cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024)" : 25 Documents clear
Analisa Kelayakan Finansial Ojek Online (Studi Kasus Shopee Food Pekanbaru) Taufik, Hendra; Sebayang , Mardani
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.283

Abstract

Pengantaran makanan di kota Pekanbaru dilakukan oleh beberapa ojek online, akan tetapi yang hanya khusus melakukan pengantaran makan yakni hanya Shopee Food. Ojek online lainnya melakukan 2 pekerjaan sekaligus, yakni sebagai pengantar makanan dan juga pengantaran penumpang. Hal ini membuat penelitian ini menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian dilakukan di kota Pekanbaru dengan melakukan studi pendahuluan untuk mendapatkan tempat pengendara yang paling banyak, setelah itu dilakukan survei detail untuk mendapatkan data dari pengendara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kelayakan finansial dari pengendara Shopee Food secara finansial dengan indikator BEP, PBP, IRR, NPV dan BCR untuk pengendara sebagai Pekerjaan utama dan Pekerjaan sampingan. Hasil yang didapatkan untuk Pekerjaan utama yakni nilai BEP = 77km/hari, PBP rata-rata = 3-7 bulan, IRR= 31% dan 95%, NPV rata-rata = Rp. 264,480,536, BCR rata-rata = 2.92. Sedangkan untuk Pekerjaan sampingan didapatkan nilai BEP = 48km/hari, PBP = 2-7 tahun, IRR= 18%-35%, NPV rata-rata = Rp. 56,896,064, BCR rata-rata = 1.26. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan utama sebagai pengantar Shopee Food layak untuk dijalankan karena 71% pendapatannya di atas dari Upah Minimum Kota Pekanbaru tahun 2024.
Analisa Lightning Arrester Pada Trafo Daya Dengan Simulasi Matlab di Gardu Induk Balai Pungut Duri Palaha, Fadhli; Ermawati, Ermawati; Machdalena, Machdalena; Chairuddin, Ilham; Fiter, Jhon
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.285

Abstract

Lightning Arrester merupakan peralatan yang paling penting untuk melindungi gardu induk dari tegangan tinggi, yang berperan untuk membatasi switching dan lonjakan arus petir kemudian dialirkan ke tanah. Tujuannya untuk mendapatkan jarak optimum penempatan Arrester dengan metoda simulasi menggunakan software Matlab. Hasil analisa simulasi yang dilakukan di wilayah gardu induk balai pungut dengan kecuraman 2000 du/dt jarak proteksi Lightning Arrrester dengan transformator 5,48 meter, jarak Lightning Arrester dengan transformator di gardu induk balai pungut 3 meter, sehingga dapat dikatakan penempatan jarak Lightning Arrester dengan trasformator serta peralatan proteksi lainnya dibawah nilai optimum dan masih dapat bekerja dalam kondisi maksimal. pada scope Arus Surja Petir pada rangkaian simulasi tidak menggunakan arrester terbaca dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik arus terlihat kondisi tidak normal karena tidak adanya pengaman Arrester Dari hasil analisa rangkaian simulasi surja petir menggunakan arrester dengan jarak pengujian 3 meter dan jarak pengujian 5 meter pada saat terjadi Surja petir terjadi penurunan tegangan sampai 1.2 x 105 kV atau 120.000 Volt (120 kV) Surja Petir terbaca pada simulasi dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik dan kemudian tegangan kembali normal 1.5 x 105 kV atau 150.000 Volt (150 kV). Pada scope Arus diawali kondisi normal dan terjadi penurunan dikarenakan data pada Arrrester sudah dimasukkkan pada rangkaian simulasi Surja Petir Menggunakan Arrester dan kemudian arus kembali normal pada Arus 7.049 x 104 kA Surja Petir terbaca pada simulasi dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik Arus hilang pada saat terjadi surja petir dan kemudian arus kembali normal.
Kajian Kuat Tekan Bata Cellular Lightweight Concrete (CLC) dengan Tambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit Ahmad hamidi; Setiawan, Beny; Naldi, Septri
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit (ACKS) terhadap kuat tekan bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). ACKS digunakan sebagai bahan tambah dengan variasi 4%, 6%, dan 8% dari bobot semen. Pengujian dilakukan terhadap benda uji berbentuk balok berukuran 15x20x60 cm pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat halus yang digunakan memenuhi spesifikasi teknis dengan kadar lumpur, kadar organik, analisis saringan, modulus kehalusan, dan berat jenis sesuai standar nasional Indonesia. Penambahan ACKS memberikan kontribusi terhadap peningkatan kuat tekan bata ringan CLC dengan variasi tertentu, sehingga berpotensi mendukung efisiensi dan keberlanjutan dalam industri konstruksi.
Pengaruh Penambahan Abu Serbuk Kayu Pohon Merbau Sebagai Bahan Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Mortar Gussyafri, Haji; Hujana, Raihan Rabih; Azhari, Azhari
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.290

