cover
Contact Name
Marsi Bani
Contact Email
marsibani@staf.undana.ac.id
Phone
+6285253093226
Journal Mail Official
gatra.nusantara@undana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kwarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas NUsa Cendana Jl. Adisucipto Penfui Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Gatranusantara
ISSN : 18582893     EISSN : 27725151     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Articles 122 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI MIA 1 SMA NEGERI 1 KUPANG TENGAH
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan tindakan pada setiap siklus dilakukan dengan melalui prosedur perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kupang Tengah II. Instrumen yang digunakan pada penelitian diantaranya instrument pembelajaran dan lembar observasi. Berdasarkan analisis hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: Penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berdiskusi. Penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memprestasikan hasil diskusi kelompok. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 1 Kupang Tengah dari 76,00 menjadi 92,00, serta daya serap secara klasikal dari 79% menjadi 100%.
PENERAPAN PENDEKATAN QUIDED INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IXA SMP NEGERI 3 KUPANG TIMUR Antonius Hali
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kupang Timur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SMP Negeri 3 Kupang Timur. Model yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model Kemmis & Mc Taggart dalam bentuk spiran yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran pada siklus I belum berhasil dengan baik karena kegiatan belajar kelompok belum melibatkan semua siswa secara aktif. Peneliti masih memberikan banyak bimbingan saat siswa melakukan kegiatan, dan sebagian siswa masih belum berani mengajukan pendapatnya. Pada siklus I keaktifan belajar siswa meningkat, yaitu keaktifan belajar siswa mencapai 71,43%, untuk itu perlu dilakukan tindakan ke siklus II untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Pada siklus II Keaktifan belajar siswa meningkat mencapai 90%. Oleh Karena itu dapat dikatakan bahwa melalui penerapan pendekatan inkuiri dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa SMP Negeri 3 Kupang Timur
NILAI-NILAI PANCASILA YANG TERKANDUNG DALAM UPACARA ADAT OOR PADA MASYARAKAT SUKU KLON Thomas Masi
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengkaji tentang bagaimana Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam pelaksanaan upacara adat Oor pada masyarakat suku Klon, Desa Probur, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Tujuan penelitian yaitu: 1) Mendeskripsikan proses pelaksanaan upacara adat Oor pada kehidupan masyarakat suku Klon desa Probur Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor. 2) Mendeskripsikan Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam upacara adat Oor pada kehidupan masyarakat suku Klon Desa Probur Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yaitu memperoleh data-data secara tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku utama yang diamati. Data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder yang telah diperoleh dari lapangan dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah dipaham. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Proses berjalannya pelaksanaan upacara adat Oor sebagai berikut: 1) Ining enem menyiapkan bibit. 2) Aram gi oom eeben mengundang empat suku. 3) Ining Enem membawa bibit keHalaigen 4) Ining Enem terlebih dahulu menanam mengelilinggi Halaigen sebanyak 12 lubang. 5) Doa kepada Or Mdi Lahtal. 6) Makan bersama. Tujuan dari upacara adat Oor adalah mengajukan permohonan kepada Or Mdi Lahtal untuk memberkati bibit yang mereka akan tanam dan jauhkan tanaman mereka dari gangguan hama dan penyakit agar mendap hasil panen yang baik. Fakta yang peneliti temukan di lapangan membuktikan bahwa benar Pancasila itu merupakan implementasi nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia salah satunya kebudayaan orang Alor khususnya suku Klon yakni dalam upacara adat Oor adalah sebagai berikut : 1) Nilai Ketuhanan (Aram gi oom eeben memohon kepada Or Mdi Lahtal). 2) Nilai Kemanusian (saling menghormati dan menghargai sesamanya dengan menjaga tutur katanya selama upacara tersebut berlangsung agar tidak terjadi perselisihan). 3) Nilai Persatuan (Mereka bersatu dan bekerja bersama-sama dalam mengikuti upacara adat Oor). 4) Nilai Kerakyatan (Mereka mengundang suku-suku yang berada disekitar suku Klon untuk bekerja bersama-sama agar pekerjaan yang berat menjadi ringan). 5) Nilai Keadilan (Saat pembagian bibit yang merata dan saat makan bersama-sama).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKN DI KELAS X MIA 2 SMA NEGERI 1 SEMAU SELATAN Maria Bribin; Janes Selly; Chatryen Bire
