cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekasatyafriansyah@institutpendidikan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
powermathedu@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jl. Neptunus Timur 1 Blok K 2 No 53c Komp Margahayu Raya Bandung
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME)
ISSN : 29623952     EISSN : 2962245X     DOI : https://doi.org/10.31980/powermathedu
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) berisi artikel-artikel mengenai pendidikan matematika berbasis TIK yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: -Desain Pembelajaran Matematika -Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran -Pengembangan Media/Aplikasi Pembelajaran Matematika -Alat Peraga Pembelajaran Matematika -Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran -Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran -Media Pembelajaran berbasis IT -Penelitian Tindakan Kelas -Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Khusus untuk hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan dapat menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian campuran, penelitian pengembangan, penelitian desain, ataupun jenis penelitian lainnya yang berkaitan dengan topik di atas.
Articles 43 Documents
Hubungan kondisi lingkungan belajar di sekolah dan hasil belajar siswa Anita Amelia Ole; Elsaday Geovanka Dipan
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2434

Abstract

Abstract This research is a quantitative research that is descriptive and correlational. The research was conducted at SD Advent X Airmadidi with 65 respondents from class IV A and IV B students who were registered in the 2019/2020 school year. This study aims to find out whether there is a significant relationship between the conditions of the learning environment in schools and student learning outcomes in mathematics. This study has two variables, namely the condition of the learning environment at school as the dependent variable and student learning outcomes as the independent variable. The questionnaire used in this study was adapted from Arifin (2016). The mean score is used to find out the level of the condition of the learning environment in schools and the level of student learning outcomes. Pearson correlation is used to determine the relationship between the conditions of the learning environment in schools and student learning outcomes in mathematics. The results showed that the condition of the learning environment in schools was at a high level and student learning outcomes were at a good level. Furthermore, the results showed that there was a significant relationship between the conditions of the learning environment in schools and student learning outcomes. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dan korelasi. Penelitian dilaksanakan di SD Advent X Airmadidi dengan 65 responden siswa kelas IV A dan IV B yang terdaftar pada tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah ada hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan belajar di sekolah dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu kondisi lingkungan belajar di sekolah sebagai variabel terikat dan hasil belajar siswa sebagai variabel bebas. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari Arifin (2016). Mean score digunakan untuk mencari tahu tingkat kondisi lingkungan belajar di sekolah dan tingkat hasil belajar siswa. Pearson correlation digunakan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan belajar di sekolah dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan belajar di sekolah berada pada tingkat yang tinggi dan hasil belajar siswa berada pada tingkat yang baik. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan belajar di sekolah dan hasil belajar siswa.
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari self-confidence siswa pada materi bangun ruang sisi datar Randi Junaedi Saputra; Deddy Sofyan; Dian Mardiani
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2719

Abstract

Abstract One of the factors of failure in learning is the lack of students' mathematical problem-solving abilities. One of the factors that affect the ability to solve mathematical problems is self-confidence. The purpose of this study is to analyze mathematical problem-solving ability based on high self-confidence. This study uses a qualitative method, the population in this study is public junior high school students in the Malangbong sub-district. The sample was chosen by 4 students to be the subject of the interview. The instruments used are questionnaires, tests, and interview guidelines. The results obtained from this study, some students are not able to understand the problem of rectangular pyramids, most students are not able to understand the problem of rectangular blocks and pyramids, all students are not able to plan solutions, namely the formula for the perimeter of the pyramid, the formula for the length of the entire side of the beam, the formula for the surface area rectangular pyramid, and the formula for the area of the inner wall in the form of a block, all students were not able to plan using the formula for the perimeter of the pyramid, the formula for the length of the entire side of the beam, the formula for the surface area of a rectangular pyramid, and the formula for the area of the inner wall in the form of a block. Abstrak Salah satu faktor ketidak berhasilan dalam belajar yaitu kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu self-confidence. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan self-confidence tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, populasi pada penelitian ini adalah siswa SMP Negeri yang berada di kecamatan malangbong. Sample dipilih 4 siswa untuk dijadikan subjek wawancara. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes, dan pedoman wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, sebagian siswa tidak mampu memahami masalah limas persegi empat, sebagian besar siswa tidak mampu memahami masalah balok dan limas persegi panjang, semua siswa tidak mampu merencanakan penyelesaian yakni rumus keliling limas, rumus panjang seluruh rusuk balok, rumus luas permukaan limas persegi panjang, dan rumus luas dinding bagian dalam berbentuk balok, semua siswa tidak mampu melakukan rencana dengan menggunakan rumus keliling limas, rumus panjang seluruh rusuk balok, rumus luas permukaan limas persegi panjang, dan rumus luas dinding bagian dalam berbentuk balok.
Uji keterbacaan buku ajar matematika dasar untuk mahasiswa program studi pendidikan fisika Ita Chairun Nissa; Baiq Rika Ayu Febrilia; Dwi Pangga
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2435

