cover
Contact Name
Fenansus Ngoranmele
Contact Email
ngoranmelefenan@gmail.com
Phone
+6285244171956
Journal Mail Official
fides_ratio@yahoo.com
Editorial Address
Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon, Jl. Pakatora Pohon Mangga, Kole-kole Pante, RT 001/RW 06 – Poka Rumah Tiga
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon
ISSN : 25487043     EISSN : 27217566     DOI : 10.47025
ilsafat Etika Teologi Kontekstual Hukum Gereja Sosio Religius Antropologi Komunikasi Pastoral Ajaran Sosial Gereja Pastoral
Articles 92 Documents
POLITIK KEBOHONGAN, POLITIK KEBENARAN, DAN DEMOKRASI INDONESIA: PERSPEKTIF ETIKA POLITIK BUDDHISME Fatlolon, Costantinus
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i2.126

Abstract

Politik pada hakikatnya merupakan cara mengatur sebuah pemerintahan demi kebaikan warga negara berdasarkan nilai-nilai etis universal. Namun, hakikat politik ini dihancurkan oleh para pelaku politik yang secara sadar menyebarkan opini dan infomasi yang tidak benar demi kepentingan politik pribai dan kelompok mereka sendiri. Artikel ini merupakan sebuah eksposisi kritis terhadap politik kebohongan (politics of lying), politik kebenaran (politics of truth), dan demokrasi Indonesia dari perspektif etika politik Buddhisme. Argumentasi utamanya ialah politik kebohongan mengabaikan prasyarat-prasyarat epistemik tentang rasionalitas, kritik, kebebasan, keterbukaan, and partisipasi publik untuk mendiskusikan mengenai isu-isu bersama. Pendalaman demokrasi di Indonesia mengandaikan perwujudan prinsip-prinsip etika “politik kebenaran” seperti rasionalitas, kritik, kebenaran, kesetaraan, keterbukaan, dan partisipasi inlusif warga negara dalam proses pengambilan keputusan tentang masalah-masalah bersama. 
ANALISIS TUJUAN HIDUP PERKAWINAN PASANGAN BEDA GEREJA DI SALAH SATU PAROKI DI KOTA AMBON Omyair, Mario
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 9, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v9i1.133

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas kompleksitas perkawinan beda gereja, khususnya antara pasangan Katolik dan Protestan di salah satu paroki di Kota Ambon. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana pasangan-pasangan ini memahami dan menjalani tujuan perkawinan mereka di tengah perbedaan agama. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan, tetangga, dan pemimpin agama. Studi ini menemukan adanya kekuatan dan tantangan dalam perkawinan semacam ini. Kekuatan yang ditemukan meliputi komunikasi yang efektif, toleransi, dan saling menghormati, yang memungkinkan pasangan untuk membangun rumah tangga yang harmonis meskipun memiliki keyakinan agama yang berbeda. Namun, tantangan muncul dari kurangnya pemahaman tentang makna religius perkawinan dan ketidakpatuhan yang konsisten terhadap praktik keagamaan, terutama dalam hal pendidikan anak dalam iman Katolik. Temuan ini menunjukkan pentingnya konseling pra-nikah yang tepat dan dukungan berkelanjutan dari gereja dan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pasangan beda agama dapat berhasil mengatasi tantangan dalam perkawinan mereka dengan dukungan yang tepat, sehingga mencapai kehidupan keluarga yang stabil dan memuaskan.AbstractThis research addresses the complexities of interfaith marriages, particularly between Catholic and Protestant partners in a parish in Ambon City. The primary focus is on how these couples understand and live out the purpose of their marriage amidst religious differences. Using a qualitative approach, data was collected through in-depth interviews with the couples, their neighbors, and religious leaders. The study reveals both strengths and challenges in such marriages. Strengths include effective communication, tolerance, and mutual respect, which allow couples to build harmonious households despite differing religious beliefs. However, challenges arise from inadequate understanding of the religious significance of marriage and inconsistent adherence to religious practices, particularly concerning the upbringing of children in the Catholic faith. The findings suggest the importance of proper pre-marital counselling and continuous support from both the church and the community. The study concludes that interfaith couples can successfully navigate the challenges of their marriage with the right support, leading to stable and fulfilling family lives. 
ANALISIS NILAI-NILAI ANTI KEKERASAN DALAM BUKU PELAJARAN AGAMA KATOLIK TINGKAT SMA Belen, Nyalia
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i2.130

