cover
Contact Name
Suparna Wijaya
Contact Email
sprnwijaya@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
jurnalku.org@gmail.com
Editorial Address
Plaza Cordoba G/03, Serpong, Tangsel
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnalku
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28089030     DOI : https://doi.org/10.54957/jurnalku.v2i4.300
Core Subject : Economy,
Jurnalku merupakan media penyebarluasan hasil penelitian di keuangan umum, termasuk, namun tidak terbatas pada topik ekonomi, bisnis, keuangan, manajemen, akuntansi, kebijakan publik, dan keuangan umum lainnya. Jurnalku terbit empat kali dalam setahun.
Articles 173 Documents
Policy brief: Percepatan transisi dari kendaraan bahan bakar fosil menuju kendaraan bermotor listrik berbasis baterai Simanjuntak, Daniel Parulian
Jurnalku Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i4.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulas upaya pemerintah Indonesia dalam mempercepat transisi dari kendaraan bahan bakar fosil menuju kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atas peraturan perundang-undangan mengenai kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan penelitian sebelumnya yang relevan sampai dengan bulan Agustus 2023. Pemerintah Indonesia telah menyusun grand design dalam percepatan transisi menuju kendaraan bermotor listrik berbasis baterai melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Peraturan tersebut menjabarkan strategi yang dilakukan pemerintah dalam transisi menuju kendaraan bermotor listrik berbasis baterai salah satunya melalui aspek fiskal dan non-fiskal yaitu insentif perpajakan dan pemberian subsidi pembelian, serta penyediaan infrastruktur untuk mendukung percepatan program ini. Namun dalam implementasinya, belum seluruhnya strategi dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 diturunkan melalui peraturan pelaksanaan oleh kementerian/lembaga/pemerintah daerah terkait. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dan masukan kepada institusi pemerintah dan menambah referensi penelitian mengenai transisi menuju teknologi ramah lingkungan dalam mewujudkan clean environment.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap modal kerja di perusahaan konstruksi Anggraini, Lily; Mulyantini, Sri
Jurnalku Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i4.1151

Abstract

Modal kerja memiliki peran krusial dalam operasional dan kesuksesan sebuah bisnis. Perusahaan konstruksi seringkali bermasalah di modal kerja karena mengerjakan suatu proyek konstruksi dalam waktu yag lama dan modal kerja yang besar. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan faktor-faktor penentu dari modal kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Adapun modal kerja dapat diukur menggunakan siklus konversi kas, modal kerja bersih, rasio lancar, rasio cepat, periode perputaran persediaan, periode penagihan piutang, dan periode pembayaran utang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penentu dari modal kerja antara lain ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, arus kas operasi, pertumbuhan penjualan, dan volatilitas penjualan. Hasil penelitian menunjukkan berbagai faktor penentu modal kerja tersebut menghasilkan hubungan yang bervariasi, baik itu berpengaruh positif, berpengaruh negatif, maupun tidak berpengaruh. Adapun teori yang digunakan untuk menjelaskan modal kerja antara lain teori trade-off, teori pecking order, teori siklus konversi kas, teori likuiditas, teori struktur modal, teori agensi, dan teori sinyal.
Determinan kualitas implementasi manajemen risiko pada pemerintah daerah Aditya, Aditya; Arfiansyah, Zef; Paramita, Ni Wayan Sintya Galuh
Jurnalku Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i4.1163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas implementasi manajemen risiko pada Pemerintah Daerah. Faktor-faktor tersebut dibangun berdasarkan teori atribusi dan konsep kepemimpinan transformasional dengan mempertimbangkan penelitian terdahulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner seacara online dan offline kepada pegawai pengelola risiko di Pemerintah Daerah se-Provinsi Lampung. Jumlah sampel yang terhimpun sejumlah 135 responden dan diolah menggunakan model PLS-SEM. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa tingkat kompetensi, budaya organisasi, dan regulasi berpengaruh positif terhadap kualitas manajemen risiko dengan regulasi menjadi variabel dengan pengaruh terbesar. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepemimpinan dapat berperan dalam memperkuat pengaruh tingkat kompetensi terhadap kualitas manajemen risiko. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa tingkat kompetensi, budaya organisasi, dan regulasi merupakan faktor yang harus diperkuat agar kualitas manajemen risiko di Pemerintah Daerah dapat semakin baik. Pemerintah Daerah dapat berfokus untuk membangun, menyediakan, serta menerapkan kebijakan dan regulasi terkait manajemen risiko secara memadai karena faktor tersebut menjadi faktor dengan pengaruh terbesar. Selain itu, pemimpin Instansi Pemerintah perlu mengoptimalkan perannya dalam mendorong pegawai yang berkompeten dalam mengelola risiko sehingga kualitas manajemen risiko dapat semakin baik.
Memperkuat independensi auditor APIP: Kunci pencegahan korupsi dan kualitas audit unggul Saputra, Robby; Firmansyah, Amrie
Jurnalku Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i4.1182

