cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalsuluh@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsuluh@unisnu.ac.id
Editorial Address
Jl. Taman Siswa, Pekeng Tahunan Jepara
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Suluh: Jurnal Seni Desain Budaya
ISSN : 26153289     EISSN : 26154315     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal ini berisikan tentang keilmuan yang berada pada rumpun seni budaya. Harapan kami tim redaksi jurnal suluh, semoga penerbitan jurnal ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman untuk berbagai penulisan di bidang seni budaya.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 11 Documents clear
Pengembangan Desain Komunikasi Visual Melalui Motif Ukir Klasik Pesisir Berbasis Arsitektur Untuk Publikasi Wisata Pantai Eko Darmawanto; Mochammad Qomaruddin; Sholeh Fandi Hendriyono
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini motif ukir masih menjadi karakter yang kuat dalam mitologi di wilayah Jepara yang perlu dikokohkan dengan bentuk yang berbeda dan terintegrasi dengan dunia wisata sebagai pintu gerbang dalam memperkenalkan ikonik ukir kepada dunia luar. Kegiatan publikasi dengan unsur seni dan budaya saat ini belum menyentuh ranah unsur motif, sehingga desain yang bersifat ketimuran saat ini telah pudar dari yang seharusnya. Upaya penelusuran data berdasarkan realitas lapangan pada penelitian awal menunjukkan setidaknya terdapat sebaran wisata pantai Jepara yang memiliki potensi kuat dalam pengembangan desain publikasi dengan balutan motif. Dengan data yang komprehensif setidaknya diperoleh manfaat dalam penelitian ini yaitu: (1) perancangan desain melalui motif ukir sebagai penunjang publikasi wisata pantai dalam bentuk desain ikonik; (2) hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan kebijakan untuk perubahan perbub no. 10 tahun 2014 di wilayah kabupaten Jepara terkait cakupan bangunan ikonik yang tidak hanya di lingkungan pemerintah semata melainkan juga objek wisata. Metode penelitian dengan menggunakan metode glass box, yakni desain yang terukur, sistematis, dan rasional dengan pendekatan budaya lokal dan analisis data menggunakan alur Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Timely (SMART).
Kesenian Topeng Barongan dalam Ritual Murwakala di Kabupaten Blora Fivin Bagus Septiya Pambudi
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Murwakala ritual is a Ruwatan ritual, namely ngruwat Wong Sukerta, because the Blora people believe in the existence of Wong Sukerta. The trust of Blora residents who consider Barongan has magical powers that are believed to be able to drive away the evil spirits and reject these reinforcements to make barongan a means of ceremonies in the Murwakala ritual.Barongan mask art in Murwakala includes Traditional Murwakala rituals and Murwakala rituals on stage performances. Barongan is a form of communal art of the community, whose presence is closely related to community traditions, such as the use of Barongan as a means of Murwakala ritual. The murwakala ritual tradition was originally carried out traditionally and later developed into Murwakala stage performances. The murwakala ritual is based on the belief of the Blora community about the existence of wong sukerta (the person whose birth in colonialism brings bad luck) which must be complicated by holding a Murwakala ritual using the Barongan mask. The function of the Barongan blora mask in the murwakala ritual, namely Barongan murni, as a means of Murwakala and Barongan rituals as a means of ritual Murwakala stage performances.