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang nilai-nilai anti kekerasan dalam buku ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas X, XI dan XII. Tujuannya adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan  ragam materi tentang anti kekerasan, pemahaman dan nilai-nilai anti kekerasan serta pewartaan tentang anti kekerasan sebagaimana diajarkan oleh Gereja Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Untuk tiba pada validitas data pustaka, digunakan di sini teknik triangulasi dalam pengumpulan data yakni triangulasi data dan triangulasi sumber. Sedangkan analisisnya terdiri atas reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini ialah terdapat ragam materi anti kekerasan dalam buku ajar Pendidikan Agama Katolik SMA, yang membentuk 13 pemahaman anti kekerasan. Ditemukan pula nilai-nilai anti kekerasan sebagaimana diajarkan Gereja Katolik  Hal yang dirasa kurang adalah tekanan yang besar pada aspek pengetahuan dan kurang menekankan pada aspek sikap dan aspek psikomotorik. Nilai-nilai anti kekerasan seharusnya tidak hanya sebatas pengetahuan melainkan sikap yang dibutikan melalui keterampilan.AbstractThis research discusses the anti-violence values in Catholic Religious Education textbooks for high schools for classes X, XI, and XII. The aim is to analyze and describe the variety of materials on anti-violence, understanding and values of anti-violence, and advocacy of anti-violence as taught by the Catholic Church. This study employs a qualitative approach using literature review method. To ensure the validity of the literature data, triangulation techniques are utilized, including data triangulation and source triangulation. The analysis consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal various anti-violence materials in Catholic Religious Education textbooks for high schools, which form 13 understandings of anti-violence. Additionally, anti-violence values as taught by the Catholic Church are identified. A notable shortfall is the heavy emphasis on knowledge aspect and insufficient focus on attitude and psychomotor aspects. Anti-violence values should not solely be confined to knowledge but also demonstrated through skills and attitudes.
PENANAMAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 13 AMBON Talaud, Fransiskus
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i2.129

Abstract

 AbstrakTujuan penelitian ini adalah menjelaskan penanamannnnilai nilai toleransi di antara siswa–siswi di SMA Negeri 13 Ambon. SMA Negeri 13 Ambon ini menarik untuk menjadi tempat penelitian mengingat sekolah ini berada di daerah perbatasan pemukiman Islam dan pemukiman Kristen, yang dibayang-bayangi trauma kolektif konflik agama tahun 1999-2004. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan focus penelitian adalah tentang penanaman sikap toleransi beragama bagi siswa–siswi di SMA Negeri 13 Ambon. Sumber data didapat dari hasil wawancara dan observasi dan didukung oleh data perpustakaan yang terdiri atas artikel jurnal, skripsi dan buku yang relevan. Hasil yang diperoleh adalah siswa siswi SMA Negeri 13 Ambon memiliki persepsi positif tentang toleransi yaitu mengahrgai orang lain yang berbeda agama, saling menghormati pendapat orang lain, bersikap peduli terhadap orang lain, menjaga hubungan antar berbeda agama dan membangun sikap saling membutuhkan dengan yang lain.  Adapun bentuk–bentuk toleransi yang di terapkan di SMA Negeri 13 Ambon adalah taat peraturan dan tata-tertib sekolah seperti dalam hubungan dengan ketaatan pada aturan dan tata-tertib di sekolah. Segenap pimpinan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan siswa diharapkan memiliki ketaatan penuh pada aturan yang disepakati. Pimpinan dan guru menjadi teladan dan diikuti oleh segenap siswa. SMA Negeri 13 memiliki seperangkat aturan yang berkaitan dengan tata tertib yang berisi kewajiban-kewajiban, kehadiran, pakaian, perilaku di lingkungan sekolah, etika dan etiket, Aturan dan tata tertib dibuat agar semua warga sekolah mengetahui dan mematuhi apa yang menjadi hak dan kewajiban serta melaksanakan dengan baik, sehingga bukan saja, agar kegiatan belajar-mengajar dengan baik, tetapi agar muncul insan-insan terdidik yang terbiasa disiplin dalam menaati  aturan yang berlaku.AbstractThe objective of this research is to elucidate the cultivation of tolerance values among students at SMA Negeri 13 Ambon. SMA Negeri 13 Ambon is chosen as the research site due to its location in an area bordering Islamic and Christian settlements, overshadowed by the collective trauma of religious conflicts from 1999 to 2004. This study employs a qualitative research approach with a focus on fostering religious tolerance attitudes among students at SMA Negeri 13 Ambon. Data sources include interviews, observations, and library materials such as journal articles, theses, and relevant books. The findings indicate that students at SMA Negeri 13 Ambon have a positive perception of tolerance, which includes respecting others of different religions, mutual respect for others' opinions, showing concern for others, maintaining relationships across different religions, and fostering interdependence with others. The forms of tolerance implemented at SMA Negeri 13 Ambon include adherence to school regulations and discipline, such as compliance with school rules and regulations. It is expected that all school leaders, educators, staff, and students adhere fully to agreed-upon rules. School leaders and teachers serve as role models to be followed by all students. SMA Negeri 13 has a set of rules related to discipline, including obligations, attendance, attire, behavior in the school environment, ethics, and etiquette. These rules are established to ensure that all members of the school community are aware of and comply with their rights and responsibilities, leading to not only effective teaching and learning activities but also the emergence of educated individuals who are disciplined in adhering to applicable rules.
YESUS KRISTUS SEBAGAI JURUSELAMAT: SEBUAH INTERPRETASI KITAB MAZMUR 23 Gulo, Syutriska Kardia
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 9, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v9i1.127