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran independensi auditor APIP dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas audit pada pengelolaan keuangan negara dengan menggunakan metode scoping review dari 10 artikel relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi auditor merupakan faktor krusial dalam mendeteksi dan mencegah kecurangan. Auditor yang memiliki independensi tinggi mampu bertindak objektif dan profesional, sehingga meningkatkan efektivitas pengawasan. Pengalaman kerja auditor turut mendukung kemampuan mereka dalam mendeteksi fraud secara lebih efektif. Meskipun demikian, tantangan struktural seperti tekanan politik dan intervensi dari kepala daerah masih menjadi hambatan signifikan bagi independensi auditor. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kebijakan yang lebih kuat guna melindungi independensi APIP, memperkuat sistem whistleblowing, dan memastikan adanya pelatihan berkelanjutan bagi auditor. Penelitian ini merekomendasikan reformasi kebijakan untuk memberikan otonomi lebih besar kepada APIP, yang bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Hasil penelitian diharapkan dapat mendorong pengembangan strategi dan kebijakan yang lebih efektif untuk memperkuat peran APIP dalam menjaga integritas keuangan negara.
Strategi peningkatan kapabilitas APIP untuk optimalisasi pencegahan korupsi di Indonesia Kusuma, Mahardhika Hadi; Firmansyah, Amrie
Jurnalku Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i4.1183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran peningkatan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia. Melalui metode kajian literatur, penelitian ini mengkaji berbagai artikel ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta laporan yang relevan untuk memahami tantangan, peluang, dan strategi yang diperlukan guna memperkuat peran APIP. Berdasarkan Internal Audit Capability Model (IA-CM), banyak APIP di Indonesia masih berada pada level kapabilitas yang rendah, yang menghambat efektivitas mereka dalam mendeteksi dan mencegah korupsi. Beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan kapabilitas, melalui pembinaan yang komprehensif dari BPKP, berhasil meningkatkan efektivitas pengawasan di beberapa daerah. Namun, tantangan seperti kurangnya dukungan manajemen, keterbatasan anggaran, dan minimnya infrastruktur teknologi menjadi kendala yang harus diatasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan teknologi seperti Continuous Auditing (CA) dapat membantu meningkatkan pengawasan, namun diperlukan pelatihan dan dukungan teknis yang lebih baik. Dukungan manajemen dan sinergi antara APIP dengan lembaga penegak hukum juga menjadi kunci dalam memastikan efektivitas pengawasan. Penelitian ini menyarankan agar BPKP memperkuat program pembinaan dan pengembangan teknologi bagi APIP, sementara APIP disarankan untuk meningkatkan kompetensi, etika kerja, dan memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam menjalankan tugas pengawasan. Dengan demikian, peningkatan kapabilitas APIP diharapkan dapat secara signifikan berkontribusi pada upaya pencegahan korupsi di Indonesia.
The urgency of establishing a public service agency for tourism management in Gunungkidul region Rahmawati, Anisa; Al Hazmi, Raldin Alif
Jurnalku Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i4.1213

Abstract

Gunungkidul has great tourism potential, especially in coastal areas, but its management is still not optimal. As a result, the economic benefits that should be achieved from the tourism sector have not been fully realised. This research aims to analyse the current condition of tourism in Gunungkidul and assess the urgency of establishing a Public Service Agency (BLU)-based Authority Agency in the region. The method used in this research is a descriptive qualitative approach, with the main focus on the importance of establishing a BLU-based Authority Agency in Gunungkidul. The research findings show that, although Gunungkidul has many attractive tourist destinations, the existing potential has not been fully utilised. In addition, the regional economy is still highly dependent on traditional sectors, with tourism contributing insignificantly. The establishment of a BLU-based Authority Agency is considered a strategic step to optimise tourism management in Gunungkidul. This agency is expected to play a role in coordinating, synchronising, and facilitating the planning, development, and control of tourism areas, so that tourism potential can be optimised to encourage regional economic growth.
Factors affecting the market value of football players in the Indonesian League Al Hazmi, Raldin Alif
Jurnalku Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i4.1238

