a total sampling technique of 30 respondents. Data collection using Close Ended Questioner Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed univariate by measuring the degree of dysmenorrhea pain before and after warm compresses and bivariate to determine the effect of warm compresses on dysmenorrhea pain using the Wilcoxon statistical test method <0.05. It was found that before being given a warm compress most respondents experienced severe pain as many as 16 (53%), after being given a warm compress most experienced mild pain as many as 15 (50%) in adolescent girls. Wilcoxon statistical test results obtained Asymp. Sig. <0,01. There is an effect of giving warm compresses to adolescent girls. This effect needs to be applied independently by respondents in overcoming dysmenorrhea pain by doing warm compresses. Health workers provide education about references to complementary dysmenorrhea pain management (warm compresses) which have minimal side effects.
Kesesuaian Tinggi Badan Aktual dengan Estimasi Tinggi Badan berdasarkan Tinggi Lutut pada Remaja
Hasanah, Laras Eka Nur;
Mery Eka Yaya;
Winda Sauci Panjaitan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1256
Tinggi badan merupakan indikator penting dalam penilaian status gizi, namun pengukurannya sering kali menjadi tantangan, terutama pada individu yang tidak dapat berdiri tegak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tinggi lutut dan tinggi badan pada remaja sebagai dasar estimasi tinggi badan alternatif. Menggunakan desain cross sectional, sampel pada penelitian berjumlah 31 responden dengan usia 17–25 tahun di Desa Langenharjo, Sukoharjo. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tinggi lutut dan tinggi badan (nilai p : 0,000 <α =0,05). Temuan ini mendukung penggunaan tinggi lutut sebagai estimasi tinggi badan, khususnya bagi kelompok yang sulit diukur secara langsung. Namun, penelitian ini terbatas pada pengukuran satu sisi lutut dan satu rumus estimasi. Disarankan penelitian lanjutan dengan metode yang lebih variatif untuk hasil yang lebih akurat.
Pemeriksaan Status Gizi Berdasarkan IMT/U dan LiLA untuk deteksi dini Status gizi tidak normal dan KEK pada Remaja
Istiqomah, Afifah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1273
Masalah gizi yang terjadi pada masa remaja dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang dikemudia hari. Oleh karena itu penting untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi malnutrisi guna mencegah memberuknya status gizi. Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dapat dimanfaatkan sebagai metode skrining alternatif yang lebih sederhana dan terjangkau untuk menilai status gizi remaja. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran dalam pemeriksaan statusgizi berdasarkan IMT/U dan LiLA untuk deteksi dini status gizi tidak normal dan KEK pada Remaja. Metode Penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Lokasi penelitian dilakukan di SMP N 5 Samarinda. Analisis data dengan uji univariat dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi variabel yang diteliti dan uji crosstabs. Hasil penelitian remaja memiliki IMT/U sebagian besar dalam kategori kurus yaitu sebanyak 15 responden (50%) dan memiliki LiLA dalam kategori tidak KEK sebanyak 20 responden (66,7%). Kesimpulan penelitian ini terdapat gambaran pemeriksaan status gizi berdasarkan IMT/U dan LiLA untuk deteksi dini status gizi tidak normal dan KEK pada remaja.
Gambaran Status Gizi Balita Usia 1-5 Tahun dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah di Posyandu Catleya 95B Kabupaten Jember
Putri Proyono, Dicka Indo;
Wahyuni, Ida;
Rofiyah, Rofiyah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1286
Nutritional status in toddlers is a critical indicator of health and development, particularly among those with a history of Low Birth Weight (LBW), who are at higher risk of experiencing growth and nutritional issues. This study aims to describe the nutritional status of children aged 1–5 years with a history of LBW at Posyandu Catleya 95B, Jember Regency. A quantitative descriptive design with a cross-sectional approach was used. The sample consisted of 21 toddlers selected through total sampling. Data were collected using anthropometric measurements and analyzed based on WHO standards. The results showed that most children were aged 3–5 years (57.2%) and were female (52.3%). Regarding nutritional status, the majority had normal nutritional status (81%), while 14.2% were undernourished and 4.8% were overweight. No cases of severe malnutrition were found. These findings suggest that while most toddlers with a history of LBW have achieved normal nutritional status, ongoing monitoring and nutritional interventions remain essential to prevent future nutritional problems.
