cover
Contact Name
Marsi Bani
Contact Email
marsibani@staf.undana.ac.id
Phone
+6285253093226
Journal Mail Official
gatra.nusantara@undana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kwarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas NUsa Cendana Jl. Adisucipto Penfui Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Gatranusantara
ISSN : 18582893     EISSN : 27725151     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Articles 122 Documents
KOMPETENSI SOSIAL GURU DALAM BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF DENGAN SISWA MELALUI KEGIATAN PEMBELAJARAN PJOK Pnatmo Masi
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi sosial guru dalam berkomunikasi secara efektif dengan siswa melalui kegiatan pembelajaran PJOK di SD Negeri Kanino Kabupaten Kupang. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah guru PJOK di SD Negeri Kanino Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1) observasi, 2) wawancara, guna melengkapi data penelitian. Teknik analisa meliputi tahap reduksi data, sajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Kompetensi sosial guru dalam berkomunikasi secara efektif dengan siswa melalui kegiatan pembelajaran PJOK menunjukan bahwa guru mampu bersikap 1) inklusif, 2) objektif, 3) tidak diskriminatif, 4) empatik, 5) santun, 6) mampu beradaptasi, 7) mampu berkomunikasi lisan dan tulisan. Dengan demikian kemampuan guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi kepada siswa, sesama pendidik, lingkungan sekolah, masyarakat sekolah, lingkungan tempat tinggal guru, selalu berkomunikasi secara santun, ramah, tidak membeda – bedakan menurut suku, agama, ras, budaya, jenis kelamin, latar belakang, dan status sosial keluarga, serta guru mampu menempatkan diri ke dalam cara pandang siswa maupun masyarakat sekolah, serta lingkungan dimana guru tinggal sehingga terjalinya hubungan sosial masyarakat, dan terciptanya perubahan sikap dan perilaku pada siswa.
PENINGKATKAN KECAKAPAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KWL DI SMA NEGERI I KOTA KUPANG JULIUS TLAAN
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi di beberapa kelas di SMA Negeri I Kota Kupang ditemukan bahwa banyak siswa SMA yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran berbicara bahasa Inggris. Untuk itu perlu digunakan strategi baru agar dapat meningkatkan kemampuan berbicara mereka, yaitu dengan menggunakan teknik KWL dan permainan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan teknik KWL dan permainan bahasa dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Penelitian ini diadakan pada Kelas XI semester 1 Tahun Ajaran 2019/2020 yang terdiri dan 6 kelas, waktu penelitian berlangsung selama 1 semester dengan 3 siklus. Siklus I siswa melengkapi tabel kolom (K) dan kolom (W) dengan pengalaman yang berhubungan dengan topik dan materi yang mereka ingin ketahui. Berikutnya siswa mengemukakan hasil atau kesimpulan dari materi yang mereka pelajari dan ditulis pada kolom (L). Di setiap akhir pertemuan, siswa melakukan permainan bahasa sesuai dengan topik bahasan. Siklus II siswa menjawab pertanyaan sesuai panduan guru peneliti. Siklus III sebelum pembelajaran semua siswa diberi tugas belajar di rumah tentang topik bahasan yang akan diajarkan berikutnya.Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan siswa yang aktif berbicara pada sikius I sekitar 10%, sikius II 15% dan sikius III sebanyak 20,8%. Hal ini juga terlihat pada ulangan harian siswa,yang diajar dengan menggunakan teknik KWL dan permainan bahasa lebih baik, dan persentase ketuntasan belajar pun lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menggunakan teknik KWL
PERAN IBU SEBAGAI ORANGTUA TUNGGAL DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN EKONOMI DAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI KELURAHAN MAUBELI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Petrus Ly
