cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Academic Physiotherapy Conference Proceeding
ISSN : -     EISSN : 28097475     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Academic Physiotherapy Conferences are a series of activities that include international seminars and call papers. This activity aims to improve literacy and scientific publications of physiotherapy which specifically discuss cases related to problems of function and movement of the human body
Articles 34 Documents
Search results for , issue "2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding" : 34 Documents clear
Penatalaksaan Fisioterapi pada Pasien Pneumothorax Dextra Et Causa Tuberculosis dengan Pemasangan Water Seal Drainage di RS Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga: Case Report Rosyad, Hanif Ar; Wijianto, W; Hartoto, Joko Sri
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Pneumothoraks adalah keadaan di mana terdapat ruang di dalam kantong pleura. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah pada pernapasan, pasokan oksigen, atau kedua-duanya. Gejala yang dialami dengan kesulitan untuk bernapas, kulit yang berubah menjadi kebiruan, pernapasan yang cepat, keterbatasan dalam bergerak, serta nyeri di dada yang berasal dari paru-paru akibat adanya udara di ruang pleura. Pneumotoraks terjadi akibat infeksi tuberculosis (TB) pada paru-paru dan pleura serta berdampak pada sekitar 1,5% dari semua pasien. Teknik Pursed Lip Breathing dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah pembersihan saluran pernapasan yang tidak efektif pada pasien pneumotoraks. Latihan Ekspansi Toraks, baik yang dilakukan secara aktif maupun pasif, dapat membantu memperbaiki kondisi dinding dada, dan pijatan lembut dapat digunakan untuk merelaksasi otot-otot pernapasan yang tegang.Case Presentation: Pasien berusia 34 tahun dengan keluhan batuk, sesak, dan saat menarik napas terasa dada sebelah kanan terasa berat dan tidak full mengembang saat menarik napas. Nilai sesak dengan borg scale didapatkan skor 5, heart rate 84x/menit, respiratory rate 24x/menit, mMRC dengan skor 2. Ekspansi thoraks pada axilla 1,5 cm, ICS 4 didapati 1,5 cm, processus xipoid 2 cm.Management and Outcome: Setelah pemberian intervensi Pursed Lip Breathing, Thoracic Expansion Exercise dan Gentle Massage selama 3 hari dan dilakukan evaluasi, didapati penurunan derajak sesak dari 5 menjadi 3, peningkatan kemampuan fungsional dengan mMRC dari 2 menjadi 1, dan peningkatan ekspansi sangkar thoraks pada ICS 2, ICS 4 dan prosesus xiphoideus.Discussion: Rehabilitasi paru-paru memiliki manfaat yang signifikan dalam mengurangi gejala sesak napas, serta meningkatkan kekuatan dan stamina otot. PLB dan TEE sering dilakukan dalam program rehabilitasi paru-paru dan selama aktivitas kehidupan sehari-hari karena mengurangi laju pernapasan saat istirahat, meningkatkan saturasi oksigen dan volume tidal. Begitu juga dengan Gentle Massage efektif pada peningkatan aliran darah dan suhu kulit, serta pengaktifan sistem limfatik.Conclusion: Manajemen fisioterapi untuk pasien yang mengalami Pneumothoraks menunjukkan hasil yang baik dalam mengurangi kesulitan bernapas, meningkatkan ekspansi dada, dan memperbaiki kemampuan fungsional paru-paru, sehingga secara keseluruhan pasien menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.
Management Fisioterapi pada Kasus Lymphedema et Causa Ca Mamae di Poli Rehab Medik RSUP Prof. Dr. I. G. N. G Ngoerah Bali: Studi Kasus Hanum, Ery Nafisah; Wahyuni, W; Hamidah, Nilam Nur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Limfedema pada kanker payudara merupakan kondisi ketika terganggunya sistem limfatik sehingga menimbulkan akumulasi cairan yang kaya dengan protein di ruang interstisial yang menyebabkan terjadinya pembengkakan. Kejadian ini akan merasakan nyeri, keterbatasan gerak, distorsi bentuk anggota tubuh, dan penurunan kemampuan fungsional pada ekstremitas atas pasien. Fisioterapis memiliki tujuan untuk menurunkan rasa nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, menurunkan bengkak, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien dengan pemberian modalitas dan intervensi lain.Case Presentation: Seorang pasien perempuan berusia 46 tahun mengeluhkan nyeri pada leher hingga jari-jari tangan sisi kiri ketika ditekan, keterbatasan gerak pada leher dan bahu sisi kiri, serta bengkak pada lengan sisi kiri. Pasien mempunyai riwayat 5 tahun lalu muncul benjolan pada payudara kiri dan ketiak, ketika menjalani kemoterapi pasien mulai merasakan bengkak pada lengan kiri yang kian membesar setiap harinya. Dilakukan pemeriksaan nyeri menggunakan NRS, kekuatan otot menggunakan MMT, lingkup gerak sendi menggunakan goniometer, oedema menggunakan midline, dan kemampuan fungsional menggunakan SPADI.Management and Outcome: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan observasional. Pasien mendapatkan intervensi berupa modalitas TENS, manual lymphatic drainage vodder (MLDV), stretching, dan mobilisasi sendi. Pasien mendapatkan terapi sebanyak 5 