Abstract

Abstract One of the requirements that must be done in developing a textbook is a readability test. Readability is all the elements in the textbook that affect the success of the reader in understanding the material he reads at an optimal reading speed. The readability test aims to determine whether the use of sentences/language, presentation of material, layout, and interaction between texts in textbooks can be used by students to understand the materials in it. It is important to do a readability test to minimize errors that can cause misunderstandings between the author's intent and the reader's understanding. The readability test in this study was carried out through a survey method by distributing questionnaires to 15 students of the physics education study program who were taking basic mathematics courses. The results showed that the level of readability of basic mathematics textbooks for physics was at high criteria in the aspect of convenience (67.5%), attractiveness (65.5%), and understanding (67.5%). Although the readability test showed a high score, there are several things that still need to be improved, namely the appearance of the textbook (book cover and illustrations) and the writing style that must be made more varied and able to attract the interest of the reader. Abstrak Salah satu persyaratan yang harus dilakukan dalam pengembangan suatu buku ajar adalah uji keterbacaan. Keterbacaan adalah seluruh unsur yang ada dalam buku ajar yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembaca dalam memahami materi yang dibacanya pada kecepatan membaca yang optimal. Uji keterbacaan bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan kalimat/bahasa, penyajian materi, tata letak dan interaksi antarteks dalam buku ajar dapat digunakan mahasiswa untuk memahami materi-materi yang ada di dalamnya. Uji keterbacaan penting dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan yang dapat menyebabkan kesalahpahaman antara maksud penulis dengan pemahaman pembaca. Uji keterbacaan dalam penelitian ini dilakukan melalui metode survei dengan membagikan kuesioner kepada 15 mahasiswa program studi pendidikan fisika yang sedang menempuh mata kuliah matematika dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbacaan buku ajar matematika dasar untuk fisika berada pada kriteria tinggi pada aspek kemudahan (67,5%), aspek kemenarikan (65,5%) dan aspek keterpahaman (67,5%). Walaupun uji keterbacaan menunjukkan nilai yang tinggi, namun ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan lagi kualitasnya yaitu tampilan buku ajar (cover dan ilustrasi) dan gaya tulisan yang harus dibuat lebih variatif dan mampu menarik minat pembaca.
Kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita Nurul Dewi Cahyani; Teni Sritresna
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2720

Abstract

AbstractThis research is motivated by students' reasoning abilities that are still low in solving math word problems. Students still have difficulty in giving proper reasons for a problem that has been done and confusion in giving conclusions about a statement. Even reasoning skills should be needed when students solve a problem because then students will easily apply them in solving a problem. This study aims to analyze students' mathematical reasoning abilities in solving word problems. This research uses a qualitative research approach with a descriptive research type. The subjects in this study were 6 students of class VIII-C of SMP Negeri 1 Kadungora who were selected from the results of the initial test of mathematical reasoning abilities, namely 3 students with high reasoning abilities, 1 student with moderate reasoning abilities, and 2 students with low reasoning abilities. The results of this study are 1) Students with high reasoning abilities in solving word problems, namely S-2 and S-3 are able to fulfill the four indicators of reasoning. While S-1 is able to fulfill three indicators of reasoning. 2) Students with moderate reasoning abilities in solving word problems are able to fulfill two reasoning indicators, namely S-4. 3) Students with low reasoning abilities in solving word problems are only able to fulfill one reasoning indicator, namely S,-5, and S-6. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan penalaran siswa yang masih rendah dalam memecahkan soal cerita matematika. Siswa masih kesulitan dalam memberikan alasan yang tepat terhadap suatu permasalahan yang telah dikerjakan serta kebingungan dalam memberikan kesimpulan terhadap suatu pernyataan. Padahal seharusnya kemampuan penalaran sangat dibutuhkan ketika siswa memecahkan suatu permasalahan, karena dengan begitu siswa akan mudah menerapkannya dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 6 siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Kadungora yang dipilih dari hasil tes awal kemampuan penalaran matematis yaitu 3 siswa dengan kemampuan penalaran tinggi, 1 siswa dengan kemampuan penalaran sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan penalaran rendah. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Siswa dengan kemampuan penalaran tinggi dalam menyelesaikan soal cerita yaitu S-2 dan S-3 mampu memenuhi empat indikator penalaran. Sedangkan S-1 mampu memenuhi tiga indikator penalaran. 2) Siswa dengan kemampuan penalaran sedang dalam menyelesaikan soal cerita mampu memenuhi dua indikator penalaran yaitu S-4. 3) Siswa dengan kemampuan penalaran rendah dalam menyelesaikan soal cerita hanya mampu memenuhi satu indikator penalaran yaitu S-5 dan S-6.
Determinan pencapaian siswa bidang matematika: Perbandingan antara indonesia dan singapura M Mujiya Ulkhaq
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2481

