cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Intrauterine fetal death pada trimester dua kehamilan dengan hydrops fetalis dan cystic hygroma: Studi kasus Muhammad Akbar Nasution; Josephine Alicia Bierhuijs; Maria Jessica; Ananda Josua Butar Butar; Kartika Budi Peranawengrum; Cipta Pradana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20814

Abstract

Insiden stillbirth masih sangat tinggi, khususnya pada kasus kelainan kongenital yang terdeteksi dini pada janin dengan salah satu penyebab kelainan tersebut ialah hidrops fetalis. Hidrops fetalis merupakan kelainan kongenital letal yang ditandai dengan akumulasi cairan interstisial pada setidaknya dua rongga tubuh atau satu rongga tubuh serta adanya edema anasarka. Hidrops fetalis secara patologis meliputi imun dan non imun. Hidrops fetalis non-imun (NIHF) umumnya disebabkan oleh cystic hygroma. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan kasus yang sangat jarang, yaitu hidrops fetalis yang diikuti oleh cystic hygroma dimulai dari diagnosis prenatal hingga tatalaksana yang diberikan pada ibu. Studi kasus ini melaporkan kasus intrauterine fetal death (IUFD) yang dilahirkan dari seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0, pada kehamilan 27 minggu secara sectio caesarea. Presentasi janin menunjukkan anomali kongenital cystic hygroma yang mengarah ke hidrops fetalis. Selanjutnya dilakukan terminasi dengan persetujuan orang tua secara seksio sesarea dan janin perempuan ditemukan telah meninggal saat dikeluarkan dari rahim ibu dengan berat badan 1135 gram dengan panjang 30 cm. Ditemukan sisa-sisa kulit dari akumulasi cairan di daerah subkutan yang pecah di seluruh kepala, badan dan ekstremitas. Selain itu, struktur kistik yang memanjang dari posterior kiri leher ditemukan, dan juga ditemukan asites dan edema janin di seluruh tubuh.
Uji fitokimia dan kapasitas total antioksidan ekstrak bunga kantong Semar (Nepenthes rafflesiana Jack) Novelee Irawan Putri; Siufui Hendrawan; Frans Ferdinal
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20815

Abstract

Stres oksidatif dapat terjadi akibat paparan reactive oxygen species (ROS) sehingga melebihi jumlah antioksidan di dalam tubuh. Kondisi ini dapat diatasi dengan penambahan antioksidan eksogen yang berasal dari bahan alam herbal. Salah satu tanaman yang tumbuh di tanah Borneo, yaitu bunga kantong Semar (Nepenthes rafflesiana Jack) telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Studi ini untuk memeriksa kandungan metabolit sekunder, potensi antioksidan, tingkat toksisitas dan analisis sidik jari biologi bunga kantong Semar. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelaru metanol. Uji fitokimia dilakukan secara semikualitatif. Uji kapasitas total antioksidan dilakukan dengan metode Blois menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picryhydrazyl). Pada uji fitokimia didapatkan ekstrak bunga kantong Semar mengandung alkaloid, flavonoid, kardioglikosida, glikosida, saponin, kumarin, fenolik, kuinon, antosianin, steroid, terpenoid, dan tanin. Ekstrak bunga kantong Semar memiliki kapasitas total antioksidan (IC50 = 38,83 µg/mL) yang termasuk kategori antioksidan yang tinggi (IC50 ≤ 50 ppm), kadar fenolik total (13.035,60 µg/mL), kadar alkaloid total (130,50 µg/mL). Kesimpulan studi ini ialah ekstrak bunga kantong Semar (Nepenthes rafflesiana Jack) berpotensi sebagai antioksidan.
Hubungan pengetahuan teknik menyusui terhadap keberhasilan ASI eksklusif di Puskesmas Sriamur Bekasi Nur Alfi Syahri; Fransiska Farah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20816