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan untuk penelitian ini adalah Bagaimana peran ibu sebagai orangtua tunggal dalam memenuhi kebutuhan ekonomi? Bagaimana pola asuh ibu sebagai orangtua tunggal dalam pembentukan karakter anak? Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan peran ibu sebagai orangtua tunggal dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.; Mendeskripsikan pola asuh ibu sebagai orangtua tunggal dalam pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif, objek penelitiannya adalah peran ibu sebagai orangtua tunggal dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan pola asuh ibu sebagai orangtua tunggal dalam pembentukan karakter anak sedangkan subjek dalam penelitian ini yaitu Ibu sebagai orangtua tunggal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ibu sebagai orangtua tunggal di Kelurahan Maubeli Kabupaten Timor Tengah Utara memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya dengan bekerja sebagai guru, wiraswasta, dan petani. Untuk mengatasi permasalaha ekonomi para orangtua tunggal memilih untuk mencari pekerjaan sampingan, menggunakan gaji pensiunan mendiang suami, mengambil uang tabungan yang ada atau mencari penjaman ke orang lain; pola asuh ibu sebagai orangtua tunggal dalam membentuk karakter anak dilakukan dengan menerapkan berbagai bentuk pola asuh di kehidupan seharihari misalnya karakter religius diterapkan dengan pola asuh dialogis yang ditandai dengan mengajak anak beribadah dan mendukung segala kegiatan kerohanian anak, nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri menggunakan pola asuh koersif dengan cara tidak memanjakan dan membandingkan anak, serta memberikan kepercayaan kepada anak untuk mengatasi masalahnya. Sedangkan untuk pembentukan karakter dalam kaitannya dengan sesama dilakukan dengan membiasakan anak untuk berperilaku sopan kepada siapapun dan akan langsung menegur anak jika melakukan kesalahan.
DINAMIKA INTERAKSI, POTENSI KONFLIK DAN KEHARMONISAN HUBUNGAN ANTAR MASYARAKAT EKS TIMOR-TIMUR DAN MASYARAKAT LOKALDI DESA NOELBAKI KABUPATEN KUPANG Dorkas Langgar
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana dinamika interaksi sosial yang terjadi antar masyarakat eks timor-timur dan masyarakat lokal di Desa Noelbaki, potensi konflik dan harmonisasi hubungan antara masyarakat eks timor-timur dan masyarakat lokal (2) bagaimana peranan tokoh masyarakat dalam mengatasi konflik dan mewujudkan harmoni dalam masyarakat? Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) dinamika interaksi sosial, potensi konflik dan harmonisasi hubungan antara masyarakat eks timor-timur dan masyarakat lokal di Desa Noelbaki (2) mendeskripsikan peranan tokoh masyarakat sebagai fasilitator mencegah terjadinya konflik dan mewujudkan harmoni antar dua kelompok masyarakat. Penelitian ini mengunakan mix method dimana peneliti berupaya mendeskripsikan berdasarkan fenomenologi dalam masyarakat pendatang terhadap masyarakat lokal sesuai judul yang dteliti berdasarkan hasil analisis presentase angket. Dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, angket dan wawancara mendalam dengan kepala Desa, serta masyarakat lokal dan masyarakat eks Timor-Timur.Penyajian data yang dipakai dalam penelitian ialah bentuk teks analisis presentase dan deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Dinamika interaksi yang terjadi antar masyarakat lokal terhadap masyarakat eks timor-timur berjalan baik >80% masyarakat saling ,menerima keberadaan dan terlibat dalam hubungan sosial dalam bertetangga dan interaksi sehari-hari antar masyarakat menghasilkan kerjasama dengan rasa saling percaya, (2) konflik seperti pertentangan, perilaku anarkis sudah jarang ditemui namun Konflik lain yang timbul terkait tingkat kemiskinan dimana masyarakat eks timor-timur mayoritas berada di garis kemiskinan selain itu rencana relokasi yang masih menimbulkan pro-kontra antar masyarakat eks timor-timur yang setuju direlokasi dan masyarakat yang memilih tinggal dan menetap sehingga masih terus dikomunikasikan dengan baik guna mendapat solusi. (3) harmonisasi hubungan timbul karena masing-masing kelompok masyarakat beradaptasi dan menjalin hubungan baik. Ada rasa saling percaya dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari. (4) keberadaan para tokoh masyarakat memegang peranan penting dalam menciptakan suasana kondusif. dimana para Tokoh masyarakat Noelbaki bersinergi bersama kepolisian dengan pemerintah Desa dalam Forum kemitraan polisi masyarakat mengatasi konflik dalam masyarakat yang masih bisa didiskusikan serta memelihara ketertiban dalam masyarakat