Abstract

Abu serbuk kayu berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan substitusi sebagian semen dalam pembuatan mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu serbuk kayu terhadap kuat tekan mortar. Sebelum membuat benda uji, dilakukan uji propertis terhadap agregat halus dan abu serbuk kayu di laboratorium dan merencanakan komposisi campuran mortar sesuai dengan SNI 03-6882-2002. Benda uji berbentuk kubus bersisi 5 cm dengan jumlah sampel 5 buah untuk setiap variasi, dan diuji pada umur 28 hari. Variasi benda uji dilakukan pada perbandingan jumlah semen terhadap pasir yaitu 1 : 4, 1 : 5, & 1 : 6 serta variasi substitusi semen dengan abu serbuk kayu tehadap berat semen yaitu sebanyak 0%, 15%, 25%, 35% dan 45%. Dari hasil pengujian kuat tekan mortar pada 28 hari, didapat kuat tekan makismum sebesar 11,06 MPa pada mortar normal dengn variasi 1 semen : 4 pasir. Sedangkan mortar dengan campuran abu serbuk kayu didapat kuat tekan maksimum sebesar 10,48 MPa yaitu pada mortar dengan perbandingan 1 semen : 4 pasir dengan campuran 15% abu serbuk kayu. Untuk nilai kuat tekan pada perbandingan 1 semen : 5 pasir dan 1 semen : 6 pasir mengalami kenaikan kuat tekan pada campuran abu serbuk kayu sebanyak 15% dengan nilai kuat tekan yaitu 8,8 MPa dan 5,12 MPa,. Dari hasil kuat tekan mortar yang didapat mortar tergolong mortar jenis N atau O.
Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu Tembusu (Fragraea fragrans) di Pekanbaru Monica MG, Intan; Alfian Kamaldi; Andre Novan; Marlaily Idris
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.292

Abstract

The flexural modulus of elasticity (MOE) is a critical parameter in assessing the mechanical performance of wood, particularly for structural applications. This study investigates the MOE of Tembusu wood (Fragraea fragrans), a tropical hardwood renowned for its durability and versatility in construction and furniture production. Specimens were prepared following SNI 03-3960-1995 standards, ensuring consistency in dimensions and testing protocols. A three-point bending test was employed to evaluate the flexural MOE under controlled laboratory conditions. The results reveal that Tembusu wood exhibits a high flexural modulus, averaging 10.000 MPa, making it comparable to other hardwood species used in structural applications. Additionally, microscopic analysis of wood fibers indicated a correlation between the density and elastic behavior of the material. The study concludes that Tembusu wood possesses excellent bending properties, demonstrating its suitability for beams, joists, and other load-bearing applications. Recommendations for further research include exploring the effects of environmental factors such as humidity and temperature on the long-term performance of Tembusu wood. This research contributes to the growing body of knowledge on sustainable wood materials for engineering applications.

Page 3 of 3 | Total Record : 25