Gambaran Tingkat Konsumsi Asupan Gizi Pada Remaja Putri Anemia
Panjaitan, Winda Sauci;
Laras Eka Nur Hasanah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1310
Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Remaja putri menjadi kelompok yang rentan mengalami anemia karena kebutuhan zat gizinya meningkat akibat pertumbuhan pesat dan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi asupan gizi pada remaja putri anemia di SMK Negeri 1 Banyudono, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional pada 48 siswi kelas X yang teridentifikasi mengalami anemia. Data dikumpulkan melalui wawancara food recall 3×24 jam dan dianalisis untuk melihat rata-rata asupan zat besi, protein, vitamin C, dan asam folat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (100%) mengalami kekurangan asupan zat besi, 95,8% kekurangan protein dan vitamin C, serta 97,9% kekurangan asam folat. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar remaja putri anemia di sekolah tersebut memiliki tingkat konsumsi gizi yang jauh di bawah standar kecukupan gizi. Kondisi ini menegaskan pentingnya upaya intervensi gizi berupa edukasi, pembiasaan pola makan sehat, serta peningkatan akses terhadap makanan bergizi untuk menurunkan prevalensi anemia dan meningkatkan status gizi remaja.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Diare dan Pengelolaan Air Bersih Di Desa Way Hui Kabupaten Pesawaran
Aziza, Nurul;
Karyus, Aila;
Maritasari, Dwi Yulia;
Monika, Dinda
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1313
Pada Tahun 2022 target penemuan kasus diare balita di Kabupaten Pesawaran berjumlah 7.708 kasus dengan hasil penemuan kasus diare balita 1.071 kasus atau sebesar 13,90%. (Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, 2022). Sasaran penyuluhan adalah ibu batita sebanyak 30 orang di posyandu desa Way Hui kabupaten Pesawaran. Penyuluhan di laksanakan di salah satu rumah kader posyandu di desa Way hui Kabupaten Pesawaran. Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, selama kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif responden aktif bertanya dan menyimak materi yang di sampaikan oleh tim pengabdian, kegiatan penyuluhan berlansung selama 35 menit dan di lanjutkan dengan sesi diskusi Tanya jawab selama 15 menit. Setelah di lakukan penyuluhan responden di beri kuesioner dan di dapatkan hasil pengetahuan responden meningkat yang di tandai dengan peningkatan hasil nilai rata rata dari post test 87,5. Dapat dibuktikan bahwa penyuluhan kesehatan yang baik akan memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap diare an pengelolaan air bersih
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi pada Pasien dengan Water Seal Drainage di RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Farida, Imroatul;
Ernita Flora;
Bahtyar Hardyansyah Syihab
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1354
Infection in patients with Water Seal Drainage (WSD) is a serious clinical issue that can increase both morbidity and mortality. This study aims to identify the demographic and clinical factors that influence the incidence of infection in patients with WSD at Dr. Soetomo General Hospital, Surabaya. The objectives include identifying relevant demographic and clinical factors, analyzing their relationship with infection occurrence, and providing recommendations to improve the quality of care. This research uses a cross-sectional approach with purposive sampling. Data were collected from 24 respondents using WSD and analyzed through univariate and bivariate statistics using the Spearman Rho test. The results showed that of the 24 respondents, 70.8% were male and 87.5% were married. The majority were between 45–64 years old (45.8%), and 62.5% had a low body mass index. Systemic infection was the most common type observed (45.8%). Factors such as age, duration of WSD placement, leukocyte count, and comorbidities were significantly associated with the incidence of infection. In conclusion, age, duration of WSD placement, leukocyte levels, and comorbid conditions were found to influence infection rates among WSD patients. Recommendations are made to enhance care quality and reduce the risk of infection for patients undergoing WSD at Dr. Soetomo General Hospital, Surabaya.
Penerapan Kombinasi Teknik Relaksasi Autogenik dan Terapi Musik Klasik Dalam Menurunkan Kecemasan
Ummami, Ellysha Azzahra;
Amalya Nasutiom, Riska
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1355
Ansietas merupakan keadaan emosi tanpa tau penyebabnya. Kondisi ini dapat menimbulkan seseorang merasa cemas, takut terhadap sesuatu, gelisah, khawatir, mudah lelah, mudah menangis, sulit tidur, dan timbul perasaan tidak nyaman. Penatalaksanaan ansietas dapat dilakukan dengan cara yaitu penerapan kombinasi terapi relaksasi autogenik dan terapi musik klasik dengan tujuan dapat menurunkan tingkat kecemasan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan demonstrasi. Hasil analisa menunjukan penerapan kombinasi terapi relaksasiautogenik dan terapi musik klasik dapat menurunkan tingkatansietas, dengan membandingkan Pre-Post kuesioner HARS. Dengan hasil dapat menurunkan tingkat ansietas dengan skorHARS 21 yaitu tingkat ansietas sedang menjadi skor 15 tingkatansietas ringan. Penerapan pada penelitian ini menunjukan bahwakombinasi terapi relaksasi autogenik dan terapi musik klasik terapidapat menurunkan tingkat ansietas.