cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Perbandingan derajat gambaran CT-scan paru dengan derajat klinis pasien Covid-19 Michelle Yo; Inge Friska Widjaya
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18316

Abstract

Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan menyerang sistem pernafasan. Sampai hari ini, Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui derajat gambaran CT-scan paru dibandingkan derajat klinis pasien Covid-19. Studi ini merupakan studi analitik dengan metode potong lintang yang dilakukan selama bulan Januari-Mei 2021. Pengambilan sampel secara consecutive sampling dengan kriteria inklusi meliputi pasien terkonfirmasi Covid-19, memiliki CT-scan paru dan data rekam medis yang lengkap. Data berupa temuan ground glass opacity, bronkiektasis, konsolidasi, atau crazy paving pada CT-scan serta keadaan klinis pasien diperoleh dari data rekam medis. Variabel derajat CT-scan paru dikelompokkan berdasarkan persentase keterlibatan paru, sedangkan pengelompokkan derajat klinis berdasarkan klasifikasi WHO. Pada studi ini didapatkan 17 orang dengan hasil RT-PCR positif Covid-19 dengan rentang usia 17-69 tahun. Pola yang paling sering ditemukan pada pasien adalah pola ground glass opacity yaitu pada 16 pasien (94,1%). Berdasarkan persentase keterlibatan paru, paling banyak memiliki 5-25% (normal-moderate), yaitu sebanyak 8 pasien (47,0%) diikuti 4 pasien (23,5%) dengan 51-75% keterlibatan paru (severe). Berdasarkan derajat klinis, 10 dari 17 pasien (58,8%) memiliki gejala ringan, 5 pasien (29,4%) memiliki gejala sedang, dan hanya 2 pasien memiki gejala berat. Berdasarkan uji analisis bivariat didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara derajat klinis dengan keterlibatan kerusakan paru melalui pemeriksaan CT-scan paru (p-value 0.001).
Prevalensi mutasi K-RAS pada karsinoma kolorektal di RS Mayapada tahun 2019-2020 Irisha Kirana Wiradisuria; Sony Sugiharto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18318

Abstract

Karsinoma kolorektal adalah keganasan yang terjadi pada usus besar dan rektum. Di Indonesia, karsinoma kolorektal berada di posisi keempat kanker terbanyak. Mutasi gen K-RAS adalah mutasi gen yang paling sering ditemui pada karsinoma kolorektal. Gen tersebut memberikan instruksi untuk membuat protein K-Ras yang merupakan bagian dari jalur pensinyalan yang dikenal sebagai jalur RAS/MAPK. Pasien karsinoma kolorektal dengan mutasi gen K-RAS membuat pasien tidak terpengaruh oleh obat anti-EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor). Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi mutasi K-RAS pada penderita karsinoma kolorektal. Studi ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang. Studi ini dilakukan pada pasien karsinoma kolorektal di RS Mayapada pada tahun 2019-2020. Sampel studi sebanyak 30 sampel yang diambil secara consecutive sampling dan dilihat apakah terjadi atau tidaknya mutasi gen K-RAS. Kriteria inklusi pada pasien ini adalah semua pasien karsinoma kolorektal di RS Mayapada selama periode penelitian, memiliki rekam medis lengkap termasuk pemeriksaan DNA sequencing. Pengambilan data mutasi K-RAS dilakukan melalui data rekam medis pasien. Hasil studi menunjukan bahwa 11 dari 30 pasien (36,7%) terdeteksi adanya mutasi gen K-RAS. Mutasi gen K-RAS yang ditemui pada kodon 12, 13, 61 dan 146, di mana mutasi paling banyak berada pada kodon 12 (4 dari 11 pasien), diikuti kodon 13 dan 61 (masing-masing sebanyak 3 orang).
Hubungan pola aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang pengunjung usia dewasa di Puskesmas Kecamatan Kalideres Jakarta Barat Adella Syahputri; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18359