Abstract

Abstract This study investigates and compares the determinants of Indonesian and Singaporean students’ achievement in mathematics. The achievement is proxied by the PISA score of mathematics. The recent PISA 2018 data is used to answer this research question. Multivariate linear regression is used; as the dependent variable in the PISA score of mathematics, while the information concerning the student’s background is used as independent variables, student’s age, gender, the learning time in mathematics, index of economic, social, and cultural status, and ICT possession at home. For all samples (Indonesia and Singapore), all independent variables are statistically significant at least at the 10% level. This shows that age, gender, learning time in mathematics, index of economic, social, and cultural status, and ICT possession at home do have an influence on student achievement as measured by PISA mathematics scores. Several tests to test the classical assumptions, such as the residual normality test, heteroscedasticity test, and collinearity test were also carried out. According to this test, no problems occurred. Abstrak Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor penentu (determinan) pencapaian matematika siswa Indonesia dan Singapura. Pencapaian siswa diukur dengan dengan skor PISA matematika. Data PISA terbaru tahun 2018 digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian ini. Regresi linier multivariat digunakan; sebagai variabel terikat adalah nilai PISA matematika, sedangkan informasi mengenai latar belakang siswa digunakan sebagai variabel bebas, yaitu usia, jenis kelamin, waktu belajar matematika, indeks status ekonomi, sosial, dan budaya, serta kepemilikan ICT di rumah. Untuk semua sampel (Indonesia dan Singapura), semua variabel bebas signifikan secara statistik dalam taraf (paling tidak) 10%. Hal ini menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, kepemilikan ICT di rumah, kondisi ekonomi, sosial, dan budaya, dan waktu belajar matematika waktu belajar matematika, indeks status ekonomi, sosial, dan budaya, serta kepemilikan ICT di rumah berpengaruh terhadap prestasi siswa yang diukur dengan nilai PISA matematika. Beberapa pengujian untuk menguji asumsi klasik, seperti uji normalitas residual, uji heteroskedastisitas dan uji kolinearitas juga dilakukan. Menurut tes ini, tidak ada masalah yang terjadi.
Kemampuan Pemahaman Konsep pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa SMP Kelas VIII Windi Pebrianti; Nitta Puspitasari
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2733

