cover
Contact Name
Tuti Meihartati
Contact Email
tuti@stikeswhs.ac.id
Phone
+6282148691336
Journal Mail Official
tuti@stikeswhs.ac.id
Editorial Address
Jl. Kadrie Oening Gang Monalisa No.77, Air Hitam, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan
ISSN : 25414615     EISSN : 2654945X     DOI : https://doi.org/10.35728/jmkik
Core Subject : Health,
Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan, provides a forum for publishing Development of Scientific-Based Research and Publication of Manuscripts in Reputable National and International Journals. Scientific articles dealing with the following topics in Nursing, Midwifery, medical laboratory technology
Articles 193 Documents
Perbedaan Tajam Penglihatan Pascaoperasi Fakoemulsifikasi Antara Pasien Katarak dengan Diabetes Mellitus dan Tanpa Diabetes Mellitus Muhaammad Afiq Izzuddin; Nur Khoma Fatmawati; Hary Nugroho
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.995

Abstract

Fakoemulsifikasi diketahui sebagai salah satu modalitas utama dalam terapi katarak untuk memperbaiki tajam penglihatan pasien. Hasil tajam penglihatan pasien pascaoperasi belum tentu selalu baik, hal ini dapat dipengaruhi oleh riwayat penyakit terdahulu, salah satunya ialah diabetes mellitus (DM). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tajam penglihatan pascaoperasi fakoemulsifikasi pada pasien katarak dengan DM dan tanpa DM di Klinik Mata SMEC Samarinda. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Didapatkan sebanyak total 110 sampel yang terdiri dari 55 sampel katarak dengan DM dan 55 sampel katarak tanpa DM dari rekam medis di Klinik Mata SMEC Samarinda. Dari hasil uji Mann-Whitney tidak terdapat perbedaan signifikan hasil tajam penglihatan pascaoperasi fakoemulsifikasi antara pasien katarak dengan DM dan tanpa DM dengan nilai p adalah 0.509. Dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan signifikan hasil tajam penglihatan pascaoperasi fakoemulsifikasi antara pasien katarak dengan DM dan tanpa DM.
Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe dan Status Gizi Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Lempake Kota Samarinda Imam Fathoni; Nurul Hasanah; Novia Fransiska Ngo
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1058

Abstract

Anemia is a condition when the hemoglobin level in the blood is lower than normal. Anemia can cause miscarriage, preeclampsia, prematurity, Low Birth Weight (LBW), and even death. The high prevalence of anemia in pregnant women at Lempake Public Health Center Samarinda is a serious problem that must be addressed immediately. This research aims to investigate the correlation between risk factors, i.e., the adherence to consuming Fe tablets and nutritional status with anemia in pregnant women at Lempake Public Health Center Samarinda. This research used analytical observational method with cross-sectional approach. The data were gathered from a list of questions and Maternal and Child Health handbook (Kesehatan Ibu dan Anak – KIA) of the pregnant women at Lempake Public Health Center Samarinda using purposive sampling method. The samples of this research were pregnant women that fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The statistical analysis was performed using Chi-Square Test. Results of this research show 41 samples were selected, consisting of 17 pregnant women in the second trimester of pregnancy and 24 pregnant women in the third trimester of pregnancy. The result of Chi-Square test for adherence to consuming Fe tablets and Fisher test for nutritional status show p-value in succession is <0,001 and 0,028. The result showed that there was a correlation between the adherence to consuming Fe tablets and nutritional status with anemia in pregnant women.
HUBUNGAN STATUS PARITAS DENGAN KEJADIAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA Nur Wina Fattah; Yuniati Yuniati; Muhammad Buchori
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1056

Abstract

Gastroesophageal reflux (GER) merupakan suatu kondisi fisiologis terjadinya aliran retrograd isi lambung ke esofagus secara involunteer dan dikeluarkan melalui mulut. GER sering ditemukan pada bayi berusia 0-12 bulan. Penyebab terjadinya GER disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor ibu, yaitu status paritas yang akan dikaitkan dengan pengetahuan dalam teknik menyusui dan teknik menyendawakan setelah menyusu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status paritas dengan kejadian gastroesophageal reflux pada bayi usia 0-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Samarinda. Desain penelitian ini menggunakan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data dengan teknik purposive sampling dilakukan dengan menggunakan data primer melalui pengisian formulir identitas dan kuesioner I-GERQ-R oleh ibu bayi sebagai wali responden sebanyak 66 bayi. Analisis bivariat menggunakan uji fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian gastroesophageal reflux pada bayi usia 0-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Samarinda sebanyak 45 bayi (68,2%). Persentase bayi yang mengalami GER ditemukan lebih banyak pada ibu dengan status primipara sebanyak 73% dibandingkan ibu dengan status multipara sebanyak 66,7% dengan hasil uji statistik yang didapatkan p = 0,758. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status paritas ibu dengan kejadian gastroesophageal reflux pada bayi usia 0-12 bulan.
Prediktor Prediktor yang mempengaruhi kematian pasien infark miokard akut dengan ST - Elevasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Dhyna Hardianti
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1006