Abstract

Aktivitas fisik merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk setiap individu karena akan menjadi salah satu faktor pendukung status gizi yang meliputi input dan output energi, Status gizi dapat dilihat melalui indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang. Status gizi memengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Kualitas kesehatan yang baik akan mempengaruhi produktivitas yang baik. Studi ini bertujuan mencari hubungan antara pola aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar pinggang. Studi ini adalah studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-random sampling dengan jenis convenience sampling dan dianalisa menggunakan t-test independen. Studi dilakukan terhadap pengunjung usia dewasa yang berobat ke Puskesmas Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat dengan membagikan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), mengukur tingi badan, berat badan dan lingkar pinggang. Data dianalisis Dari total menggunakan t-test independent. Sebanyak 69 responden didapatkan aktivitas fisik sedang dan berat. Rata-rata IMT responden dengan aktivitas fisik sedang adalah 26,7317 kg/m2 dan aktivitas fisik berat 25,0934 kg/m2 (p=0,471). Rata-rata lingkar pinggang dengan aktivitas fisik sedang adalah 97,5 cm dan aktivitas fisik berat 94,7231 cm (p=0,592). Pada studi ini dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola aktivitas fisik dengan IMT dan lingkar pinggang.
Kepuasan ibu balita terhadap pelayanan kesehatan dengan kelengkapan dan ketepatan waktu imunisasi dasar Alyn Kristiani; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18437

Abstract

Imunisasi terbukti merupakan intervensi kesehatan yang efektif dan berhasil menyelamatkan jutaan jiwa terhadap penyakit menular. Cakupan imunisasi dasar masih di bawah cakupan global. Faktor ibu dan pelayanan Kesehatan ikut memengaruhi cakupan imunisasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan ibu terhadap pelayanan imunisasi, kelengkapan imunisasi anak ketepatan waktu dan hubungan antara kepuasan ibu atau orang tua dengan kelengkapan imunisasi anak. Studi analitik dengan pendekatan potong lintang ini dilakukan di Puskesmas Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Jumlah responden adalah 37 responden yang merupakan orang tua dengan anak berusia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskemas Grogol Petamburan Jakarta Barat yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Dari 37 responden didapatkan sebanyak 25 responden atau 67,6% responden puas terhadap pelayanan imunisasi di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat. Cakupan imunisasi atau kelengkapan imunisasi dari penelitian ini didapatkan sebanyak 24 responden atau 64,9% responden sudah melengkapi imunisasi anaknya. Hasil analisis bivariat antara kepuasan ibu atau orang tua dengan kelengkapan dan ketepatan waktu imunisasi anak menunjukan hubungan yang tidak signfikan dengan p-value = 1,000 (p-value>0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan kepuasan orang tua yang anaknya ingin diimunisasi dan lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua tentang imunisasi melalui penyuluhan tentang imunisasi dasar kepada ibu atau orang tua. 
Hubungan gaya belajar Honey & Mumford dengan hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Cindy Marcellina; Enny Irawaty
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18471

Abstract

Gaya belajar merupakan metode yang digunakan individu dalam memperoleh informasi dan pengetahuan. Mahasiswa dengan gaya belajar yang tepat akan lebih mudah menyerap informasi dengan cepat. Mereka juga lebih mampu berkonsentrasi dalam proses belajar sehingga materi pelajaran dapat dipahami dengan baik dan akhirnya diperoleh hasil belajar yang maksimal. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan gaya belajar dengan hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini bersifat analitik observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel pada studi ini dilakukan dengan teknik total sampling. Studi dilakukan pada bulan April 2019 pada 145 mahasiswa FK UNTAR dengan mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan kuesioner gaya belajar Honey & Mumford. Dari 145 responden didapatkan gaya belajar yang dominan adalah reflector (98 orang; 67,6%), di ikuti dengan pragmatist (23 orang; 15,9%), activist (14 orang; 9,6%), theorist (10 orang; 6,9%). Rerata nilai IPK didapatkan sebesar 3,21. Hasil belajar pada berbagai gaya belajar didapatkan rerata nilai IPK yang hampir sama dan pada uji statistik one way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar dengan nilai p = 0.651. 
Gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2018 mengenai geohelminthiasis Sebastian Giovanni; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18475

