cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
inhis@idpublishing.org
Phone
-
Journal Mail Official
inhis@idpublishing.org
Editorial Address
Gg. Broto Manunggal V, Brajan, Tamantirto, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Health Issue
ISSN : -     EISSN : 28282809     DOI : 10.47134/inhis
Core Subject : Health,
Indonesian Health Journal is one of the journals which is concerned with the health field. It was published in 2022 by PublishingId. Indonesian Health Journal adopts a double-blind peer review policy and concerns on various health fields, for instance NURSING, MIDWIFERY, NUTRITION, MEDICAL LAB TECHNOLOGY, PUBLIC HEALTH.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI" : 6 Documents clear
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada Ny.A Dengan Mola Hidatidosa Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Fitra Arsy Nur Cory'ah; Intan Gumilang Pratiwi; S. Nidaa’an Khafiya LM
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.34

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi, sekitar 295.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Menurut kemenkes RI Tahun 2020, jumlah kematian ibu pada tahun 2020 menunjukan 4.627 kematian di Indonesia. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh pendarahan (termasuk mola hidatidosa). Prevalensi mola hidatidosa di Asia menunjukan 1:120 kehamilan. Di Inonesia sendiri didapatkan kejadian mola hidatidosa pada 1:85 kehamilan. Berdasarkan laporan tahunan RSUD PATUT PATUH PATJU Gerung tahun 2020 ditemukan kasus Mola Hidatidosa sebanyak 12 kasus. Pada tahun 2021 bulan Januari sampai dengan September tercatat sebanyak 7 kasus.Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Mola Hidatidosa, menggunakan pendekatan manajemen kebidanan secara komprehensip. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan rekam medik. Hasil: Pengeluaran jaringan Mola Hidatidosa dilakukan dengan Aspirasi Vaccum Manual. Kesimpulan: Pemberian penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan prosedur   Background: The maternal mortality rate (MMR) is still very high, around 295,000 women die during and after pregnancy and childbirth. According to the Indonesian Ministry of Health in 2020, the number of maternal deaths in 2020 showed 4,627 deaths in Indonesia. Based on causes, the majority of maternal deaths in 2020 were caused by bleeding (including hydatidiform mole). The prevalence of hydatidiform mole in Asia is 1:120 pregnancies. In Indonesia, the incidence of hydatidiform mole is 1:85 pregnancy. Based on the annual report of the PATUT PATUH PATJU Gerung Hospital in 2020, 12 cases of Mola Hidatidosa were found. In 2021 from January to September there were 7 cases. Objective: Applying midwifery care to pregnant women with Mola Hidatidosa, using a comprehensive midwifery management approach. Method: The type of research used in this case study is descriptive research using primary and secondary data from anamnesi s, physical examination, laboratory examination, and medical records. Results: Hydatidiform mole tissue was removed by manual vacuum aspiration. Conclusion: Provision of management is in accordance with theory and procedures.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Pada Ny “H” Dengan Hiperplasia Endometrium Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Fitra Arsy Nur Cory'ah; Ati Sulianty; Royani Agustina
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.35

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Dinas Kesehatan Provinsi NTB tahun 2018 ditemukan 897 jiwa menderita penyakit Reproduksi. kasus Hiperplasia Endometrium di NTB sebanyak 24%. Menurut hasil penelitian di RSUD Sumbawa menunjukkan jumlah wanita yang mengalami gangguan kesehatan Reproduksi pada tahun 2020 yaitu sebanyak 190 kasus dari jumlah tersebut ditemukan kasus hiperplasia endometrium sebanyak 21 kasus. pada tahun 2021 sebanyak 192 kasus gangguan kesehatan kespro dari jumlah tersebut ditemukan kasus hiperplasia endometrium sebanyak 24 kasus. oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengambil studi kasus tentang “Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. H dengan Hiperplasia Endometrium di RSUD Sumbawa ” Tujuan Studi kasus : Untuk mengetahui Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. H dengan Hiperplasia Endometrium di RSUD Sumbawa secara komprehensif tahun 2021 Metode penelitian : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan data primer dan data sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan laboratorium, hasil pemeriksaan USG, buku register dan rekam medik. Subyek dalam studi kasus ini adalah Ny.H dengan hiperplasia endometrium di RSUD Sumbawa. Hasil : pada awal kunjungan keluar darah banyak dari jalan lahir. kemudian dilakukan tindakan kuretase. Gejala hiperplasia endometrium yaitu : siklus menstruasi tak teratur, tidak haid dalam jangka waktu lama (amenore) ataupun menstruasi terus-menerus dan banyak. evaluasi post kuret yaitu keadaan pasien membaik serta berkurangnya perdarahan pervaginam. asuhan kebidanan ibu post kuret yaitu observasi perdarahan serta menjaga personal hygine mencukupi kebutuhan nutrisi dan istirahat. Kesimpulan : berkurangnya Perdarahan pasca kuretase Kata Kunci : Hiperplasia Endometrium, Kesehatan Reproduksi.
Gambaran Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 Retno Wahyuningsih; Nisa Ardianti; Ni Ketut Sri Sulendri; Joyeti Darni
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.36