KEMAMPUAN GURU PPKn DALAM MENGIMPLEMENTASI NILAI SILA KE-4 PANCASILA PADA PEMBELAJARAN PPKn DI SMP NEGERI 10 KOTA KUPANG Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan kemampuan guru PPKn mengimplementasi nilai Sila ke-4 Pancasila pada Pembelajaran PPKn di sekolah SMP Negeri 10 Kota Kupang, untuk Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Guru PPKn dalam mengimplementasi Nilai Sila ke-4 Pancasila pada pembelajaran PPKn di SMP Negeri 10 Kota Kupang, untuk Mendeskripsikan upaya mengatasi faktor penghambat guru PPKn dalam mengimplementasi nilai Sila ke-4 Pancasila pada pembelajaran PPKn di SMP Negeri 10 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yaitu memperoleh data-data secara tertulis dan lisan dari orang-orang atau pelaku utama yang diamati. Data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder yang telah diperoleh dari lapangan dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru PPKn SMP Negeri 10 Kota Kupang. Hasil penelitian ini menunjukan beberapa hal sebagai berikut: 1) Kemampuan yang dimiliki guru PPKn di SMP Negeri 10 Kota Kupang yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional dengan pencapaian rata-rata penskoran 3 dengan kriteria Baik. dan guru juga mampu memberikan arahan dan motivasi kepada peserta didik mengamalkan nilai sila ke-4 Pancasila “Kerakyatan Yang di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan” pada pembelajaran PPKn di sekolah SMP Negeri 10 Kota Kupang. 2) faktor pendukungnya berupa buku cetak mata pelajaran PPKn, media massa seperti artikel, google, motivasi dari Guru dan adanya dukungan dari Kepala sekolah maupun sekolah dalam mengamalkan nilai sila ke-4 Pancasila Serta faktor penghambatnya kurangnya sarana dan prasarana daei sekolah, karakter peserta didik yang nakal yang membuat guru sulit mengarakan siswa dalam mengimplementasikan nilai pancasila dan juga keterbatasan jam pelajaran PPKn. 3) upayanya guru memberikan motivasi pada saat pembelajaran PPKn tentang pentingnya menanamkan nilai pancasila dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia disekolah serta memanfaatkan atau memanajemenkan waktu pelajaran PPKn dengan baik.
PERAN KELURAHAN DALAM MEMBINA PERILAKU MENYIMPANG REMAJA DI KELURAHAN FATUKBOT KECAMATAN ATAMBUA SELATAN KABUPATEN BELU Fredrik Kollo
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran Kelurahan dalam membina perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Fatukbot? Dan Bagaimana faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi Kelurahan dalam membina perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Fatukbot?. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut Untuk mendeskripsikan peran Kelurahan dalam membina remaja di Kelurahan Fatukbot dan Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi Kelurahan dalam membina perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Fatukbot. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yakni suatu analisis yang menggambarkan secara terperinci hasil-hasil yang ditemukan dilapangan berdasarkan pertanyaanpertanyaan yang telah ada. Data yang dikumpulkan baik data primer maupun data sekunder yang telah diperoleh dari lapangan kemudian di olah kedalam bentuk kalimat yang baik dan jelas sehingga mudah dipahami. Peneliti menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Lurah, Remaja dan Masyarakat. Hasil penelitian ini yaitu peran kelurahan dalam membina perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Fatukbot yaitu Lurah fatukbot sudah menjalankan peranan dengan aktif dan langsung turun ke lapangan menghadapi para remaja serta memberikan pembinaan yang baik dan bekerja sama dengan orang tua, masyarakat dan pihak kepolisian agar dapat meminimalisir perilaku menyimpak yang terjadi di kelurahan fatukbot. Bentuk pembinaan lurah melibatkan remaja dalam pelatihan kepada para remaja, sosialisasi, organisasi Orang Muda Katolik (OMK)dan kegiatan olahraga sepak bola, kegiatan gotong royong dan berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan kelurahan Fatukbot. Dan melakukan peneguran dan sanksi bagi remaja yang melakukan perilaku menyimpang. Dari sepuluh remaja yang melakukan permenyimpang dan berhasil dibina yaitu enam orang.
