Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan
Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan, provides a forum for publishing Development of Scientific-Based Research and Publication of Manuscripts in Reputable National and International Journals. Scientific articles dealing with the following topics in Nursing, Midwifery, medical laboratory technology
Articles
193 Documents
Hubungan ESBL dengan Lama Rawat Inap pada Pasien Ulkus Kaki Diabetes
Melynda Dyah Pratiwi;
Yuniati Yuniati;
Yuliana Rahmah Retnaningrum
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1053
Diabetic Foot Ulcer (DFU) is a condition of foot ulcers caused by neuropathy disorders. The prevalence of DFU in Indonesia is around 15% with an amputation rate of 30% and a mortality rate of 32%. DFU is known as a chronic wound with a long healing time. Infection with Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) is an important predictor in determining the optimal antibiotic regimen. The study aim was to determine the association between ESBL infection with length of stay in DFU patients at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda. This study used analytical observational method with a cross-sectional study approach. The research data were gathered from the medical records of DFU patients at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital Samarinda from the period of 2020–2022 with a purposive sampling method. There were 108 patients selected as samples through inclusion and exclusion criteria. The statistical bivariate analysis was performed using Chi-Square test. The results showed that there was no association between ESBL (p=0.676) towards length of stay in DFU patients at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital Samarinda.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER OBAT HERBAL SEDUHAN DAUN SALAM (Eugrnia polyantha Wight) TERHADAP KADAR ASAM URAT LANSIA
Hanny Rasni;
Fahruddin Kurdi;
Laraswati Ayuning Luky;
Putu Annesia Warsito;
Imaniar Rosyida
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1011
Pendahuluan : Lansia mengalami banyak penurunan fungsi fisiologis dan kesehatan tubuh. Salah satunya adalah dengan adanya penumpukan kadar asam urat tubuh yang berlebih sehingga dapat menyebabkan berbagai keluhan sehingga dapat menganggu aktivitas sehari- hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi komplementer pemberian obat herbal Daun Salam terhadap kadar asam urat lansia. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain quasy experimental menggunakan pendekatan one group pre test-post test dengan menggunakan teknik total sampling pada 13 lansia yang ada di Wisma Teratai PSTW Puger, Jember. Lansia diukur kadar asam uratnya pada hari pertama kemudian diberikan intervensi dan kembali diukur setelah 3 hari pemberian. Data yang didapatkan diolah menggunakan uji T-Test dependent untuk mengetahui pengaruh dari pemberian terapi komplementer obat herbal rebusan daun salam. Hasil : Lansia di Wisma Teratai PSTW Puger berjenis kelamin perempuan (61,5%) dengan rentang usia terbanyak merupakan lansia young old dengan rentang usia 66-74 tahun (61,5%), dan keluhan yang paling banyak dirasakan adalah pusing, linu dan sulit tidur (27,3%). Analisa data dengan menggunakan T-test dependent dengan menggunakan 95% CI didapatkan p value 0,009. Hasil tersebut menggambarkan bahwa terdapat pengaruh antara pemberian terapi komplementer obat herbal rebusan daun salam terhadap kadar asam urat lansia setelah diberikan intervensi selama 3 hari berturut-turut. Pembahasan : kadar asam urat yang tinggi pada lansia dapat diturunkan dengan menggunakan bantuan terapi non farmakologi obat herbal daun salam yang memiliki kandungan untuk membantu mengatasi permasalahan kadar asam urat yang tinggi. Kesimpulan dan saran : penggunaan terapi non farmakologi obat herbal dapat lebih efektif dan efisien apabila diiringi dengan pengelolaan gaya hidup yang seimbang dan baik sebab tingginya kadar asam urat pada lansia juga dapat dipengaruhi oleh pola konsumsi yang tidak taat.
