cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekasatyafriansyah@institutpendidikan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
powermathedu@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jl. Neptunus Timur 1 Blok K 2 No 53c Komp Margahayu Raya Bandung
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME)
ISSN : 29623952     EISSN : 2962245X     DOI : https://doi.org/10.31980/powermathedu
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) berisi artikel-artikel mengenai pendidikan matematika berbasis TIK yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: -Desain Pembelajaran Matematika -Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran -Pengembangan Media/Aplikasi Pembelajaran Matematika -Alat Peraga Pembelajaran Matematika -Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran -Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran -Media Pembelajaran berbasis IT -Penelitian Tindakan Kelas -Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Khusus untuk hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan dapat menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian campuran, penelitian pengembangan, penelitian desain, ataupun jenis penelitian lainnya yang berkaitan dengan topik di atas.
Articles 43 Documents
Miskonsepsi siswa ditinjau dari tingkat penyelesaian masalah pada materi operasi pecahan Dini Syarifatus Sadiah; Ekasatya Aldila Afriansyah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2718

Abstract

AbstractMisconceptions often occur in students who have conceptually misunderstood. This study aim to identify the types of misconceptions and determine the causes of misconceptions in solving fraction operations. The research method used is descriptive qualitative. The subjects of the research were grade VII students who were in Jati Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency. The sampling technique of this research is purposive sampling. The data collection technique used is a matter of fractional arithmetic operations, interviews, and peer observation. The data analysis techniques of this research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the types of students’ misconceptions were generalization, calculation, and notation. Misconceptions have a relationship with the level of problem-solving. The causes of misconceptions are students’ lack of interest in learning, students do not practice fraction counting operations, teachers often giving practice questions rather than concept learning, students’ memory is low, students’ inability to link everyday concepts into story questions, and students are not careful in doing their work. Abstrak Miskonsepsi sering terjadi pada siswa yang memiliki kesalahpahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis miskonsepsi dan mengetahui penyebab miskonsepsi dalam menyelesaikan operasi pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut berjumlah 6 orang siswa. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah soal operasi hitung pecahan, wawancara, dan observasi teman sejawat. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis miskonsepsi siswa yaitu penggeneralisasian, perhitungan, dan notasi. Miskonsepsi memiliki keterkaitan dengan tingkat penyelesaian masalah. Penyebab miskonsepsi yaitu minat belajar siswa kurang, siswa kurang berlatih operasi hitung pecahan, guru sering memberi latihan soal daripada pembelajaran konsep, daya ingat siswa rendah, ketidakmampuan siswa mengaitkan konsep sehari-hari kedalam bentuk soal cerita dan siswa tidak teliti dalam mengerjakan soal.
Miskonsepsi siswa smp pada materi perbandingan dengan menggunakan four tier diagnostic test Sama Al-Qonuni; Ekasatya Aldila Afriansyah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3104

Abstract

One obstacle that occurs in the learning of junior high school students in solving complex and abstract problems is characterized by a misunderstanding of concepts (misconceptions). One effort to find out the misconception is to use the Four Tier Diagnostic Test (FTD Test). While the material used in this study is a comparison material that is synonymous with the concept of a comparison. This study aims to determine the type of misconception and causes of misconceptions experienced by students on comparison material using FTD Test. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The subjects in this study were 5 Class VIII-D students of SMPN 1 Tarogong Kaler as many as 5 people were chosen using the Purposive Sampling method. The instruments used in this study were FTD Test sheets, interview guidelines, and observation sheets. Data were analyzed using data reduction techniques, data presentation, and data verification1/drawing conclusions. The results of this study students experience classification misconceptions, correlational misconceptions, and theoretical misconceptions. The cause of misconceptions in students is from their own students who do not understand the comparison material, the teacher's habit of giving routine practice questions, and is also influenced by learning online. Salah satu hambatan yang terjadi pada pembelajaran siswa SMP dalam memecahkan permasalahan yang kompleks dan abstrak ditandai dengan adanya kesalahpahaman konsep (miskonsepsi). Salah satu upaya untuk mengetahui adanya miskonsepsi adalah dengan menggunakan Four Tier Diagnostic Test (FTD Test). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi perbandingan yang identik dengan konsep perbadingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis miskonsepsi dan penyebab miskonsepsi yang dialami oleh siswa dengan menggunakan FTD Test. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif dengan pendekatan kualitatif, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-D SMPN 1 Tarogong Kaler sebanyak 5 orang yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang adalah lembar FTD Test, lembar pedoman wawancara, dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data/penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini siswa mengalami miskonsepsi klasifikasional, miskonsepsi korelasional, dan miskonsepsi teoritikal. Penyebab terjadinya miskonsepsi kurangnya memahami materi perbandingan, kebiasaan guru memberi soal latihan rutin, dan juga dipengaruhi oleh pembelajaran yang dilakukan secara daring.
Kesulitan belajar matematika pada mahasiswa pgsd Lidia Evi; Lusia Mimi Febrianti; Ilmawati Fahmi Imron
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3093