Abstract

Geohelminthiasis termasuk neglected tropical disease, di mana penyakit ini ditransmisikan lewat tanah.1 Setidaknya 1,5 miliar individu menderita geohelminthiasis dengan jumlah terbesar di Afrika sub-Sahara, Amerika, China dan Asia timur.2  Kejadian geohelminthiasis di Indonesia tahun 2017 sendiri tergolong sangat tinggi, mencapai 2,5% - 62%. Penting untuk mengetahui kemampuan para calon dokter dalam menangani penyakit ini karena termasuk dalam kompetensi 4A pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap dan perilaku mahasiswa mengenai geohelminthiasis. Metode studi adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diambil secara simple random sampling. Hasil pada studi ini menunjukkan 16% dengan tingkat pengetahuan baik, sebanyak 41% dengan tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 43% dengan tingkat pengetahuan yang kurang. Sikap mahasiswa didapatkan sebanyak 94% dengan sikap yang baik dan sebanyak 6% dengan sikap yang kurang. Perilaku mahasiswa didapatkan sebanyak 94% dengan perilaku yang baik dan 6% dengan perilaku yang kurang. Kesimpulan dari penelitian ini pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2018 memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sikap dan perilaku yang baik mengenai geohelminthiasis.
Hubungan kadar asam urat dengan hipertensi pada lanjut usia di Puskesmas Sukanagalih Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Milenia Syawali; Freddy Ciptono
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17740

Abstract

Pola makan yang tidak seimbang terutama makanan dengan kandungan purin yang tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah. Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dapat terjadi karena peningkatan produksi purin, penurunan eksresi asam urat atau keduanya. Kadar asam urat yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi karena adanya stress oksidatif yang berlebih, penurunan nitrat oksida dan penurunan tekanan arteri renalis yang akan mengaktivasi sistem renin-angiotensin sehingga mengakibatkan terjadinya disfungsi endotel. Tujuan studi untuk mengetahui hubungan kadar asam urat dengan hipertensi pada lansia. Studi analitik ini dilakukan di Puskesmas Sukanagalih, Cianjur pada bulan Januari – Februari 2021. Pengambilan 140 subyek menggunakan metode consecutive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa rekam medis pasien lansia yang berkunjung untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Sukanagalih yang kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.  Sebanyak 35 (34,0%) subyek dari 103 subyek dengan kadar asam urat normal memiliki hipertensi, dan 23 (62,2%) subyek dari 37 subyek dengan kadar asam urat tinggi, menderita hipertensi.  Hasil uji statistik menunjukkan terdapat adanya hubungan antara kadar asam urat dengan hipertensi pada lansia di Puskesmas Sukanagalih, Cianjur (p=0,003).
Prevalensi mutasi epidermal growth factor receptor (EGFR) pada adenokarsinoma paru di Rumah Sakit MRCCC Siloam Jakarta Budiarjo Notonagoro Raharjo; Sony Sugiharto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18052

