cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Pengaruh intensitas bermain game online terhadap prestasi akademik siswa kelas 4-6 SDN 03 Tambora Rudi; Herwanto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.19402

Abstract

ABSTRAK   Internet tidak hanya menyediakan sarana belajar tetapi juga hiburan, salah satunya adalah game online. Dampak negatif dapat ditimbulkan oleh game online tidak disikapi dengan baik, salah satunya ialah memengaruhi prestasi akademik. Tujuan studi ini ialah mengetahui pengaruh intensitas bermain game online terhadap prestasi akademik pelajar sekolah dasar.  Studi ini bersifat analitik cross sectional dan dilakukan terhadap 136 pelajar SDN 03 Tambora, Jakarta Barat. Pengambilan subyek studi menggunakan teknik consecutive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan nilai rerata rapor. Data diolah dan dianalisis menggunakan uji pearson chi-square. Hasil studi didapatkan 89 (65,4%) responden memiliki intensitas bermain tingkat rendah-sedang dan 80 (58,8%) responden memiliki tingkat prestasi cukup. Sebanyak 48 (60%) responden dengan tingkat prestasi akademik yang cukup memiliki intensitas bermain game online kategori rendah-sedang dan 32 (40%) responden memiliki intensitas bermain tinggi-sangat tinggi. Mayoritas responden dengan tingkat prestasi akademik baik (41 responden; 73,2%) memiliki intensitas bermain rendah-sedang. Hasil uji statistik tidak ada hubungan yang bermakna antara intensitas bermain game online dengan tingkat prestasi akademik (nilai p =0,11). Namun, siswa yang memiliki intensitas bermain game online tinggi-sangat tinggi memiliki risiko 1,82 kali terjadi penurunan dalam prestasi akademik.
Obesitas terhadap kejadian hernia inguinalis dewasa di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat Maidatus Solihah; Jeffrey
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20665

Abstract

Obesitas dianggap bertanggung jawab atas meningkatnya kejadian hernia inguinalis dengan cara meningkatkan tekanan abdomen. Namun berdasarkan penelitian sebelumnya, kelebihan berat badan (overweight) dannobesitassmasih menjadi ketidakpastianiterhadapnkomponen faktor risiko dan etiologi dari kejadian hernia inguinalis. Studi ini bertujuan mencari hubungan obesitas dengan hernia inguinalis dewasa. Studi ini bersifat analitik dengan desainccase-control dan dilakukan di Rumah Sakit Sumber Waras. Kelompok kasus adalah penderita hernia inguinalis sedangkan kelompok kontrol adalah pasien yang tidak menderita hernia inguinalis, masing-masing sebanyak 53 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data menggunakan data rekam medis dari tahun 2019 hingga 2020. Sampel yang diperoleh kemudian dikategorikan, dianalisis dan diuji secara statistik dengan uji chi-square.  Sebanyak 13 (37,1%) subyek dari 35 subyek yang mengalami obesitas menderita hernia inguinalis, sedangkan 40 (56,3%) subyek dari 71 subyek yang tidak obesitas mengalami hernia inguinalis. Hasil penelitian secara statistik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian hernia inguinalis dewasa di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat tahun 2019 – 2020 (p-value = 0,063 OR = 0,458, 95% CI = 0.2-1,051).
Penggunaan alat pelantang telinga terhadap keluhan telinga berbunyi selama pembelajaran jarak jauh Shalli Khairina Lubis; Mira Amaliah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20666

Abstract

Proses pembelajaran jarak jauh memanfaatkan perangkat teknologi komunikasi seperti personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan jaringan internet. Proses tersebut juga mendorong meningkatnya penggunaan alat pelantang telinga (APT) seperti earphone dan headphone yang memudahkan dan memperjelas suara saat mendengar percakapan, menerima telepon, mendengar music, mendengarkan materi perkuliahan, dan lain-lain. Penggunaan alat pelantang telinga yang berlebihan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan risiko gangguan pada telinga, salah satunya telinga berbunyi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat pelantang telinga terhadap keluhan telinga berbunyi selama pembelajaran jarak jauh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2020. Studi ini bersifat analitik dengan desain cross sectional dan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Studi dilakukan selama bulan Desember 2021- April 2022 pada 180 responden dengan rentang usia 19-23 tahun. Pengambilan data menggunakan kuesioner online. Mayoritas responden merupakan pengguna APT sedang-berat, yaitu sebanyak 171 (95,0%) responden. Responden yang mengeluh telinga berbunyi sebanyak 86 (47,8%) responden, sedangkan yang tidak memiliki keluhan telinga berbunyi sebanyak 94 (52,2%) responden. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square mendapatkan hasil p-value = 1,000 (p > 0,05). Pada studi ini tidak didaptkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan alat pelantang telinga terhadap keluhan telinga berbunyi.
Perbedaan pengetahuan gizi berdasarkan perilaku pencegahan obesitas pada pekerja muda Aga Stanza; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20679