Kajian Estetik Ragam Hias Pada Rumah Tradisional Kudus Suharto Suharto; Noor Azizah
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ragam hias rumah tradisional Kudus berkaitan erat dengan nilai- nilai budaya masyarakat Kudus. Melihat letaknya Kudus termasuk dalam akar budaya Jawa pesisir yang mengandalkan sektor perdagangan sebagai penunjang perekonomiannya, Akses untuk berhubungan dengan dunia luar mengakibatkan adanya kontak budaya. Kontak budaya melalui perdagangan membuka jalan terjadinya percampuran kebudayaan. Hubungan yang semula sekedar hubungan perdagangan akhirnya berkembang menjadi hubungan yang saling mempengaruhi antar budaya masingmasing, terjadilah proses akulturasi budaya yang pada akhirnya ikut membentuk budaya Jawa Kudus. Akulturasi budaya ini tidak hanya terbatas pada nilainilai dan pengetahuan saja, tetapi juga berpengaruh kepada artefak budayanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekaran kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan studi lapangan melalui survei langsung di lapangan dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias yang diterapkan pada rumah tradisional Kudus merupakan percampuran dari budaya lokal dan berbagai pengaruh ragam hias yang datang ke Indonesia. Hal ini disebabkan oleh sifat budaya Jawa yang sinkretistik. Berdasarkan bentuk ragam hias yang diterapkan, terdapat jenis ragam hias geometris, flora, fauna, dan makhluk khayalan. Penempatan ragam hiasnya terdapat pada bagian komponen kaki, badan dan kepala/atap bangunan dengan pola penyusunan ragam hias simetris. Selain untuk memenuhi fungsi estetik, ragam hiasnya juga bermakna simbolik yang berfungsi sebagai media rupa untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman hidup masyarakat setempat.
Cara Membatik Kayu Jati Jati Widagdo
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kerajinan kayu sangat akrab dengan masyarakat. Baik masyarakat industri maupun masyarakat umum. Industri yang tetap bertahan dan berkembang dewasa ini adalah industri kerajinan kayu,  inovasi dalam bidang desain produk salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi batik dan pewarnaannya. Upaya pemanfaatkan teknologi batik dan pewarnaannya dapat meningkatkan kualitas produk dan sumberdaya manusia di daerah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yakni metode yang berdasarkan pada kondisi objek yang alami dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci pengambilan sampel sumber data silakukan secara porposif dan snowbaal serta teknik penggabungan, analisis data bersifat induktif/ kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.Hail penelitian menunjukkan bahwa kayupun dapat dijadikan sebagai media batik halini bisa dilakukan karena kayu juga mempunyai sifat hampir sama dengan kain yaitu mempunyai sifat mudah menyerap warna.
Gitar Sebagai Bentuk Dining Table dengan Penerapan Ornamen Jepara Amirul Mukminin; Jati Widagdo
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human do many activity everyday, such as eating and drinking, and also dinner as a habit in the evening. Writer has ever seen that people drinking while playing guitar, this thing to inspire him to design a product base guitar as an idea. Jepara has many cultures, one of them named Jepara ornament. The problem appears is human need product to facility eating and drinking also dinner, by combining between furniture and guitar, developing Jepara ornament. Kind of data that writer need are: dining table data, guitar data, ornament data. Writer uses qualitative method with approach: literature study, interview, survey. The research result is guitar body made as a table body, hanger as a leg table, Jepara ornament applies by inlay, finish color is salak brown. The conclusion is combining furniture and guitar are interested too, and could function as eating and drinking facility. If Jepara ornament applies by inlay it could be good as well.
Budaya Rupa Motif Ukir Pada Masjid Mantingan Jepara Zainul Arifin; Jati Widagdo
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bentuk rupa motif ukir padaMasjid Mantingan Jepara, terdapat banyak motif ukir yang tertempel di serambi masjid, baik yang dipengaruhi oleh budaya Hindu, Islam dan China. Motif ukir di serambi Masjid Mantingan dianggap mewakili motif ukir tradisional yang ada di Jepara, dengan mengkaji motif ukir tradisional Jepara yang berkaitan dengan pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam akar budaya masyarakat Jepara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan pendekatan studi lapangan melalui survei, wawancara dan pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa. karakteristik motif ukir yang terdapat pada Masjid Mantingan Jepara merupakan hasil stilasi dari bentuk-bentuk alamyaitu teratai, pohon kelapa, pohon hayat, kuda, kera, burung phoenix, merak, kelelawar, gunung, joglo, candi bentar, gapura dan bentukbentuk geometri yang berupa perpaduan ortogonal, lingkaran, kubus, segi enam dengan kombinasi flora. Bentuk rupa motif ukir pada Masjid Mantingan terbuat dari bahan batu putih sebagai sebuah sistem simbol yang dipenuhi dengan makna, baik makna denotatif maupun makna konotatif. Motif ukir yang diterapkan pada industri mebel banyak mengadopsi dari motif ukir di Masjid Mantingan yang merupakan cikal bakal perkembangan seni ukir di Jepara.
