cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekasatyafriansyah@institutpendidikan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
powermathedu@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jl. Neptunus Timur 1 Blok K 2 No 53c Komp Margahayu Raya Bandung
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME)
ISSN : 29623952     EISSN : 2962245X     DOI : https://doi.org/10.31980/powermathedu
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) berisi artikel-artikel mengenai pendidikan matematika berbasis TIK yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: -Desain Pembelajaran Matematika -Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran -Pengembangan Media/Aplikasi Pembelajaran Matematika -Alat Peraga Pembelajaran Matematika -Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran -Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran -Media Pembelajaran berbasis IT -Penelitian Tindakan Kelas -Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Khusus untuk hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan dapat menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian campuran, penelitian pengembangan, penelitian desain, ataupun jenis penelitian lainnya yang berkaitan dengan topik di atas.
Articles 43 Documents
Kendala orang tua dalam mendampingi siswa ditinjau dari hasil belajar matematika secara online Riri Puspita Dewi Permatasari; Ekasatya Aldila Afriansyah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.496 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i1.1913

Abstract

Students' mathematics learning outcomes through online learning are still included in the poor category. In the current condition, parents have many obstacles in assisting students in learning mathematics online. The obstacles experienced by parents in assisting students to study at home include a lack of understanding of the material by parents. The purpose of this study was to analyze the constraints of parents in assisting students in terms of online mathematics learning outcomes. This research was conducted in Paas Village, Pameungpeuk District, Garut Regency. This study used a qualitative descriptive study with 5 students of class VII junior high school, 5 parents of class VII junior high school students, and 1 junior high school mathematics teacher of class VII, the selection of subjects was taken based on the level of parental education and parental occupation. The data collection technique used is triangulation (interviews, open questionnaires, and documentation). Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and data verification. The results of this study indicate that the more obstacles parents have in assisting students to learn mathematics online, the smaller the value of students' online mathematics learning outcomes. Obstacles of parents in accompanying students are most commonly found in the indicator of the educational background of parents with an average of 46% and the obstacles of parents in accompanying students are the least found in the indicator of the number of family members with an average of 30%. Hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran online masih termasuk dalam kategori kurang. Pada kondisi saat ini orang tua memiliki banyak kendala dalam mendampingi siswa dalam pembelajaran matematika secara online. Kendala-kendala yang dialami orang tua dalam mendampingi siswa belajar dirumah salah satunya meliputi kurangnya pemahaman materi oleh orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kendala orang tua dalam mendampingi siswa ditinjau dari hasil belajar matematika secara online. Penelitian ini dilakukan di Desa Paas Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 5 siswa SMP kelas VII, 5 orang tua siswa SMP kelas VII, dan 1 guru matematika SMP kelas VII, pemilihan subjek diambil berdasarkan tingkat pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua. Teknik pengumpulan data digunakan secara triangulasi (wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi). Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak kendala orang tua dalam mendampingi siswa belajar matematika secara online, maka semakin kecil nilai hasil belajar matematika siswa secara online. Kendala orang tua dalam mendampingi siswa yang paling banyak ditemui pada indikator latar belakang pendidikan orang tua dengan rata-rata 46% dan kendala orang tua dalam mendampingi siswa yang paling sedikit ditemui pada indikator jumlah anggota keluarga dengan rata-rata 30%.
Kemampuan komunikasi matematis siswa smp pada materi bangun ruang sisi datar di kampung gudang kecamatan bayongbong kabupaten garut Nadini Rhamdania; Basuki Basuki
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.709 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2232