Abstract

Angka pemberian ASI eksklusif di dunia sebesar 44% hingga tahun 2022. Riset Kesehatan Daerah (Rikesdas) tahun 2018 memperlihatkan cakupan pemberian ASI di Indonesia masih kurang. Hal yang menjadi penyebab ialah kurangnya pengetahuan mengenai manajemen laktasi dan kurangnya dukungan dari lingkungan serta praktisi kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sriamur Bekasi. Metode studi ini ialah analitik komparatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2022. Subjek dalam studi ini adalah 36 ibu yang diambil menggunakan metode consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalis dengan uji statistik chi-square. Sebanyak 16 (69,6%) subyek, dari 23 subyek yang memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui, berhasil memberikan ASI secara eksklusif. Pada 13 subyek yang memiliki pengetahuan kurang, 11 (84,6%) subyek diantaranya tidak berhasil memberikan ASI eksklusif. Hasil analisis studi ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusui terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan dengan p-value 0,005 dan PR 4,52. Pengetahuan ibu tentang teknik menyusui memberikan pengaruh besar dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Sriamur Bekasi.
Survei pola penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) di Puskesmas Tanjungrejo Jekulo Kudus periode Januari-Juni 2019 Rosyikhotul Marifah; Oentarini Tjandra
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20817

Abstract

Obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) digunakan sebagai penghilang rasa sakit paling umum untuk masalah kesehatan kronis, seperti radang sendi maupun lupus. Obat ini juga dapat mengurangi peradangan, seperti demam, pembengkakan, dan kemerahan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan dan kerasionalan OAINS. Studi dilakukan secara deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang pada 96 pasien menggunakan survei dan data sekunder berupa rekam medik dan hasil laboratorium di Puskesmas Tanjungrejo Jekulo Kudus Pada Bulan Januari-Juni 2019. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 76 (79,2%) pasien. Sebagian besar usia pasien pada kelompok usia 49-58 tahun yaitu sebanyak 39,6% (38 orang), kelompok usia 39-48 tahun sebanyak 30,2% (29 orang), dan tidak ada yang berusia >68 tahun. Mayoritas pasien bekerja yaitu sebanyak 94 (97,9%) orang. Peresepan OAINS di Puskesmas Tanjungrejo Jekulo Kudus ada tiga jenis obat yaitu natrium diklofenak, asam mefenamat dan ibuprofen. Asam mefenamat paling banyak digunakan yakni 59,4% (57 resep), diikuti dengan natrium diklofenak sebanyak 21,9% (21 resep), dan ibuprofen sebanyak 18,8% (18 resep). Rasionalitas peresepan OAINS berdasarkan indikasi, dosis dan frekuensi pemberian OAINS. Peresepan OAINS yang rasional di Puskesmas Tanjungrejo Jekulo Kudus pada bulan Januari-Juni 2019 sebanyak 82,3% (79 resep) dan yang tidak rasional sebanyak 17,7% (17 resep).
Hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Trena Werdha Budi Mulia 2 Tiara Raisha Madani; Anastasia Ratnawati Biromo
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20818

Abstract

Secara global, penduduk lanjut usia (lansia) jumlahnya selalu meningkat setiap tahun dan Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar, sangat berpengaruh terhadap komposisi penduduk dunia. Lansia merupakan populasi individu yang berada dalam tahap lanjut proses kehidupan dan mengalami proses penuaan yang ditandai dengan penurunan kapasitas fungsional, kelemahan, kerentanan, hilangnya mobilitas dan ketangkasan, serta perubahan fisiologis yang terkait dengan usia. Seorang lanjut usia akan mengalami kemunduran akibat proses penuaan, salah satunya masalah penurunan kognitif. Fungsi kognitif merupakan kemampuan mental seseorang meliputi atensi, kemampuan berbahasa, daya ingat, kemampuan visuospasial, kemampuan membuat konsep, dan intelegensi. Fungsi kognitif yang menurun apabila dibiarkan dapat menjadi demensia dan menjadikannya bergantung kepada orang lain dalam menjalankan aktivitas. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup pada lansia. Studi analitik dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada bulan Maret 2020. Pengambilan 34 responden menggunakan metode consecutive sampling dengan melakukan wawancara melalui instrumen MMSE dan WHOQOL-BREF. Hasil studi didapatkan sebagian besar responden mengalami gangguan fungsi kognitif (26 responden; 76,5%) dan kualitas hidupnya baik (19 responden; 55,9%). Hasil uji statistik mendapatkan tidak ada hubungan yang bermakna antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 (p-value=0,386).
Pengetahuan, sikap dan perilaku pelajar SMAN 4 Sukabumi terkait pencegahan penyakit akibat Tinea versikolor Zita Atzmardina; Cindy Paramitha Sunardi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20819

