Articles
4,416 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DI SEKOLAH DASAR
Lussy Diani Rachmanita;
Otib Satibi Hidayat;
Ajat Sudrajat
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.225
Kedisiplinan siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Sidamulya yang rendah. Terlihat pada observasi awal hanya 35% dari 25 siswa yang dinyatakan disiplin. mendorong peneliti untuk melakukan Penelitian Tindakan (Action Research) di SD tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar melalui model value clarification technique pada muatan pelajaran pendidikan kewarganegaraan siswa kelas IV sekolah dasar negeri 1 Sidamulya. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan yang dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 1 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Sidamulya Tahun Ajaran 2019/2020 yang berjumlah 25 siswa dan objek penelitian ini adalah kedisiplinan dan prestasi belajar siswa pada muatan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Data kedisiplinan diperoleh dari lembar Observasi yang di isi oleh observer pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa meningkat dengan menggunakan Model Value Clarification Technique. Peningkatan nilai dan persentase kedisiplinan siswa dari kondisi awal sampai capaian siklus II. Siklus 1 kondisi awal 40 dan 35% dengan target capaian 70 dan 70% hasil capaian siklus I 88,54 dan 100% capaian siklus II meningkat menjadi 95,53 dan 100%. Peningkatan prestasi belajar siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum pada kondisi awal 25%, pada siklus I 66%, dan pada siklus II yaitu 84%,sehingga dapat disimpulkan peningkatan dari siklus I ke siklus II mencapai 18%.
Do The Children Need To Learn English at Elementary Level ?
Vitri Angraini Hardi;
Lusi Marleni
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.399
This aim of this research is to provide an insight on English as foreign language learning at elementary school level. Since the English is learned as foreign language in Indonesia, the shifting of English in Indonesia curriculum is one of the interested research focus. It is explicitly declared in Curriculum 2013 that English is taught as an extracurricular subject in Indonesia elementary school. The government does not obligate the elementary students to learn English. The elementary schools have an opportunity to decide English to be included as a subject in the curriculum. The shifting of the government’s consideration in deciding the starting focus of English learning at junior high school level is the maturity level of learners in learning a foreign language. Dealing with the stated focus, a critical overview on the foreign language learning is conducted. Several research reported that learning a foreign language is better to be started at the early age because of the early age students are easier to imitate the new language. The way of thinking in imitating stages is assumed as the best time to start learning a foreign language. In another point, several research reported that maturity level of learners is the essential point to be considered because learning a foreign language need is not only imitating the language but also understanding the culture, combining linguistics aspects and so on. Despite the fact on the different views of scholars, both of the parties agree on the focus of learning a language is not a matter of age. The contributions of several factors are also part of the supported system in learning foreign language. In term of English foreign language learning, different age-level have to be given different learning input. An early age students should be given speaking and listening topics due to the students do not involve the critical thinking process. Meanwhile, the mature students are better to be provided reading and writing topic due to the depth thinking phase is in theirs.
Mendesain Pembelajaran IPS dan PKn Berbasis Literasi ICT (Information and Communication Technology) pada Tingkat Sekolah Dasar
Arespi Junindra;
Hasanatul Fitri;
Anggun Radika Putri;
Betridamela Nasti;
Yeni Erita
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1827
Pembelajaran IPS dan PKn memiliki peran yang penting dalam praktik kehidupan sehari-hari dan harus didesain secara baik serta menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain pembelajaran IPS dan PKn berbasis Literasi ICT (Information and Communication Technology) pada tingkat sekolah dasar. Desain pembelajaran berbasis Literasi ICT berpusat pada siswa dengan kombinasi teknologi digital. Literasi ICT (Information and Communication Technology) dapat memberikan pengalaman belajar menyenangkan bagi siswa dan dapat meningkatkan inovasi serta kreatifitas pada siswa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, sumber data diproleh dari hasil analisis dan pengumpulan data dilakukan secara online serta simpulan yang diperoleh dari jurnal yang relevan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain pembelajaran IPS dan PKn berbasis Literasi ICT (Information and Communication Technology) di sekolah dasar perlu dikembangkan oleh guru dalam proses pembelajaran seperti pemanfaatan media digital dalam mengembangkan media, mengembangkan sumber belajar dan mengembangkan evaluasi agar memberikan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi setiap siswa.
