Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan
Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan, provides a forum for publishing Development of Scientific-Based Research and Publication of Manuscripts in Reputable National and International Journals. Scientific articles dealing with the following topics in Nursing, Midwifery, medical laboratory technology
Articles
193 Documents
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT
Edy Mulyono
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.947 KB)
Background: Leadership style is the reflection of a leader’s behavior that relates to his capability in holding the leadership. Four famous styles of leaderships are Autocratic, Democratic, Participative, and Laizzes-faire. Leadership style affects much on nurse performance that determines the nurse service quality. The nurse performance is a nurse’s activity in implementing a duty obligation and responsibility to reach the profession objective to give nursing guidance. So that it aims to know the relationship between the leadership style of the room head and the nurse performance in a medical surgery room, Dirgahayu Hospital, Samarinda. The Method: The total population of nurses at the medical surgery room, Dirgahayu Hospital, Samarinda was 114 and the total sample was 68 nurses. The research design used in this research was analytical comparative research with cross sectional approach. The level significant was 95% (a= 0.05).The Result of the study: The result of the research revealed that there was a relationship between the leadership style of the room head and the nurse performance in a medical surgery room. The result of using Chi-square statistic test got p-value of 0.009, and P value was smaller than alpha value, 0.05. Conclusion: Therefore, Ha was accepted and Ho was rejected. In other words, there was a relation between the leadership style of the room head with nurse performance in medical surgery room, Dirgahayu Hospital, Samarinda. The room head should be optimal in the implementation of leadership style in order to improve the room nurse performance. They should give nursing guidance to the patients and their family, so that they were able to improve the nursing service quality that affected the BOR (Bed Occupancy Ratio) enhancement.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TER-HADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INTUITIF METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG
Desy Ayu Wardani
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 1 Tahun 2020
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.149 KB)
|
DOI: 10.35728/jmkik.v5i1.118
Pemakaian Kontrasepsi Jangka Panjang sangat penting bagi (WUS) wanita usia subur, MKJP merupakan kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi terhadap pencegahan kehamilan, yang terdiri dari Implant, IUD, MOW dan MOP. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengambilan keputusan intuitif metode kontrasepsi jangka panjang. Peneliti ini menggunakan rancangan Pre Eksperimen dengan pendekatan One-group Pre-Post test design. Responden dalam penelitian ini adalah PUS sebanyak 14 responden.Teknik pengambilan sampel propability sampling sesuai dengan kriteria inklusi.Hasil penilian nilai p value 0,014 < 0,05 ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengambilan keputusan intuitif MKJP. Dalam pengambilan keputusan dari 14 responden 6 telah memilih keputusan dengan pemilihan keputusan intuitif. Masyarakat yang menerima informasi dengan benar maka akan membuat suatu keputusan dalam memilih metode kontasepsi yang tepat.
Research Result STUDI PERBANDINGAN ANTARA CARING SPIRITUALITAS PERAWAT DALAM PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD. AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG DAN RSUD. IA. MOEIS SAMARINDA
Anik Puji Rahayu
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.949 KB)
|
DOI: 10.35728/jmkik.v6i1.688
ABSTRAK Kebutuhan transendence need yaitu kebutuhan spiritualitas, akan bisa dicapai jika setiap manusia bahwa dirinya telah bermanfaat untuk orang lain, membantu orang lain untuk mencapai aktualisasi dirinya atau passion nya dalam hidup. Setelah manusia mampu membantu orang lain untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupannya, maka manusia akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan sejati. Saat kebahagiaan sejati ini dapat dicapai maka transendence need dapat diwujudkan sebagai tingkatan tertinggi dari kebutuhan manusia yaitu kebutuhan spiritual terpenuhi (Maslow dalam Feist & Feist, 2010, hlm. 327). Jenis penelitian ini adalah Riset Kuantitatif, dengan pendekatan analisis deskriptif. Desain penelitiannya adalah Cross Sectional setelah 6 bulan diberikan pelatihan tentang caring spiritualitas. Jumlah responden nya 100 responden (terdiri dari 50 orang perawat RS.T dan 50 orang perawat RS.S). Hasil penelitian menggambarkan usia Perawat di kedua rumah sakit adalah berumur 29 tahun, dengan rentang usia termuda 23 tahun dan yang tertua 46 tahun dan tingkat pendidikan tertinggi Diploma III Keperawatan. Rata-rata perawat terjadi peningkatan nilai persepsi dan pengetahuan tentang caring spiritualitas adalah sangat signifikan. Penerapan caring Spiritualitas setelah dilakukan In house training, rata-rata terjadi kenaikan yang signifikan. Perbandingan antara persepsi dan penerapan caring spiritualitas di RS M dan RS T antara sebelum dan sesuad in house training terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Perbandingan antara pengetahuan dan penerapan caring spiritualitas dapat disimpulkan terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Rekomendasi, menjadi acuan dalam penelitian selanjutnya terkait konsep caring spiritualitas untuk membangun budaya yang kondusif di lingkup pelayanan keperawatan secara khusus dan membangun budaya kerja yang kondusif di lingkungan masyarakat secara luas. Kata kunci : Caring spiritualitas, pelayanan keperawatan, perawat