Abstract

This research is motivated by low mathematical communication skills and students' difficulties in solving math problems which have an impact on the low ability to solve flat-sided geometrical problems that require students' mathematical communication skills. This study aims to determine students' difficulties in solving communication skills questions on the results of mathematical communication skills tests. The benefit of this research in general is to provide information about the difficulty of students' mathematical communication skills on the material of flat-sided shapes. The research method used in this research is qualitative. The research was carried out in Kampung Gudang with 3 research samples taken from 6 junior high school students in the area. The material used as research material is Building a flat side space. The instrument of this research is a descriptive test of five questions and interviews to explore students' difficulties in working on the questions. The results of the analysis concluded that some students did not understand the form of the question as a whole and still had difficulties in the completion process. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang berdampak pada rendahnya kemampuan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar yang menuntut kemampuan komunikasi matematis siswa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan komunikasi terhadap hasil tes kemampuan komunikasi matematis. Manfaat penelitian ini secara umum adalah untuk memberikan informasi mengenai kesulitan kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap materi bangun ruang sisi datar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kampung Gudang dengan sampel penelitiannya sebanyak 3 orang yang diambil dari 6 orang siswa-siswi SMP di daerah tersebut. Materi yang dijadikan bahan penelitian yaitu Bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian ini berupa tes uraian berjumlah lima soal dan wawancara untuk mendalami kesulitan siswa dalam mengerjakan soal. Hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa beberapa siswa belum memahami bentuk soal secara keseluruhan dan masih mengalami kesulitan dalam proses penyelesaian. 
Kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau gaya kognitif siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel Hanif Istigosah; Mega Achdisty Noordyana
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.826 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2227

Abstract

How a person processes, stores or uses information to respond to a task or respond to various types of situations from their environment, is called the cognitive style. Cognitive style is one of the factors that affect students' mathematical problem-solving abilities. This study aims to describe students' mathematical problem-solving abilities in terms of reflective and impulsive cognitive styles on the material of a two-variable system of linear equations. This research is qualitative descriptive research conducted in Kp. Babakan. The instruments used are Test, Interview, Observation, and Documentation, with a population of eighth-grade students as many as 8 students. The sample selection in this study was based on the Matching Familiar Figure Test (MFFT) cognitive style test instrument, then a mathematical problem-solving ability test, interviews, and observations. The results of this study indicate that students' mathematical problem-solving abilities are based on a reflective style. Students have mdkkl indicators of mathematical problem-solving ability. However, there are still a few errors in interpreting the results according to the original problem, while students' mathematical problem-solving abilities are based on an impulsive style. Bagaimana cara seseorang memproses, menyimpan maupun menggunakan informasi untuk menanggapi suatu tugas atau menanggapi berbagai jenis situasi dari lingkungannya, disebut dengan gaya kognitif. Gaya kognitif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Kp. Babakan. Instrumen yang digunakan adalah Tes, Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi, dengan subjek penelitian kelas VIII sebanyak 8 siswa. Pemilihan sampel pada penelitian ini didasari dengan menggunakan instrumen tes gaya kognitif Matching Familiar Figure Test (MFFT), kemudian tes kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan gaya reflektif. Siswa sudah memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. Namun masih ada sedikit kesalahan dalam menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan gaya impulsif.
Kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy pada materi aritmatika sosial Anugrah Agung Nurbayan; Basuki Basuki
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.977 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i1.1919

Abstract

The ability of mathematical representation is the basic ability to construct mathematical concepts and think used in solving a problem. Self-efficacy is self-confidence in completing a task. The aim of the study was to find out the ability of students' mathematical representations reviewed from self-efficacy to social arithmetic material. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The research subjects consisted of 3 junior high school students in class VII in Pamoyanan Village, Sukagalih Village, Tarogong Kidul District, and Garut Regency. The data collection techniques in this study are tests, interviews, and questionnaires. The results of this study showed that: (1) Subjects with high self-efficacy categories can solve problems in accordance with concepts and procedures, understand the relationships between social arithmetic, solve everyday problems, and can analyze and compare images; (2) Subjects with the category of self-efficacy are able to solve problems in accordance with concepts and procedures and understand the relationship between social arithmetic; (3) Subjects with low self-efficacy categories have no single indicator that can be completed.Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan dasar untuk membangun konsep dan berpikir matematis yang digunakan dalam menyelesaikan suatu masalah. Self-efficacy merupakan keyakinan diri dalam menyelesaikan tugas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy pada materi aritmatika sosial. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitiannya terdiri dari 3 siswa SMP kelas VII di Kampung Pamoyanan, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Subjek dengan kategori self-efficacy tinggi dapat menyelesaikan soal sesuai dengan konsep dan prosedur, memahami hubungan antar aritmatika sosial, menyelesaikan masalah sehari–hari, serta dapat menganalis dan membandingkan gambar; (2) Subjek dengan kategori self-efficacy sedang dapat menyelesaikan soal sesuai dengan konsep dan prosedur dan memahami hubungan antar aritmatika sosial; (3) Subjek dengan kategori self-efficacy rendah tidak ada satu pun indikator yang dapat diselesaikan.
Kemampuan representasi matematis dan self-esteem siswa pada materi statistika Ai Ristiani; Iyam Maryati
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.475 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i1.1914

