cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Kajian Daerah Resapan Air Sebagai Peningkatan Sumber Daya Air Desa Krambilsawit Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Kristiawan, Yanuarius Benny
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i4.3993

Abstract

Krambil Sawit Village often experiences drought and sometimes it is difficult to get clean water sources. Biopores, absorption wells and reforestation are methods to maintain water availability by conserving groundwater. The purpose of this research is to provide important knowledge and information to residents in Krambil Sawit village, Gunung Kidul, Yogyakarta to obtain clean water by making biopores, absorption wells and reforestation. In this Kuliah Kerja Nyata (KKN) using online system, the method used is a qualitative research method that begins with conducting a location survey and analyzing data from Krambil Sawit Village, google maps, and online news portals available on Google. Socialization of biopores, absorption wells, and reforestation through videos and e-books  made by groups 35 KKN  78. The results of the community service research conducted by the 35 Group were that the community obtained important knowledge and information regarding groundwater conservation by making biopic infiltration holes, infiltration wells and improved reforestation that can process standing rainwater into a source of clean water that is beneficial to residents around the village. Krambil Sawit Village, Gunung Kidul, Yogyakarta 
Strategi Pengembangan Potensi Desa Dadapayu Kabupaten Gunungkidul Pramono, Suryo Adi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i4.3995

Abstract

Village development is the focus of the Indonesian government, which is supported by the Law on Villages and Village Funds. This impact was also felt in Dadapayu Village, Semanu District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region. This village has rice fields, cassava plantations and teak forests. In this area there are also chickens and cows. However, its achievements are still not optimal so that it requires special attention from local residents and the government. The demands of the increasingly advanced times encourage the Semanu Village community to make changes so that they can develop according to the changing times. This requires a village potential development strategy that is synergized with the direction of the RPJMDes. The author uses information from several sources to find the characteristics of Dadapsari Village, explain the phenomenon and describe what needs to be done there. Our proposals: (1) encourage the development of village potentials optimally through superior products, which in fact require a superior and independent spirit for the perpetrators; (2) community empowerment based on village potential; and (3) rural development through agriculture.Pembangunan desa sedang menjadi perhatian pemerintah Indonesia, yang didukung dengan UU tentang Desa dan Dana Desa. Dampak itu juga terasa di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki lahan pertanian sawah, perkebunan ketela pohon dan hutan jati. Di daerah ini juga terdapat ternak ayam dan sapi. Namun, capaiannya masih belum maksimal sehingga memerlukan perhatian khusus dari warga sekitar beserta pemerintah. Tuntutan dari perkembangan zaman yang semakin maju mendorong masyarakat Desa Semanu untuk melakukan perubahan agar dapat berkembang mengikuti perubahan zaman. Untuk itu diperlukan strategi pengembangan potensi desa yang dinergis dengan arah RPJMDes. Penulis menggunakan informasi melalui beberapa sumber untuk menemukan karakteristik Desa Dadapsari, menjelaskan fenomena dan mendeskripsikan apa yang perlu dilakukan di sana. Usulan kami: (1) mendorong pengembangan potensi desa secara optimal melalui produk-produk unggulan, yang notabene memerlukan semangat unggul dan mandiri para pelakunya; (2) pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa; dan (3) pengembangan desa melalui pertanian.
Potensi Desa Kanoman melalui Hasil Pertanian dan Hasil Perkebunan Sasmita, Raymundo Patria Hayu
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i4.4016

Abstract

Kanoman Village is located in Panjatan District, Kulon Progo. The people of Kanoman Village have the majority of their livelihoods as farmers. This village grows a lot of rice, chilies, onions and there are also many coconut plantations. A lot of rice farming produces straw which can be reused for animal feed. Apart from Jermi, this village has many coconut plantations, coconut husk damana can be used as a handsanitizer. The purpose of conducting KKN in this village is to provide skills to the community to cultivate the existing village potential. The method to be carried out is making the straw fermentation and extracting coconut husk simply. The results of this KKN are expected to be of benefit to the community in Kanoman Village
Pengembangan Potensi Desa Krembangan dari Segi Pariwisata dan Olahan Jagung Sasmita, Raymundo Patria Hayu
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4022