Abstract

Difficulty in learning mathematics is a condition where there is a deviation between the actual abilities possessed and the achievements shown which are manifested in three basic academic areas such as reading, writing and arithmetic. The purpose of this study was to determine students' difficulties in learning mathematics and the factors that cause difficulties for students in learning mathematics. This type of research is research using a qualitative approach, which is a process of research and understanding based on a methodology that investigates a difficulty in learning mathematics. The data collection technique uses a questionnaire. The subjects of this study were ten students of PGSD UNP Kediri. Based on the results of the study, the learning difficulties factor for students consisted of 5 factors, namely factors of low basic mathematical ability, the factor of not paying attention to the explanation of the material properly, the factor of drowsiness, the factor of not like learning Mathematics, the factor of playing HP when learning takes place, and time factor. Kesulitan belajar matematika adalah suatu kondisi terjadinya penyimpangan antara kemampuan sebenarnya dimiliki dengan prestasi yang ditunjukkan yang termaniferstasi pada tiga bidang akademik dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam belajar matematika dan faktor-faktor yang menimbulkan kesulitan bagi siswa dalam mempelajari matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang merupakan suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu kesulitan dalam pembelajaran matematika.Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner.  Subjek penelitian ini adalah 15 mahasiswa PGSD UNP Kediri. Berdasarkan hasil penelitian faktor kesulitan belajar mahasiswa terdiri dari 6 faktor yaitu: Faktor kemampuan dasar matematika rendah, Faktor tidak memperhatikan penjelasan materi dengan baik, Faktor mengantuk, Faktor tidak menyukai pembelajaran Matematika, Faktor bermain HP saat pembelajaran berlangsung, dan Faktor waktu/jam.
Pengaruh kepercayaan diri terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa mts pada materi himpunan Siti Robiah; Reni Nuraeni
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3095

Abstract

In reality, students' mathematical communication skills are still low, one of the factors that influence mathematical communication skills is self-confidence. This study aims to determine the level of self-confidence, the level of mathematical communication skills, and the effect of self-confidence on students' mathematical communication skills in the set material. This research is quantitative research with correlational method. The population in this study were students of class VII MTs Al-Ma'arif Cilageni Kadungora. Sampling was done by purposive sampling technique and obtained 24 students as research samples. Data collection techniques used questionnaires to measure self-confidence and tests in the form of description questions to measure mathematical communication skills. The data analysis technique used is simple linear regression analysis and t test. The results showed that the level of self-confidence of class VII students at MTs Al-Ma'arif Cilageni Kadungora for the 2022/2023 academic year was in the moderate category. Based on the data test of mathematical communication ability, it was found that the level of mathematical communication ability of VII students of MTs Al-Ma'arif Cilageni Kadungora for the 2022/2023 academic year is in the medium category. Based on simple linear regression analysis and t test, the results of this study indicate that there is a significant effect of self-confidence on the mathematical communication skills of class VII students at MTs Al-Ma'arif Cilageni Kadungora for the 2022/2023 academic year of 87.5%, while 12.5 % influenced by other factors.Kenyataannya kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis adalah kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri, tingkat kemampuan komunikasi matematis, dan pengaruh kepercayaan diri terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi Himpunan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Al-Ma’arif Cilageni Kadungora. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purpossive sampling dan diperoleh 24 siswa sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur kepercayaan diri dan tes berupa soal uraian untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa kelas VII MTs Al-Ma’arif Cilageni Kadungora tahun ajaran 2022/2023 berada pada kategori sedang. Berdasarkan uji data kemampuan komunikasi matematis diperoleh bahwa tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa VII MTs Al-Ma’arif Cilageni Kadungora tahun ajaran 2022/2023 berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis regresi linear sederhana dan uji t, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kepercayaan diri terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII MTs Al-Ma’arif Cilageni Kadungora tahun ajaran 2022/2023 sebesar 87,5%, sedangkan 12,5% dipengaruhi oleh faktor lain.
Kesalahan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan prosedur newman pada materi sistem persamaan linear dua variabel Salma Rofifah Pratami; Rostina Sundayana; Deddy Sofyan
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3103