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN Candida albicans PADA MEDIA Potato Dextrose Agar (PDA) DAN Chrom Agar Candida (CAC)
rafika rafika;
Zulfian Armah;
Nurlia Naim;
Ridho Pratama;
Khaeriatussa’ada Khaeriatussa’ada
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1016
Pentingnya mengidentifikasi jamur penyebab penyakit sedini mungkin perlu dilakukan utamanya pada pemeriksaan dengan metode kultur. Saat ini pemeriksaan kultur jamur khususnya Candida albicans pada beberapa laboratorium kesehatan telah menggunakan media Chrom Agar Candida (CAC) sebagai media identifikasi dan isolasi, sedangkan pada laboratorium lainnya seperti laboratorium pendidikan masih menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA) untuk mengisolasi dan mengidentifikasi adanya jamur Candida albicans. Tujuan penelitiaan ini adalah untuk melihat adanya perbedaan pertumbuhan jamur Candida albicans pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dan Chrom Agar Candida (CAC). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan desain penelitian yang dipilih adalah post test only control group design. Penelitiaan ini dilaksanakan pada Mei 2022 di Laboratorium Mikologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar. Hasil penelitian secara makroskopis menunjukkan koloni Candida albicans pada media PDA berbentuk seperti ragi, basah, cembung, putih kekuningan dan berbau asam sedangkan pada media CAC koloni halus, berwarna hijau yang dikelilingi zona bening kehijauan. Adapun hitung jumlah koloni Candida albicans pada media PDA sebanyak 2,8×106 CFU/ml dan media CAC sebanyak 2,3×106 CFU/ml. Meskipun analisa statistik rata rata diameter pertumbuhahan koloni Candida albicans pada media PDA dan CAC tidak berbeda secara signifikan (p>0,05). Akan tetapi pada media CAC lebih khas dalam menunjukkan adanya spesies Candida albicans dibandingkan media PDA dengan formasi warna yang dibentuk
PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEHAMILAN REMAJA
Sumiati Sumiati;
Hidayah Dayah;
Tuti Meihartati
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.858
Latar Belakang : Kehamilan remaja merupakan isu penting yang perlu mendapatkan perhatian karena usia remaja masih tergolong usia berisiko untuk hamil dan melahirkan. Progam pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) melalui konseling, penyuluhan kesehatan dan kegiatan lainnya diharapkan dapat bermanfaat bagi remaja. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) dengan perilaku pencegahan kehamilan remaja di di SMK Pelita Gama. Metode : Desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Yang dilakukan pada bulan September – November 2021. Dengan jumlah sampel 128 responden dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Hasil : Ada hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku pencegahan kehamilan remaja Hasil uji statistik Chi square diperoleh ρ value = 0,002 (pada α< 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) dan perilaku pencegahan kehamilan remaja hasil uji statistik Chi square diperoleh ρ value = 0,486. Kesimpulan : Progam PKPR sangat bermanfaat bagi remaja untuk mengatasi segala permasalahan yang dialami oleh remaja
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Persalinan Grande Multipara
Irma Zikriyana;
Evi Zahara
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1018
Grande multipara adalah seorang wanita yang telah memiliki empat anak atau lebih. Grande multipara atau paritas tinggi memiliki berbagai risiko yang mempengaruhi proses persalinan selanjutnya. Adapun risiko yang dapat terjadi seperti atonia uteri dan perdarahan. Perdarahan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan asuhan kebidanan yang tepat untuk mencegah risiko yang mungkin terjadi pada ibu dengan paritas tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menkaji lebih dalam asuhan kebidanan pada grande multipara dengan pendokumentasian SOAP. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan di PMB Nurasmah. Pendokumentasian dilakukan setiap kali pengiriman menggunakan metode SOAP. Dokumentasi hasil asuhan kebidanan dibahas dan dibandingkan dengan teori dan hasil penelitian lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kala I persalinan dilakukan pemantauan kemajuan persalinan secara berkala dengan menggunakan partograf, asuhan sayang ibu untuk mengurangi nyeri dan mengurangi cemas serta menghadirkan pendamping persalinan. Hasil asuhan kebidanan menunjukkan bahwa lama kala I fase aktif berlangsung 2 jam 15 menit. Asuhan kebidanan kala II persalinan dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah asuhan persalinan normal (APN). Hasil asuhan kala II berlangsung 40 menit. Pada kala III persalinan dilakukan manajemen aktif kala III dan inisiasi menyusui dini (IMD). Kala III berlangsung 10 menit. Asuhan kebidanan pada kala IV persalinan berupa pengawasan secara berkala dan hasil dicatat pada partograf. Hasil asuhan kala IV tidak ditemukan masalah seperti perdarahan maupun atonia uteri. Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan persalinan yang dilakukan pada kala I, II, III dan IV dapat mencegah risiko yang terjadi pada grande multipara
Hubungan Kadar LDL dengan Kejadian Sindrom Koroner Akut di RSUD Abdul Wahab Sjahranie
Yanuar Arif Rachman;
Djoen Herdianto;
Sri Hastati
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.994
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit jantung yang paling ditakuti, hal ini dikarenakan penyakit ini dapat menyebabkan mendadak. Penyakit ini disebabkan oleh adanya sumbatan atau penyempitan pada arteri koroner, sehingga aliran darah ke sel otot dan jaringan sekitar jantung menjadi terganggu. Yang berperan dalam terbentuknya sumbatan ini ialah LDL. Secara teori, akumulasi LDL akan memicu terjadinya penimbunan lemak yang menyebabkan aterosklerosis. Tujuan dilakukan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah kadar LDL berpengaruh dengan kejadian Sindrom Koroner Akut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan sumber data sekunder dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, yang melibatkan 103 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan 6 sampel yang sesuai dengan kriteria eksklusi. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-square. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar LDL dengan kejadian SKA. Terdapat 34 pasien memiliki kadar LDL yang optimal (33,0%), sedangkan sebanyak 69 pasien memiliki kadar LDL tidak optimal (67,0%). Pada analisis bivariat didapatkan p value = 0,030 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar LDL dengan kejadian SKA.