Abstract

Life is often ambiguous, and many people struggle with various problems. Psalm 23 is a familiar biblical text that describes God as a shepherd who nurtures and saves His people. The purpose of this writing is to understand the theological meaning of Psalm 23, where the Lord Jesus guides the way of life for His people. The author supports their discussion with related books and journal articles. The use of this method aims to clarify the author's intent and purpose for the reader. This article employs a text analysis approach to examine the Lord Jesus as the good shepherd, who is capable of ruling over all creation and serving as a bridge for individuals to overcome life's challenges.
THOMAS AQUINAS DAN DOKTRIN TENTANG KEBANGKITAN BADAN Neonnub, Patricius
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i1.123

Abstract

Esai ini menyelidiki pertanyaan menarik tentang kematian dan keabadian manusia, yang secara khusus berfokus pada doktrin Kristen tentang kebangkitan badan. Melalui penafsiran perspektif Thomas Aquinas, seorang filsuf abad pertengahan terkemuka, esai ini mengeksplorasi sifat kompleks identitas manusia dan hubungan jiwa-badan. Peneliti mengkaji peralihan Aquinas dari filsafat Plato, penggabungan teori hilemorfis Aristoteles, dan keyakinannya pada sifat transenden jiwa manusia. Esai ini diakhiri dengan menyoroti kontribusi Bonaventure dari Bagnoregio, seorang kontemporer Aquinas, yang menawarkan penjelasan yang memuaskan secara intelektual tentang keberadaan independen jiwa. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan pertimbangan komprehensif terhadap eskatologi Aquinas dan menyoroti dimensi teologis dan filosofis dari sifat manusia dan keabadian.
KEPEMIMPINAN YESUS SEBAGAI ROLE MODEL BAGI KEPEMIMPINAN PENGURUS RUKUN SANTO MICHAEL DI PAROKI SANTO JOSEP PASSO KEUSKUPAN AMBOINA Ngoranubun, Willem
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 9, No 2 (2024): December
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v9i2.142

Abstract

Tulisan ini menaruh fokus pada pengaruh kepemimpinan Yesus dalam kehidupan para pengurus rukun di Paroki St. Josep Passo Keuskupan Amboina, khususnya di Rukun St. Michael. Berdasarkan pengamatan, para pengurus rukun belum sepenuhnya mengimplementasikan model kepemimpinan yang bersumber dari teladan Yesus sebagai Gembala yang Baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap sumber buku, jurnal, teks kitab suci, serta penelitian lapangan. Tujuan utama penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan dan memaparkan kepemimpinan Yesus sebagai teladan peran bagi pengurus rukun St. Michael dalam menjalankan tugas dan kewajiban mereka. Kesimpulannya, terdapat tiga model kepemimpinan Yesus yang relevan bagi pengurus rukun. Pertama, Yesus sebagai Pemimpin yang memperkenalkan domba-domba-Nya dan diikuti oleh mereka. Kedua, Yesus sebagai teladan, dalam mana hubungan antara gembala dan kawanan domba melampaui batas suku dan budaya, mencakup seluruh umat manusia. Ketiga, Yesus sebagai Gembala yang Baik, yang rela menyerahkan nyawanya demi menyelamatkan domba-domba-Nya.
KETERLIBATAN OTORITAS PAROKIAL DALAM POLITIK PRAKTIS DAN PENGARUHNYA BAGI UMAT Ohoiledjaan, Joseph
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 9, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v9i1.108