Abstract

Abstract Understanding concepts has an important role in learning mathematics that will strengthen the memory of students in receiving imaginary mathematical material so it is necessary to understand the concepts first. The aim of this study is to find out how the ability of understanding the concepts of male and female students on the material of the System of Linear Equations of Two Variables of High School students of Grade VIII. The type of research used is qualitative research. Study subject of six students of SMP 3 Karangpawitan class VIII. Techniques of data collection of observations, tests, interviews, and documentation. The results of this study male and female students can meet indicators reaffirm a concept already included in a high category; indicators classify objects according to the concept of male students included in the middle category, but female pupils included in high categories; indicator present concepts in the form of mathematical representations of male pupils including the middle class, but feminine pupils already including in the high category, indicators using, exploiting and selecting specific procedures or operations of males and females including the low category; indicators apply concepts or algorithms of male and feminine students including the medium category. Abstrak Pemahaman konsep mempunyai peranan penting dalam pembelajaran matematika yang akan menguatkan ingatan siswa dalam menerima materi matematika yang bersifat imajiner sehingga diperlukan memahami konsepnya terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman konsep siswa laki-laki dan perempuan pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Siswa SMP Kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian enam siswa SMP 3 Karangpawitan kelas VIII. Teknik pengumpulan data observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini siswa laki-laki dan perempuan dapat memenuhi indikator menyatakan ulang sebuah konsep sudah termasuk kategori tinggi; indikator mengklasifikasikan objek sesuai konsepnya siswa laki-laki termasuk kategori sedang, siswa perempuan termasuk kategori tinggi; indikator menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis siswa laki-laki termasuk kategori sedang, siswa perempuan sudah termasuk kategori tinggi; indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi  siswa laki-laki dan perempuan termasuk kategori rendah; indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma siswa laki-laki dan perempuan termasuk kategori sedang.
Implementasi lkpd pmri dalam materi membilang sampai 20 untuk siswa fase a sekolah dasar Aida Meilina; Neni Mariana; Ika Rahmawati
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2487

Abstract

Abstract Implementation of LKPD in ethnomathematics-based PMRI in the learning process makes it easier for students to learn the material to count up to 20. The purpose of this study is to describe the effectiveness of using LKPD with the PMRI approach in the learning process. This research method is descriptive qualitative with the type of research design. Research design is used as an appropriate means to an end; conducted in three phases: initial design, teaching trials (first and second cycles), and retrospective analysis. This study allows students to carry out activities starting with contextual situations from the traditional Tengkorek game and then developing them in cutting and counting activities. Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) underlies the design of contexts and activities. The population sample is students from the 164 Gresik State Elementary School. This study involved grade 1 students, 5 students in cycle I, and 5 students in cycle II (1 student was analyzed in detail). The results of this study can show that these activities can bring student learning from contextual to more formal situations through traditional games as local wisdom. The activities in this study have been successfully implemented in this school, so this activity can be used for other schools. Abstrak Implementasi LKPD dalam PMRI berbasis etnomatematika pada proses pembelajaran mempermudah peserta didik dalam mempelajari materi membilang sampai 20. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan penggunaan LKPD dengan pendekatan PMRI pada proses pembelajaran. Metode Penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan jenis penelitian design. Desain penelitian digunakan sebagai sarana yang tepat untuk mencapai tujuan; dilakukan dalam tiga fase: desain awal, percobaan mengajar (siklus pertama dan kedua), dan retrospektif analisis. Studi ini memungkinkan siswa untuk melakukan aktivitas diawali dengan situasi kontekstual dari permainan tradisional Tengkorek lalu dikembangkan dalam aktivitas menggunting dan membilang. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) mendasari perancangan konteks dan kegiatan. Sampel populasi adalah siswa dari Sekolah Dasar Negeri 164 Gresik. Penelitian ini melibatkan siswa kelas 1, 5 siswa pada siklus I dan 5 siswa pada siklus II (1 siswa dianalisis secara detail). Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat membawa pembelajaran siswa dari kontekstual ke situasi yang lebih formal melalui permainan tradisional sebagai kearifan lokal. Kegiatan dalam penelitian ini telah berhasil diterapkan di sekolah ini, sehingga kegiatan ini dapat digunakan untuk sekolah lainnya.
Perangkat pembelajaran matematika berbasis problem-based learning pada materi sistem persamaan linear tiga variabel Fitria Fitria; Nofriyandi Nofriyandi; Suripah Suripah; Aulia Sthephani
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2366

Abstract

Abstract This study aims to test the validity and practicality of the development of Problem-Based Learning (PBL) based mathematics learning tools on the material of a three-variable system of linear equations for class X SMA. The subjects of this student of class X SMA Negeri 1 Bunut. This type of research is development research using the ADDIE model. The methods used in data collection are interviews and questionnaires. The instrument used in this study were validation sheets and student response questionnaires. The validation result of learning tools in the form of a syllabus was 84.38% with a very valid category, 88.72% of lesson plans validation results with a very valid category, and LKPD validation results with 86.24% with a very valid category. Field trials based on student response questinnaires obtained a value of 89.44%. So, it can be concluded that the learning tools developed can be categorized as very practical. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan dan kepraktisan dari pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada materi sistem persamaan linear tiga variabel kelas X SMA. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Bunut yang berjumlah 26 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan angket. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan lembar angket respon siswa. Hasil validasi perangkat pembelajaran berupa silabus adalah 84,38% dengan kategori sangat valid, hasil validasi RPP sebesar 88,72% dengan kategori sangat valid, dan hasil validasi LKPD sebesar 86,24% degan kategori sangat valid. Uji coba di lapangan berdasarkan angket respon siswa diperoleh nilai sebesar 89,44%. Maka dapat disimpulkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat dikategorikan sangat praktis.
Brain-based learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa smp Intan Dwi Cahyani; Abdul Halim Fathani; Surya Sari Faradiba
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2640