Abstract

Obesitas merupakan salah satu penyakit yang sering disepelekan oleh masyarakat dapat menjadi faktor risiko dari penyakit lain yang lebih berbahaya. Pengetahuan gizi kaum pekerja muda dengan umur 25 sampai 40 tahun, diharapkan dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari untuk mencegah obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku pencegahan obesitas pada pekerja berusia 25-40 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode potong lintang menggunakan kuesioner melalui google form dan dianalisa menggunakan t-test independen. Sampel penelitian sebanyak 132 responden adalah pekerja berusia 25-40 tahun. Didapat 18 orang (13,6%) dengan pengetahuan kurang, 91 orang (68,9%) dengan pengetahuan cukup dan 23 orang (17,42) dengan pengetahuan baik. Terdapat 19 orang (14,39%) responden dengan nilai perilaku baik, dan 113 orang (85,6) dengan perilaku kurang baik. Penelitian menunjukkan bahwa responden dengan perilaku yang baik memiliki rata-rata pengetahuan lebih tinggi 4,762 poin daripada responden dengan perilaku kurang baik. Pada penelitian disimpulkan tidak terdapat adanya hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku pencegahan obesitas, (p-value 0,107). Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi dengan perilaku pencegahan obesitas (p-value = 0.107)
Gambaran tingkat pengetahuan ibu balita tentang askariasis di Kecamatan Tanjung Priok tahun 2021 Khilda Safinatin Najiyah; Ria Buana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20705

Abstract

Askariasis adalah infeksi parasit pada manusia yang paling umum dan disebabkan oleh infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Askariasis terjadi di seluruh dunia, tetapi lebih umum di negara tropis dan subtropis, di iklim lembab dan hangat, serta di daerah berstatus kemiskinan yang masih tinggi dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk.  Secara global, lebih dari 800 juta orang terinfeksi dengan beban terbesar pada anak kecil sehingga penting untuk mengetahui seberapa jauh para ibu yang mempunyai balita paham akan penyakit askariasis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang askariasis pada balita. Studi ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Studi dilakukan selama bulan Januari-Februari 2021 di Kecamatan Tanjung Priok. Pengambilan 105 responden menggunakan metode consecutive sampling. Instrumen dalam studi ini menggunakan kuesioner. Studi ini mendapatkan paling banyak responden pada rentang usia 21-30 tahun yaitu sebanyak 62 orang (59,0%), tingkat pendidikan responden beragam dengan paling banyak mengenyam pendidikan SMA sebanyak 58 orang (55,2%), serta memiliki mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak 87 (82,9%) orang. Mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan cukup tentang askariasis sebanyak 56 (53,3%) orang. Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di Kecamatan Tanjung Priok memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang askariasis.
Analisis postur kerja terhadap keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja pemanen kelapa sawit Vira Teresia; Dewi Indah Lestari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20767

Abstract

Musculoskeletal Disorder (MSDs) adalah gangguan yang sering timbul pada pekerja, terutama pekerja dengan aktivitas fisik yang membutuhkan postur tertentu seperti pada pekerja perkebunan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja pemanen kelapa sawit di PT. Aditunggal Mahajaya Seruyan Tengah. Studi analitik potong lintang ini dilakukan pada 49 pekerja pemanen pada Juni 2020 hingga Mei 2021. Postur tubuh dinilai menggunakan kuesioner Rapid Entire Body Assesment (REBA) sedangkan keluhan MSDs menggunakan Nordic Body Map. Data dianalisis menggunakan teknik analisis univariat dan analisis bivariat dengan bantuan program SPSS. Subyek yang memiliki postur kerja berisiko sangat tinggi sebanyak 43 (87,7%) dengan rerata skor REBA sebesar 12.29±2,18. Rerata skor Nordic Body Map adalah 32,82±2,86 dengan tingkat keluhan muskuloskeletal ringan dialami oleh sebanyak 45 (91,8%) subyek dan yang tidak memiliki keluhan muskuloskeletal sebanyak 4 (8,2%) subyek. Hasil analisis bivariat untuk hubungan antara postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja diperoleh p-value 0,001 (p<0,05). Postur kerja merupakan faktor yang berpengaruh pada keluhan muskuloskeletal pekerja pemanen kelapa sawit di PT. Aditunggal Mahajaya Seruyan Tengah.
Otitis media supuratif kronis maligna dengan komplikasi paresis nervus fasialis perifer: Studi kasus Eunike Alicia Valentina; Ardhian Noor Wicaksono
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20804