Abstract

Mathematics is a part of science that can improve one’s ability to think logically, rationally, critically, carefully, effectively, and efficiently. The ability of mathematical representation is one of the general goals of learning mathematics in schools. Self-esteem is one of the aspects that determines the success of students’ interaction in the social environment, through self-image, learning process, experiences, and interaction in the social environment. The aim of this study was to analyze the students’ ability in mathematical representation and self-esteem in statistic material. This study was conducted in Kp. Babakan Manggung, RT/RW 03/06, Ds. Sukajaya, Kec. Tarogong Kidul with the subjects of this research is seven students in third grade in Junior High School IT Bani Adam Hawa and taken by randomly. The technics of conducting the data in this research are test, interview, questionnaire, and observation. The result of this study indicates that: (1) the student's ability to represent is still low. Of the seven students, only four students thought that the question related to pictures and mathematical models were not much difficult. (2) students’ self-esteem attitude is still classified as moderate because of the lack of students’ ability to instill confidence in themselves in communicating mathematics in their life. The students who have less self-esteem are very concerned with students' achievements (3) the students still have difficulty in learning mathematics because the students often forget the formula and are confused about how to work the questions. Matematika adalah salah satu bidang ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam berpikir secara logis, rasional, kritis, cermat, efektif dan efisien. Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu tujuan umum dari pembelajaran matematika di sekolah. Self-esteem merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, melalui citra diri, proses belajar, pengalaman serta interaksi dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan representasi matematis dan self-esteem siswa pada materi statistika. Penelitian ini dilakukan di Kp. Babakan Manggung, RT/RW 03/06, Ds. Sukajaya, Kec. Tarogong Kidul dengan Subjek penelitian tujuh orang siswa SMP IT Bani Adam Hawa kelas IX yang diambil secara acak. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara, angket, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Kemampuan representasi siswa masih tergolong rendah. Dari ketujuh responden hanya empat yang menganggap bahwa soal yang berkaitan dengan gambar, dan model matematika tidak terlalu sulit. (2) Sikap self-esteem siswa masih tergolong sedang karena masih kurangnya kemampuan siswa dalam menanamkan keyakinan terhadap dirinya dalam mengkomunikasikan matematika kedalam kehidupan sehari-hari. Siswa yang memiliki self-esteem kurang sangat mempengaruhi pada prestasi belajar lainnya. (3) Siswa masih mengalami kesulitan dalam belajar matematika karena siswa sering tiba-tiba lupa rumus serta bingung dalam langkah pengerjaan soal.
Kemampuan komunikasi matematis siswa smp pada materi segiempat Aldi Hidayatuloh; Tina Sri Sumartini
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.814 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2233

Abstract

Communication skills need to be possessed by students in learning mathematics. This study aims to analyze junior high school students regarding mathematical communication skills in the quadrilateral material. This research method is descriptive qualitative. Determination of research subjects was carried out by purposive sampling by selecting 2 students of class VII. Data were obtained by conducting written tests and interviews. Each data or information obtained was analyzed in descriptive form. Learning difficulties experienced by students were analyzed based on the results of interviews. Students' mathematical communication skills were analyzed based on indicators of mathematical communication skills. The results of this study are the five indicators of students' mathematical communication skills need to be improved because they are not optimal. Factors that affect mathematical communication skills are the learning process, student understanding and the habit of giving practice questions. Kemampuan komunikasi perlu dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siswa SMP mengenai kemampuan komunikasi matematis pada materi Segiempat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dengan memilih 2 orang siswa kelas VII. Data diperoleh dengan cara melakukan tes tertulis dan wawancara. Setiap data atau informasi yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif. Kesulitan belajar yang dialami siswa dianalisis berdasarkan hasil wawancara. Kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki siswa dianalisis berdasarkan indikator-indikator kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian ini adalah kelima indikator kemampuan komunikasi matematis siswa perlu ditingkatkan karena belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan komunukasi matematis yaitu proses pembelajaran, pemahaman siswa serta pembiasaan pemberian latihan soal.
Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas viii smp pada materi geometri Nova Nurhanifah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.821 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2228

