Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

SELEKSI UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING TEGAK (Selection on bait and hook number of vertical line) Noor Azizah; Gondo Puspito
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 3 No. 2 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.381 KB) | DOI: 10.29244/jmf.3.2.169-175

Abstract

ABSTRACTExperimental research on vertical line using different bait and hook size to catch hairtail has been conducted in Palabuhanratu waters. Three kinds of bait were hairtails (Trichiurus sp.), sardine (Sardinella sp.), and mackerel (Rastrelliger sp.). Number of hooks consisted of 8, 9 and 10. All fishing operations were done on floating lift net. From the experiment, bait of sardine was more effective to catch hairtails of Trichiurus savala than hairtails and mackerel. The three baits cought 69, 54 and 46 hairtails of Trichiurus savala, respectively. While, bait of hairtails was more suitable to catch hairtails of Trichiurus haumela. Bait of hairtails, sardine and mackerel cought 11, 7 and 1 hairtails of Trichiurus haumela. Hook number 8 gave the greatest number of catch, i.e. 62 hairtails of Trichiurus savala and 11 hairtails of Trichiurus haumela.Keywords: Hairtails, vertical line, bait, hook number, and Palabuhanratu.-------ABSTRAKOperasi penangkapan layur dengan menggunakan jenis umpan dan ukuran mata pancing yang berbeda telah dilakukan di perairan Palabuhanratu. Jenis umpan yang dipakai adalah layur (Trichiurus sp.), tembang (Sardinella sp.), dan kembung (Rastrelliger sp.). Adapun ukuran mata pancing yang digunakan terdiri atas nomor 8, 9 dan 10. Operasi penangkapan dilakukan di atas bagan apung. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa umpan tembang paling efektif untuk menangkap layur bedog (Trichiurus savala), selanjutnya layur dan kembung. Masing-masing menghasilkan 69; 54 dan 46 ekor. Adapun umpan layur lebih efektif untuk menangkap layur meleu (Trichiurus haumela) dibandingkan dengan tembang dan kembung. Masing-masing menangkap 11, 7 dan 1 ekor layur meleu. Mata pancing nomor 8 menghasilkan jumlah tangkapan layur bedog dan layur meleu terbanyak, yaitu 62 dan 11 ekor.Kata kunci: Layur, rawai tegak, umpan, nomor mata pancing dan Palabuhanratu
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TARIF PPH ORANG PRIBADI TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN WAJIB PAJAK DAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN DI KOTA/KABUPATEN MALANG Noor Azizah; Akie Rusaktiva. R
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.885 KB)

Abstract

Pajak merupakan tumpuan sumber penerimaan Negara, dan berdasarkan jenisnya Pajak Penghasilan (PPh) telah memberikan kontribusi terbesar. Sehingga diharapkan penerimaannya semakin meningkat seiring dengan semakin besar pengeluaran pemerintah. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Pajak dengan melakukan reformasi perpajakan yaitu Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan terhadap tingkat pertumbuhan wajib pajak dan penerimaan pajak di Kota/Kabupaten Malang. Sampel penelitian adalah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Malang Utara yang mewakili sampel Kota Malang dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Singosari yang mewakili sampel Kabupaten Malang. Data yang di analisis adalah data jumlah wajib pajak orang pribadi dan penerimaan pajak pada tahun 2008-2011. Tingkat penerimaan bagi hasil daerah dihitung melalui persentase yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan wajib pajak orang pribadi Kota/Kabupaten Malang mengalami peningkatan, tingkat penerimaan pajak penghasilan orang pribadi meningkat yang menyebabkan penerimaan bagi hasil daerah Kota/Kabupaten Malang mengalami peningkatan pula. Kata kunci: UU No.36 Tahun 2008, bagi hasil daerah, wajib pajak
TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DAN TERAPI MUSIK SEBAGAI UPAYA PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID (DYSMENORRHEA) Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak; Fania Nurul Khoirun Nisa
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.602 KB)