Abstract

Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah peradangan kronis pada telinga tengah dan mukosa mastoid. Manifestasi klinis OMSK terbagi menjadi 2 jenis, yaitu benigna dan maligna. Pada OMSK maligna, morbiditas dan mortalitas cenderung tinggi karena adanya kolesteatoma yang bersifat destruktif terhadap tulang. Paresis nervus fasialis adalah salah satu komplikasi intrakranial OMSK maligna yang terjadi ketika kolesteatoma mengerosi tulang kanalis fasialis. Keterlambatan diagnosis dan penatalaksanaan komplikasi OMSK dapat mempengaruhi morbiditas, mortalitas dan kualitas hidup pasien. Studi kasus ini menggambarkan pasien perempuan berusia 37 tahun yang datang dengan keluhan wajah sebelah kiri tertarik (‘perot’) disertai pipi kanan yang bengkak dan nyeri. Pasien memiliki riwayat keluhan nyeri telinga yang disertai keluarnya cairan dari telinga. Pasien kemudian didiagnosis OMSK maligna auris dextra dengan komplikasi paresis nervus fasialis perifer. Pasien diterapi dengan antibiotik, kortikosteroid, dan analgesik, serta dirujuk untuk tindakan mastoidektomi. Setelah mendapatkan terapi medikamentosa, bengkak dan nyeri pada wajah berkurang. Pasien juga dapat berbicara lebih jelas dibanding ketika pertama kali datang ke rumah sakit. Kesembuhan paresis nervus fasialis perifer akibat OMSK sangat bergantung pada seberapa cepat pasien memperoleh terapi definitif.
Hubungan lokasi tempat kerja dengan tingkat stres pada satuan pengamanan Gilbert Alfredo Delano Lonan; Novendy
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20810

Abstract

Stres kerja merupakan hasil dari ketidakseimbangan antara tuntutan dan kemampuan individu untuk mengatasi tuntutan tersebut. Tempat kerja merupakan salah satu faktor resiko yang dapat memicu timbulnya stres kerja. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara lokasi tempat kerja dengan tingkat stres sehingga perusahaan lebih memperhatikan faktor yang memengaruhi kinerja pekerjanya. Studi analitik ini menggunakan desain cross sectional dab dilakukan di Politeknik Negeri Manado dengan responden satuan pengamanan. Pengumpulan 97 subyek studi dilakukan dengan metode total population sampling. Penilaian yang digunakan untuk menilai tingkat stres adalah kuesioner perceived stres scale (PSS). Hasil dari penelitian menunjukkan 45 (46,4%) subyek bekerja di dalam ruangan, di mana 37 (82,2%) mengalami stres berat-sedang dan 8 (17,8%) mengalami stress tingkat ringan. Sebanyak 52 (53,6%) subyek bekerja di luar ruangan, di mana 34 (65.4%) subyek mengalami stres berat-sedang dan 18 (34,6%) subyek mengalami stres ringan. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value = 0,102 dan nilai PRR = 2,449. Kesimpulan dari studi ini tidak terdapat hubungan bermakna antara lokasi tempat kerja dengan tingkat stres pada satuan pengamanan. Namun pada satuan pengamanan yang bekerja di dalam ruangan memiliki resiko mengalami stres berat-sedang sebanyak 2.449 kali lebih besar dibandingkan dengan satuan pengamanan yang bekerja di luar ruangan.
Indeks prestasi akademik ditinjau dari jalur penerimaan mahasiswa baru, status dan akreditasi sekolah sebelumnya Michelle Chintya; Enny Irawaty
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20812