Abstract

Tinea versikolor atau yang lazim dikenal dengan penyakit panu merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi jamur. Infeksi jamur merupakan penyebab utama ke empat dari penyakit kulit di seluruh dunia. Pengetahuan yang baik mengenai kebersihan diri diperlukan untuk mengurangi terjadinya Tinea versikolor. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pelajar di SMAN 4 Sukabumi. Metode yang digunakan ialah analitik observasional dengan desain cross sectional. Alat ukur yang digunakan dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Uji statistik menggunakan uji Fisher exact. Hasil yang didapatkan pada 194 responden menunjukkan ada hubungan bermakna (P<0,05) antara pengetahuan, sikap dan perilaku responden. Tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan Tinea versikolor masing-masing menunjukkan p-value 0,002 dan 0,008 secara berurutan; hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap pencegahan Tinea versikolor menunjukan p-value 0,001.Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku responden juga tergolong baik (90,7%; 86,1%; 96.4%). Hasil studi ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan Tinea versikolor pada pelajar di SMAN 4 Kota Sukabumi.
Anaplastic meningioma in an adolescent: Case report and brief literature review Ahmad Faried; Yosafat Kurniawan Sugiarto; Arwinder Singh Gill; Muhammad Firdaus; Oskar Ady Widarta; Farilaila Rayhani
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.20960

Abstract

Anaplastic meningioma is an uncommon neoplasm in childhood and adolescence. In contrast to the case in adults, pediatrics have a predominance of males over females. We report a case of a 17 years old with progressive scalp swelling on the right side. Patient underwent subtotal tumor resection at previous hospital three months ago. The operation was stopped due to extensive bleeding. Radiological investigations revealed a dura-based tumor with a cystic component. Following preoperative embolization, a craniotomy was done, and the tumor was almost completely removed. The tumor's histopathological analysis revealed characteristics of an anaplastic meningioma. The aggressive behavior of this tumor necessitates meticulous monitoring of therapeutic measures in such patients.
Perbandingan gambaran pengetahuan mahasiswa kedokteran dan teknik mesin Universitas Tarumanagara tentang penggunaan alat pelindung diri (APD) COVID-19 Radhiyya Tsabitah Drajat; Peter Ian Limas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.21331

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan serangkaian peralatan yang digunakan untuk  meminimalisir paparan berbagai macam benda asing. APD digunakan agar menjaga keselamatan dan kesehatan dari para pekerja terutama pada bidang kesehatan.  Oleh karena itu, tingkat pengetahuan terhadap APD pada masa COVID-19 menjadi satu hal yang penting dan perlu diketahui tidak hanya oleh tenaga kesehatan tetapi juga semua personal yang bersinggungan dengan bidang kesehatan. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan penggunaan APD pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Mesin Universitas Tarumanagara selama pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional. Pengambilan data responden melalui  kuesioner online selama periode bulan Februari-Juni 2021. Hasil studi didaptakan tingkat pengetahuan penggunaan APD semasa COVID-19 pada 47 mahasiswa Fakultas Kedokteran ialah 13 (27,7%) subjek dalam kategori baik dan 34 (72,3%) subjek dalam kategori cukup cukup, sedangkan pada mahasiswa Fakultas Teknik Mesin didapatkan  tingkat pengetahuan penggunaan APD kategori baik semasa COVID-19  pada 9 (19,1%) subjek, 33 (70,2%) subjek dalam kategori cukup dan 5 (10,7%) subjek memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Mayoritas mahasiswa kedua Fakultas memiliki tingkat penegetahuan yang cukup mengenai penggunaan APD.
Pengaruh penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik terhadap pertumbuhan pasien balita periode 2018-2020 di RSUD Dr. Chasbullah Abdul Majid Bekasi Syifa Prajastuti Putri; David Dwi Ariwibowo
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.21883