Abstract

Background: Dismenorea or menstruation pain is the pain that is felt in the lower abdomen and thigh. This happens because an imbalance of the hormone progesterone in the blood causing pain arises.Almost the woman and young women must have felt at the time of menstrual disorders such as Dismenorea. The objective of the research is to determine the effect of deep breathing relaxation and music therapy to the intensity of menstrual pain (Dismenorea). The design of this study is quasi-experimental, pre-post test with control group.The sample of this study was all of girl students in MTs. Hidayatul Mustafidin who have ever got dismenorea. They are 56 students and divided into 28 students for experimental group and 28 students for control group. The result of this study is most of the respondents who are 14 years old, 62,5%. Moreover, the first menstruation (menarche) in 12 years old are 41,1%. The average pain scale before music therapy is 2,18 and after music therapy is 1.25. The average pain scale before deep breath relaxation is 2.21 and after deep breath relaxation is 1.25. The result of wilcozon test is p <0.05. Therefore, there is significance difference of the menstrual pain between before relaxation and after music therapy. The result of wilcozon test is p <0.05. Therefore, there is significance difference of the menstrual pain between before relaxation and after deep breath relaxation. It can be concluded that there a significance difference between deep breath relaxation and music therapy to decrease the menstrual pain scale. Suggested to the education field, to provide information that menstrual pain doesn’t interfere the learning activity.Keywords: breathing relaxation, music theraphy, dysmenorrheal
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI INDONESIA (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP SISTEM PIDANA DI INDONESIA) Noor Azizah
AL-ULUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1, No 1 (2015): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.989 KB) | DOI: 10.31602/alsh.v1i1.312

Abstract

The perpettrators of sexual crimes againts children is a crime and the very phenomenon of concern in the life of the community so that the deterrent effect of the issue againts perpetrators of pedophile became the focus of attention by all parties, in 2002 the goverment of Republic of Indonesia enacted the child protectiob law number 23 of 2002 which aim to provide protection againts indonesian children.
KEBIJAKAN LIGHT ON ATAU DAYLIGHT LAMP RUNNING (DLR) BAGI KENDARAAN RODA DUA Noor Azizah
Al-Adl : Jurnal Hukum Vol 6, No 12 (2014)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.807 KB) | DOI: 10.31602/al-adl.v6i12.201

Abstract

Permasalahan pro-kontra terhadap kebijakan Light On   menjadi masalah publik dan mendapat perhatian dari pihak kepolisian dengan menjadikannya sebagai salah satu agenda prioritas, apakah kebijakan tersebut yang sudah memiliki landasan hukum yang kuat dalam  Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga memiliki landasan penerapan yang sudah teruji. Sampai hari ini banyak orang tidak paham mengapa pengendara sepeda motor wajib menghidupkan lampu utama pada siang hari. Ini perintah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sejumlah daerah mulai menerapkan aturan yang menurut sebagian warga mengada-ada itu.,Banyak orang bingung atas kewajiban yang dalam bahasa Inggris disebut light on ini Kata Kunci : Kebijakan, Light on, Daylight Lamp Running
Kajian Estetik Ragam Hias Pada Rumah Tradisional Kudus Suharto Suharto; Noor Azizah
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ragam hias rumah tradisional Kudus berkaitan erat dengan nilai- nilai budaya masyarakat Kudus. Melihat letaknya Kudus termasuk dalam akar budaya Jawa pesisir yang mengandalkan sektor perdagangan sebagai penunjang perekonomiannya, Akses untuk berhubungan dengan dunia luar mengakibatkan adanya kontak budaya. Kontak budaya melalui perdagangan membuka jalan terjadinya percampuran kebudayaan. Hubungan yang semula sekedar hubungan perdagangan akhirnya berkembang menjadi hubungan yang saling mempengaruhi antar budaya masingmasing, terjadilah proses akulturasi budaya yang pada akhirnya ikut membentuk budaya Jawa Kudus. Akulturasi budaya ini tidak hanya terbatas pada nilainilai dan pengetahuan saja, tetapi juga berpengaruh kepada artefak budayanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekaran kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan studi lapangan melalui survei langsung di lapangan dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias yang diterapkan pada rumah tradisional Kudus merupakan percampuran dari budaya lokal dan berbagai pengaruh ragam hias yang datang ke Indonesia. Hal ini disebabkan oleh sifat budaya Jawa yang sinkretistik. Berdasarkan bentuk ragam hias yang diterapkan, terdapat jenis ragam hias geometris, flora, fauna, dan makhluk khayalan. Penempatan ragam hiasnya terdapat pada bagian komponen kaki, badan dan kepala/atap bangunan dengan pola penyusunan ragam hias simetris. Selain untuk memenuhi fungsi estetik, ragam hiasnya juga bermakna simbolik yang berfungsi sebagai media rupa untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman hidup masyarakat setempat.
PENGALAMAN PERUBAHAN PSIKIS DAN PERUBAHAN FISIK PADA REMAJA PUTRI SETELAH MENSTRUASI Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.87 KB)