Abstract

Kanker paru merupakan kanker kedua terbanyak setelah kanker payudara di seluruh dunia. Data Globocan 2020 memperlihatkan terdapat 2.206.771 kasus kanker paru (11,4%) dari 19.292.789 kasus kanker di dunia. Kanker paru juga menyebabkan kematian terbanyak dari seluruh kematian karena kanker. Di Indonesia kanker paru menempati urutan ketiga setelah kanker payudara dan serviks. Insiden mutasi epidermal growth factor receptor (EGFR) pada adenokarsinoma paru lebih tinggi pada wanita dari populasi Kaukasia dan Asia.  Selain itu, wanita Asia yang tidak merokok memiliki tingkat mutasi genetik yang lebih tinggi. Indonesia adalah negara besar dengan lebih dari 300 kelompok etnis yang berbeda dengan tingkat potensi mutasi yang berbeda. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan jenis mutasi EGFR pada pasien adenokarsinoma paru. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif dengan menggunakan desain cross-sectional. Studi ini menggunakan 130 sampel dari pasien RS MRCCC Siloam yang menderita adenokarsinoma paru selama tahun 2019-2020. Prevalensi mutasi EGFR sebanyak 47 kasus (36,2%). Jenis mutasi EGFR yaitu delesi exon 19 sebanyak 25 kasus (19,2 %), mutasi titik L858R exon 21 sebanyak 18 kasus (13,8 %), mutasi titik  T790M exon 20; L858R exon 21 sebanyak 2 kasus (1,5%), delesi exon 20 dan mutasi titik L861Q exon 21 masing-masing sebanyak 1 kasus (0,8%).  
Pola konsumsi minuman bergula terhadap obesitas Lysandro Tommy Lay; Alexander Halim Santoso
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18176

Abstract

Jumlah rata-rata minuman manis yang dikonsumsi ialah sekitar 100 liter per orang setiap tahunnya. Pola konsumsi minuman gula berlebih dapat mengakibatkan kejadian obesitas. Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan pola konsumsi minuman bergula dengan timbulnya obesitas. Studi analitik ini menggunakan desain potong lintang yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan X wilayah Jakarta Barat pada bulan Januari hingga Maret 2020. Pengambilan 136 responden dengan teknik consecutive sampling. Data pola konsumsi minuman bergula didapatkan dengan kuesioner sedangkan status gizi dilakukan dengan data pengukuran tinggi badan dan berat badan. Data yang diperoleh dianalisis bivariat dengan uji statistik chi-square dengan batas kemaknaan p<0,05. Berdasarkan pola konsumsi minuman bergula, didapatkan 57 (41,9%) responden mengonsumsi minuman bergula dalam jumlah lebih dan 79 (58,1%) responden dengan pola cukup. Sebanyak 43 (75,4%) responden yang mengonsumsi minuman gula berlebih mengalami obesitas, sedangkan 40 (50,6%) responden yang mengonsumsi cukup minuman bergula memiliki status gizi normal.  Hasil studi didaptkan hubungan bermakna antara pola konsumsi minuman bergula terhadap kejadian obesitas (p 0,002) dengan nilai PRR 3,15. Hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman bergula dalam jumlah berlebih merupakan risiko terjadinya obesitas.
Pengaruh aktivitas fisik terhadap insomnia pada menopause Stefany Melinia Karlindo; Fadil Hidayat
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18607

Abstract

Insomnia ditandai dengan ketidakpuasan terhadap kualitas maupun kuantitas tidur dan terjadi secara berulang. Aktivitas fisik secara signifikan dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, jika seseorang tidak melakukan aktivitas fisik dapat mempercepat penuaan dan  menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Sebuah riset metaanalisis dari 29 riset mengenai insomnia, diperoleh bahwa perempuan lebih berisiko mengalami insomnia dibanding laki-laki. Studi yang dilakukan di India, dari sekitar 500 perempuan menopause dengan rentang umur sekitar 45 tahun, terdapat 29,5% yang mengalami insomnia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik terhadap kejadian insomnia pada perempuan menopause di Rumah Sakit Harapan Bersama Singkawang. Studi ini bersifat analitik observasional dengan desain potong lintang. Sebanyak 110 responden dikumpulkan menggunakan metode consecutive sampling. Pengambilan data responden melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale (IRS) dan International Physical Activity Questionnaire versi Short-From (IPAQ-SF) selama periode bulan Januari-Juli 2021. Jumlah responden yang tidak mengalami insomnia maupun yang mengalami insomnia sama banyaknya, yatitu masing-masing kelompok sebanyak 55 orang. Sebanyak 27 (49,1%) responden yang tidak insomnia dan 23 (41,8%) responden yang insomnia memiliki aktivitas fisik yang tinggi. Hasil analisis tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian insomnia pada perempuan menopause (p=0,255).