cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2025)" : 22 Documents clear
Analisis Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran Pada Gedung Integrated Laboratory, Universitas Riau Ghina Mardhatillah; Iriana, Rian Trikomara; Djuniati, Sri; Sandhyavitri, Ari
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.261

Abstract

Suatu Gedung harus dipertimbangkan keandalan sistem proteksi kebakaran sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Gedung Integrated Laboratory (IL) Universitas Riau merupakan bangunan pendidikan dengan fasilitas penelitian yang lengkap yang bertujuan untuk tempat praktik sains dan penelitian tangkat tinggi. Oleh karna itu pentingnya menerapkan sistem proteksi kebakaran yang andal untuk melindungi penghuni dan peralatan sensitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tingkat keandalan Gedung Integrated Laboratory (IL), sehingga saat Gedung beroperasi tingkat resiko terjadinya kebakaran dapat diminimalisir. Penelitian ini menggunakan metode Checklist. Metode checklist dilakukan dengan cara membandingkan sistem yang terpasang pada Gedung Integrated Laboratory dengan ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 tahun 2008 dan Puslitbang Pemukiman Departemen Pekerjaan Umum (PD-T-11-2005-C). Hasil yang didapatkan dari metode checklist tersebut berupa nilai pembobotan dimana nilai yang diperoleh tersebut memiliki tingkatan masing-masing keandalan gedung. Tingkat keandalan Gedung memiliki rentang nilai yaitu jika ?60% maka dinyatakan kurang, jika >60% dan ?80% maka dinyatakan cukup, dan jika >80% hingga ?100% dinyatakan andal. Nilai keandalan Gedung Integrated Laboratory dengan metode Checklist didapatkan nilai yaitu kelengkapan tapak dengan 4 indikator sudah terpenuhi 100% dengan bobot yang didapat 25%, jalan lingkungan dengan 2 indikator sudah terpenuhi 100% dengan bobot yang didapat 22,4%, sistem proteksi pasif dengan 3 indikator sudah terpenuhi 90% dengan bobot yang didapat 23,50% dan sistem proteksi aktif dengan 10 indikator sudah terpenuhi 93,75% dengan bobot yang didapat 18,93%. Sehingga dari hasil keseluruhan bobot yang didapatkan sebesar 89,83% dan dari nilai tersebut sudah termasuk dalam rentang "Andal".
Perbandingan Metode International Roughness Index (IRI) dan Surface Distress Index (SDI) Terhadap Kerusakan Jalan (Studi Kasus: Sp. Panam – Sp. Air Hitam Pekanbaru) Aldo, Aldo Dwi Jefril; Zainuri; Rahmat, Hendri
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.264

Abstract

Ruas jalan Sp. Panam - Sp. Air Hitam (Pekanbaru) merupakan jalan Arteri Primer dengan panjang ruas 3,50 km dan lebar 7 m yang merupakan jalan Nasional dengan jenis perkerasan lentur. Fenomena kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Sp. Panam - Sp. Air Hitam adalah kerusakan seperti retak, berlubang, dan bergelombang akibat dilalui oleh truk atau kendaraan berat yang melebihi kapasitas (overload) dimana kelebihan muatan dilarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jalan dan jenis penanganan kerusakan jalan dengan menggunakan metode International Roughness Index (IRI) dengan alat ROMDAS Laser Profilometer dan metode Surface Distress Index (SDI) dengan cara visual. Hasil kondisi jalan yang didapatkan berdasarkan metode IRI adalah kondisi baik sebesar 91%, kondisi sedang sebesar 6%, kondisi rusak ringan sebesar 3%, dan kondisi berat 0% sedangkan metode SDI adalah kondisi baik sebesar 86%, kondisi sedang sebesar 11%, kondisi rusak ringan sebesar 3% dan kondisi berat 0%. Penanganan yang didapatkan berdasarkan kombinasi kondisi dari metode IRI dan SDI adalah kondisi baik dengan jenis penanganan pemeliharaan rutin, kondisi sedang dengan pemeliharaan rutin, dan kondisi rusak ringan dengan jenis penanganan berkala. Peneliti menyarankan agar melakukan penelitian serupa dengan metode yang berbeda.
Penentuan Prioritas Penanganan Jaringan Irigasi Dengan Metode Simple Additive Weighting Pada Kabupaten Padang Lawas Harahap, Ade Martua; Sandyavitri, Ari; Ikhsan, Muhammad
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.284