The Association of Age, Gender, and Carcinoembryonic Antigen (CEA) levels with Adenocarcinoma Grading in Patients with Colorectal Cancer
Sihombing Cicilia Yolanda
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 1 (2022): JURNAL MEDIKA KARYA ILMIAH KESEHATAN
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.06 KB)
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i1.986
Colorectal cancer is a malignancy that originates in the tissue of the large intestine, which can consist of the colon and/rectum. Colorectal cancer ranks fourth of all type of cancer cases in Indonesia. The most common type of colorectal cancer based on histopathology classification is adenocarcinoma. This study aimed to determine the association of age, gender and Carcinoembryonic Antigen (CEA) levels with adenocarcinoma grading in patients with colorectal cancer. This research design was observational analytic with a cross sectional study approach. This research data came from medical records of colorectal cancer patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda in 2017–2021. The sample of this study consisted of 138 patients who met the inclusion and exclusion criteria. The univariate analysis described frequency distribution and percentage of each variables. The bivariate analysis used the Chi-Square test. The result showed that the percentage of young and old patients were same (50,0%). Most of the patients were male (54,3%), had increased CEA levels (63,0%), and had low grade adenocarcinoma (86,2%). Data analysis of age with adenocarcinoma grading showed p=0,459. Data analysis of gender with adenocarcinoma grading showed p=0,005 and PR=1,211. Data analysis of CEA levels with adenocarcinoma grading showed p=0,011 and PR=2,924. Based on the results of the study, there is significant association of gender and CEA levels with adenocarcinoma grading in patients with colorectal cancer and there is no significant association of age with adenocarcinoma grading in patients with colorectal cancer.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN KLIEN MENGONTROL HALUSINASI
Edy Mulyono
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.724 KB)
Hallucinations as a mental illness that is found and treatment needs special attention , especially from the family . As a result of hallucinations is a risk of injuring oneself , others and the environment . This is caused because the client is under the hallucination asking him to do something beyond consciousness , where the client can not control his hallucinations . This study aims to determine the Family Support Relationships With Clients Ability Level Control Hallucinations in room Outpatient Mental Hospital of Atma Husada Mahakam Samarinda. Correlational Descriptive type of research , with cross sectional study design , study sample consisted of 78 respondents by means of sampling by using accidental sampling technique . The analysis used the statistical test Chi Square . The results of statistical test Chi Square with p value p value in 1000 and is therefore greater than the alpha value of 0.05 then Ho is accepted , it means that there is no relationship with the level of family support clients' ability to control hallucinations in the psychiatric hospital outpatient area atma husada Mahakam samarinda.
Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Plebitis
Rahmawati Rahmawati
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 Tahun 2019
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.443 KB)
|
DOI: 10.35728/jmkik.v4i2.97
Latar Belakang : Terapi intravena merupakan salah satu tindakan invasif yang dapat menyebabkan resiko terjadinya plebitis yaitu peradangan pada dinding pembuluh darah balik atau vena yang dapat menyebabkan beberapa faktor. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian plebitis pada anak yang dirawat inap diruang anak. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik, dengan populasi pasien anak yang terpasang infus diruang rawat inap anak. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 responden dengan menggunakan tekhnik consecutive sampling dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 56,3 % responden berusia kanak – kanak, kemudian 77,1 % responden terpasang infus < 72 jam, dan 64,6 % menggunakan cairan infus isotonik. Berdasarkan hasil analisis didapatkan ada hubungan antara usia, lama infus terpasang, dan jenis cairan infus dengan kejadian plebitis dengan nilai p value < 0,05 (0,000). Kesimpulan : Semakin muda usia anak, semakin lama infus terpasang, semakin pekat cairan infus, semakin beresiko untuk terjadinya plebitis, sehingga diharapkan perawat dapat meningkatkan pengawasan.