Abstract

Fakultas kedokteran berkewajiban untuk memastikan mahasiswa yang diterima berpotensi sukses dalam menyelesaikan pendidikan kedokterannya sehingga proses dan kriteria seleksi masuk menjadi krusial. Salah satu kriteria seleksi mahasiswa dapat dilihat dari prestasi belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA). Status sekolah negeri atau swasta dan peringkatnya yang ditentukan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BANS/M) memengaruhi proses belajar yang akhirnya berdampak pada prestasi belajar di SMA. Jalur penerimaan seleksi masuk juga dapat menjadi faktor yang menentukan kesuksesan mahasiswa dalam pendidikannya. Studi ini dilakukan untuk mencari hubungan antara status dan akreditasi sekolah serta jalur penerimaan mahasiswa baru dengan capaian mahasiswa kedokteran yang dilihat dari indeks prestasi. Study bersifat analitik potong lintang terhadap 106 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 dengan mengisi kuesioner. Hasil studi didapatkan 58 (54,7%) responden berasal dari SMA swasta dan 48 (45,3%) responden dari SMA negeri. Responden yang berasal dari SMA berakreditasi A didapatkan sebanyak 102 (96,2%) responden, SMA berakreditasi B sebanyak 2 (1,9%) responden, serta SMA berakreditasi C dan tidak terakreditasi masing-masing sebanyak 1 (0,9%) responden. Responden yang diterima melalui Jalur Penelusuran Prestasi (JPP) sebanyak 68 (64,2%) responden dan yang diterima melalui Ujian Saringan Masuk (USM) sebanyak 38 (35,8%) responden. Rerata indeks prestasi responden sebesar 3,21 (0,48). Hasil analisis menunjukkan status dan akreditasi sekolah serta jalur penerimaan mahasiswa tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan indeks prestasi (p value > 0,05). Indeks prestasi akademik pada studi ini mungkin dipengaruhi oleh banyak faktor lain. Meskipun demikian, seleksi masuk fakultas kedokteran tetap harus dilakukan dengan proses dan kriteria yang ketat.
Sindrom kompartemen pada fraktur antebrachii: Studi kasus Michelle Sardjono; Dhevariza Pra Dhani
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20813

Abstract

Sindrom kompartemen merupakan kasus yang paling banyak ditemui pada populasi pediatrik dengan insiden tertinggi terjadi pada rentang usia 10 hingga 14 tahun. Hal ini dikarenakan rasio massa otot terhadap ukuran kompartemen relatif lebih tinggi dan struktur fasia yang lebih kuat mengurangi kemampuan kompartemen untuk mengakomodasi peningkatan pembengkakan yang signifikan. Kegagalan untuk menangani sindrom kompartmen dengan cara yang cepat dapat menyebabkan cacat permanen (kontraktur otot) pada anggota tubuh yang terkena. Studi ini memaparkan sindrom kompartemen setelah fraktur antebrachii pada seorang anak laki-laki usia 8 tahun. Pasien datang dengan keluhan nyeri pada lengan kiri sehingga sulit digerakkan. Pasien mengatakan terjatuh dari pagar 2 hari sebelum masuk rumah sakit dan sempat dibawa ke tukang urut. Lengan dan tangan kiri bertambah bengkak disertai lenting-lenting kecil berisi air. Pasien datang dalam kondisi diperban dengan lilitan kencang. Pasien diduga mengalami sindrom kompartemen. Pemeriksaan fisik: pasien tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis (E4V5M6), tekanan darah 100/80 mmHg, frekunsi napas 20 x/menit, denyut nadi 71 x/menit, suhu tubuh 36,50 C. Pada regio dorsum manus et antebrachii sinistra didapatkan jejas, edema, bula, mengkilap, pallor, hangat, pain, pressure, parasthesia, pulselessness, paralysis. Pemeriksaan CT-scan didapatkan fraktur 1/3 proximal os radius sinistra dengan displace fracture, fraktur 1/3 tengah os ulna sinistra dengan displace fracture, dan soft tissue swelling daerah lesi. Pasien diberikan terapi farmakologi berupa Ringer Lactate 500 cc per 24 jam, cefotaxime 2 x 1 gram, dan paracetamol 3 x 500 mg serta terapi non-farmakologi berupa debridemen dan pemasangan spalk di bagian bawah sebagai alas.