Hubungan Status Refraksi dengan Tekanan Intraokular Pada Pasien Glaukoma
Muhammad Wahyu Al-Fajri;
Nur Khoma Fatmawati;
Mona Zubaidah
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1030
Refractive status is the ability of the eye to refract light on an objective or subjective refraction examination. Refractive status is divided into two category, emetropia and ametropia. Emetropia is normal refractive status and ametropia is refractive error include myopia, hypermteropia and astigmatism. Refractive error in Indonesia has become the most common disease in the eye. The factors that influence the changes in intraocular pressure (IOP) are refraction status, gender, diabetes mellitus (DM), hypertension and diurnal variation. Intraocular pressure is the main risk factor that causes glaucoma. Purpose of this study to investigate the correlation between refractive status and intraocular pressure in glaucoma patients at SMEC (Sabang Merauke Eye Center) Eye Clinic Samarinda. This research used analytical observational method with cross-sectional approach. 79 Samples were selected, consisting of 38 POAG patients, 18 PACG patients, and 23 NTG patients from the medical records at SMEC Samarinda. The data were gathered from the medical records using purposive sampling method. Glaucoma occurred mostly in female patients aged 40 years old and above. Astigmatism is the refractive status with the highest average of IOP observed in this research. The Chi-Square test showed that there was no correlation between refractive status and intraocular pressure, indicated by p-value of 0.374. There is no correlation between refractive status and intraocular pressure in glaucoma patients.
Hubungan Temperatur dan Hemoglobin dengan Kejang Demam di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda
Alfina Mapalidara
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1032
Febrile seizure is the most common neurological disorder in children. Several risk factors were included for febrile seizure, namely temperature and hemoglobin. The purpose of this study was to determine the relationship between temperature and hemoglobin with febrile seizure. This study used analytical observational method with a case-control approach. Data were taken from inpatient medical records at the Abdoel Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda from the period of 2020 – 2022 using the purposive sampling technique. Ninety-eight data were obtained from medical records, consisting of 49 patients with febrile seizure and 49 patients with fever without seizure who were hospitalized. The statistical analysis used Spearman's Correlation Test for temperature and Chi-square Test for hemoglobin, p-value<0.05 was considered significant. The results of the analysis of the relationship between temperature and febrile seizures showed p = 0.000; r = 0.374. The relationship between hemoglobin and febrile seizures showed p = 0.011; OR = 4.963. It was concluded that temperature and hemoglobin, each had a significant relationship with febrile seizure.
PENGARUH TERAPI REFLEKSI PIJAT KAKI TERHADAP TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA
eva dwi ramayanti;
Arif Nurma Etika
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1017
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah abnormal pada manusia baik tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik >120/80 mmHg. Berdasarkan data dari Puskesmas Sukorame Kota Kediri, kejadian hipertensi terbanyak terjadi di Kelurahan Bujel. Terdapat 63 jiwa dan 3,8% diantaranya mengalami penyakit hipertensi pada kelompok usia lansia. Salah satu alternatif untuk menurunkan tekanan darah tanpa ketergantungan obat dan efek samping yaitu dengan terapi refleksi pijat kaki yang berbasis pijatan di kaki dengan gerakan sederhana. Dengan angka kejadian penyakit hipertensi di Kelurahan Bujel Tahun 2022 yang masih cukup tinggi, maka peneliti bermaksud untuk meneliti tingkat hipertensi pada lansia di Kelurahan Bujel. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 orang dimana teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Probability Sampling tepatnya Total Populasi dengan desain penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan metode one group pre-test and post-test design yang dipadukan dengan instrumen Lembar Observasi Tingkat Hipertensi. Hasil analisis didapatkan sebelum diberikan terapi refleksi pijat kaki sebesar 67,4% lansia memiliki hipertensi state 1 sedangkan setelah diberikan terapi refleksi pijat kaki sebesar 60% lansia tingkat hipertensinya berada pada kategori normal. Hasil uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh terapi refleksi pijat kaki terhadap tingkat hipertensi pada lansia di Kelurahan Bujel Kota Kediri. Terapi refleksi pijat kaki dapat menurunkan tekanan darah karena mampu memberikan efek relaksasi, sehingga tekanan darah akan turun dan memperlancar aliran darah. Diharapkan para lansia dapat melakukan terapi refleksi pijat kaki sebagai upaya untuk mencegah terjadinya hipertensi