Abstract

The development of accounting science, especially in human resource accounting (HRA), has progressed rapidly. The understanding of human resources (HR) as a vital asset that has an important role in the success of an organization is growing. This research focuses on measuring the market value of professional football players in the Indonesian League by considering individual performance, especially for players who play as central midfielders. Football players, recognized as intangible assets, have a market value that is closely related to their contribution on the field. The research method used is quantitative with a descriptive approach, examining the relationship between performance variables (goals, assists, number of appearances, yellow cards, and red cards) to player market value. The research data was obtained through secondary data sources from the transfermarkt.co.id website with a sample of 52 Indonesian central midfield players in the 2023 season. The results showed that goals, assists, and number of appearances had a significant influence on the player's market value. Assists and number of appearances show a very strong influence on player prices, while yellow cards and red cards do not show a significant influence. This research provides important insights for football club management in determining the market value of players as part of financial reporting and investment decision-making, and enriches the study of human resource accounting in the football industry. The findings also show the importance of players' positive on-field contributions, such as assists and performances, in determining their market value, beyond disciplinary factors such as yellow and red cards.
Meningkatkan peran generasi muda dalam mendukung green economy dengan instrumen investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program dimension circular Budiman, Ilham Febri; Sitanggang, Michael Boris Rasi; Hidayat, Muhammad Rafly
Jurnalku Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v5i1.1239

Abstract

Beberapa tahun terakhir, isu yang menjadi perbincangan hangat di kalangan Masyarakat nasional maupun skala internasional adalah isu kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, dalam konteks ekonomi perlu adanya transformasi menuju ekonomi hijau. Pemerintah Indonesia mengusung program TPB/ SDGs Indonesia 2030. Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berlanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals 2030 adalah tanggung jawab yang diemban Bersama dan dibutuhkan partisipasi dari semua kalangan termasuk pemerintah, masyarakat sipil, dan pihak swasta. Oleh karena itu, melihat seberapa pentingnya pembangunan berkelanjutan ini dalam bidang investasi sendiri, beberapa organisasi dunia membentuk suatu ukuran yang menghitung tentang pembangunan berkelanjutan yang dinamakan ESG investing. ESG terdiri dari Environment, Social, dan Governance yang memberikan nilai lebih pada Perusahaan yang peduli dan memikirkan lingkungan seperti isu tentang emisi karbon, pencemaran air dan udara, dan isu lingkungan lainnya. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran generasi muda sebagai agent of change melalui Investasi ESG dalam mewujudkan SDGs 2030. Metode penelitian yang dimanfaatkan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode penelitian kombinasi dengan pengumpulan data melalui studi literatur. Penelitian ini diharapkan dapat memberi wawasan mengenai urgensi generasi muda dalam mewujudkan SDGs 2030.
Pengaruh ESG disclosure terhadap nilai perusahaan Sedyasana, Dhiya Untsa; Wijaya, Suparna
Jurnalku Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i4.1304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari tiap aspek dalam ESG disclosure terhadap nilai perusahaan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak pada sektor energi di BEI selama 2021-2023 dan pemilihan sampel adalah dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode penelitian ini adalah analisis regresi data panel menggunakan aplikasi STATA dalam pengolahan data. Nilai perusahaan diukur dengan proksi Tobin’s Q, sedangkan aspek ESG disclosure diukur dengan perbandingan antara pengungkapan yang dilakukan dengan pengungkapan yang diharapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa environmental disclosure, social disclosure, dan governance disclosure tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Evaluasi impelementasi strategi dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis Bank Central Asia Wardoyo, Prita Dimetriana; Priyanka, Anya Anisahdyah; Sihotang, Lastri; Priskila, Priskila; Sitio, Vera Sylvia Saragi
Jurnalku Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v5i1.1347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan nasabah terhadap layanan dan produk perbankan yang ditawarkan oleh Bank BCA. Melalui survei yang melibatkan sejumlah nasabah, hasil menunjukkan bahwa mayoritas nasabah merasa puas dengan kualitas pelayanan, terutama pada layanan digital seperti BCA Mobile dan KlikBCA, yang dianggap praktis dan efisien. Meskipun demikian, terdapat beberapa keluhan terkait gangguan teknis dan aplikasi yang lambat. Selain itu, biaya administrasi yang dikenakan dianggap cukup terjangkau oleh sebagian besar nasabah, namun masih dirasa tinggi dibandingkan dengan bank lain. Layanan pelanggan BCA mendapatkan apresiasi positif, meskipun ada permintaan untuk peningkatan respons melalui saluran komunikasi digital. Keamanan layanan dan produk perbankan seperti tabungan, kartu kredit, dan investasi juga mendapat penilaian yang baik, namun nasabah menginginkan pilihan produk investasi yang lebih variatif. Penelitian ini menyarankan agar BCA terus berinovasi, terutama dalam pengembangan produk dan layanan digital, serta memperhatikan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan untuk bersaing dengan fintech yang semakin berkembang. Secara keseluruhan, Bank BCA berhasil menciptakan pengalaman perbankan yang baik, tetapi perlu terus meningkatkan kualitas layanan dan biaya administrasi untuk tetap bersaing di industri perbankan.