Abstract

Perubahan seks primer pada perempuan adalah menstruasi dan biasanya diikuti perubahan organ seksual yaitu memiliki payudara dan pinggul membesar. Perubahan fisik yang dialami memberikan dampak pada perubahan psikologis dan social. Perubahan pubertas meliputi kognitif, moral, emosi, social sebagai bentuk perkembangan diri remaja. Informasi yang diberikan secara benar dapat mengurangi kecemasan remaja putri pada saat menstruasi pertama kali. Peran ibu sangatlah penting untuk memberikan pengalaman pada putrinya. Metode fenomenologis digunakan untuk menganalisis data. Partisipan adalah remaja putri yang mempunyai pengalaman menstruasi dengan purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara terbuka Hasil penelitian : umur menstruasi pertama kali (menarche) 12-15 tahun, informasi menstruasi didapatkan dari ibu, saudara perempuan dan guru, ketidaknyamanan yang dirasakan nyeri perut dan khawatir darah menstruasi bocor ke pakaian sehingga menggangu konsentrasi belajar. Penanganan rasa nyeri menstruasi sebagian besar menggunakan jamu dan obat. Diskusi : perubahan psikis akibat dari perubahan fisik. Informasi yang benar penggunaan pembalut dan penanganan diberikan yang jelas sehingga tidak mengganggu konsentrasi belajar. Peneliti menyarankan agar setiap sekolah ada konselor dari guru dan pear sebaya
IMPLEMENTASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA UMKM TENUN TROSO JEPARA Noor Azizah; Virliana Dicky Pramandari
NJCA (Nusantara Journal of Computers and Its Applications) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Computer Society of Nahdlatul Ulama (CSNU) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36564/njca.v3i1.65

Abstract

The troso weaving produced by SMEs in Jepara currently has a greatly increased public demand, and this has resulted in an increase in the number of suppliers and distributors owned by the troso weaving companies. The company needs to select suppliers so that the received raw materials have quality and price in accordance with the budgeted by the company as well as selecting distributors so that ready-made troso weave is marketed accordingly. To improve the performance of the company, the need for supply chain management (SCM) strategy by taking into account the flow of communication between partners, the ability of the company to establish relationships with suppliers and distributors. System development method used is to use waterfall method which starts from system requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The result of this research is the SCM information system at UMKM Tenoon web-based troso. The benefits of this research are to help SMEs to facilitate in determining the best suppliers and distributors.Keywords: supply chain management, SMEs, troso
Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Kejahatan Eksploitasi Seksual Anisa Nurul Santi Pohan; Noor Azizah
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.832

Abstract

This journal discusses the Legal Protection of Child Victims of Sexual Exploitation. What is meant by child sexual exploitation is the use of children for the purpose of fulfilling sexual desires. Children as victims of criminal acts need to be protected in accordance with what is regulated in Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection so that in the future the child is expected to be able to continue his life like children in general and no longer have the feeling that he is a victim of crime. This paper uses a juridical-empirical legal research method with a qualitative approach. The results that can be taken from this paper are that the legal protection of children as victims of sexual exploitation based on Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection has provided legal protection in general for children as victims of crime and specifically for children who are sexually exploited.
Penggunaan Kombinasi Metode BASOKU Terhadap Produksi Air Susu Ibu (ASI) Ana Zumrotun Nisak; Noor Azizah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.377

Abstract

Penyebab gagalnya pemberian ASI tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut diantaranya adalah faktor ibu, faktor bayi dan faktor eksternal. Pada periode awal kelahiran bayi, secara fisiologis ASI belum keluar dengan lancar pada hari 1-3 hari kelahiran. Dan pada akhirnya para orangtua mengganti ASI dengan susu formula supaya bayi tidak rewel. Usaha untuk memperlancar produksi ASI bisa dilakukan dengan perawatan payudara atau Breastcare, pijat oksitosin untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin serta adanya dukungan dari keluarga terutama suami. Dengan adanya produksi ASI yang lancar, ibu akan sering memberikan ASI kepada bayinya sehingga dapat menaikkan berat badan bayi secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas penggunaan kombinasi metode BASOKU (Breascare, pijat Oxytocin dan Dukungan suami) terhadap produksi ASI. Penelitian ini menggunakana metode quasi eksperimen dengan rancangan Pre Test-Post with control design. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu post partum normal dengan bayi lahir hidup di Puskesamas Jepang Kabupaten Kudus, dengan jumlah sampel 66 orang, terdiri dari 33 kelompok kontrol dan 33 kelompok intervensi. Analisa penelitian ini menggunakan Paired T-test. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu untuk pemantauan penerapan metode BASOKU dan kenaikan berat badan bayi. Didapatkan hasil bahwa pada kelompok kontrol produksi ASI pada ibu nifas dengan kenaikan berat badan bayi dengan rentang 100-250 gram, sedangkan pada kelompok intervensi peningkatan berat badan lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yaitu 200-600 gram. Hasil uji statistic menggunakan Paired t-test diperoleh p value 0,000 (p value<0,05) dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan kombinasi metode BASOKU efektif terhadap peningkatan produksi ASI.