cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Desa Sumbermulyo dengan Potensi Pengembangan Anggur Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i4.5220

Abstract

Desa Sumbermulyo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul dengan luas wilayah sebesar 8,19 km2 yang dalam persentase luas kecamatan ini sebesar 36,12%. Potensi desa dari Desa Sumbermulyo sangat bervariasi, yang dalam hal ini potensi yang dikembangkan yakni potensi hasil alamnya yaitu anggur. Pengembangan potensi sumber daya alam yakni anggur dilakukan karena dapat dijadikan peluang berwirausaha bagi masyarakat di desa. Pengolahan pengembangan anggur ini dilakukan dengan melakukan riset potensi desa secara daring terlebih dahulu, lalu ditemukan potensi Kampung Anggur, sehingga selanjutnya diolah anggur untuk dijadikan produk makanan dan minuman berbahan dasar anggur. Produk yang pertama yaitu Susu GRAPRO yaitu termasuk minuman probiotik yang menggunakan anggur sebagai bahan utamanya. Produk yang kedua yaitu Muffin Anggur, produk ini merupakan makanan yang termasuk dalam bolu yang dicetak menggunakan cup kecil. Produk ini dapat dijadikan cemilan yang membuat kenyang dan menyehatkan. Kedua produk ini dipilih karena selain rasanya yang lezat, juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Potensi Pengembangan Desa Tirtosari Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5221

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai pengembangan potensi desa yang ada di Desa Tirtosari, serta membahas cara pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah. Desa Tirtosari menghasilkan produk pertanian di mana yang terbesar yakni hasil bawang merah dan cabai. Data yang dikutip dari laporan Kapanewon Kretek Dalam Angka Tahun 2020, tercatat pada tahun 2019 petani di Desa Tirtosari mampu menghasilkan sebanyak 962 kw bawang merah. Sektor pertanian merupakan sektor yang menjanjikan bagi Desa Tirtosari. Pengembangan potensi desa berfokus pada pemberian penyuluhan terkait bidang pertanian. Hasil tani yang berkualitas salah satunya tergantung pada penggunaan pupuknya. Penggunaan pupuk organik dari kulit bawang merah menjadi peluang yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Hasil dari kegiatan pengadian ini yaitu memberikan informasi mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah serta pemasarannya. Kemudian, ditemukan juga beberapa potensi lainnya pada Desa Tirtosari yang meliputi sektor pariwisata, industri olahan makanan, dan industri peternakan.
Pengembangan Potensi Desa Mulyodadi Melalui Produk Olahan Keripik Buah Gayam Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5222

Abstract

Desa Mulyodadi memiliki potensi tanaman khas yaitu tanaman Gayam. Tanaman Gayam dijumpai di sepanjang tepi aliran sungai dan di kebun di wilayah desa Mulyodadi. Buah Gayam sebagai tanaman khas desa Mulyodadi dinilai dapat dikembangkan menjadi produk olahan makanan dalam bentuk keripik buah Gayam. Bentuk program pengembangan ini berupa pengembangan dari produk khas desa yaitu buah Gayam. Olahan keripik Gayam dinilai lebih praktis dan efisien dalam bentuk olahan makanan ringan. Meninjau dengan dampak akibat dari pembatasan aktivitas masyarakat guna mengurangi penyebaran virus Corona mayoritas masyarakat mengalami dampak pengurangan pendapatan hingga kehilangan pekerjaan. Maka melalui produk keripik buah Gayam ini, bertujuan dalam mengembangkan potensi desa Mulyodadi dalam menciptakan peluang usaha baru yang dapat dilakukan  dalam masa pandemi COVID-19, sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat desa Mulyodadi.  Pengembangan dengan produk buah Gayam melalui olahan keripik berpotensi mengembangkan keunggulan produk khas desa yaitu buah Gayam. Dalam 1 produk keripik buah gayam dengan berat 200 gram dapat menghasilkan harga sekitar Rp.15.000,- hingga Rp. 25.000,-  
Inovasi Pengembangan Komoditas Cabe Desa Sidomulyo Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5223

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) adalah buah dari tanaman genus Capsicum yang terkenal akan cita rasa pedasnya. Cabai rawit terkenal di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Cabai rawit dibudidakayan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil produksi cabai rawit Desa Sidomulyo pada tahun 2020 mencapai 448 kw, menjadikan cabai rawit sebagai salah satu komoditas pertanian terbesar di Desa Sidomulyo. Akan tetapi, harga cabai di Indonesia memiliki sifat yang fluktuatif, hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi para produsen disaat harga cabai turun dan permintaan rendah, karena cabai memiliki risiko cepat rusak atau busuk. Dalam mengatasi permasalahan ini, masyarakat Desa Sidomulyo dapat   memproduksi olahan berbasis cabai. Salah satu olahan cabai rawit yang terkenal adalah bubuk cabai. Bubuk cabai dapat diolah dengan cara mengeringkan cabai rawit di bawah sinar matahari kemudian ditumbuk kasar. Bubuk kasar tersebut kemudian disangrai sebentar sebelum dihaluskan bersamaan dengan bawang putih yang telah digoreng hingga halus. Hasilnya kemudian disangrai selama 20 menit sambil menambah bumbu rempah. Setelah selesai, bubuk cabai siap untuk dikonsumsi. Sebotol bubuk cabai yang dikemas dengan menarik dapat memberikan peluang usaha baru dan diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari Desa Sidomulyo.
Pengembangan Potensi Desa Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5225