kali pertemuan dengan fisioterapis dan dilakukan evaluasi pada setiap pertemuannya. Hasil menunjukkan penurunan nyeri NRS. Rata-rata lingkup gerak cervical dan shoulder sinistra meningkat. Oedema lingkar lengan menurun. Kemampuan fungsional meningkat, skor SPADI dari 33,8% menjadi 28,4%. Namun, kekuatan otot regio cervical dan shoulder sinistra tidak menunjukkan peningkatan.Discussion: Kombinasi terapi TENS, MLDV, stretching, dan ROM terbukti efektif untuk menurunkan gejala lymphedema dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa intervensi fisioterapi multimodal dapat memperbaiki fungsi sistem limfatik, mengurangi nyeri akibat peradangan kronis, dan meningkatkan mobilitas pasien pasca kanker payudaraConclusion: Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi fisioterapi menggunakan modalitas TENS, stretching exercis, mobilisasi sendi, dan Manual Lymphatic Drainage Vodder (MLDV) selama 5 kali pertemuan efektif menurunkan nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, mengurangi oedema, dan meningkatkan fungsi pada kasus lymphedema et causa CA Mamae.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Chronic Low Back Pain pada Lansia: A Case Report Wulan, Ayundya Putri Antoko; Santoso, Totok Budi; Pradana, Nurwidya
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Chronic Low Back Pain (CLBP) pada lansia sering menyebabkan penurunan fungsi dan kualitas hidup. Pendekatan fisioterapi multimodal diperlukan untuk mengatasi nyeri peningkatan kekuatan otot trunk dan peningkatan aktivitas fungsional.Case Presentation: Seorang pasien Tn.S berusia 65 tahun dengan komorbid hipertensi dan mitral stenosis mengeluhkan nyeri kronik pada regio lumbal yang menjalar ke paha kanan, disertai rasa kaku dan sensasi tidak nyaman (kemeng) saat berdiri atau berjalan. Pasien memiliki riwayat jatuh yang cukup lama, namun tidak segera mendapat penanganan. Dalam aktivitas sehari-hari, pasien bekerja sebagai penjaga warung yang sering mengangkat beban berat dan duduk dalam waktu yang lama. Keluhan pegal telah dirasakan selama bertahun-tahun namun diabaikan, hingga setahun terakhir terjadi penurunan kekuatan otot yang menyebabkan perubahan postur menjadi membungkuk (kifosis). Pada pemeriksaan spesifik ditemukan bahwa SLR test negatif, patrick test positif, fair test positif, piriformis test positif, slump test negatif. Saat ini, pasien masih mengeluhkan nyeri punggung bawah yang menjalar ke tungkai kiri. Pasien disarankan untuk menjalani program fisioterapi untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot trunk, dan meningkatkan aktivitas fungsional.Management and Outcome: Subjek diberikan kombinasi intervensi fisioterapi berupa Microwave Diathermy (MWD), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan Core Stability Exercise (CSE) seperti hamstring stretch, piriformis stretch, iliopsoas stretch, tensor fasciae latae stretch, erector spine stretch diberikan 2x dalam seminggu selebihnya dilakukan dirumah. Setelah diberikan latihan didapatkan hasil penurunan nyeri gerak dan nyeri tekan serta peningkatan kekuatan otot dan peningkatan aktivitas fungsional sehari-hariConclusion: Pemberian kombinasi intervensi MWD, TENS, dan CSE efektif dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot flexor trunk, dan meningkatkan fungsi pada lansia dengan CLBP.
Management Fisioterapi pada Kasus Tennis Elbow di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Apriyanto, Gusti Dwi; Wijianto, W; Setiawan, Galih Adhi Isak
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Degenerasi tendon yang paling sering terjadi pada siku adalah tennis elbow. Kelainan ini menyebabkan nyeri pada sisi lateral siku. Nyeri ini terutama terjadi pada epicondylus lateralis dan otot ekstensor pergelangan tangan. Kelainan ini terutama terjadi pada pemain tenis lapangan atau pada orang-orang yang sering menggunakan lengan bawah dalam posisi pronasi, seperti ibu rumah tangga, tukang, pemahat, montir, dan orang lain yang sering menggunakan pergelangan tangan dalam posisi ekstensi jari.Case Presentation: Desain penelitian ini dengan menggunakan metode studi kasus bertujuan untuk mengetahui manajemen fisioterapi pada kasus tennis elbow. Penelitian di lakukan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada seorang laki-laki berinisial Tn. NK berusia 31 tahun, merupakan seorang content creator dan beralamatkan Gunung Kidul, Yogyakarta, Jawa Tengah. Pasien masuk ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan keluhan nyeri pada area siku pada saat di gerakan.Management and Outcome: Pasien diberikan ultrasound, Tens dan myofascial release selama 4 minggu 4x pertemuan dengan dosis dosis 3 kali dalam 2 minggu setiap sesinya 10-15 menit. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan Range Of Motion (ROM), Manual Muscle Testing, Numeric Rating Scale dan kemampuan fungsional.Conclusion: Setelah diberikan intervensi berupa TENS, ultrasound dan myofascial release sebanyak 4x pertemuan didapatkan hasil perubahan yang cukup signifikan.

Page 4 of 4 | Total Record : 34