Abstract

Good problem-solving skills also affect learning outcomes in mathematics for the better and is also a general goal of learning mathematics, because problem-solving abilities can help in dealing with problems both in different subjects and in everyday life. The purpose of this study was to find out how students' errors in solving problems on the material of a two-variable system of linear equations based on the Newman procedure. The research method used in this study is descriptive analysis with a qualitative approach. Data collection techniques in this study were tests, interviews, and field notes. The results of this study indicate that there are no students who on all indicators do not have errors, and in solving problems on the material of the two-variable linear equation system (SPLDV) students make various errors, where errors when reading and understanding are included in the category of very small errors, errors at the transformation stage are categorized as small errors, while errors during procedural skills and errors at the time of writing the final answer are included in the high category errors. These errors generally occur due to student negligence and lack of knowledge of students in solving SPLDV questions.Kemampuan pemecahan masalah yang baik juga mempengaruhi hasil belajar matematika menjadi lebih baik dan juga merupakan tujuan umum dari pembelajaran matematika, karena kemampuan pemecahan masalah dapat membantu dalam menangani masalah baik dalam mata pelajaran yang berbeda maupun dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan prosedur Newman. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat siswa yang pada semua indikator tidak memiliki kesalahan, dan dalam menyelesaikan soal pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) siswa melakukan kesalahan yang beragam, dimana kesalahan pada saat membaca dan memahami termasuk kedalam kesalahan berkategori sangat kecil, kesalahan pada tahap transformasi termasuk ke dalam kesalahan berkategori kecil, sedangkan kesalahan pada saat keterampilan prosedur dan kesalahan pada saat penulisan jawaban akhir termasuk kedalam kesalahan berkategori tinggi. Kesalahan- kesalahan tersebut pada umumnya terjadi karena keteledoran siswa dan kurangnya pengetahuan siswa dalam menyelesaikan soal SPLDV.
Peluang dan tantangan pengembangan asesmen high order thinking skills dalam pembelajaran matematika di indonesia Dwi Susanti; Heri Retnawati; Elly Arliani; Latif Irfan
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3096