Abstract

Desa Tirtomulyo terletak di kecamatan Kretek, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luas sekitar 4,19 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 6.994 jiwa. Salah satu potensi yang dimiliki desa Tirtomulyo berasal dari sektor pertanian dan peternakan. Berdasarkan data yang dikutip dari laporan BPS Kretek Dalam Angka Tahun 2020, tercatat pada tahun 2019 peternak di Desa Tirtomulyo mampu menghasilkan sebanyak 39.682 ayam ras petelur. Hal ini menjadikan sektor peternakan merupakan sektor yang menjanjikan bagi Desa Tirtomulyo. Hasil ternak berupa telur dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi bubuk cangkang telur. Bubuk cangkang telur nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk dan kompos, pengganti kapur dolomit, sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama, dan dapat dijadikan sebagai bahan tambahan untuk olahan makanan. Disamping itu, pada jurnal ini juga akan dibahas secara singkat mengenai program kerja mengenai protokol kesehatan saat COVID-19, yang dilakukan sebelum dan sesudah vaksin. Berdasarkan data yang didapatkan, kemudian dianalsis dan akhirnya ditarik sebuah kesimpulan secara metode berpikir induktif dengan luaran buku saku mengenai protokol kesehatan yang dilakukan sebelum dan sesudah vaksin. Hasil dari program pengabdian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan membantu warga desa Tirtomulyo untuk dapat mengembangkan potensi baru serta pengetahuan baru.
Potensi sentra olahan ubi kayu dan mitigasi bencana di Desa Kranggan, Galur, Kulon Progo Paramita, Brigitta Laksmi; Pratama, Sergio; Novianti, Fatimah; Gurusinga, Christophel; Satriani, Amanda Putri Eriandina; Marhaeni, Maria Btari Larasati; Lo, Christina Natalia Kharis; Katelya, Dea; Yuniarka, Gisela Radiastasha; Putrianti, Pita Desi; Malau, Deon Natanael
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i4.5228

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) are part of a mandatory activity to fulfill student obligations, namely community service, KKN in batch 80 is carried out online due to the covid-19 pandemic. Therefore, this research was conducted to fulfill the task given by Atma Jaya University Yogyakarta. The Kranggan Village area is one of the villages located in the Galur sub-district, Kulon Progo Regency which is located close to the southern coast of the island of Java. Therefore, it is necessary to have comprehensive efforts in policy making to reduce the risk caused by natural disasters such as doing mitigation. In addition, this study aims to educate the Kranggan village community in increasing search results from cassava plants, where the Kranggan village area has 91.0 hectares of land for cassava plants in 2018. Data collection techniques in this research are observation, collection of literature studies from the internet and discussions with lecturers. The results of this study were made together with a pocket book or e-book entitled "Potency of Kranggan Village, Processed Cassava" and an e-book or pocket book "Disaster Mitigation". The target of this KKN program is the formation of a home industry that is able to compete in the market and is managed directly by the Kranggan village community and provides education if a natural disaster occurs, so that the community understands what actions to take in certain situations. Therefore, Group 79 chose to make an e-book on village potential on the use of cassava and disaster mitigation counseling. The results of this study are expected to be useful in the future for the people of Kranggan Village in increasing their income from making cassava chips in addition to the work of the majority of the population is farming and is expected to be useful for the people of Kranggan Village to always be responsive and alert in taking action to deal with natural disasters.
Pemanfaatan Potensi Kali Opak dan Pemasaran Online Kerajinan Keramik di Desa Seloharjo Adyantari, Api
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5229

Abstract

Potensi desa merupakan dasar dari pengelolaan dan pengembangan suatu desa. Salah satunya adalah Desa Seloharjo, desa yang berada di Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat muara sungai yang dikenal dengan Sungai Opak. Sungai ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-harinya. Desa Seloharo juga terkenal akan kerajinan tangan yang dibuat sendiri secara tradisional yaitu kerajinan keramik. Tujuan diadakannya program ini agar sumber daya yang terdapat di Desa Seloharjo menjadi desa yang lebih dikenal di dalam maupun diluar daerah. Metode yang dilakukan dalam tiga tahap, antara lain persiapan, pelaksanaan, dan yang terakhir pelaporan. Namun akibat kondisi pandemi COVID-19 saat ini menyebabkan tim penulis tidak dapat terjun secara langsung di tengah masyarakat, sehingga program pengabdian ini harus dilakukan secara tidak langsung, melalui pembuatan video dan buku saku elektronik yang dapat diakses secara online pada website LPPM UAJY. Untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki Sungai Opak, kami merencanakan pembangunan sebuah restoran dengan Sungai Opak sebagai pemandangan dan daya tariknya. Selain itu, kami merencanakan pemasaran online dengan tujuan agar kerajinan keramik yang berada di Desa Seloharjo dapat dikenal oleh masyarakat dalam ataupun luar Pulau Jawa.
Kajian Potensi Desa sebagai Pembangunan Sentra Wisata Desa Donotirto Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul Adyantari, Api
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5230