Studi Literatur: Media Augmented Reality (AR) Terhadap Hasil Belajar Kognitif
Esti Nur Qorimah;
Sutama Sutama
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2348
Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan pengertian dari media pembelajaran, mendeskripsikan media augmented reality, mendeskripsikan hasil belajar kognitif, dan mendeskripsikan peranan media augmented reality terhadap hasil belajar kognitif. Penelitian berjenis kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan studi literatur. Dalam penelitian ini terdapat tahapan dalam mendeskripsikan sebuah data yaitu melalui pengumpulan- pengumpulan artikel penelitian, buku, jurnal atau pun literatur lain yang berhubungan dengan media augmented reality. Hasil penelitian ini yaitu : 1) Media pembelajaran yaitu suatu alat untuk mendukung proses terjadinya pembelajaran; 2) Media Augmented Reality (AR) sebagai suatu teknologi yang menggabungkan benda dua atau tiga dimensi dalam waktu yang nyata; 3) Hasil belajar kognitif yaitu kemampuan siswa setelah menerima proses pembelajaran yang berkaitan dengan hasil belajar intelektual; 4) Media AR memberikan ruang siswa untuk berimajinasi sehingga mampu meningkatkan hasil belajar kognitif siswa yang meliputi aspek mengingat, memahami, menerapkan, dan menganalis.
Cerita Ihsan: E-book Interaktif sebagai Upaya Pengembangan Materi Ulul Azmi di Sekolah Dasar
Siti Annisa Nur Wahiddah;
Lulu Lathipah;
Desti Indaryanti;
Zulfa Putri Fadilah;
Ani Nur Aeni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2778
Penelitian ini mengeksplorasi terkait penggunaan E-book sebagai salah satu pengembangan media belajar interaktif pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi Ulul Azmi bagi siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Design and Development (D&D), melalui temuan yang didapatkan secara empiris dan sistematis, dengan serangkaian penelitian pada proses desain, pengembangan dan evaluasi. Data didapatkan melalui instrumen berupa dokumentasi lapangan, survey dan angket yang disebarkan kepada guru pendidikan agama islam di sekolah dasar dan siswa kelas tinggi di sekolah dasar. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari pengumpulan dan pengolahan akan dibuat ke dalam beberapa tema. Data menunjukan bahwa E-book Cerita Ihsan cukup memudahkan guru dalam kegiatan pembelajaran, karenakan desainnya yang menarik, interaktif, kebaruan berupa lagu 5 Rasul Ulul Azmi, audio beserta permainan digital di dalammnya, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih variatif dan menarik bagi siswa. Saat membaca E-book interaktif, sebagian besar siswa merasa senang. Penelitian dirumuskan dalam bentuk poin sebagai berikut: (1) Bagaimana antusias peserta didik mengenai e-book Cerita Ihsan?, (2) Bagaimana efektivitas pengguanan e-book Cerita Ihsan?, (3) Bagaimana kebermanfaatan e-book Cerita Ihsan terhadap kegiatan pembelajaran PAI di SD?
Budaya Sekolah dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar
Dimas Daru Bagas Nugroho;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3233
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya sekolah dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupa deskripsi tentang budaya sekolah dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SD Negeri 2 Pluneng. Dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas, dan beberapa peserta didik di SD Negeri 2 Pluneng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah sangat mempengaruhi dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Budaya sekolah yang diterapkan di SD Negeri 2 Pluneng dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik yakni adanya jum’at bersih dan operasi semut. Akan tetapi kegiatan tersebut belum berjalan dengan baik karena kurangnya antusias dan kepedulian peserta didik terkait peduli lingkungan yang bersih. Dengan demikian pembentukan karakter peduli lingkungan dapat berjalan dengan baik. Sehingga ada beberapa solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi permasalahan tersebut yakni mengikuti berbagai kegiatan guna menambah skill guru, kerjasama dengan Pemerintah dan melakukan pendekatan dengan peserta didik.