Hiperealitas dalam Iklan Rokok Dji Sam Soe dan Gudang Garam Tristan Alfian; Dwi Retna Sulistyawati
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v1i2.908

Abstract

An advertisement implies deviation and hidden of certain reality then it leads consumer to hyperreality world. In a context of tobacco advertising, it emphasizes more about image and impression, so consumers are not aware of a risk. The result shows that tobacco advertising constitutes reality discourse which is hyperreality. It is a discourse about image reality in tobacco advertising which describes, stimulates, and project of a dream world of hyperreality. The imagery in cigarette advertisements of Dji Sam Soe and Gudang Garam cannot be separated from aesthetic creativity that conveys confusion of bookmarks, styles, and phrases in cigarette advertisement work.
Kreasi Bentuk Bulu Merak Sebagai Motif Dalam Fashion Delfita Yeni
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop creativity in the work of art that is inspired by peacock feathers, the shape of peacock feathers made with embroidered techniques, batik and sequins. The method used in the process of making works through three stages of craft art creation. The first is an exploratory stage that includes exploration activities exploring the source of ideas with the step of identification and problem formulation; searching, extracting, data collection, reference, and data analysis on which to base the design and stage of the work embodiment. Second, the design phase based on the results of data analysis in the form of alternative sketches and sketches selected. The work of shirt and shawl that serves for fashion show and can be used for certain events. The technique used in making the work is by combining the technique of embroidery chain, embroidered stems, embroidered, flat embroidered, embroidered nail leaf, embroidery thorns, and embroidery chains for the embroidery section, while in the whole work combine embroidery on cloth that has been in batik then in sequins.
Ideologi Di Balik Candi Sukuh Desa Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Eko Darmawanto
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Sukuh merupakan salah satu obyek wisata yang menarik. Tetapi, hanya sebagian masyarakat Indonesia yang mengetahui keberadaan candi ini. Letaknya yang jauh di lereng Gunung Lawu menjadikan obyek wisata ini menjadi salah satu alasannya. Candi Sukuh merupakan candi yang unik. Bentuknya yang lain dari candi hindu pada umumnya dan masih banyak sejarah dari Candi ini yang belum terungkap. Ada pula yang mengatakan bahwa Candi ini merupakan salah satu peninggalan Suku Maya di Amerika Serikat. Dan masih banyak lagi misteri yang disimpan oleh Candi ini.
Metamorfosis Congklak Dwi Agus Susilo
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Congklak is one of the typical indonesia traditional games are made of stone, wood, plastik and one of the result of culture and art that deserves to be preserved. In ancient times congklak game done in the gazebo, patio homes or under a tree by holding the cushion. Young women and children will play spare time is after completion help parent’s work and finished learning. How to play performed by two people using cangklak board and grains are made of gravel / tamarind seeds and brown seed with a number of 70.84 and 98 grains depends on the number of large holes on each side, the rest of the small holes that are faces each other.This processwill berealized congklak metamorphosis into works of art that use waste wood powder coconut, of course this work is not independent of the other ingredients, namely resins, catalysts, iron columns 8 mm, nails, glue alteco and multiplex 2 mm. Being metamorphosis in question in a creative process of art processing base material by considering technique that puts the character and funcion of the basic shape change.

Page 1 of 2 | Total Record : 11