Abstract

Abstract This research is motivated by the researcher's weakness in the low mathematical critical thinking skills of junior high school students. Researchers provide solutions to Brain Based Learning models. This research is included in the type of Classroom Action Research (PTK) which was conducted for 2 cycles. The subject of this study was class VIII with a total of 32 students. Based on the results of research and discussion of students' mathematical critical thinking skills in learning mathematics have increased. This increase can be seen from the average value of students, and the results of calculating students' Classical Absorption Capacity (DSK). Student responses to learning mathematics with the Brain-Based Learning model generally give a positive response. Student activities in learning mathematics with the Brain-Based Learning model are active. Based on the explanation above, it can be concluded that the application of the Brain-Based Learning learning model can improve the mathematical critical thinking skills of junior high school students in mathematics. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi dengan keprihatinan peneliti terhadap rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP. Peneliti memberikan solusi model Brain Based Learning. Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII dengan jumlah 32 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam pembelajaran matematika mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa, dan hasil perhitungan Daya Serap Klasikal (DSK) siswa. Respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan model Brain Based Learning pada umumnya memberikan respon positif. Aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dengan model Brain Based Learning berjalan aktif. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Brain Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dalam mata pelajaran matematika.
Kemampuan penalaran analogi ditinjau dari self-concept Julia Sofiani; Dedi Nurjamil; Elis Nurhayati
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2433

Abstract

Abstract This study aims to analyze the analogical reasoning ability of students in terms of high self-concept, moderate self-concept, and low self-concept in solving problems in rectangular and triangular material. This research is qualitative research with descriptive qualitative research methods. The subjects used in the study were 3 students of class VIII SMP Negeri 5 Tasikmalaya. The instruments used in this research are self-concept questionnaires and analogy reasoning ability test questions. The results of this study indicate that the S31T subject can fulfill all stages of analogy reasoning abilities, namely the encoding, inferring, mapping, and applying stages. The S31T subject can answer the source problem and the target problem even though there is an error in the calculation but can realize and explain the location of the error again. S2S subjects can fulfill all stages and are not too different from S31T subjects. S2S subjects can answer the source problem but there are errors in the target problem and often do not write down the units due to working in a hurry and not being thorough. S7R subjects can fulfill two stages, namely the encoding and inferring stages. The S7R subject can answer the source problem but cannot answer the target problem. The subject of S7R has an error in writing the formula for the area of the trapezoid and then does not write down the unit.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran analogi peserta didik ditinjau dari self concept tinggi, self concept sedang dan self concept rendah dalam menyelesaikan masalah pada materi persegi panjang dan segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tasikmalaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket self concept dan soal tes kemampuan penalaran analogi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mata pelajaran S31T dapat memenuhi semua tahapan kemampuan penalaran analogi, yaitu tahap encoding, inferring, mapping dan applying. Subjek S31T dapat menjawab masalah sumber dan masalah target meskipun terdapat kesalahan dalam perhitungan, namun dapat menyadari dan menjelaskan kembali letak kesalahan tersebut. Subjek S2S dapat memenuhi semua tahapan dan tidak terlalu berbeda dengan subjek S31T. Subjek S2S dapat menjawab soal sumber tetapi terdapat kesalahan pada soal sasaran dan sering tidak menuliskan satuan karena mengerjakannya dengan terburu-buru dan tidak teliti. Subjek S7R dapat memenuhi dua tahapan, yaitu tahap encoding dan tahap inferring. Subjek S7R dapat menjawab masalah sumber tetapi tidak dapat menjawab masalah target. Subjek S7R mengalami kesalahan dalam menuliskan rumus luas trapesium dan tidak menuliskan satuannya.