cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Pengaruh konsumsi coklat hitam dengan peningkatan fungsi memori verbal pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2018-2019 Ian Danarko; Irawati Hawari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17435

Abstract

Cokelat adalah salah satu olahan yang dihasilkan dari bahan baku biji dan lemak kakao (Theobroma cacao L). Ada 3 jenis cokelat yaitu cokelat susu, hitam, dan putih. Cokelat hitam memiliki manfaat bila dikonsumsi karena mengandung antioksida yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh dan memiliki kandungan seperti flavanol. Flavanol yang terdapat pada cokelat hitam dapat meningkatkan fungsi kognitif dan memori verbal dengan mekanisme meningkatkan aliran darah ke otak. Tujuan studi ini untuk menilai peningkatan memori verbal dari pemberian cokelat hitam kepada mahasiswa. Studi ini menggunakan metode uji eksperimental setelah pemberian cokelat hitam dan cokelat putih dilakukan sebanyak 44 mahasiswa di mana di dalamnya ada 22 laki-laki dan 22 perempuan. Dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang di beri cokelat hitam 73% dalam 50gr dan kelompok yang di beri cokelat putih 50gr sebagai kontrol. Pada mahasiswa memori verbal akan di uji setelah memakan cokelat hitam dan cokelat putih setelah 1 jam dengan tes Rey Auditory Verbal Learning Test (RAVLT). Dalam studi ini menilai perbedaan skor tiap domain yaitu verbal memory, verbal learning dan verbal recognition. Analisis perbedaan skor memori verbal menggunakan Uji Mann-Whitney dikarenakan distribusi data tidak normal. Disini terdapat perbedaan skor RAVLT domain verbal rekognisi adengan nilai p = 0.004. Rerata skor lebih tinggi pada kelompok cokelat hitam 27.05 dengan kelompok cokelat putih 24.05. Dari pemberian cokelat hitam 73% dalam 50gr setelah 1 jam dimakan dan dilakukan RAVLT test mampu meningkatkan memori verbal pada mahasiswa disini khususnya pada domain verbal rekognisi jelas terdapat perbedaan. Cokelat hitam yang memiliki sifat antioksidan dan ada kandungan flavanol dapat bermanfaat untuk meningkatkan fungsi memori verbal.
Hubungan penggunaan kosmetik bedak padat terhadap kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Aenun Azkiya Inayati; Hari Darmawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17524

Abstract

Akne Vulgaris merupakan penyakit kulit yang sering terjadi di kalangan dewasa muda. Kejadian tertinggi akne vulgaris dijumpai pada usia 17-21 tahun. Faktor penyebabnya dapat dikarenakan penggunaan kosmetik seperti bedak padat. Kosmetik jenis bedak padat yang bersifat bahan komedogenik dan aknegenik akan memicu terjadinya komedo dan menyebabkan akne vulgaris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kosmetik bedak padat dan hubungannya terhadap kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Metode yang digunakan pada studi ini adalah analitik dengan desain potong lintang dengan pengisian kuesioner dan diagnosis akne vulgaris diklarifikasi oleh dokter spesialis kulit kelamin (Sp. KK). Sampel diambil secara purposive non-probability sampling, kemudian dianalisa menggunakan uji chi-square. Studi ini didapatkan sebanyak 80 responden dengan pengguna bedak padat yang menderita akne vulgaris sebesar 46 (57,50%) dengan frekuensi penggunaan bedak padat terbanyak kurang dari 3 kali sehari dan mayoritas durasi penggunaan 5-6 jam. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,057 yang menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara penggunaan bedak padat terhadap kejadian akne vulgaris.
Hubungan aktivitas fisik, pengetahuan, kesehatan mental dan asupan energi dengan kejadian obesitas sentral Mega Prima Pertiwi; Desiani Rizki Purwaningtyas; Imawati Eka Putri
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17573