Abstract

Di dunia, IMA – EST paling sering menyebabkan kematian dini dibandingkan jenis IMA lainnya. Mortalitas pada IMA – EST tergantung pada karakteristik klinis pasien sebelum dan dalam jam pertama setelah onset infark. Penyebab kematian pada tahun pertama didominasi oleh kelainan kardiovaskular lain atau penyertanya. Mortalitas pada pasien IMA – EST dapat meningkat apabila terapi yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi klinis pasien. Terdapat beberapa prediktor klinis yang dapat membantu deteksi pasien risiko tinggi yang membutuhkan terapi dini dan agresif. Prediktor klinis yang dapat mempengaruhi keadaan pasien selama rawat inap di Rumah Sakit, antara lain usia, komplikasi, biomarker jantung creatinine kinase-myocardial band (CK–MB), lokasi lesi infark anterior, serum elektrolit ( ) dan ( ), glukosa dan faktor pembekuan darah ((Prothrombin time (PT)) dan Activated Partial Thrombloplastin Time (APTT), fungsi jantung awal, riwayat diabetes, tekanan darah, denyut jantung, hitung jenis leukosit, hemoglobin, serum elektrolit ( ) dan ( ), kreatinin, urea, serta asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediktor apa saja yang dapat mempengaruhi kematian pasien IMA – EST selama dirawat di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Desain Penelitian ini cohort-retrospective. Populasi penelitian adalah seluruh pasien IMA – EST yang dirawat di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada tahun 2020-2021. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Data berasal dari rekam medik pasien. Data dianalisis dengan uji Chi-square dan Fisher, dikatakan berhubungan apabila nilai (p<0,05). Sebanyak 67 pasien sebagai sampel, ditemukan bahwa denyut jantung, kadar troponin T, kreatinin dan ureum masing – masing memiliki nilai signifikansi (p < 0,001), (p < 0,000), p < 0,001, dan p < 0,000; p < 0,005), sementara tekanan darah, lokasi lesi culprit, kadar glukosa, dan hemoglobin menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,074, p = 0,346, p = 0,073 dan p = 0,759 ; p > 0,05). Disimpulkan bahwa, denyut jantung, kadar troponin T, kreatinin, dan ureum dapat menjadi faktor independen yang mempengaruhi mortalitas, sementara tekanan darah, lokasi lesi culprit, kadar glukosa dan hemoglobin tidak berhubungan dengan mortalitas pasien IMA – EST.
PENGARUH PIJAT OKETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RUMAH SAKIT DR.R. HARDJANTO BALIKPAPAN Sundari, Ayu Viky; Sulistyorini, Chandra
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PIJAT OKETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RUMAH SAKIT DR. R. HARDJANTO BALIKPAPAN Ayu Viky Sundari1, Chandra Sulistyorini2 *Penulis Korespondensi, Institut Teknologi Kesehatan & Sains Wiyata Husada Samarinda, Jl. Kadrie Oening N0.77 Samarinda, Kalimantan Timur Telp/Fax: (0542) 727243 email: ayuvikysundari91@gmail.com Abstrak Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah ASI tidak segera keluar pada hari pertama pasca melahirkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui yaitu dengan pijat Oketani. Pijat Oketani dapat menstimulus kekuatan otot-otot pectoralis yang dapat menyebabkan kelenjar mammae menjadi lebih mature dan dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pijat Oketani terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu Menyusui di Rumah Sakit dr. R. Hardjanto Balikpapan. Metode Penelitian: Rancangan penelitian Quasi Eksperiment dengan desain pre and post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui di RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan yang terdata periode bulan September sampai Oktober 2021 dengan sampel 26 responden menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi dan SOP. Analisa data menggunakan uji Wilxocon. Hasil Penelitian: Diperoleh analisa univariat Produksi ASI sebelum intervensi mean sebesar 1,557 ml, median sebesar 1,500 ml, SD sebesar 0,886, minimum sebesar 0,500 ml dan maksimum sebesar 3,500 ml sedangkan produksi ASI setelah intervensi mean sebesar 35,961 ml, median sebesar 35,000 ml, SD sebesar 5,295, minimum sebesar 30,000 ml dan maksimum sebesar 45,000 ml. Analisa bivariat diperoleh hasil uji wilcoxon nilai-p=0,000 dimana nilai-p ≤ α (0,05) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Terdapat ada pengaruh pijat oketani terhadap peningkatan produksi ASI di RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan. Kesimpulan: Pemberian pijat Oketani dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Saran: Pijat Oketani dapat diterapkan pada ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Keyword: Pijat Oketani, Produksi ASI, Ibu Menyusui, 1Mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 2Dosen Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda THE EFFECT OF OKETANI MASSAGE ON INCREASING BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS AT DR R. HARDJANTO HOSPITAL, BALIKPAPAN Ayu Viky Sundari1, Chandra Sulistyorini2 Institute of Health Technology and Science Wiyata Husada Samarinda. Kadrie Oening Street No. 77, Samarinda, East Kalimantan Telp/Fax: (0542) 727243 e-mail: ayuvikysundari91@gmail.com Abstract Background: Exclusive breastfeeding is influenced by several circumstances, one of which is that breast milk does not come out immediately after giving birth. Oketani massage is one method for increasing milk production in breastfeeding women. Oketani massage can strengthen the pectoralis muscles, which can help the mammary glands grow and produce more milk. Purposes: To determine the effect of Oketani massage on increasing breast milk production in breastfeeding mothers at dr. R. Hardjanto