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan penderita Diabetes Mellitus (DM) terbanyak ke 6 di dunia dimana jumlah penderita DM mencapai 10,3 juta jiwa. Penatalaksanaan DM meliputi edukasi, farmakologi, terapi gizi medis (TGM). Penerapan TGM dilakukan melalui langkah-langkah terstandar yaitu Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Tujuan : untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan proses asuhan gizi terstandar pada pasien DM tipe 2. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan observasional deskriptif dengan desain case study yang menggambarkan pelaksanaan proses asuhan gizi terstandar oleh rumah sakit terhadap pasien DM tipe 2. Hasil Penelitian: Dilihat dari proses pengkajian gizi, diperoleh hasil bahwa pasien sering mengkomsumsi kopi dengan tambahan gula yaitu sebanyak 2 kali dalam sehari, ditunjang dengan hasil laboratorium menunjukkan kadar gula darah puasa dan glukosa sewaktu tinggi, berdasarkan fisik/klinis menunjukkan tekanan darah dan suhu pasien tinggi. Hasil diagnosis gizi menunjukkan asupan oral tidak adekuat dan terdapat perubahan hasil nilai laboratorium terkait nilai gizi berkaitan dengan penyakit hiperglikemia DM tipe 2. Intervensi yang diberikan yaitu pemberian Diet DM dengan prinsip 3 J (tepat jadual, jenis dan jumlah), serta pemberian konseling gizi. Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama 3 hari menunjukkan asupan meningkat dan hasil pengukuran tekanan darah dan suhu normal. Kesimpulan: Pasien DM Tipe 2 telah dilakukan proses asuhan gizi terstandar sesuai dengan empat langkah yakni pengkajian, diagnosis gizi, intervensi dan monitoring evaluasi gizi.
Hubungan Pemakaian Kb Suntik 3 Bulan dengan Kenaikan Berat Badan pada Akseptor : Studi Literatur Rima Eka Pratiwi; Susanti Pratamaningtyas; Dwi Estuning Rahayu
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.39

Abstract

KB suntik dan pil merupakan alat kontrasepsi yang banyak digunakan memiliki efek samping utama kenaikan berat badan sebanyak 2,6% pada akseptor suntik, dengan yang paling banyak digunakan KB suntik 3 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan akseptor dengan menggunakan metode literature review dengan sumber data yaitu data skunder yang di akses dalam Google Schoolar dan PubMed. Analisis penelitian ini didapatkan dari 10 jurnal dengan tahun terbit 2015-2020 dengan hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian ini yaitu mengetahui penyebab kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan. Kenaikan berat badan yang dialami ini tidak selalu terjadi karena pemakaian KB suntik 3 bulan, tergantung reaksi metabolisme tubuh akseptor terhadap hormon progesterone. Apabila berat badan naik terus dan tidak mengganggu, akseptor dapat melakukan diet rendah kalori serta melakukan olah raga yang proporsional untuk menjaga berat badan. Apabila dengan cara tersebut berat badan terus naik, pemakaian dihentikan dan ganti dengan kontrasepsi non-hormonal.
Studi Literatur: Intervensi Spesifik Penanganan Stunting Intan Gumilang Pratiwi
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.43