EFEKTIVITAS WAKTU KETERLAKSANAAN PERAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS PADJADJARAN BERDASARKAN MATRIX EFEKTIFITAS WAKTU COVEY (2013)
hesti nuraeni;
donny juliandri prihadi;
fransisca sri susilaningsih;
ati surya mediawati
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.86 KB)
|
DOI: 10.35728/jmkik.v5i2.113
Latar belakang: Berdasarkan telusur dokumen rekam medis pasien (n=20) yang dilakukan pada bulan Januari 2019, pencatatan asuhan keperawatan yang meliputi tindakan pengkajian, diagnosis keperawatan, dan intervensi tidak teridentifikasi dalam dokumentasi rekam medis pasien. Berdasarkan wawancara dengan staf kepegawaian, didapatkan data masih banyak perawat yang sering datang terlambat dan terlihat kurang produktif pada saat jam kerja dengan mengobrol, bermain hp dan tidak berada di tempat. Tujuan penelitian: Efektivitas Keterlaksanaan Peran Perawat di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut. Metode: deskriptif dengan observasi menggunakan metode time and motion study Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh aktifitas (dalam menit) yang dilakukan oleh 6 orang perawat selama shift kerja. Hasil : Berdasarkan efektivitas waktu, dinilai tidak efektif karena berada di kuadran IV (Tidak Penting- Tidak Mendesak) sebesar 46%, menurut responden hal tersebut terutama pada saat pasien pre-operasi sehingga tidak banyak kegiatan yang dilakukan,dan waktu shift yang panjang selama 16 jam pada shift sore-malam sehingga lebih banyak aktivitas kegiatan pribadi. Aplikasi hasil :Keterlaksanaan peran perawat di RSGM Unpad secara efektivitas waktu berada di kuadran IV, yang berarti tidak efektif, maka diperlukan penetapan kompetensi perawat klinis agar peran perawat dilaksanakan dengan efektif.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAPKUALITAS TIDUR IBU HAMIL
Tuti Meihartati;
Ira Iswara
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.243 KB)
|
DOI: 10.35728/jmkik.v6i2.750
Kualitas tidur yang baik akan menjaga kesehatan ibu selama hamil serta memberikan kesehatan ibu dengan memberikan cukup energi saat persalinan. Hal ini berdampak bagi perubahan fisiologis normal selama kehamilan seperti peningkatan ukuran uterus, ketidaknyamanan fisik dan peningkatan hormone progesterone. Solusi untuk memperbaiki kualitas tidur ibu dengan memberikan aromaterapi lavender. Penelitian ini untuk membuktikan pengaruh aromaterapi lavender terhadap ibu hamil trimester III. Desain penelitian adalah quasy eksperimen, pendekatan pretest-postest one group design. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang datang memeriksakan diri ke klinik aminah rianta 1 samarinda. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 32. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil kualitas tidur sebelum diberikan aromaterapi lavender tertinggi sebesar 12 dan hasil kualiatas tidur ibu hamil sebelum diberikan aromaterapi lavender terendah sebesar 6. Hasil kualitas tidur sesudah diberikan aromaterapi lavender tertinggi sebesar 9 dan hasil kualitas tidur ibu hamil sesudah diberikan aroma terapi terendah sebesar 2. Nilai sebelum dan sesudah pemberian berdasarkan nilai PSQI. Sehingga hipotesis pada penelitian ini diterima, yaitu ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada ibu hamil trimester III di Samarinda tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan aromaterapi lavender dapat dijadikan pilihan aman bagi ibu hamil dalam memperbaiki kualitas tidur.
Karakteristik Responden Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Resiko Kaki Diabetik
Kiki Hardiansyah Safitri;
Maria Sri Hartati;
Alfi Pratama
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.328 KB)
Patients with diabetes mellitus have different characteristics such as age, sex, duration of suffering, work, and education which can affect the risk of diabetic foot so that it can be at 15% risk of having diabetic foot complications during his lifetime and 70% relapse in 5 years. Long-term complications of diabetes mellitus both microvascular and macrovascular can. causing insufficiency of blood flow to the legs, which leads to infection, ulcers and ends in amputation. Aim to find out the relationship between the characteristics of respondents with type 2 diabetes mellitus and the risk of diabetic foot. This type of research uses descriptive analytic with cross sectional design. Conducted from March to April 2018. The sample in this study amounted to 46 respondents who had not yet experienced diabetic foot ulcers, with Consecutive sampling technique. Data were collected by respondent characteristic questionnaires and screening of Inlow's 60 Second Foot Screen Screening Tool. Data analysis using Fisher's Exact Test was obtained by age (p = 0.002; OR = 21.88), gender (p = 0.047; OR = 5.40), duration of suffering (p = 0.042; OR = 6.22) , work (p = 0.00, OR = 11.73) and education (p = 0.025; OR = 6.45) have a significant relationship with the risk of diabetic foot. The results showed that the characteristics of respondents (age, sex, duration of suffering, work and education) had a significant relationship with the risk of diabetic foot. It is expected that community nurses care more about screening diabetics, because the characteristics of sufferers can increase the risk of diabetic foot.
HUBUNGAN ANTARA POLA SEKSUALITAS GRAVIDA DENGAN KETUBAN PECAH DINI
Tuti Meihartati
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.488 KB)
|
DOI: 10.35728/jmkik.v3i1.88
The rate of maternal mortality in Indonesia is still the highest in ASEAN which is 359 / 100,000 live births with premature rupture of membranes in Indonesia around 114 cases from all labor and maternal mortality due to premature rupture of membrane about 15 cases from all normal deliveries. This study aims to analyze the correlation between of gravida sexual pattern with premature rupture of membranes in Paradise Hospital Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu. The method in this study was an analytical survey with cross sectional design. Sample were 46 pregnant women conducted by accidental sampling technique, and analyzed by Chi Square test. The results of the study obtained almost all (75.0%) of respondents who perform sexual patterns experience premature rupture of membranes. Statistical test obtained value p = 0,008 (<0,05). The conclusion of this study, there was significant correlation between sexual patterns with premature rupture of membranes. It is recommended for midwives to minimize the occurrence of premature rupture of membranes by providing communication, information, education to pregnant women how to perform good sexual patterns and frequency of the recommended sexual patterns.