Balikpapan. Method: Quasi-experimental study design with pre and post-test design without control. This study included all breastfeeding women at Dr R. Hardjanto Balikpapan Hospital between September and October 2021, utilizing a non-probability sampling method with a total sampling strategy. Observation sheets and standard operating procedures were utilized as measurement instruments. The Wilcoxon test was used to analyse data. Result: Breast milk production before intervention averaged 1.557 ml, median 1.500 ml, SD 0.886, minimum 0.500 ml, and maximum 3.500 ml, whereas milk production after intervention averaged 35.961 ml, median 35,000 ml, SD 5,295 ml, minimum 30,000 ml, and maximum 45,000 ml. Bivariate analysis revealed a p-value of 0.000 for the Wilcoxon test, whereas p-value (0.05) indicated that Ha was accepted and Ho was rejected. Oketani massage affected increasing milk production at Dr. Hospital. R. Hardjanto Balikpapan, Conclusion: Giving Oketani massage can increase milk production in breastfeeding mothers. Suggestion: Oketani massage can be applied to nursing mothers to increase breast milk production. Keywords: Oketani Massage, Breast Milk Production, Breastfeeding Mothers. 1Student of Midwifery Study Program of Institute of Health Technology and Science Wiyata Husada Samarinda 2Lecturer of Midwifery Study Program of Institute of Health Technology and Science Wiyata Husada Samarinda
Efektivitas kombinasi Back Massage dan Aromaterapi Lavender Oil terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di RSUD Ratu AJi Putri Botung Rayhanah, Rayhanah; Sumiati
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Efektifitas Kombinasi Back Massage dan Aromaterapi Lavender Oil Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara tahun 2021  Sumiati, Rayhanah Latar Belakang : Nyeri persalinan merupakan hal yang fisiologis pada sat persalinan tetapi jiak nyeri persalinan tidak dapat dikendalikan maka dapat menyebabkan timbulnya hiperventilasi sehingga kebutuhan oksigen meningkat, kenaikan tekanan darah, dan berkurangnya motilitas usus serta vesika urinari, sehingga perlu adanya upaya non farmakologis berupa back massage dan aroamterapi levender untuk memberikan relaksasi. Tujuan : mengetahui pengaruh kombinasi back massage dan aromaterapi levender terhadap nyeri persalinan. Metode: Jenis penelitian merupakan kuantitatif dengan  rancangan quasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest, Control Group Design dengan jumlah sampel 32 responden, yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Alat ukur lember observasi NRS dan SOP. Analisa data menggunakan uji paired t test dan independent t test. Hasil : Skala nyeri pada kelompok yang dilakukan back massage dan aromaterapi lavender  sebelum intervensi rata-rata nyeri 6,81 dan setelah diintervensi rata-rata nyeri 4,63. Skala nyeri  pada kelompok yang tidak dilakukan back massage dan aromaterapi lavender sebelum intervensi rata-rata nyeri 7,06 dan setelah diintervensi rata-rata nyeri 7,13, kombinasi back massage dan aromaterapi lavender efektif terhadap nyeri persalinan kala1 fase aktif di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan :  kombinasi back massage dan aromaterapi lavender efektif terhadap nyeri persalinan kala1 fase aktif.   Kata Kunci : Back Massage, Aromaterapi Lavender, Nyeri Persalinan      
HUBUNGAN USIA DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP TINGKAT DEPRESI POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGGANG BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT wati, Dian Eko; Wahyuni , Ridha
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi Post Partum merupakan penyakit kesehatan mental yang mempengaruhi perempuan setelah melahirkan. Bagi beberapa wanita, adalah normal untuk merasakan gejala depresi post partum selama beberapa minggu setelah melahirkan. Faktor usia ibu saat persalinan dan dukungan suami sering dikaitkan dengan masalah depresi post partum. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia dan dukungan suami terhadap tingkat depresi post partum di Puskesmas Linggang Bigung. Metode: Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu post partum dengan taksiran persalinan pada bulan September dan Oktober 2021 yang berjumlah 61 orang. Metode pengambilan sampel probability sampling teknik proporsional sampling sebanyak 53 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responde, kuesioner dukungan suami dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Data dianalisis dengan teknik univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Diperoleh hasil sebagian besar berumur 20-35 tahun, sebagian mendapatkan dukungan suami baik sebanyak 39 orang (73,6%), sebagian besar tidak mengalami depresi post partum sebanyak 46 orang (86,8%) sedangkan yang mengalami depresi post partum ringan sebanyak 5 orang (9,4%) dan yang mengalami depresi post partum perlu penanganan sebanyak 2 orang (3,8%). Kesimpulan: tidak ada hubungan antara umur dengan depresi post partum di wilayah kerja UPT Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat (nilai p=0,089). Ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan depresi post partum di wilayah kerja UPT Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat (nilai p=0,004).
HUBUNGAN INDEKS MEROKOK BRINKMAN DAN AKTIFITAS FISIK PADA MASA COVID-19 DENGAN TEKANAN DARAH DI KOTA PALANGKARAYA: THE RELATIONSHIP BETWEEN THE BRINKMAN SMOKING INDEX AND PHYSICAL ACTIVITY DURING COVID-19 WITH BLOOD PRESSURE IN PALANGKARAYA CITY Balyas, Abi Bakring; Indra Permana, Galih
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v9i1.961