Abstract

Currently , development is not only in urban but until the village .Development activities and community empowerment done to help ease a matter in the community .Potential of the village is a strength , the ability , and the owned and is likely to develop to bolster their people welfare. Krembangan village is one of the villages that can be further explored clearly hold their for their people welfare .Their potential in the village Krembangan is tourism and agriculture who also became one of primary search from the eyes of the people come from .The tourism sector the village are tourism objects Goa Kebon and yields namely secondary crops (corn , rice and other uses) .This journal discuss about the development of tourism objects Goa Kebon with the master plan of several facilities outbound in order to design and manufacturing agricultural products in the form of corn to be changed into a food processed some have economic value. Processing corn to processed foods such as popcorn and chips corn tortilla with using the equipment the kitchen simple but processed can produce value in the market with different kinds of in consideration of excess of these products.
Pengemasan Kreatif dan Pemasaran Online Produk Makanan di Desa Tayuban, Kulon Progo Kristianto, Ignatius Indra
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i4.4031

Abstract

Desa Tayuban, kecamatan Panjatan, kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan desa kesenian yang memiliki kebudayaan yang sangat kental. Letak dan geografis desa Tayuban memiliki potensi pertanian. Hasil pertanian tersebut kemudian diolah menjadi makanan seperti jamur tiram, apem, dawet, peyek bayam,tempe kedelai, abon lele, wajik lapis, gudheg, jenang,wingko merah, roti mlati, criping, molen dan peyek welut. Olahan makanan ini diproduksi oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dilakukan oleh kelompok ibu-ibu tani di Desa Tayuban. Namun, kurangnya strategi pemasaran dan belum memiliki kemasan yang menarik konsumen sehingga membuat masyarakat kurang mengenal produk-produk olahan makanan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan pelatihan serta meningkatkan keterampilan melalui kratifitas kemasan-kemasan yang menarik pada masing-masing produk sehingga memiliki ciri khas tersendiri serta memberi pelatihan untuk memasarkan produknya sehingga dapat dikenal oleh masyrakat dan menarik perhatian konsumen. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan kualitatif. Hasil dari makalah ini adalah memberikan inovasi kemasan yang menarik untuk makanan dan minuman tradisional juga memberikan solusi mengenai pemasaran produk makanan tradisional Desa Tayuban secara online melalui marketplace bernama Tokopedia.
POTENSI DESA PENGKOL DAN BUKU SAKU PENGOLAHAN JAGUNG Dewangga, Dismas Persada
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i4.4428

Abstract

KKN Kelompok 73 Periode 79 mengangkat tema dalam program potensi Desa Pengkol yaitu Potensi Wisata Gunung Genter, serta program kerja buku saku topik yang kita pilih adalah Mengolah Jagung menjadi Marning dan Emping Jagung. Hasil keluaran dari program yang kami bentuk yaitu e-book potensi desa, e-book buku saku, video buku saku, video potensi desa. Pembuatan program kerja inimemiliki tujuan diantaranya mencari dan menggali potensi Desa Pengkol agar dapat dikembangkan kembali serta menghasilkan inovasi terbaru bagi kemajuan Desa Pengkol, sehingga pada akhirnya program ini dapat dilanjtukan oleh masyarakat desa sendiri dan dapat terus dikembangkan. Metode yang digunakan dalam tugas ini yaitu pengumpulan data sekunder dengan mencari sumber data dari internet dan website resmi dari Desa Pengkol, diskusi kelompok dan bimbingan dengan dosen pembimbing KKN. Pengolahan data yang dilakukan kelompok dengan mengkaji data yang didapat dan mencari peluang dari potensi yang dapat dikembangkan. Hasil dari kelompok KKN 73 ini yaitu pengolahan jagung menjadi emping dan marning hingga pada pengemasannya serta program pengembangan potensi desa yaitu pengembangan wisata Gunung Genter dengan inovasi tempat singgah dan falitas lainnya yang diharapkan dapat membuat wisatawan lebih nyaman dan tertarik untuk berwisata. Kelompok KKN 73 berharap dengan adanya inovasi program yang dibentuk oleh kelompok bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lebih memajukan Desa Pegol serta bermanfaat bagi semua pembaca.
Program Potensi Desa dan Pendayagunaan Bambu Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta Dewangga, Dismas Persada
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4429

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini merupakan program kerja yang berfokus pada pengolahan hasil potensi desa dan pengembangan potensi desa. Program kerja ini dilakukan untuk membantu masyarakat desa dalam mengolah dan mengembangkan potensi desa yang dimiliki. Sehingga masyarakat bisa berkreasi dalam mengolah potensi desa dan bisa mengembangkan potensi desa menjadi lebih baik. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat desa serta untuk meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat desa agar lebih mengetahui bagaimana cara mengembangkan dan memanfaatkan potensi desa yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam program kerja ini adalah mengidentifikasi masalah, studi pustaka dan pengumpulan data, pemrosesan data, dan evaluasi dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diharapkan dari program kerja ini adalah pengolahan potensi desa yaitu mengolah bambu menjadi pakaian dan pengembangan fasilitas wisata yang ada di Wisata 4G (Gunung Gentong, Gendangsari, Gunungkidul).
Program Potensi Desa dan Pengolahan Hasil Bumi Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul Dewangga, Dismas Persada
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i4.4430

