cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekasatyafriansyah@institutpendidikan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
powermathedu@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jl. Neptunus Timur 1 Blok K 2 No 53c Komp Margahayu Raya Bandung
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME)
ISSN : 29623952     EISSN : 2962245X     DOI : https://doi.org/10.31980/powermathedu
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) berisi artikel-artikel mengenai pendidikan matematika berbasis TIK yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: -Desain Pembelajaran Matematika -Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran -Pengembangan Media/Aplikasi Pembelajaran Matematika -Alat Peraga Pembelajaran Matematika -Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran -Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran -Media Pembelajaran berbasis IT -Penelitian Tindakan Kelas -Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Khusus untuk hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan dapat menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian campuran, penelitian pengembangan, penelitian desain, ataupun jenis penelitian lainnya yang berkaitan dengan topik di atas.
Articles 43 Documents
Implementasi prinsip aritmatika sosial dalam transaksi jual beli pedagang di sekitar kampus uin sayyid ali rahmatullah tulungagung Lilis Fashihatul Lisan; Linda Risnawati; Bagus Wahyu Setyawan
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.2999

Abstract

Social arithmetic is an important mathematical material in improving science because it is used in everyday life in the economic field. Social arithmetic aims to facilitate the transaction process between sellers and buyers, and minimize fraud and corruption from a transaction. The method used in this research is a descriptive qualitative method that takes research subjects from the results of observations at five traders around the campus. From the results of these interviews, there are several cases with different implementations of social arithmetic. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of social arithmetic principles in the sale and purchase transactions of traders is an interaction between sellers and buyers, namely buying and selling transactions. In this case, the price of the food has been determined, and the buyer only needs to mention the name of the food to be ordered and the seller determines the selling price. There is a case where the price of the food is not specified, and the buyer needs to mention how much money to order. Proving that the seller provides several payment methods, which can be scanned and cash. And there are also sellers who replace the change with two candies because there is not enough money back. Aritmatika sosial adalah materi matematika yang penting dalam peningkatan ilmu pengetahuan karena digunakan dalam kehidupan sehari-hari di bidang ekonomi. Aritmatika sosial bertujuan untuk memudahkan proses transaksi antar penjual dan pembeli, dan meminimalisir adanya penipuan dan korupsi dari suatu transaksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang mengambil subjek penelitian dari hasil pengamatan di lima pedagang sekitar kampus. Dari hasil wawancara tersebut, terdapat beberapa kasus dengan implementasi aritmatika sosial yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi prinsip aritmatika sosial dalam transaksi jual beli pedagang terdapat interaksi antara penjual dan pembeli yakni transaksi jual beli. Pada kasus tersebut harga dari makanannya sudah ditentukan, dan pembeli hanya perlu menyebutkan nama makanan yang hendak dipesan dan penjual yang menentukan harga jualnya. Terdapat kasus tersebut harga dari makanannya tidak ditentukan, dan pembeli perlu menyebutkan berapa nominal uang untuk memesan. Membuktikan bahwa penjual menyediakan beberapa metode pembayaran, yaitu bisa dengan scan dan cash. Dan terdapat juga penjual yang menggantikan kembaliannya dengan dua buah permen karena tidak adanya uang kembali yang cukup.
Kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas v pada materi akar pangkat tiga Hasanudin Hasanudin; Iyam Maryati
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3051

