cover
Contact Name
Fenansus Ngoranmele
Contact Email
ngoranmelefenan@gmail.com
Phone
+6285244171956
Journal Mail Official
fides_ratio@yahoo.com
Editorial Address
Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon, Jl. Pakatora Pohon Mangga, Kole-kole Pante, RT 001/RW 06 – Poka Rumah Tiga
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon
ISSN : 25487043     EISSN : 27217566     DOI : 10.47025
ilsafat Etika Teologi Kontekstual Hukum Gereja Sosio Religius Antropologi Komunikasi Pastoral Ajaran Sosial Gereja Pastoral
Articles 94 Documents
Praktik Etnoreligi Komunitas Adat Sumping Layang Dalam Perspektif Teologi Kontekstual Yanto Sandy Tjang
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v10i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik etnoreligius komunitas adat Sumping Layang di Desa Kedang Ipil, Kalimantan Timur, yang mencakup tiga ritual utama, yakni Nutuk Beham (ritual panen), Muang (ritual kematian), dan Belian Namang (ritual penyucian arwah). Ketiga ritual tersebut tidak hanya merefleksikan relasi spiritual masyarakat dengan alam dan leluhur, tetapi juga mengungkap dinamika iman lokal yang terus berkembang. Dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, penelitian ini menafsirkan makna simbolik dan spiritual dari praktik-praktik tersebut dalam perspektif iman Katolik. Mengacu pada kerangka teologi kontekstual yang dikembangkan oleh Stephen B. Bevans serta prinsip inkulturasi sebagaimana digagas oleh Konsili Vatikan II, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik etnoreligius Sumping Layang dapat dipahami sebagai semina Verbi (benih Sabda) yang berpotensi untuk disinergikan dengan pesan Injil. Inkulturasi dalam konteks ini diposisikan sebagai strategi teologis yang signifikan untuk menjembatani iman Katolik dengan kearifan lokal tanpa meniadakan identitas budaya masyarakat adat. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan Gereja secara kontekstual melalui dialog dan pendampingan yang bersifat partisipatif dan membebaskan. Selain itu, hasil penelitian ini juga menyoroti bahwa praktik etnoreligius bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga merupakan medium pewahyuan ilahi serta ekspresi spiritualitas yang berakar pada konteks lokal.
Penggunaan Facebook Oleh Orang Muda Katolik Paroki Santo Yosep Poka-Rumahtiga: Tinjauan Etis-Pastoral Welhelmina Londar
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v10i2.184

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian lapangan tentang penggunaan Facebook di kalangan Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki Santo Yosep Poka-Rumahtiga dari perspektif etika dan pastoral berdasarkan pandangan Dekrit Inter Mirifica. Pertanyaan penelitian ini adalah: “Apakah facebook telah digunakan secara etis oleh Orang Muda Katolik dalam karya pastoral di Paroki Santo Yosep Poka-Rumah Tiga?” Pertanyaan ini dijawab melalui pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar OMK telah memahami dan menerapkan prinsip-prinsip etika komunikasi dalam menggunakan facebook: tanpa etika komunikasi, facebook dapat menjadi alat dan sarana propaganda, perpecahan, dan konflik. Namun sebagian OMK juga mengakui bahwa mereka mengalami keterasingan, kesendirian, dan ilusinasi karena kurang mampu mengontrol diri dalam menggunakan facebook. Hal ini menuntut para pemimpin paroki untuk terus mensosialisasikan nilai-nilai etis seperti solidaritas, subsidiaritas, keadilan, kesetaraan, akuntabilitas, kepercayaan, dan partisipasi publik (termasuk orang tua, Pastor Paroki, Ketua DPP dan Ketua OMK). Dalam karya pastoral OMK, semua pihak yang berkepentingan wajib memperhatikan aspek spiritualitas (relasi dengan Allah), komunal-ekklesial (relasi persaudaraan OMK dan Gereja), dan misioner (evangelisasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa facebook dapat menjadi sarana karya pastoral efektif apabila OMK Paroki Poka menggunakannya secara etis, dan mengikuti pedoman Gereja Katolik tentang media komunikasi sosial untuk menyebarkan pesan cinta kasih, keadilan, persudaraan dan perdamaian.
Gereja dan Generasi Z di Tarutung Dalam Pandangan Teologi Kontekstual Kristin Danayun Lumbantobin; Riris Johanna Siagian
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 11, No 1 (2026): JUNI
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v11i1.182

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah cara Generasi Z memahami, mengekspresikan, dan menghidupi imannya. Tulisan ini membahas bagaimana teologi kontekstual dapat menjadi kerangka yang relevan untuk menjawab pergumulan iman Generasi Z di era digital di Tarutung. Digitalisasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi gereja, generasi Z cenderung mencari makna iman melalui pengalaman pribadi, keaslian, dan relasi yang nyata, bukan semata melalui ajaran dogmatis yang kaku. Oleh sebab itu, teologi perlu ditafsirkan ulang secara kontekstual agar komunikasi iman dapat menjawab persoalan eksistensial di tengah budaya digital. Teologi kontekstual tidak hanya menjadi jembatan antara tradisi dan teknologi, tetapi juga mengundang pembaruan pendekatan pastoral yang menekankan partisipasi, dialog, dan perwujudan iman di ruang digital..
ANALYSIS OF PASTORS' FAILURE IN EVANGELIZATION AND ITS CONSEQUENCES ON CONGRESS GROWTH YUlian Anouw
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 11, No 1 (2026): JUNI
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v11i1.177

Abstract

Evangelization is the church's primary mandate in carrying out Christ's Great Commission, and plays a crucial role in the spiritual and quantitative growth of congregations. Pastors, as spiritual leaders, have a strategic responsibility to mobilize evangelism, both directly and through congregational empowerment. However, in practice, many churches experience stagnation or decline in membership due to the pastor's failure to carry out his evangelism function. This study aims to analyze the factors causing this failure and evaluate its impact on congregational growth. Using a qualitative approach through case studies of several churches in the Kingmi Classis Sorong Fakfak church area over the past 10 years, it was found that pastoral failure is influenced by a lack of missionary training, excessive administrative focus, and minimal social involvement. The consequences include a decline in the number of new members, a weakening of service enthusiasm, and a diminished church relevance in the community. This study recommends a renewed spiritual leadership strategy that is more missionary and contextual to encourage sustainable congregational growth.

Page 10 of 10 | Total Record : 94