Abstract

Dalam Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 17 Kapanewon (Piyungan, Dingo, Imogiri, Pleret, Banguntapan, Sewon, Pundong, Kretek, Bambanglipuro, Bantul, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pandak, Sanden, Srandakan, dan Sedayu). Salah satu desa yang terdapat di dalam Kapanewon Kretek adalah Desa Donotirto. Sumber daya desa yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kepentingan desa, serta warganya disebut sebagai potensi desa. Tujuan program ini adalah untuk mencari Potensi desa yang terdapat pada Desa Donortirto. Terdapat dua macam potensi desa, yaitu potensi fisik dan non-fisik. Potensi desa fisik adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki desa yang berhubungan dengan sumber daya alam, sedangkan potensi desa non-fisik adalah potensi-potensi dalam suatu desa yang berhubungan dengan aspek sosial masyarakat desa. Potensi desa Donotirto yang dapat dikembangkan adalah letak strategis dan tersedianya lapangan kosong yang dapat dimanfaatkan menjadi sebuah sentra wisata yang dapat memikat perhatian masyarakat sekitar. Sentra wisata ini nantinya akan digunakan oleh masyarakat desa sendiri untuk menjual produk dan/atau sumber daya alam yang dimiliki desa, kepada para pengunjung. Potensi Desa Donotirto ini dikembangkan melalui pembangunan sentra wisata yang dapat berfungsi sebagai sumber penghasilan dan juga media bagi masyarakat desa untuk melakukan promosi secara offline.
Pengolahan Potensi Desa untuk Memajukan Perekonomian Desa Tirtohargo Kabupaten Bantul Adyantari, Api
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5231

Abstract

Desa mempunyai keunikan dan laba yang mampu dikembangkan menjadi peluang di desa. Peluang potensial di desa berupa banyak hal, salah satunya adalah pertanian dan pariwisata. Desa Tirtohargo mempunyai lahan yang luas untuk mengembangkan pertanian dan memiliki konservasi hutan mangrove yang dapat digunakan sebagai objek wisata. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengajak pembaca dalam membuka wawasan tentang potensi yang dapat dimanfaatkan di Desa Tirtohargo. Jurnal ini menggunakan metode studi pustaka yang mengacu pada jurnal-jurnal ilmiah dan artikel terkait untuk mendukung hasil diskusi yang akan tercapai. Hasil program KKN ini berupa pendidikan bagi masyarakat, terutama masyarakat Desa Tirtohargo tentang bagaimana memproses produk pertanian hortikultura menjadi produk makanan dan banyak dipromosikan. Hasil pertanian hortikultura adalah dolar yang diproses ke dalam keripik bawang. Selain itu, keberadaan kawasan konservasi hutan mangrove dapat digunakan sebagai potensi objek wisata yang dapat mempertinggi pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tirtohargo. Kesimpulan jurnal tersebut adalah bahwa Desa Tirtohargo memiliki potensi yang dapat dikembangkan di sektor pertanian serta tarik wisata. Selain itu, potensi ini mengoptimalkan media sosial sebagai bentuk promosi ke publik.
Program Potensi Desa dan Pengolahan Limbah Jerami Desa Jambidan Kurnianingtyas, Chandra Dewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i3.5246

Abstract

Desa Jambidan yang menjadi lokasi kegiatan KKN dari penulis     merupakan     padukuhan     yang     sebagian     besar     dari penduduknya berprofesi sebagai petani dan pengrajin batu bata. Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul ini terletak di pesisir sungai opak yang menjadikannya cocok untuk kegiatan bercocok tanam seperti pertanian, oleh karena itu penulis menemukan bahwa pertanian di Desa Jambidan memiliki dampak yang besar kepada kehidupan penduduk nya. Jerami merupakan limbah pertanian yang berupa residu atau sisa dari hasil pertanian padi, dikarenakan jumlah nya yang sangat melimpah di masa panen petani memanfaatkan jerami tersebut sebagai pupuk dan makanan ternak,lalusisadari jerami tersebut dibakaruntukmenghemat biaya dan tempat. Penulis berharap supaya pembakaran jerami dapat berkurang dengan adanya metode pengolahan jerami menjadi kertas, sehingga petani – petani di Desa Jambidan dapat mengolah limbah jerami nya masing – masing menjadi bahan dasar pembuatan kertas.