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) ialah kelainan struktur dan fungsi jantung yang didapati sejak dalam kandungan. Penyakit jantung ini diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu PJB sianotik dan asianotik. Salah satu komplikasi dari PJB adalah gangguan pertumbuhan. Studi ini dilakukan untuk melihat pengaruh penyakit jantung bawaan terhadap pertumbuhan pasien balita dengan PJB. Studi analitik observasional dengan metode potong lintang ini dilakukan di RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi data sekunder yang didapat melalui rekam medis. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji chi-square. Sampel studi ialah 43 balita yang terdiri dari 15 balita dengan PJB sianotik dan 28 balita dengan PJB asianotik. Sebanyak 28 (58%) balita memiliki berat bada kurang hingga sangat kurang dan sebanyak 20 (46,5%) balita memiliki panjang/tinggi badan pendek hingga sangat pendek. Hasil analisis menunjukkan adanya  hubungan yang bermakna antara penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik terhadap berat badan (p-value = 0,006; PRR = 2,02) maupun panjang/tinggi badan (p-value = 0,001; PRR = 2,8). Kesimpulan studi ini ialah keadaan sianotik pada penyakit jantung bawaan lebih besar memengaruhi pertumbuhan balita dibandingkan PJB yang asianotik.
Gambaran penyakit arteri perifer pada warga obesitas di atas usia 50 tahun Kelurahan Jatirasa Kevin Pratama Diliano Siswoto; Twidy Tarcisia
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.21901

Abstract

Obesitas merupakan suatu keadaan di mana terjadi akumulasi lemak berlebihan di tubuh. Akumulasi lemak berlebihan dapat terjadi pada arteri sehingga menyebabkan aterosklerosis. Penyakit arteri perifer (PAP) ditandai dengan adanya penyumbatan pada arteri yang umumnya disebabkan oleh aterosklerosis. Keadaan ini menimbulkan gangguan perfusi hingga kematian jaringan pada ekstremitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran warga obesitas berusia di atas 50 tahun yang mengalami PAP di wilayah Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi pada Bulan Oktober-November 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik consecutive sampling digunakan dalam pengambilan 72 subyek. Data identitas subyek dan anamnesis terkait kriteria inklusi dan eksklusi dikumpulkan menggunakan teknik wawancara sedangkan data obesitas menggunakan pengukuran antropometri dan PAP menggunakan pengukuran ankle brachial index (ABI). Hasil penelitian menunjukkan rerata usia subyek adalah 58 tahun dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 52 subyek (72,2%). Rerata IMT subyek sebesar 30,9 kg/m2 dan 16 (22,2%) subyek mengalami PAP. Pada penelitian ini, perempuan mengalami PAP lebih banyak dibandingkan laki-laki (28,8% vs 5%). Kelompok usia 61-65 tahun dibandingkan dengan kelompok usia lainnya (50-55 tahun 56-60 tahun, 66-70 tahun, dan 71-75 tahun) dan subyek dengan IMT ≥35 kg/m2 paling banyak mengalami PAP, masing-masing sebesar 41,7% dan 50%. Kesimpulan penelitian ini ialah kejadian PAP meningkat seiring dengan bertambahnya usia, peningkatan pada IMT atau berat badan. Jenis kelamin juga berpengaruh pada peningkatan kejadian PAP.