Abstract

Hypertension is a disease characterized by an increase in systolic blood pressure above 140 mmHg and diastolic blood pressure above 90 mmHg. This study aims to prove the existence of a relationship between physical activity and the degree of smoking and systolic and diastolic blood pressure. The research method used was a cross-sectional design with a sample size of 51 non-obese adult men. Sample selection used purposive techniques. Physical activity was measured by completing the International Physical Activity Questionnaire. The degree of smoking obtained was measured using the Brinkman Index. The results showed that there was a significant relationship between the Brinkman smoking index and systolic blood pressure and diastolic blood pressure as well as between physical activity and systolic blood pressure, but there was no significant relationship between physical activity and diastolic blood pressure.
THE EFFECT OF DEEP BACK MASSAGE ON THE INTENSITY OF LABOR PAIN IN THE 1ST ACTIVE PHASE IN PRIMIGRAVIDA MOTHERS AT THE KARTIKA JAYA CLINIC, SAMARINDA PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI KLINIK KARTIKA JAYA SAMARINDA lestari, wiwit indah; Meihartati, Tuti
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Labor pain can cause anxiety and fearin patients so that the need for oxygen increases, muscles become tense as wellblood pressure increases, this condition will stimulate catecholamines which cancauses the force of contractions to occur, resulting in parturitionlong Objective: Analyze the effect of deep back massage on pain intensity1st stage of labor active phase in primigravida mother at Kartika Jaya Clinic Samarinda on2021. Method: This research is quasi-experimental in nature. Sample in this researchare 30 respondents of maternity mothers who will give birth at the Kartika Jaya Samarinda Clinic.The sample in this research was purposive sampling, namely data collectionaccording to the considerations made by the researcher. The data obtained was analyzed usingusing dependent t-test. Result: test value 2 Related – Sample (TestWilcoxon) pain scale in the pretest and posttest is p value 0.000 <0.05 so there isThe difference in pain before and after being given the Deep Back Massage method.Conclusion: The results of this study indicate that there is an effect of reducing paingiving birth when given the Deep Back Massage method
Hubungan Saturasi Oksigen dengan Mortalitas Penderita COVID-19 Wiryawan, I Nyoman Bagus Putra; Sawitri, Endang; Rahmah Retnaningrum, Yuliana
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) virus. There are several factors affecting mortality on patients COVID-19 such as oxygen saturation. This study aims to find the association of oxygen saturation with mortality among COVID-19 patients. The analytical observational research applied retrospective cohort study. There were 104 medical records of adult patients with the COVID-19 admitted to Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Regional Public Hospital from 2021 to 2022. The data were analyzed using Mann-Whitney test. There were 47 patients were confirmed deaths from COVID-19. The COVID-19 patients had a median oxygen saturation of 86%. The association between oxygen saturation and mortality was p = 0.001; OR = 1.163. In conclusion, there is an association between oxygen saturation and mortality among the COVID-19 patients