Abstract

Understanding the concept is a very important aspect in learning, because students understand the concept so they can develop their abilities in each subject. The aim of the research is to analyze students' ability to understand mathematical concepts. The method applied in this study was descriptive method. The research subjects were fifth grade students. The instrument used in this research was a test of students' mathematical concept understanding ability, which totaled 4 questions according to indicators of students' understanding of mathematical concepts. After data collection, the researcher analyzed the results of working on the ability to understand mathematical concepts and the results of the interviews to see the ability to understand students' mathematical concepts. Based on data analysis, it can be concluded that the ability to understand mathematical concepts in class V students at SDIT PERSIS Tarogong is still low, as evidenced by the presence of errors in solving mathematical comprehension ability questions, especially on indicators of using, utilizing, choosing certain procedures or operations and applying concepts or problem-solving algorithms in cube root material.Pemahaman konsep merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran, karena siswa memahami konsep maka mereka dapat mengembangkan kemampuannya dalam setiap mata pelajaran. Tujuan  penelitian    adalah    menganalisis  kemampuan  pemahaman  konsep matematis siswa.  Metode  yang diterapkan  dalam  penelitian  ini  yaitu  metode deskriptif  Subjek  penelitiannya  adalah  siswa  kelas V. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang berjumlah 4 soal sesuai dengan indikator pemahaman konsep matematis siswa. Setelah pengumpulan data, peneliti menganalisis hasil pengerjaan  soal kemampuan pemahaman konsep matematis dan hasil wawancara untuk melihat kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa  kelas V SDIT PERSIS Tarogong masih rendah  yang  dibuktikan  dengan  terdapatnya  masih ada   kesalahan  menyelesaikan soal kemampuan pemahaman matematis terutama pada indikator menggunakan, memanfaatkan, memilih prosedur atau operasi tertentu dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah  dalam materi akar pangkat tiga.
Kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear tiga variabel berdasarkan kriteria watson Hamid Hamid; Ebih AR. Arhasy; Dedi Muhtadi
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3094

Abstract

Student errors in solving math problems generally vary depending on the level of student understanding of the subject matter. The purpose of this research is to describe the types of mistakes made by students in solving word problems based on Watson's criteria and the causal factors. Research using qualitative research methods. Data collection techniques using tests and interviews. The research instrument uses a test that has been validated by the validator and interviewer. Subject taking technique using purposive sampling, there are 3 students in class X MIPA 8 SMAN 1 Singaparna. The test results were analyzed based on Watson's criteria to explore the causal factors. Based on the results of data analysis on the three subjects obtained conclusions subject 1 includes inappropriate data (id), inappropriate procedure (ip), skill hierarchy problem (shp), and omitted conclusion (oc) the causes are lack of thoroughness and difficulties in making mathematical models, lack of understanding of the use of substitution concepts, and not interested in continuing the work. Subject 2 errors include inappropriate data (id), skill hierarchy problem (shp), and omitted conclusion (oc), the causes are difficulty in making mathematical models, and not being careful in calculating. Subject error 3 includes inappropriate data (id), and skill hierarchy problem (shp), the cause is lack of skill in manipulating mathematical models.Kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika umumya berbeda-beda bergantung pada tingkat pemahaman peserta didik pada materi pelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita spldv berdasarkan kriteria Watson dan faktor penyebabnya. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan tes uraian yang telah divalidasi oleh validator dan pedoman wawancara. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling yaitu 3 peserta didik kelas X MIPA 8 SMAN 1 Singaparna. Hasil tes dianalisis berdasarkan Kriteria Watson untuk digali faktor penyebabnya. Berdasarkan hasil analisis data pada ketiga subjek diperoleh simpulan kesalahan subjek 1 meliputi data tidak tepat (id), prosedur tidak tepat (ip), masalah hirarki keterampilan (shp), dan kesimpulan hilang (oc) faktor penyebabnya yaitu kurang teliti dan kesulitan dalam membuat model matematika, kurang memahami penggunaan konsep substitusi, dan tidak berminat melanjutkan pengerjaan soal. Kesalahan subjek 2 meliputi data tidak tepat (id), masalah hirarki keterampilan (shp), dan kesimpulan hilang (oc), faktor penyebabnya yaitu kesulitan dalam membuat model matematika, kurang teliti dalam menghitung, waktu tidak cukup. Kesalahan subjek 3 meliputi data tidak tepat (id) dan masalah hirarki keterampilan (shp), faktor penyebabnya yaitu kurang terampil dalam memanipulasi model matematika.