Abstract

Tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Padang Lawas telah menyusun rencana pembangunan khususnya di bidang konstruksi yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Perencanaan pembangunan dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) organisasi perangkat daerah (OPD) yang disusun dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) daerah, pokok pikiran (Pokir) anggota dewan perwakilan rakyat daerah yang mewakili daerah pemilihan masing-masing dan penjabaran visi – misi dari pimpinan daerah baik secara Top Down maupun Bottom Up. Selama ini kegiatan Musrenbang dalam memilih kegiatan yang harus dilaksanakan digunakan kriteria deskriptif dan argumentatif yang cenderung subjektif. Kegiatan pada bidang pengairan tahun 2024 yang tertuang pada rencana kerja dinas Pekerjaan umum Kab. Padang Lawas pada Bidang Pengairan sebanyak 33 kegiatan dan kegiatan yang bersumber dari Dewan Perwakilan Daerah sebanyak 7 kegiatan, hasil Musrenbang sebanyak 25 kegiatan, sedangkan hasil dari Bottom up sebanyak 1 kegiatan. (Renja Dinas PU Kab. Padang Lawas, 2024). Dengan banyaknya kegiatan yang tertuang pada rentsra dan renja dinas pekerjaan umum diperlukan metode pengambilan keputusan untuk mengakomodir kegiatan agar tetap berlangsung dalam kondisi keterbatasan anggaran, salah satu metode yang dipakai adalah SAW. Metode ini digunakan untuk menghasilkan perengkinan pada kegiatan kontruksi yang ada pada renja dinas PU. Penelitian ini didapat 19 subkriteria dari 4 kriteria, dengan bobot kriteria ekonomi 26,6%, kriteria budaya 26,1%, kriteria Lingkungan 26,1%, kriteria teknis 21,2% dengan jumlah alternatif 16 kegiatan kontruksi di bidang jaringan irigasi.
Pemilihan Skala Prioritas Pekerjaan Konstruksi Bidang Rekonstruksi Jalan Dengan Metode Technique For Order of Preferences By Similarity To Ideal Solution ( TOPSIS ) Pada Kabupaten Padang Lawas Taufiq, Muhammad; Sandyavitri, Ari; Ikhsan, Muhammad
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.286