Abstract

HOTS is a very important aspect to be developed in learning mathematics because in solving non-routine real problems students need critical thinking skills and creative abilities. This literature review aims to provide an overview of the opportunities and challenges of developing high order thinking skills (HOTS) assessments in mathematics learning, especially from a non-technical perspective. Because of the many assessment developments that exist when applied to the assessment of the mathematics learning process. This study was conducted with reference to the method of conducting a literature review proposed by Creswell (2002) in which the study materials used were in the form of journal articles and proceedings. The results of the study indicate that the development of high order thinking skills (HOTS) assessments in mathematics learning has opportunities in terms of the positive influence obtained from the development of the high order thinking skills (HOTS) assessments, while the challenge is how to develop appropriate mathematics learning instruments. with indicators of high order thinking skills (HOTS) questions can be developed that are valid, practical, appropriate, and suitable for use, and maximize the assessment or assessment that will be carried out by the teacher at the end or beginning of learning. Thus, to obtain a positive influence from the development of high order thinking skills (HOTS) assessments in mathematics learning, teachers need to pay attention to these challenges.HOTS merupakan aspek yang sangat penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang tidak rutin siswa memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan kreatif. Kajian literatur ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peluang dan tantangan dari pengembangan asesmen high order thinking skills (HOTS) dalam pembelajaran matematika, khususnya dari segi non-teknis. Karena banyaknya pengembangan-pengembangan asesmen yang ada saat diterapkan untuk penilaikan proses pembelajaran matematika. Kajian ini dilakukan dengan mengacu pada metode pelaksanaan kajian literatur yang diajukan oleh Creswell (2002) di mana bahan kajian yang digunakan berupa artikel jurnal dan prosiding. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan asesmen high order thinking skills (HOTS) dalam pembelajaran matematika memiliki peluang dalam hal pengaruh yang positif yang diperoleh dari pengembangan asesmen high order thinking skills (HOTS) tersebut, sedangkan tantangan yang ada berupa bagaimana mengembangan instrumen dalam pembelajaran matematika yang sesuai dengan indikator soal high order thinking skills (HOTS) dapat dikembangkan dengan valid, praktis, sesuai, dan layak digunakan, dan memaksimalkan penilaian atau asesmen yang akan dilakukan oleh guru diakhir atau awal pembelajaran. Dengan demikian, untuk memperoleh pengaruh positif dari pengembangan asesmen high order thinking skills (HOTS) pembelajaran matematika, guru perlu memperhatikan tantangan-tantangan tersebut. 
Analisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas vii smp dalam menyelesaikan soal cerita materi segitiga Ainur Rohmah; Mita Dwi Rosita; Ervina Reza Fatimah; Indah Wahyuni
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3098

Abstract

Critical thinking skills are very important in today's life, as other thinking skills develop, such as decision making and problem solving skills.This study aims to analyze the critical thinking skills of class VII students at SMPN 2 Kalisat in solving word problems on triangle material. Students' critical thinking skills are very important to help them solve problems and make the right decisions. This study used a descriptive qualitative method with data collection techniques using written tests and interviews. The research sample consisted of 6 students of class VII B at SMPN 2 Kalisat. The results showed that students' critical thinking skills in solving triangle story problems were still low. This shows the need for efforts to improve students' critical thinking skills through more active, creative and participatory learning. It is recommended for teachers to provide more exercises to students to improve their critical thinking skills in solving triangle story problems.Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam kehidupan saat ini, saat keterampilan berpikir lainnya berkembang, seperti pengambilan keputusan dan keterampilan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII di SMPN 2 Kalisat dalam menyelesaikan soal cerita pada materi segitiga. Kemampuan berpikir kritis siswa sangat penting untuk membantu mereka dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis dan wawancara. Sampel penelitian terdiri dari 6 siswa kelas VII B di SMPN 2 Kalisat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi segitiga masih rendah. Hal ini menunjukkan perlunya upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan partisipatif. Disarankan bagi guru untuk memberikan latihan-latihan yang lebih banyak kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka dalam menyelesaikan soal cerita materi segitiga. 
Faktor rendahnya minat belajar siswa kelas v sekolah dasar pada mata pelajaran matematika Wafiq Andriani Putri
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3097

Abstract

This article discusses the factor analysis of the low learning interest of fifth grade elementary school students in mathematics. Descriptive descriptive research method is the method used in this study. The purpose of the research was conducted to find out and find the factors of students' low interest in learning mathematics. Informants in the interview involved 10 students in 2 schools, namely 5 students from SDN 024 Tarai Bangun and 5 students from SDN 187 Pekanbaru. Interviews and analysis of student textbooks are a way for researchers to collect data. The findings from the interviews obtained information that students who had a low interest in learning mathematics were influenced by several factors including the study time was too long, students did not like mathematics, did not understand mathematical concepts, were disturbed by friends, the teacher only explains and students listen, the questions in the book package are still abstract and not in accordance with everyday life.Artikel ini membahas analisis faktor rendahnya minat belajar siswa kelas V Sekolah Dasar pada mata pelajaran matematika. Metode penelitian kualitatif deskriptif menjadi metode yang digunakan pada penelitian ini. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui dan menemukan faktor rendahnya minat siswa pada pembelajaran matematika. Informan dalam wawancara melibatkan 10 siswa pada 2 sekolah yaitu 5 siswa dari SDN 024 Tarai Bangun dan 5 siswa dari SDN 187 Pekanbaru. Wawancara dan menganalisis buku paket siswa merupakan cara peneliti untuk mengumpulkan data. Temuan hasil dari wawancara, peneliti memperoleh informasi bahwa siswa yang memiliki minat belajar matematika rendah dipengaruhi beberapa faktor diantaranya waktu belajar yang terlalu lama, siswa tidak menyukai pelajaran matematika, tidak memahami konsep matematika, diganggu oleh teman-temannya, guru hanya menjelaskan dan siswa mendengarkan, soal-soal di buku paket masih abstrak dan tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
Kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah ditinjau dari self-concept matematis Frisa Dewi Mardarani; Fikri Apriyono
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3102