Best Practice Siswa Kelas 4C Berdasarkan Film Pendek Inspiratif “Kisah Anak Penjual Es Nanas” Berbasis Karakter dan Nilai Profil Pelajar Pancasila”
Ineu Sumarsih;
Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3221
Latar belakang permasalahan diambil dari asesmen lisan dan tulisan materi lintas pelajaran,Siswa berbasis karakter dan nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu membuat praktik baik berdasarkan tayangan film pendek inspiratif yang didemonstrasikan melalui penyusunan scenario yang didiskusikan dengan anggota keluarga dan direalisasikan melalui kegiatan Market Day di sekolah.Sampel siswa diambil dari kelompok 1 kelas 4C SDN 198 Mekarjaya Kepala Sekolah sebagai monitoring independent yang mewawancara kelompok 1. Siswa kelompok 2 beserta bapak/ibu guru sebagai tim visiting.Setelah mengamati, dan memaknai sebuah film pendek inspiratif dari negara Thailand tentang kisah nyata seorang gadis cilik yang sukses menjual es nanas yang sebelumnya berkeinginan untuk membeli es krim tetapi tidak terbeli karena factor ekonomi.Kelompok 1 diwajibkan membuat video serupa dibantu anggota keluarganya dimulai dari menyusun skenario,menentukan tema market day,menjual produk di sekolah dan mempublikasikan video ke social Media oleh guru kelas.Kegiatan ini berhasil membentuk penguatan Pendidikan karakter yang bernilai Profil Pelajar Pancasila diantaranya Berakhlak mulia,Berkebhinekaan global, Bergotong royong, Kreatif, bernalar kritis dan Belajar mandiri.Penelitian ini bersifat deskripsi kualitatif, Asesmen yang dinilai meliputi kognitif,afektif dan psykomotor , siswa juga terbentuk Pendidikan Karakter yang menjadi pondasi bekal untuk melanjutkan Pendidikan selanjutnya,output sekolah membentuk siswa dapat memecahkan masalah kehidupan sehari-hari dan menghargai perjuangan orang tuanya.
Pengembangan LKPD Matematika Berbasis Problem Based Learning di Sekolah Dasar
Refki Effendi;
Herpratiwi Herpratiwi;
Sugeng Sutiarso
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.846
Tujuan penelitian untuk mengembangkan LKPD Matematika berbasis Problem Based Learning Materi FPB dan KPK kelas V Sekolah Dasar. Pengembangan LKPD Matematika dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah, kemampuan dalam berfikir kritis serta menumbuhkan rasa ingin tahu. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development/R&D). Tahapan utama dalam penelitian dan pengembangan ini adalah (1) pengumpulan informasi dan penelitian pendahuluan; (2) perencanaan; (3) pengembangan produk; (4) pengujian terbatas, dan (5) revisi produk akhir. Populasi dalam penelitian ini adalah pendidik kelas V SD Negeri kecamatan Tegineneng. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah 3 (tiga) guru kelas V SDN 28 Tegineneng, SDN 20 Tegineneng, dan SDN 1 Tegineneng. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pengembangan materi LKPD berbasis PBL di Sekolah Dasar sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hal tersebut berdasarkan hasil validasi ahli materi sebesar 92,17%, hasil validasi ahli desain sebesar 86,67%, hasil validasi ahli media sebesar 89,56% dan hasil tes kepada guru sebesar 92,13%.
Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi COVID 19 Bagi Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta
Jagad Aditya Dewantara;
T Heru Nurgiansah
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.669
Wabah Corona membuat segala hal mengalami perubahan rutinitas, termasuk dalam hal pendidikan. Dulu pembelajaran di perguruan tinggi dilaksanakan secara tatap muka, akan tetapi sekarang pembelajaran harus dilaksanakan secara online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efektivitas pembelajaran secara daring dimasa pandemi covid 19 bagi mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan model Kuantitatif dengan metode survei. Responden dari penelitian ini berjumlah 1.000 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 79% mahasiswa menginginkan pembelajaran secara tatap muka, sedangkan hanya 1% saja mahasiswa yang menginginkan pembelajaran daring, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring secara terus menerus selama masa pandemi ini sangat tidak efektif
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SDN LEDOK 5 TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Khintan Ustino Alita;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.97
Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran tematik menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh dari hasil tes dan non tes. Pendekatan tes berupa tes tertulis sedangkan non tes melalui observasi dan wawancara. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan. Penelitian disusun berdasarkan tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data hasil penelitian menunjukkan pada pra siklus ada 16 peserta didik (41%) dari 39 peserta didik yang kritis, pada siklus I meningkat menjadi 29 peserta didik (75%) dan pada siklus II menjadi 36 peserta didik (93%). Peningkatan hasil belajar ditunjukkan pada pra siklus menunjukkan ada 14 peserta didik (36%) yang tuntas, meningkat menjadi 30 peserta didik (77%) dari 39 peserta didik dan 35 peserta didik (90%) pada siklus II. Peningkatan kemampuan berpikir kritis berdampak pada hasil belajar peserta didik