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan, guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Semau Selatan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui model kooperatif tipe STAD. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas melalui model kooperatif tipe STAD menggunakan dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Semau Selatan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) keterampilan guru pada siklus I diperoleh skor 22 dengan kriteria baik, Siklus II dengan skor 27 dengan kriteria baik. (2) Aktivitas siswa siklus I memperoleh skor 16 dengan kriteria baik, siklus II diperoleh skor 19 dengan kriteria baik. (3) Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa siklus I pertemuan I sebesar 31% dan siklus I pertemuan II 62%. Pada siklus II pertemuan I sebesar 69% dan siklus II pertemuan II sebesar 80%. Simpulan penelitian ini adalah melalui model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Saran adalah guru dapat menggunakan model kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran lain dan kelas lain.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR TENTANG DEMOKRASI MELALUI METODE OBSERVASI PADA SISWA SMP NEGERI 10 KUPANG Maria Bribin
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMP Negeri 10 Kupang mengenai demokrasi melalui penerapan metode observasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas tersebut dilakukan dalam dua siklus penelitian. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 10 Kupang. Setelah melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu dua siklus dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dengan hasil yang diperoleh adalah prestasi belajar peserta didik mengalami peningkatan pada akhir siklus II dengan nila Rata-rata nilai mencapai 80,90 %.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 3 KUPANG Janes Selly
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PKn melalui penerapan Problem Based Instruction. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklusnya meliputi 4 tahap yakni, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Faktor yang diteliti adalah hasil belajar siswa (kognitif, afektif, psikomotorik). Data hasil belajar kognitif diambil dari nilai tes setiap akhir siklus. Data hasil belajar afektif dan psikomotorik diperoleh dari lembar observasi. Dari hasil penelitian, hasil belajar kognitif siswa sebelum tindakan (pretes) diperoleh nilai tes rerata 65,2 dengan ketuntasan klasikal 57,5%. Pada siklus I, nilai tes rerata 69,3 dengan ketuntasan klasikal 70%. Pada siklus II, nilai tes rerata 76,4 dengan ketuntasan klasikal 87,5%. Hasil belajar afektif pada siklus I, nilai rerata siswa 75,43 dengan ketuntasan belajar klasikal 95%. Pada siklus II, nilai rerata siswa 77,66 dengan ketuntasan belajar klasikal 100%. Hasil belajar psikomotorik pada siklus I, nilai rerata 72,9 dengan ketuntasan belajar klasikal 70%. Pada siklus II, nilai rerata 77,7 dengan ketuntasan belajar klasikal 77,5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Problem Based Instruction pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kupang. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari kenaikan nilai rerata dan ketuntasan belajar klasikal dari satu siklus ke siklus berikutnya. Diharapkan dengan penerapan Problem Based Instruction dalam pembelajaran PKn dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah melalui perlibatan dengan pengalaman nyata sehingga hasil belajar siswa bisa lebih optimal.
“AKU BISA, KAMU BISA” : INTERVENSI PADA ANAK NORMAL UNTUK MEMBANTU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF Khetye Saba
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan salah satu cara untuk menjamin bahwa semua anak benar-benar memperoleh pendidikan dan pemeliharaan yang berkualitas dan layak. Di dalam model pendidikan inklusif, siswa-siswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi, ras, kondisi fisik dan psikologis belajar bersama-sama. Perbedaan individual diakui dan dihargai sehingga setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan, bakat dan minat mereka. Model pendidikan inklusif memberikan kesempatan terbaik bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Artikel ini mengkaji tentang intervensi yang dilakukan pada siswa Sekolah Dasar yang tergolong normal untuk membantu siswa yang tergolong anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam memahami materi dan mengikuti proses belajar di sekolah Inklusif dengan baik, serta dapat lebih maksimal dalam mencapai atau memenuhi tugas perkembangannya. Setelah dilakukan intervensi, terdapat perubahan yaitu siswa-siswa yang tergolong normal mau membantu siswa yang tergolong ABK, adapula siswa yang tergolong ABK membantu teman yang juga tergolong ABK. Siswa-siswa lebih peka untuk saling membantu terutama pada mata pelajaran olahraga dan permainan yang dilakukan secara berkelompok. Siswa-siswa belajar bahwa keberhasilan kelompok dihasilkan dari kerja sama dan saling membantu antar anggota kelompok meskipun anggotanya berbeda-beda (ada yang tegolong normal dan ada yang tergolong ABK). Tidak semua siswa mengalami perubahan yang diharapkan dari intervesi ini. Ada siswa yang kurang peka, tidak mau membantu ataupun dibantu oleh temannya, dan lebih senang melakukan aktivitas sesuai keinginannya sendiri. Dengan demikian perlu dilakukan intervensi selanjutnya pada siswa-siswa agar dapat bekerja sama dan saling membantu.