Abstract

Perencanaan pembangunan dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) organisasi perangkat daerah (OPD) yang disusun dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) daerah, pokok pikiran (Pokir) anggota dewan perwakilan rakyat daerah yang mewakili daerah pemilihan masing-masing dan penjabaran visi – misi dari pimpinan daerah baik secara Top Down maupun Bottom Up. Selama ini kegiatan Musrenbang dalam memilih kegiatan yang harus dilaksanakan digunakan kriteria deskriptif dan argumentatif yang cenderung subjektif. Kegiatan pada bidang pengairan tahun 2024 yang tertuang pada rencana kerja dinas Pekerjaan umum Kab. Padang Lawas pada Bidang Bina Marga sebanyak 35 kegiatan dan kegiatan yang bersumber dari Dewan Perwakilan Daerah sebanyak 20 kegiatan, hasil Musrenbang sebanyak 9 kegiatan, sedangkan hasil dari Bottom up sebanyak 6 kegiatan. (Renja Dinas PU Kab. Padang Lawas, 2024).Dengan banyaknya kegiatan yang tertuang pada rentsra dan renja dinas pekerjaan umum diperlukan metode pengambilan keputusan untuk mengakomodir kegiatan agar tetap berlangsung dalam kondisi keterbatasan anggaran, salah satu metode yang dipakai adalah Topsis. Metode ini digunakan untuk menghasilkan perengkinan pada kegiatan kontruksi yang ada pada renja dinas PU. Penelitian ini didapat 15 subkriteria dari 8 kriteria, dengan bobot Kriteria Konstruksi mempunyai nilai 10%, Kriteria Desain dengan nilai 25%, Kriteria Topografi 17% ,Kriteria Politik sebesar 17%, Kriteria Organisasi 8%,Kriteria Utilitas 8%,Kriteria hukum dan ketertiban 8% dan criteria lain-lain 7%, dengan jumlah alternatif 23 kegiatan kontruksi.
Perbandingan Kuat Dukung Pondasi Tiang Mini berdasarkan Hasil Hydraulic Static Pile Driver (HSPD) dan Metode Empiris Ningrum, Puspa; Toyeb, Muhammad; Hamdani, Rizki
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.295

Abstract

Pada umumnya, pondasi sebagai elemen struktur bawah terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi berfungsi sebagai elemen struktur bawah yang menyalurkan beban dari struktur atas ke lapisan tanah keras. Untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur, diperlukan investigasi tanah terlebih dahulu guna memahami jenis dan karakteristik tanah sebelum menentukan jenis pondasi yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan daya dukung pondasi tiang pancang mini (minipile) pada proyek pembangunan rumah tinggal dua lantai menggunakan metode empiris dan metode statis dengan alat Hydraulic Static Pile Driver (HSPD). Penyelidikan tanah dilakukan menggunakan uji Cone Penetration Test (CPT) atau sondir di tiga titik pengujian untuk mendapatkan data karakteristik tanah. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa lapisan tanah keras berada pada kedalaman lebih dari 15 meter. Oleh karena itu, digunakan pondasi dalam berupa tiang pancang mini dengan dimensi 20×20 cm yang dipancang menggunakan HSPD untuk mengurangi gangguan pada lingkungan sekitar. Daya dukung pondasi dianalisis dengan metode empiris, yaitu Mayerhoff, Janbu, dan Vesic, serta dibandingkan dengan hasil uji HSPD yang mencerminkan kondisi aktual lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung izin rata-rata berdasarkan uji HSPD adalah 24,2 ton. Sedangkan hasil dari analisis perhitungan metode empiris diperoleh daya dukung izin rata-rata sebesar 8,34 ton. Perbandingan hasil analisis metode empiris dengan metode statis menggunakan alat HSPD yaitu sekitar lebih kurang tiga kali lipat, dimana nilai analisis metode empiris lebih kecil dari HSPD.
Sifat Mekanik Sambungan Las Butt Joint Pada Plat ASTM A36 Menggunakan Las GTAW Junaidi, Abdul Khair; Isra, Adi; Pertiwi, Eka; Rinaldi; Weriono
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik sambungan las butt joint pada plat ASTM A36 menggunakan metode pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik maksimum pada spesimen 1 (40 A) lebih tinggi dibandingkan spesimen 2 (60 A), dengan nilai 440.0 MPa dan strain 18.5%, sedangkan spesimen 2 memiliki nilai kekuatan tarik 396.7 MPa dan strain 12.95%. Pada pengujian tekuk, spesimen 2 (60 A) memiliki kekuatan tertinggi sebesar 5.830,482 N dengan deformasi 14,8 mm, lebih tinggi dibandingkan spesimen 1 yang memiliki kekuatan 4.533,510 N dengan deformasi 13,3 mm. Pengujian kekerasan menunjukkan bahwa spesimen 2 (60 A) memiliki nilai kekerasan rata-rata lebih tinggi (48,2 HRA) dibandingkan spesimen 1 (45,8 HRA), terutama pada daerah HAZ. Struktur mikro spesimen 1 didominasi oleh ferrit dan perlit dengan lebih banyak bainit dan martensit karena proses pendinginan yang lebih cepat, sementara spesimen 2 didominasi oleh ferrit dan perlit dengan sedikit bainit dan hampir tanpa martensit akibat pendinginan yang lebih lambat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arus pengelasan yang lebih rendah (40 A) menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi, sementara arus yang lebih tinggi (60 A) meningkatkan kekuatan tekuk dan kekerasan permukaan, jadi untuk material ASTM A36 dengan menggunakan sambungan butt joint lebih baik menggunakan arus 60 A.
Peningkatan Kinerja Simpang Bersinyal pada Simpang Panam Pekanbaru S, Yohana; Rahmat, Hendri; Lubis, Fadrizal
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.301