Abstract

Self-concept of different categories of students. This difference becomes an open secret that students have from a young age and can influence students' critical thinking in mathematics as they solve mathematical problems from within their own self-concept. designed to assess their critical thinking ability in solving problems according to their high, average, and low math self-concepts. The research method used is exploratory with a qualitative descriptive approach. The study was conducted with a total of 16 students of SMP Islamic Al Mursidia Grade VIII A. Six students were enrolled as subjects in this study: two students with high self-esteem in mathematics, two students with medium self-esteem in mathematics, and two students with low self-esteem in mathematics. The research was conducted through questionnaires, tests and interviews. Through data reduction, data presentation and final stages through technical and temporal triad. The study revealed that two students with high self-concept, one with moderately critical self-concept, one with very critical self-concept, and one with low self-concept. At a serious enough level, the student is not important.Konsep diri siswa dengan kategori yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menjadi rahasia umum yang dimiliki siswa sejak dini dan memungkinkan mereka mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika dilihat dari sudut pandang mereka sendiri. Tujuannya adalah mengetahui kempuan berpikir dalam memecahkan masalah menurut konsep diri matematis tinggi, sedang dan rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Islam Al-Mursyidiyah kelas VIII A dengan jumlah siswa 16 orang. Penelitian ini merekrut 6 siswa untuk mata pelajaran, yaitu 2 siswa belajar mandiri matematika, 2 siswa belajar mandiri matematika dan 2 siswa belajar mandiri matematika. Penelitian dilakukan melalui angket, tes dan wawancara. Juga melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknis dan temporal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 siswa dengan self-esteem tinggi berada pada level kritis, 1 siswa dengan self-esteem sedang berada pada level kritis, 1 siswa berada pada level sangat kritis dan 1 siswa dengan self-esteem rendah. pada tingkat sangat kritis dan 1 siswa tidak kritis.
Kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari motivasi belajar siswa sekolah dasar Ilham Ali Robbani; Tina Sri Sumartini
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3049

Abstract

This research is motivated by the results of other studies which show that mathematical problem-solving abilities are in line with students' learning motivation. The purpose of this study was to determine the increase in students' mathematical problem-solving abilities in terms of learning motivation. This study used a quantitative method with test instruments about problem solving abilities and student learning motivation questionnaires. As for the data processing by conducting instrument validity tests, normality tests, homogeneity tests, differentiating power tests and difficulty levels and finally conducting t tests or advanced tests. The population in this study were students at an elementary school in Garut Regency. Sampling was done by purposive sampling. Based on the results of the analysis, it was concluded that, increasing student motivation will affect the increase in students' mathematical problem-solving abilities. This research has implications for previous research that motivation influences students' mathematical problem-solving abilities. So, it is hoped that the teacher in the class is able to increase student learning motivation.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil-hasil penelitian lainnya yang menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis sejalan dengan motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan  instrumen tes soal kemampuan pemecahan masalah dan angket motivasi belajar siswa. Adapun proses pengolahan data dengan melakukan uji validitas instrumen, uji normalitas, uji homogenitas, uji daya pembeda dan tingkat kesukaran serta yang terakhir melakukan uji t atau uji lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SD di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa, Semakin meningkat motivasi belajar siswa akan mempengaruhi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini berimplikasi pada penelitian sebelumnya bahwa motivasi mempengaruhi dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.  Sehingga diharapkan guru di kelas mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.