Abstract

Obesitas sentral merupakan kondisi kegemukan di mana lemak disimpan di bagian tengah tubuh dan rongga perut serta prevalensinya meningkat dari tahun ke tahun. Berubahnya pola hidup seperti sedentary life, kurang aktivitas fisik, mengkonsumi makanan yang mengandung lemak secara berlebih, kondisi mental seseorang, status ekonomi social berkaitan dengan kejadian obesitas sentral. Studi pendahuluan menemukan 80% wanita di Kelurahan Bambu Apus mengalami kejadian obesitas sentral. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas sentral, meliputi aktivitas fisik, pengetahuan, kondisi kesehatan mental dan asupan energi/makanan) terhadap kejadian obesitas sentral pada wanita dewasa di Kelurahan Bambu Apus, Tangerang Selatan. Studi ini merupakan studi kuantitatif dengan menggunakani desain potong lintang. dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Sampel studi merupakan wanita dewasa di Kelurahan Bambu Apus, Tangerang Selatan yang diambil secra consecutive sampling. Jika subyek studi sedang hamil atau dalam keadaan tidak sehat maka tidak akan diikutsertakan dalam studi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), kuesioner pengetahuan, dan Self Reporting Questionnaire (SRQ). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Sebanyak 88 (48,9%) responden mengalami obesitas sentral. Sebagian besar responden dengan aktivitas fisik rendah (84 orang; 46,7%), pengetahuan baik (88 orang; 48,9%), kesehatan mental normal (91 orang; 50,6%), dan asupan energi cukup (131 orang; 72,8%). Berdasarkan analisis data menunjukkan tidak adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadin obesitas sentral (p=0,643), kesehatan mental dengan kejadian obesitas sentral (p=0,454), asupan energi dengan kejadian obesitas sentral (p=0,988), tetapi didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kejadian obesitas sentral (p=0,026).
Prevalensi dan determinan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat periode 2019-2021 Audina Aliansa Dimas Tara; Freddy Ciptono
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17720

Abstract

Anemia pada ibu hamil dapat didefinisikan sebagai penurunan kadar Hb kurang dari 11 g/dl selama masa kehamilan. Determinan pada anemia mencakup usia ibu, tingkat pendidikan, status gizi kurang energi kronis, frekuensi kehamilan, jarak kehamilan, kosumsi tablet besi dan antenatal care (ANC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan determinan anemia pada ibu hamil yang menerima perawatan antenatal di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat selama 2019-2021. Studi deskriptif ini menggunakan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 115 ibu hamil pada tahun 2019 sampai 2021. Studi ini menggunakan data sekunder berasal dari data rekam medis. Hasil studi menunjukkan bahwa usia paling banyak ibu hamil 20-35 tahun sebanyak 76 (66,1%) orang. Pendidikan paling banyak kategori SD (42 orang; 36,5%). Paritas <5 yaitu paritas resiko rendah didapatkan sebanyak 60 ibu hamil (52,2%), sedangkan lingkar lengan atas (LiLA)>23,5 yaitu status gizi baik didapatkan sebanyak 66 ibu hamil (57,4%).  Ibu hamil paling banyak tidak mengalami riwayat penyakit sebanyak 64 (55,7%) orang. Sebanyak 41 (35,7%) ibu hamil mengalami anemia dan 74 (64,3%) ibu hamil tidak mengalami anemia.  Pada studi ini, ibu hamil yang mengalami anemia paling banyak berusia <20 tahun (23 orang; 76,7%), berpendidikan SMP (63,6%), paritas risiko tinggi atau ?5 (31 orang;56,4%), LiLA <23cm (28 orang; 57,1%) dan mengalami preeklampsia (27 orang; 65,9%). Ibu hamil harus memperhatikan determinan anemia untuk mencegah kejadian anemia atau memperberat anemia.
Hubungan status kognitif dengan tingkat kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Wreda Kota Bengkulu Pussof Yayazucah Titanic; Marcella Erwina Rumawas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17721

Abstract

Kualitas hidup merupakan persepsi individu tentang posisi mereka dalam kehidupan dalam konteks budaya dan sistem nilai, di mana mereka hidup dan dalam kaitannya dengan tujuan, harapan, standar, dan kekhawatiran mereka. Kualitas hidup dapat dipengaruhi berbagai faktor termasuk fungsi kognitif, yaitu suatu kemampuan penafsiran dan pengenalan individu terhadap lingkungan seperti memori, bahasa, perhatian, serta fungsi memutuskan. Pada lansia, terganggunya fungsi kognitif diduga dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan antara status kognitif dengan tingkat kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha, Bengkulu.  Studi ini melibatkan 35 responden yang dipilih dengan metode non-random consecutive sampling.  Data dikumpulkan melalui wawancara, menggunakan kuesioner Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk menilai status kognitif dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) untuk menilai kualitas hidup. Data dianalisa menggunakan metode statistik Fisher- exact test.   Dari total 35 responden, 28  (80%) responden mengalami gangguan kognitif dan 21 (75%)  responden diantaranya dengan kualitas hidup buruk; sedangkan dari 7 (20%) responden yang tidak mengalami gangguan kognitif, terdapat 2 (28,8%) responden diantaranya dengan kualitas hidup buruk.  Hasil studi didapatkan hubungan yang bermakna antara status kognisi dan kualitas hidup, lansia yang mengalami gangguan kognitif berisiko memiliki kualitas hidup buruk 2,67 kali lebih besar dari pada lansia yang tidak mengalami gangguan kognitif (PR = 2,67, nilai p = 0,033). 
Korelasi indeks massa tubuh dengan kadar profil lipid Hadyan Prasetyaningtyas Putri; Freddy Ciptono
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17739