Abstract

Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa yang berada pada Kecamatan Gedangsari, kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan menggunakan metode pengambdian maka didapatkan beberapa  potensi yang sangat bermanfaat dan unik bagi desa. Potensi desa tersebut terdiri dari potensi hasil bumi seperti pertanian, perkebunan dan lainnya, ada juga potensi tempat wisata berupa air terjun, serta ada potensi batik yang terdapat 4 ragam motif batik khas desa ini yaitu Ratuning Gedangsari, Ratuning Gedangsari 2, Pring Sedapur dan Sekaring Gedangsari.dari hasil pengumpulan data mengenai potensi desa, maka dibuatkan luran berupa video interaktif dan e-book yang menjelaskan tentang potensi desa tersebut. Penulis juga melakukan indentifikasi potensi dan memiliki potensi hasil bumi sebagai bahan pembahasan untuk dibuatkan buku saku tentang pengolahan hasil bumi dari buah srikaya yang kemudian akan dibuat dalam bentuk e-book buku saku dan video interaktif. Srikaya diolah menjadi selain isian untuk makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu isian dari bakpia kukus dan cemplon. Diharapkan kedua hasil yang yang dibuat  untuk Desa Tegalrejo dapat bermanfaat dan menjadi inovasi baru untuk desa mengembangkan inovasi desa.
Pengembangan Potensi Desa Wonosari Gunungkidul dengan Menerapkan Sistem Bank Sampah dan Pengenalan SOP Banjir junedi, sendy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i4.4431

Abstract

Bencana banjir kerap kali melanda Desa Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab, salah satunya adalah sampah yang tidak dikelola dengan baik di desa. Melalui analisa data sekunder dan studi pustaka dipilih sistem bank sampah untuk mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk. Selain itu, bank sampah bisa menjadi pemasukan tambahan berupa uang untuk masyarakat dengan cara menyetorkan sampah yang telah dipilah ke bank sampah. Walapun sampah telah dikelola dengan baik, hal tersebut tidak menjadi jaminan bahwa banjir tidak akan terjadi mengingat faktor alam juga berpengaruh besar. Dengan pengetahuan dan aplikasi Standar Operasional Prosedur (SOP) bencana banjir yang benar, dampak bencana bagi nyawa dan harta penduduk dapat diminimalisir. Program pengabdian masyarakat ini menyampaikan kepada penduduk Desa Wonosari tentang cara mengaplikasikan bank sampah di desa, serta penerapan SOP bencana banjir yang tepat dalam bentuk buku elektronik dan video.
Pengembangan Potensi Desa dan Pemanfaatan Daun Pohon Jati di Desa Gari junedi, sendy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4432

Abstract

Potensi desa adalah hal penting yang harus terus dikembangkan oleh suatu desa. Pengelolaan bertujuan untuk menunjang kualitas sebuah desa serta meningkatkan ekonomi desa tersebut. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk menganalisis potensi-potensi yang dapat dikembangkan. Program ini bertujuan untuk menganalisis potensi yang dimiliki Desa Gari, Wonosari, Gunung Kidul serta mencari cara pengembangannya. Mengingat adanya pandemic Covid-19, program dilakukan secara online, dimana seluruh informasi didapat dari data sekunder. Persiapan dan pelaksanaan program dilakukan seminggu sekali secara daring. Survey seperti analisis geografi desa dilakukan menggunakan bantuan Google Maps. Data statistik masyarakat, seperti usia, pekerjaan, status perkawinan, dan agama diambil langsung dari website resmi Desa Gari. Hasil analisis data sekunder menunjukan bahwa potensi yang dimiliki oleh Desa Gari yaitu pohon jati, jambu mete, batu kapur, dan tempat pengolahan gamping (tobong gamping). Keempat potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk-produk inovatif berupa tinta, pupuk, pakan ternak dan makanan keripik untuk daun pohon jati. Produk-produk kesehatan untuk batu kapur dan jambu mete, serta tempat wisata edukasi untuk tobong gamping. Dengan penyampaian bentuk-bentuk pengembangan potensi dalam bentuk e-book dan video, diharapkan penduduk desa dapat termotivasi untuk merealisasikan pengembangan potensi Desa Gari.