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah memberikan pemahaman tentang dampak keterlibatan otoritas parokial dalam politik praktis. Dalam kerangka penulisan ini, digunakan pendekatan kualitatif. Artikel ini menjelaskan bahwa Otoritas parokial diberikan tugas dan wewenang oleh Uskup Diosesan untuk membantunya dalam reksa pastoral keuskupan. Dalam kuasa (potestas), otoritas parokial memiliki power atau pengaruh besar dalam relasi sosial, baik dalam kalangan masyarakat atau dengan kuasa sipil. Hasil kajian dalam penulisan ini memperlihatkan bahwa Kuasa yang dimiliki oleh otoritas parokial sering dipakai untuk kepentingan politik praktis. Keterlibatan dalam politik praktis oleh otoritas parokial selalu berdampak pada pandangan buruk umat terhadap jabatan imamatnya serta secara yuridis melanggar aturan Gereja, kecuali jika diizinkan oleh otoritas gerejawi.
Jiwa Manusia dalam Pemikiran Metafisika St. Thomas Aquinas Lesomar, Antonius Alex
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 9, No 2 (2024): December
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v9i2.140

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menampilkan gagasan St. Thomas Aquinas mengenai jiwa manusia. Selain itu, tulisan ini merupakan suatu respon atas berbagai kesalahpahaman tentang jiwa manusia. Jiwa, bagi St. Thomas, bukan hanya sebagai prinsip kehidupan, aktivitas dan organisasi tubuh tapi lebih dari itu yakni sebagai prinsip dari eksistensinya. Jiwa sebagai prinsip eksistensi yang memiliki karekter intelektual atau spiritual adalah substansi tidak lengkap yang memiliki kecenderungan natural untuk bersatu dengan tubuh membentuk substansi manusia lengkap. Kesatuan jiwa dan tubuh adalah kesepadanan partikular yang tidak dapat ditransmisikan kepada yang lainnya. Sebagai substansi, jiwa adalah immortal; ia tidak dapat hancur karena eksistensinya berasal dari eksistensi sang Absolut. Untuk tiba pada pencapaian gagasan Aquinas mengenai jiwa maka metode yang digunakan adalah analisa teks, historisme dan ekplanasi.This article aims to present St. Thomas Aquinas’ notion about human soul. In addition, it is also a response to various misunderstandings of the human soul. The soul, for St. Thomas, is not only the principle of life, activity and organization of the body but more than that, namely as the principle of human existence. The soul as the principle of human existence that has an intellectual or spiritual character is an incomplete substance that has a natural tendency to unite with the body to form a complete human substance. The unity of soul and body is a particular equivalence that cannot be transmitted to others. As a substance, the soul is immortal; it cannot be destroyed because its existence comes from the existence of the Absolute. To arrive at the achievement of Aquinas’ ideas about the soul, the methods used are text analysis, historicism and explanation.
TINJAUAN EKLESIOLOGIS ATAS TANGGUNG JAWAB GEREJA ATAS KERASULAN PANGGILAN Wibowo, Gregorius Hertanto Dwi
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 9, No 2 (2024): December
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v9i2.139

Abstract

AbstrakArtikel ini menyajikan tinjauan eklesiologis tentang tanggung jawab Gereja dalam mempromosikan panggilan untuk menjadi imam dan hidup bakti. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif, termasuk analisis dokumen-dokumen Gereja Katolik, untuk mengeksplorasi hubungan antara sifat dasar Gereja dan misi kerasulannya dalam memelihara dan mendukung panggilan untuk menjadi imam dan hidup membiara. Kontribusi unik dari artikel ini adalah pernyataan bahwa promosi panggilan lebih dari sekadar menemukan para pelayan Gereja; pada kenyataannya, ini adalah aspek penting dari proses menjadi Gereja itu sendiri, karena panggilan secara intrinsik terhubung dengan identitas Gereja. Penelitian ini mengindikasikan bahwa setiap elemen di dalam Gereja memiliki tanggung jawab yang penting dalam mengidentifikasi, membimbing, dan memfasilitasi individu-individu yang merespons panggilan Tuhan. Temuan-temuan dari penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pentingnya peran Gereja dalam mendukung kerasulan dan panggilan untuk hidup kudus, yang pada akhirnya menawarkan landasan dan motivasi yang lebih kuat untuk meningkatkan komitmen Gereja terhadap panggilan-panggilan ini di masa depan.AbstractThis article presents an ecclesiological overview of the Church's responsibility in promoting vocations to the priesthood and consecrated life. It employs qualitative research methods, including an analysis of Catholic Church documents, to explore the relationship between the Church's nature and its apostolic mission to nurture and support vocations to the priesthood and the monastic life. The unique contribution of this article is the assertion that vocation promotion extends beyond merely finding Church ministers; it is, in fact, an essential aspect of the process of becoming the Church itself, as vocations are intrinsically connected to the Church's identity. The research indicates that every element within the Church is responsible for identifying, guiding, and facilitating individuals who respond to God's call. The findings of this study aim to provide deeper insights into the significance of the Church's role in supporting apostolates and vocations to a holy life, ultimately offering a stronger foundation and motivation to enhance the Church's commitment to these vocations in the future.

Page 8 of 10 | Total Record : 92