Abstract

Konsumsi makanan terutama makanan tinggi lemak, gula yang diekstrasi atau pati olahan, merupakan penyebab utama kelebihan berat badan. Selain makanan, penurunan aktifitas fisik dan gaya hidup juga dapat menjadi penyebab peningkatan atau penumpukkan lemak tubuh yang mengarah menuju peningkatan berat badan. Indeks massa tubuh (IMT) adalah salah satu matriks yang dapat mewakili indeks kegemukan atau berat badan seseorang. Studi ini bertujuan melihat korelasi indeks massa tubuh dengan profil lipid pada pasien dewasa di Poliklinik Bhayangkara, Semarang. Desain studi ini adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Studi dilakukan selama bulan Desember 2020 – Juni 2021 dengan menggunakan data rekam medis mencakup kadar profil lipid (kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida). Subjek studi adalah anggota polisi yang ikut dalam pemeriksaan kesehatan berkala di Poliklinik Bhayangkara yang diambil secara consecutive sampling. Hasil analisis antar variabel menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan didapatkan korelasi yang tidak signifikan antara IMT dan kolesterol total (p=0,633), antara IMT dan kadar LDL (p=0,06), dan antara IMT dan kadar trigliserida (p=0,116). Hasil analisis Mann-Whitney juga didapatkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kadar HDL (p=0,797). Kesimpulan dari studi ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh dan profil lipid pada pasien dewasa.
Hubungan derajat perokok dengan kejadian hipertensi pada pekerja konstruksi PT. Takenaka Indonesia tahun 2020 Nanda Amelia; Hari Sutanto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17741

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas yang paling sering terjadi serta sebagai “silent killer” karena seringkali tidak bergejala. Merokok merupakan salah satu penyebab hipertensi karena ada beberapa kandungan zat di dalamnya yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat perokok ringan-sedang dan perokok berat dengan penyakit hipertensi pada pekerja konstruksi PT. Takenaka Indonesia Bekasi, Jawa Barat. Desain studi analitik observasional ini adalah potong lintang dengan menggunakan data rekam medis. Sampel studi merupakan pekerja konstruksi yang bekerja di PT. Takenaka Indonesia, Bekasi, Jawa Barat dengan teknik consecutive sampling.  Kriteria inklusi meliputi pekerja yang memiliki kebiasaan merokok dan berusia 30-50 tahun, sedangkan responden yang mengonsumsi obat anti hipertensi tidak diikutsertakan dalam studi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Subjek studi berjumlah 194 pekerja laki-laki perokok dan 53 (27.3%) orang memiliki tekanan darah tinggi. Pada sampel kelompok umur 41–50 memiliki rata–rata tekanan darah (systolic blood pressure/diastolic blood pressure) SBP/DBP lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan subjek usia 30-40 tahun. Pada pekerja kelompok usia 30-40 tahun, perokok ringan-sedang yang mengalami hipertensi lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan perokok berat sedangkan pada pekerja kelompok usia 41-50 tahun, perokok berat mengalami hipertensi lebih banyak jumlahnya dibandingkan perokok ringan-sedang.  Selain itu, sebanyak 31 subyek merupakan perokok berat yang mengalami hipertensi dan lebih banyak jumlahnya dan signifikan dibandingkan dengan pekerja perokok ringan-sedang. Hasil uji analisis statistik didapatkan hubungan bermakna antara derajat perokok dengan kejadian hipertensi (p-value 0.003). Berdasarkan umur, hasil analisis antara variabel menunjukkan hasil bermakna pada kelompok usia 41-50 tahun (p-value 0.031) tetapi tidak pada kelompok usia 30-40 tahun (p-value 0.369).
Hubungan kecanduan internet dengan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik Tamara Muliani; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17754