Abstract

The ability to think creatively is a very important ability that everyone has. In everyday life, everyone is always faced with problems that must be solved and require the ability to think creatively to find solutions to the problems at hand. Therefore, the ability to think creatively needs to be formed and developed in school, one of which is through learning mathematics. The ability to think creatively is the ability to find various kinds of new solutions to a mathematical problem in an easy, flexible, and acceptable way. Therefore, this study examines how the mathematical creative thinking ability VIII in one of the Junior High Schools (SMP) in Garut Regency, West Java, Indonesia. The indicators of mathematical creative thinking ability used to display (fluency), flexibility (flexibility), originality (originality), and elaboration (elaboration). This research was conducted on 5 students using a qualitative descriptive method. Data collection techniques in this study is through interview tests. The test used in this study is a mathematical creative thinking ability test in the form of triangle and quadrilateral material test questions that are adjusted to the indicators of mathematical creative thinking ability. While interviews with students as leverage the results of the tests given by researchers. The results showed that the mathematical creative thinking ability in the school was still low. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang selalu dihadapkan dengan masalah yang harus dipecahkan dan menuntut kemampuan berpikir kreatif untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Maka dari itu kemampuan berpikir kreatif perlu dibentuk dan dikembangkan sejak sekolah, salah satunya melalui pembelajaran matematika. Kemampuan berpikir kreatif matematis adalah kemampuan menemukan berbagai macam solusi yang bersifat baru terhadap suatu masalah matematika secara mudah, fleksibel dan dapat diterima kebenarannya. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan yaitu kelancaran (fluency), kelenturan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Penelitian ini dilakukan terhadap 5 orang siswa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui tes wawancara. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif matematik berupa soal tes materi segitiga dan segiempat yang disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kreatif matematik. Sedangkan wawancara kepada siswa sebagai verifikasi dari hasil pengerjaan tes yang diberikan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matematis di sekolah tersebut masih rendah.
Kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-confidence ditinjau dari kemandirian belajar siswa Atih Atiyah; Reni Nuraeni
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.762 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i1.1920

Abstract

Creative thinking in mathematics is a combination of logical and divergent thinking based on intuition but with mindful attention to flexibility, fluency, and novelty. The study aims to analyze how mathematical creative thinking skills and self-confidence are viewed from the independence of students learning. This research is a type of qualitative research using a descriptive approach. The research subjects in this study were 3 class VIII to Kp Kewong Desa Sukamulya Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut with circle material. The research instruments used in this research are in the form of written tests, questionnaires, and interviews. Based on the results of data analysis from research that has been done, it can be concluded that the level of student self-regulated learning affects the level of mathematical creative thinking and student self-confidence. Students with a high level of self-regulated learning have a high level of creative thinking ability and self-confidence, Students with a moderate level of self-regulated learning have a moderate level of creative thinking ability and self-confidence, likewise, students with low levels of self-regulated learning have low levels of creative thinking ability and self-confidence. Berpikir kreatif dalam matematika merupakan kombinasi berpikir logis dan berpikir divergen yang didasarkan intuisi tetapi dalam kesadaran memperhatikan fleksibilitas, kefasihan dan kebaruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-confidence ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek  dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa kelas VIII  di Kp Kewong Desa Sukamulya Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut dengan materi Lingkaran. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa soal tes tertulis, angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang sudah dilakukan, siswa dengan kemampuan berpikir kreatif tinggi mampu menunjukkan indikator flexibility dan originality, siswa dengan kemampuan berpikir kreatif sedang mampu memperoleh indikator yaitu flexibility sedangkan siswa dengan kemampuan berpikir kreatif rendah tidak mampu menunjukkan indikator kemampuan berpikir kreatif matematis. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa mempengaruhi tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis dan tingkat kemandirian siswa mempengaruhi tingkat kepercayaan diri siswa.
Kesulitan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan self-esteem pada materi statistika Dini Kurniasari; Teni Sritresna
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.297 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i1.1915