PENERAPAN NILAI-NILAI MORAL PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PPKn DI KELAS VII SMP NEGERI SAKTEO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Thomas Masi
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Mengapa pentingnya penerapan nilai-nilai dan moral dalam kegiatan pembelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri Sakteo Kabupaten Timor Tengah Selatan? (2) Bagaimana proses penerapan nilai-nilai dan moral dalam kegiatan pembelajaran PPKn di kelas VII SMP N Sakteo Kabupaten Timor Tengah Selatan? Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mendeskripsikan pentingnya penerapan nilai-nilai dan moral dalam kegiatan pembelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri Sakteo Kabupaten Timor Tengah Selatan. (2) Untuk mendeskripsikan proses penerapan nilai-nilai dan moral dalam kegiatan pembelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri Sakteo Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu meneliti suatu objek dengan menghimpun, menggambarkan dan menganalisis data dan fakta serta menarik kesimpulan baik dari data primer, maupun data sekunder yang telah diperoleh dari lapangan dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah dipahami. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pentingnya penerapan nilai dan moral dalam pembelajaran PPKn kelas VII A SMP Negeri Sakteo. Peran guru PPKn juga sebagai seorang pendidik, dengan memberi didikan berupa motivasi atau dorongan kepada peserta didik terkait dengan nilai moral dan pengembangan sikap yang baik, Guru PPKn sebagai pelatih ialah dengan melatih. Membina. Memotivasi, mempengaruhi, dan mengarahkan siswa pada hal yang baik, Guru PPKn sebagai pembimbing dan Sebagai pembimbing guru PPKn membimbing siswa untuk menemukan potensi atau bakat dalam diri sehingga dapat direalisasikan dengan baik sebagai bekal di masa depannya. Dalam proses penerapan masih ada siswa yang memiliki nilai dan moral yang kurang baik akan tetapi guru memiliki banyak cara dengan gaya mengajar dan mendidik untuk mengahadapi persoalan tersebut dalam pembelajaran sehingga siswa memiliki kenyamanan, pemahaman, dan berperilaku yang baik dalam kegiatan pembalajaran di kelas. Dalam proses pembelajarannya sebagai guru akan menerapkan nilai dan moral sebagai contoh utama dalam mencerminkan sikap positif pada siswa-siswi.
BUDAYA PEMBERIAN NAMA ANAK PADA MASYARAKAT ADAT MANGGARAI DI DESA BULAN KECAMATAN RUTENG KABUPATEN MANGGARAI Maria Bribin
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan budaya pemberian nama anak pada masyarakat adat Manggarai di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan untuk mengetahui makna upacara budaya pemberian nama anak pada masyarakat adat Manggarai di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan(verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa budaya pemberian nama anak pada masyarakat adat Manggarai di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai dilakukan dengan beberapa tahapan ritus adat, mulai dari memukul dinding kamar saat bayi lahir, pemotongan tali plasenta menggunakan lampek atau pisau bedah tradisional, kemudian setelah tali plasenta bayi dipotong bayi dibungkus dengan kain lampin, tempat tidur ibu dan bayi diatur dekat perapian selama tujuh hari untuk proses penghangatan bayi dan pemulihan ibu setelah melahirkan, pemilihan satu nama dari lima nama yang disiapkan dan proses pengukuhan nama menggunakan hewan kurban ayam jantan putih, dan darah ayam jantan putih dioleskan dikepala dan jari kaki jempol bayi. Makna upacara pemberian nama anak pada masyarakat adat Manggarai adalah agar anak yang lahir itu kehidupannya akan dijaga oleh Tuhan Yang Maha Esa dan leluhur nenek moyang, selain itu makna upacara pemberian nama anak itu juga sebagai ungkapan rasa syukur dan pengharapan agar anak tersebut dijauhkan dari segala bentuk sakit dan malapetaka.