Abstract

Kecanduan internet adalah penggunaan internet secara berlebihan yang tidak dapat dikendalikan. Kecanduan internet merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan antara kecanduan internet dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada tahap akademik. Studi ini menggunakan studi analitik metode potong lintang yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Subyek studi berjumlah 242 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling dengan komposisi 179 perempuan dan 63 laki-laki yang berada dalam tahap akademik dengan berbagai rentang usia. Data diperoleh menggunakan kuesioner YIAT (Young Internet Addiction Test) yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sebanyak 194 mahasiswa (80,2%) mengalami kecanduan internet dan sebanyak 202 mahasiswa (83,5%) mendapatkan prestasi akademik yang baik. Pada studi ini didapatkan bahwa sebanyak 99 mahasiswa (51%) lebih sering membuka konten non ilmiah seperti, jejaring sosial, hiburan maupun game online. Pada studi ini juga ditemukan bahwa perempuan lebih banyak yang mengalami kecanduan internet, yaitu sebanyak 140 orang (72,2%). Kelompok usia terbanyak yang mengalami kecanduan adalah mahasiswa yang berusia 19 tahun, yaitu sebanyak 66 orang (34%). Hasil studi ini didapatkan nilai p=1 (p>0,05) yang berarti kecanduan internet tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik. Hal ini dapat berhubungan dengan konten apa yang dibuka selama bermain internet.
Gambaran ketepatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik dalam melepas alat pelindung diri (APD) level III Siti Dian Meylani; Peter Ian Limas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17781

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia mengharuskan pemakaian alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penularan. Alat pelindung diri harus memenuhi syarat, yaitu nyaman dipakai, tidak mengganggu kerj dan memberikan perlindungan efektif. Alat pelindung diri memiliki banyak tingkatan, tetapi pada kasus Covid-19 tenaga medis menggunakan APD tingkat perlindungan level III, yang terdiri dari sarung tangan bedah steril sekali pakai, masker N95, kacamata atau pelindung muka, gown, apron, sepatu karet dengan pelindung, dan headcap. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketepatan mahasiswa kedokteran dalam melepas APD level III. Metode studi yang digunakan deskriptif potong lintang. Pengambilan subyek studi menggunakan teknik simple random sampling pada angkatan 2018. Subyek studi diberikan video pelatihan yang bersumber dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Hospital mengenai memasang & melepas-APD level III dari YouTube sebagai panduan untuk diterapkan. Studi ini hanya diikuti 10 responden dan sebagian besar responden dikategorikan cukup atau masih melakukan kesalahan dalam pelepasan APD (7 responden; 70%).  Sebanyak 3 responden (30%) dikategorikan baik atau sudah melakukan pelepasan APD yang sesuai dengan kriteria prosedur. Kesalahan atau kesulitan dalam melepaskan APD adalah hand-hygiene, masker N-95 respirator, dan melepas sarung tangan. Latihan menjadi salah satu faktor penting dalam ketepatan melepaskan alat pelindung diri.
Hubungan durasi penggunaan gawai dengan gangguan tidur di PAUD Harapan Ibu Kecamatan Duren Sawit tahun 2020 Margaretha Pramesthi Utari; Fransiska Farah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17785

Abstract

Gawai digunakan oleh berbagai kalangan usia termasuk usia prasekolah. Paparan cahaya biru dari layar gawai dapati menjadi salah satu faktor terjadinyai gangguan tidur. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan gangguan tidur pada anak usia prasekolah di PAUD Harapan Ibu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Studi ini merupakan studi analitik dengan menggunakan desain potong lintang dan dilakukan selama bulan Januari 2020. Subyek studi diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data gangguan tidur didapatkan melalui kuisioner sleep disturbance scale for children (SDSC) yang diisii oleh orang tua/wali di rumah masing-masing. Setelah mendapatkan data, data diolah dan dianalisis dengan ujii korelasi Pearson. Hasil studi didapatkan dari 41 responden, sebanyak 21 responden (51,2%) mengalami gangguan tidur dengan selisih rerata durasi penggunaan gawai yang mengalami gangguan tidur dan tidakI mengalami gangguan tidur adalah 12 menit. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,027 dan r = 0,345 yang menunjukkan adanya korelasi cukup antara durasi penggunaan gawai dengan gangguan memulai dan mempertahankan tidur yang berarti semakin tinggi durasi penggunaan gawai, semakin tinggi pula total skor pada gangguan memulai dan mempertahankan tidur.