Abstract

Menurut BPS Kota Pekanbaru 2023, populasi kota Pekanbaru mencapai 1,123 juta jiwa pada tahun 2023 dan laju pertumbuhan 2,99%, terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan, terutama di kawasan komersial seperti Simpang Panam. Simpang ini menghubungkan empat ruas jalan utama dengan karakteristik geometrik berbeda dan berfungsi sebagai simpang bersinyal dengan empat fase terlindung. Data survei awal menunjukkan waktu siklus sinyal sebesar 208 detik yang melebihi standar PKJI 2023 yaitu 80-130 detik untuk pengaturan 4 fase, mengakibatkan antrian kendaraan panjang, terutama di Jalan Garuda Sakti. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang bersinyal Simpang Panam dan menganalisis dampak pelebaran Jalan Garuda Sakti terhadap peningkatan kinerja simpang. Metode penelitian yang digunakan adalah Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasilnya kondisi eksisting memiliki derajat kejenuhan rata-rata 0,92, panjang antrian adalah 399 m pada Jalan Garuda Sakti, tundaan rata-rata simpang sebesar 67,26 tingkat pelayanan kategori F, yang menunjukkan kinerja simpang sudah tidak layak. Solusi berupa pelebaran Jalan Garuda Sakti mampu menurunkan derajat kejenuhan menjadi 0,83, panjang antrian menjadi 64 m, tundaan menjadi 25,92 det/smp dan meningkatkan tingkat pelayanan menjadi kategori D. Dapat disimpulkan perubahan yang terjadi cukup signifikan namun belum stabil, sehingga bisa disarankan untuk mengkombinasikan dengan solusi peningkatan lainnya.
Analisis Kepadatan Lapangan Dengan Sand Cone Pada Jalan Banteng Kabupaten Indragiri Hulu Trisnawati, Lisa; Guntur S, Sri
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.302

Abstract

Jalan Banteng, yang terletak di Kelurahan Kampung Besar Seberang, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, adalah jalan yang baru dibuka. Saat ini, permukaannya masih berupa lapisan tanah yang dipadatkan. Salah satu bagian yang terpenting dalam proses pembangunan jalan adalah diperlukannya data analisis kepadatan tanah. Untuk mengukur seberapa padat tanah di lokasi proyek, salah satu cara yang umum digunakan adalah metode kerucut pasir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kepadatan tanah di area konstruksi dengan metode sand cone (kerucut pasir) guna mendapatkan informasi apakah lapisan perkerasan jalan tersebut derajat kepadatnnya sudah memenuhi standar sebesar 95% (SNI 03-2828-1992). Panjang ruas jalan yang akan dilakukan pengujian adalah ± 550 m dengan mengambil sampel sebanyak 12 titik untuk setiap jarak 50 m. Prosedur pengujian kepadatan tanah dengan konus pasir ini merujuk pada SNI 03-2828-1992 dan pengujian kadar air tanah di lapangan menggunakan alat speedy moisture tester mengacu pada SNI 03-1965.1-2000. Berdasarkan hasil derajat kepadatan menunjukkan bahwa pada STA 0+000 sampai dengan STA 0+550 nilainya melebihi 95% dan memiliki nilai rata-rata kepadatan lapangan yaitu sebesar 104,52%. Nilai ini menunjukkan bahwa spesifikasi kepadatan lapangan telah memenuhi syarat, sehingga tahapan pekerjaan berikutnya bisa dilaksanakan.
Studi Perilaku Subgrade Terhadap Tanah Bahan Baku Bata di Mentawai Mahmudi, Fuad; Hakam, Abdul; Andriani
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.303