“AKU BISA, KAMU BISA” : INTERVENSI PADA ANAK NORMAL UNTUK MEMBANTU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF Khetye Saba
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan salah satu cara untuk menjamin bahwa semua anak benar-benar memperoleh pendidikan dan pemeliharaan yang berkualitas dan layak. Di dalam model pendidikan inklusif, siswa-siswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi, ras, kondisi fisik dan psikologis belajar bersama-sama. Perbedaan individual diakui dan dihargai sehingga setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan, bakat dan minat mereka. Model pendidikan inklusif memberikan kesempatan terbaik bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Artikel ini mengkaji tentang intervensi yang dilakukan pada siswa Sekolah Dasar yang tergolong normal untuk membantu siswa yang tergolong anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam memahami materi dan mengikuti proses belajar di sekolah Inklusif dengan baik, serta dapat lebih maksimal dalam mencapai atau memenuhi tugas perkembangannya. Setelah dilakukan intervensi, terdapat perubahan yaitu siswa-siswa yang tergolong normal mau membantu siswa yang tergolong ABK, adapula siswa yang tergolong ABK membantu teman yang juga tergolong ABK. Siswa-siswa lebih peka untuk saling membantu terutama pada mata pelajaran olahraga dan permainan yang dilakukan secara berkelompok. Siswa-siswa belajar bahwa keberhasilan kelompok dihasilkan dari kerja sama dan saling membantu antar anggota kelompok meskipun anggotanya berbeda-beda (ada yang tegolong normal dan ada yang tergolong ABK). Tidak semua siswa mengalami perubahan yang diharapkan dari intervesi ini. Ada siswa yang kurang peka, tidak mau membantu ataupun dibantu oleh temannya, dan lebih senang melakukan aktivitas sesuai keinginannya sendiri. Dengan demikian perlu dilakukan intervensi selanjutnya pada siswa-siswa agar dapat bekerja sama dan saling membantu.
IMPLEMENTASI NILAI TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ANTAR UMAT BERAGAMA DI KELURAHAN ONEKORE KECAMATAN ENDE TENGAH NUSA TENGGARA TIMUR Dorkas Langgar
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsi tentang implentasi tolerasi antar umat beragama dalam kehidupan masyarakat di Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah. (2) Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi toleransi dalam kehidupan masyarakat antar umat beragama di Kelurahan Onekore kecamatan Ende Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari informan melalui wawancara dan data sekunnder diperoleh dari Kelurahan dan dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian ini. Teknik yang digunakan yakni teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan tujuan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi nilai toleransi dalam kehidupan masyarakat antar umat beragama di Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah dapat dilihat dapat dari beberapa aspek kehidupan diantaranya kegiatan keagamaan, kegiatan perkawinan, kegiatan kemanusiaan, kegiatan kematian, kegiatan ekonomi, kegiatan Pemerintahan, dan kegiatan sehari-hari masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai toleransi dalam kehidupan masyarakat antar umat beragama: a) Faktor pendukung dalam implementasi nilai toleransi: 1) Faktor internal: hati nurani, hubungan kekeluargaan, Tradisi dari leluhur, 2) Faktor eksternal: imbauan dari Pemerintah dan imbauan dari tokoh Agama. b) Faktor penghambat dalam implementasi nilai toleransi: masalah doktrin/ajaran, SDM yang terbatas, pengaruh media sosial, komunikasi yang tidak berjalan, dan kepentingan politik tertentu.

Page 12 of 13 | Total Record : 122