GAMBARAN PENERIMAAN ORANGTUA TERHADAP ANAK TUNADAKSA DI SLB ASUHAN KASIH KOTA KUPANG Khetye Saba; Adelina Liunokas
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan anak tunadaksa dan gambaran penerimaan orangtua terhadap anak tunadaksa di SLB Asuhan Kasih, Kota Kupang, NTT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dan dianalisis dengan proses reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi, dilakukan kepada empat informan yaitu orangtua yang memiliki anak tunadaksa, bertempat tinggal di Kota Kupang selama tiga bulan, penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh kebutuhan anak tunadaksa yaitu kebutuhan komunikasi, mobilisasi, memelihara diri, sosial, psikologis, pendidikan dan kekaryaan. Penerimaan pada masing-masing orangtua berbeda-beda yang ditunjukkan berdasarkan empat aspek penerimaan orangtua yaitu menghargai anak sebagai individu dengan segenap perasaan mengakui hak-hak anak dan memenuhi kebutuhan untuk mengekspresikan diri, menilai anak sebagai diri yang unik sehingga orangtua dapat memelihara keunikan anaknya tanpa batas agar mampu menjadi pribadi yang sehat, mengenal kebutuhan-kebutuhan anak untuk membedakan dan memisahkan diri dari orangtua dan mencintai pribadi yang mandiri, dan mencintai anak tanpa syarat.
PENGARUH JARAK TEMPAT TINGGAL TERHADAP KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR DI SMP NEGERI 2 KUPANG BARAT MISES ABINENO
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tempat tinggal terhadap kedisiplinan dan prestasi belajar, maka kesimpulan-kesimpulan dapat ditarik adalah : Tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel jarak tempat tinggal siswa ke sekolah(X1) terhadap variabel tingkat kedisiplinan siswa (X2) mengikuti pelajaran, termasuk mata pelajaran IPS, karena antara variabel jarak dan tingkat kedisiplinan tidak terdapat korelasi/hubungan yang signifikan (r-hitung = 0,348 < r-tabel = 0,361 pada taraf kesalahan 5% dan n = 30). Dengan kata lain Ho yang menyatakan tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel jarak (X1) terhadap variabel tingkat kedisiplinan (X2) diterima dan Ha yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan dari variabel jarak terhadap tingkat kedisiplinan siswa (X2) ditolak. Ada pengaruh yang sangat signifikan dari variabel jarak (X1) terhadap prestasi belajar siswa (Y) dalam mata pelajaran IPS karena F-hitung = 22,073 > F-tabel baik pada taraf kesalahan 5%, yakni 4,20 dan 1% yakni 7,64 pada dk.pembilang = 1 dan dk.penyebut= 28. Dengan kata lain Ho yang menyatakan tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel jarak (X1) terhadap prestasi belajar siswa (Y) dalam mata pelajaran IPS ditolak dan Ho yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan dari variabel jarak (X1) terhadap prestasi belajar siswa (Y) dalam mata pelajaran IPS diterima yang ditampakkan dalam persamaan Y= 0,69 + 0,63b. Ada pengaruh yang signifikan dari variabel tingkat kedisiplinan (X2) terhadap prestasi belajar siswa (Y) dalam mata pelajaran IPS , karena F-hitun g = 0,436 > F-tabel = 4,20 pada taraf kesalahan 5% dan dk.pembilang = 1 serta dk.penyebut =28. Dengan kata lain Ho yang menyatakan tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel tingkat kedisiplinan (X2) terhadap prestasi belajar siswa (Y) dalam mata pelajaran IPS ditolak dan Ha yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan dari variabel tingkat kedisiplinan (X2) terhadap variabel prestasi belajar (Y) dalam mata pelajaran IPS diterima dan ditampakan dalam persamaan Y = 0,67 + 0,22b.Ada pengaruh yang sangat signifikan dari variabel jarak (X1) dan tingkat kedisiplinan siswa (X2) bersama-sama terhadap variabel prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS (Y), karena F-hitung = 12,90 > F-tabel baik pada taraf kesalahan 5% = 3,34 dan taraf kesalahan 1% = 5,45 serta pada dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 28. Dengan kata lain Ho yang menyatakan tidak ada pengaruh dari variabel jarak (X1) dan tingkat kedisiplinan (X2) secara bersama-sama terhadap variabel prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS (Y) ditolak dan Ha yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan dari variabel jarak(X1) dan tingkat kedisiplinan siswa (X2) secara bersama-sama terhadap variabel prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS (Y) diterima yang ditampakkan dalam persamaan Y = 0,02 + 0,23b + 0,18b2
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS DAN PERCEIVED EASE OF USE TERHADAP CONTINUANCE INTENTION MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE YANDRY DETHAN
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi berperan penting dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use terhadap continuance intention mahasiswa dalam pembelajaran online. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang mengikuti pembelajaran secara online, yakni 58 orang. Sehingga, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Setelah data didapat, maka data diuji dengan menggunakan SPSS 25. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perceived usefulness dan perceived ease of use tidak berpengaruh secara signifikan terhadap continuance intention.

Page 11 of 13 | Total Record : 122