Abstract

Kepulauan Mentawai mempunyai cukup banyak kandungan Lanau dan Lempung untuk Pembuatan Batu Bata. Ada beberapa Pabrik Batu Batu Merah yang sudah berdiri di Kepulauan Mentawai tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisa perilaku Subgrade terhadap Sifat-Sifat Fisik dan Mekanik Tanah Bahan Baku Batu Bata sebagai alternatif perbaikan lapis pondasi jalan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini termasuk penelitian eksperimental di Laboratorium. Keabsahan hasil dilakukan dengan beberapa sampel percobaan yang memadai untuk keterwakilannya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Klasifikasi Tanah sangat menentukan terhadap hasil pengujian, Tanah Bahan Baku Pabrik Rahman dan Pabrik Misna termasuk Lanauan Elastis (MH) dan Pabrik Samirin termasuk Lempung Plastisitas Rendah (CL). Tanah Bahan Baku di Kepulauan Mentawai mempunyai Berat Jenis yang cukup berat yaitu 2,70 - 2,72 karena mempunyai kandungan Besi Oksida (Fe2O3) sekitar 20% - 30% dari komposisi kimianya. Peningkatan yang cukup signifikan pada percobaan pemadatan Tanah Bahan Baku pada pengujian CBR Rendaman 4 hari yang sebelumnya bernilai 4,90% menjadi 10,92% naik sekitar 200%. Perbaikan Tanah untuk yang bernilai CBR < 6% dengan Metode Pembakaran (Burning Method) sampai tanah berwarna kemerahan terbukti dapat meningkatkan nilai CBR 2 kali lipat karena adanya unsur kimia berupa Pozzolanic yaitu Silika (SiO2), Alumina (Al2O3), dan Besi Oksida (Fe2O3) lebih dari 70%, dan dengan pembakaran akan mengurangi komposisi mineral Montmorillonite dan Illite dan beralih ke komposisi dominan Quartz dan Graphite.
Pengaruh Modifikasi Tulangan Bambu dengan Paku Sekrup terhadap Daya Lekat Bambu-Beton Maulidin, Alpin; Farhandasi, Reza
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.305

Abstract

Penggunaan bambu sebagai material alternatif tulangan dalam beton telah menarik perhatian sebagai solusi ramah lingkungan dan berbiaya rendah. Namun dalam penggunaannya, daya lekat antara bambu dan beton sering kali menjadi kendala utama karena sifat permukaan bambu yang licin dan bambu yang memiliki sifat swelling yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan paku sekrup sebagai modifikasi pada tulangan bambu dalam meningkatkan daya lekat antara bambu dan beton. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan benda uji berupa beton silinder berukuran tinggi 300 mm dan diameter 150 mm mengacu pada ASTM C234-91a. Variasi perlakuan pada tulangan bambu meliputi tanpa modifikasi (POT-0), modifikasi dengan paku sekrup setinggi 1 cm (POT-1), dan modifikasi dengan paku sekrup setinggi 2 cm (POT-2). Sebanyak enam benda uji disiapkan untuk pengujian tarik lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan lekat rata-rata pada benda uji POT-0, POT-1, dan POT-2 masing-masing sebesar 0,813 MPa, 1,110 MPa, dan 1,243 MPa.

Page 1 of 3 | Total Record : 22