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia pada dasarnya sudah mengalami penurunan setiap tahunnya, namun angkanya masih jauh di atas batas yang ditetapkan WHO yaitu di bawah 20%. Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 angka prevalensi stunting Indonesia sebesar 24,4 %. Tujuan: Mengidentifikasi intervensi spesifik penanganan stunting Metode: Studi literature dari berbagai sumber elektornik Hasil: Terdapat sebelas intervensi spesifik penanganan stunting. Kesimpulan: Intervensi tersebut meliputi empat sasaran mulai remaja putri, ibu hamil, bayi balita dan masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain Skrining anemia, konsumsi tablet tambah darah, Pemeriksaan kehamilan (ANC), Konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK), Pemantauan pertumbuhan balita, ASI Eksklusif, Pemberian MP ASII kaya protein hewani bagi baduta, tata laksana masalah gizi, peningkatan cakupan imunisasi, edukasi ibu hamil, remaja dan keluarga termasuk pemicuan bebas buang air besar sembarangan (BABS). Background : The prevalence of stunting in Indonesia has basically decreased every year, but the figure is still far above the limit set by WHO, which is below 20%. Based on the 2021 Indonesian Nutritional Status Study Indonesia's stunting prevalence rate is 24.4%. Purpose: To identify specific interventions for treating stunting Method: Study of literature from various electronic sources. Results: There are eleven specific interventions for treating stunting. Conclusion: The intervention includes four targets, starting with young women, pregnant women, toddlers and the community. These activities include screening for anemia, taking blood-boosting tablets, pregnancy checks (ANC), consuming blood-boosting tablets for pregnant women, providing additional food for pregnant women with chronic energy deficiency monitoring toddler growth, exclusive breastfeeding, giving MP ASI rich animal protein for children under two, management of nutritional problems, increasing immunization coverage, education for pregnant women, adolescents and families including triggering open defecation.
Faktor Yang Memengaruhi Fenomena Menunda Pernikahan Pada Generasi Z Herliana Riska; Nur Khasanah
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.44

Abstract

Salah satu fenomena yang terjadi pada Generasi Z adalah menunda pernikahan.Fenomena inid apat menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap kehidupan sosial dan psikologis generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi fenomena menunda pernikahan pada Generasi Z serta dampak yang ditimbulkan dari fenomena tersebut.Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (64,8%) mengatakan bahwa mereka lebih memilih untuk menunda pernikahan hingga meraih kesuksesan dalam karir atau pendidikan. Tekanan dari lingkungan sosial (24,6%) dan perubahan nilai sosial (10,6%) mempengaruhi keputusan mereka dalam menunda pernikahan. Dalam hal dampak dari fenomena menunda pernikahan pada generasi Z, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (61,2%) menganggap bahwa menunda pernikahan dapat memberikan waktu yang lebih banyak untuk berkembang dan mengembangkan diri. Secara statistik, faktor-faktor yang memengaruhi keputusan generasi Z dalam menunda pernikahan adalah pendidikan, karir, dan tekanan dari lingkungan sosial. Regresi linier menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih memilih untuk menunda pernikahan (β 0,274, p 0,05). Demikian pula, responden yang lebih fokus pada karir cenderung lebih memilih untuk menunda pernikahan (β 0,379, p 0,01). Sementara itu, tekanan dari lingkungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan generasi Z dalam menunda pernikahan (β 0,225, p 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keputusan generasi Z dalam menunda pernikahan adalah pendidikan, karir, dan tekanan dari lingkungan sosial. Menunda pernikahan dapat memberikan waktu yang lebih banyak untuk berkembang dan mengembangkan diri, namun juga dapat memberikan tekanan sosial dan psikologis One of the phenomena that occur in Generation Z is delaying marriage. This phenomenon can have positive and negative impacts on the social and psychological life of Generation Z. The purpose of this study is to determine what factors influence the phenomenon of delaying marriage in Generation Z and the impact arising from this phenomenon. This study uses a survey method. The data analysis technique used is descriptive analysis and linear regression. The results showed that most respondents (64.8%) preferred to postpone marriage until they achieved success in their career or education. Pressure from the social environment (24.6%) and changes in social values (10.6%) influenced their decision to postpone marriage. Regarding the impact of delaying marriage on Generation Z, the results show that most respondents (61.2%) think delaying marriage can give them more time to develop and develop themselves. Statistically, the factors influencing Generation Z's decision to postpone marriage are education, career, and pressure from the social environment. Linear regression shows that respondents with a higher education level tend to prefer to delay marriage (β 0.274, p 0.05). Likewise, more career-focused respondents tend to prefer to postpone marriage (β 0.379, p 0.01). Meanwhile, pressure from the social environment significantly influences the decision of Generation Z to postpone marriage (β 0.225, p 0.05). Based on the results of the research and discussion that has been done, it can be concluded that the factors that influence Generation Z's decision to postpone marriage are education, career, and pressure from the social environment. Delaying marriage can give them more time to grow and develop themself, but it can also put social and psychological pressure..

Page 1 of 1 | Total Record : 6