Abstract

This study aims to determine the difficulties experienced by students in solving mathematical problems based on self-esteem in statistical material. The self-esteem of students with categories of high students, medium students, and low students. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study were the distribution of student self-esteem questionnaires, tests of students' mathematical problem-solving abilities, and interviews. This research was conducted in Kp. Ciloa Rt. 01 Rw. 08 Dec. Banjarsari district. Bayongbong Kab. Garut with the research subject of 3 students taken from class VIII and IX for the 2019/2020 academic year around Kp. Ciloa, the selected students were students in the high, medium, and low mathematical self-esteem categories. The subject matter used in this research is statistical material. The research instrument includes a student self-esteem questionnaire, questions about students' mathematical problem-solving abilities in the form of descriptions, and interviews. Based on the results of the study, it was found that students with high self-esteem categories in working on the problem-solving problems given did not experience difficulties and tended to understand concepts in mathematics, students with self-esteem categories were in the process of working on mathematical concepts and students with high self-esteem categories did not understand mathematical concepts. low self-esteem in the process, these students do not understand the concepts in mathematics so they are unable to work on the questions given by the researcher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam pemecahan masalah matematis berdasarkan self-esteem pada materi statistika. Self-esteem siswa dengan kategori siswa tinggi, siswa sedang dan siswa rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penyebaran angket self-esteem siswa, tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Ciloa Rt. 01 Rw. 08 Des. Banjarsari Kec. Bayongbong Kab. Garut dengan subjek penelitian 3 orang peserta didik yang diambil dari kelas VIII dan IX tahun ajaran 2019/2020 yang ada disekitar Kp. Ciloa, peserta didik yang terpilih adalah peserta didik dalam kategori self esteem matematis tinggi, sedang dan rendah. Pokok bahasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi statistika. Instrumen penelitian ini mencakup angket self-esteem siswa, soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang berbentuk uraian dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa siswa dengan kategori self-esteem tinggi dalam pengerjaan soal-soal pemecahan masalah yang diberikan tidak mengalami kesulitan dan cenderung memahami konsep dalam matematika, siswa dengan kategori self-esteem sedang dalam pengerjaannya siswa tersebut kurang memahami konsep matematika dan siswa dengan kategori self-esteem rendah dalam pengerjaannya siswa tersebut tidak memahami konsep dalam matematika sehingga tidak mampu mengerjakan soal yang diberikan oleh peneliti. 
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah menengah pertama negeri 3 tarogong kidul dalam masalah statistika Ripki Margani Kusnadi; Dian Mardiani
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.774 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2229

Abstract

Problem solving is an attempt to find explanations and answers to each problem encountered. Problem solving is a competency that must be mastered by students in learning mathematics. This study aims to analyze the mathematical problem solving ability of junior high school students in statistical problems. This research is a type of qualitative research using a descriptive approach. The subjects in this study consisted of nine grade VIII students at SMP Negeri 3 Tarogong Kidul, Garut Regency. In this study, the instruments used were in the form of written test questions and interviews. Based on the results of data analysis from research that has been carried out, it is concluded that the written test results of nine students are included in the very high category, totaling three students, the high category two students, the medium category one student, the low category one student and the very low category two students with the highest total score is 94 and the very low score is 32. The results are taken from the results of the written test. Pemecahan masalah adalah usaha mencari penjelasan dan jawaban setiap masalah yang dihadapi. Pemecahan masalah merupakan sebuah kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah menengah pertama dalam masalah statistika. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari sembilan orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan yaitu berupa soal tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil analisa data dari penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil tes tertulis dari sembilan siswa yaitu yang termasuk kategori Sangat tinggi berjumlah tiga siswa, kategori tinggi dua siswa, kategori sedang satu siswa, kategori rendah satu siswa dan kategori sangat rendah dua siswa dengan jumlah skor paling tinggi yaitu 94 dan skor sangat rendah yaitu 32. Hasil tersebut diambil dari hasil tes tulis.