cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2018)" : 6 Documents clear
Pengaruh Sebaran Takaran Tack Coat Pada Lapisan Perkerasan Jalan Muthia Anggraini; Hendri Rahmat; Alfian Saleh
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan lentur jalan raya yang telah mengalami beberapa kali overlay sehingga terdiri dari beberapa lapis material beraspal. Antar lapis material beraspal tersebut diberi lapisan tack coat sebagai perekat antar lapisannya. Fungsi dari tack coat ini yaitu untuk menahan gaya geser yang terjadi diantara lapis perkerasan akibat beban kendaraan diatasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku lekatan tack coat dengan sebaran tack coat 0,25; 0,30; 0,35; dan 0,45 ltr/m2 terhadap lapisan perkerasan dengan curring time 15, 30, dan 45 menit. Metodologi yang digunakan yakni pengujian laboratorium, menggunakan alat uji geser langsung untuk mengukur kuat geser tack coat. Larutan tack coat dibuat dengan perbandingan takarannya 0,25; 0,30; 0,35; dan 0,45 ltr/m2. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat geser meningkat sampai pada sebaran takaran tack coat 0,35 ltr/m2, kemudian turun pada takaran tack coat 0,45 ltr/m2. Kuat geser maksimum pada masing-masing sebaran tack coat terjadi pada curring time 30 menit yaitu 325,86 kg, 342, 12 kg, 360,13 kg, dan 335, 14 kg. Kesimpulan penelitian ini adalah Semakin tinggi sebaran takaran tack coat maka semakin tinggi kuat gesernya, dan nilainya akan turun pada takaran tack coat 0,45 ltr/m2. Sebaran tack coat terbesar didapat pada curring time 30 menit. Kekuatan geser antara tack coat dan lapis perkerasan aspal meningkat sejalan dengan lamanya curring time dan setelah itu kekuatan geser tack coat akan menurun.
Penggunaan Aspal Buton Berbutir Pada Campuran Lapisan Perkerasan AC-BC Fitridawati Soehardi; Lusi Dwi Putri
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang perkerasan jalan mengalami banyak perkembangan menyesuaikan kebutuhan pengguna jalan. Salah satu yang menjadi perbincangan adalah mulai beralihnya dari penggunaan aspal cair ke penggunaan Asbuton. Hal ini dilakukan dalam rangka mencari sumber daya alam selain Aspal cair. Pemakaian Asbuton dan agregat lokal juga diharapkan dapat mendorong perkembangan infrastruktur khususnya di Riau terutama pada bidang perkerasan jalan serta mengatasi berkurangnya pasokan bahan Material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Aspal buton Berbutir pada campuran panas AC-BC dengan menggunakan agregat quarry desa Muara Takus melalui pengujian marshall. Metode penelitian meliputi pengujian sifat bahan, pengaruh penggunaan Asbuton berbutir terhadap gradasi campuran dengan menggunakan pengujian marshall. Bahan yang digunakan adalah agregat berasal dari desa Muara Takus dan Asbuton Berbutir tipe 5/20 dengan lima nilai kadar aspal yang berbeda. Berdasarkan hasil pengujian dapat ditarik kesimpulan bahwa Kepadatan (density) mengalami peningkatan hingga batas maksimum namun setelah melewati batas maksimum pada kadar aspal 6,6 % mengalami penurunan dengan nilai 2,306 gr/cc. Hal ini dapat mempengaruhi mutu campuran. Akan tetapi nilai stabilitasnya juga naik pada kadar aspal 5,6 % dengan nilai 1100,82 Kg. hal ini dapat disebabkan rongga udara masih belum terpenuhi oleh aspal dan aspal berfungsi sebagai pengikat bukan pelicin. Nilai kadar aspal optimum pada campuran AC-BC menggunakan asbuton berbutir adalah 5,6%.
Pengaruh Tegangan Listrik Terhadap Performa Pompa Nazaruddin Nazaruddin; Yuliani Yuliani
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menganalisa karakteristik pompa sentrifugal dengan menggunakan metoda variasi putaran yang berasal dari variasi tegangan listrik yang divariasikan dengan contact voltage regulator. Untuk mengetahui daya poros pada setiap tegangan, maka di terapkan metode pembebanan pada poros pompa dengan menggunakan rem tromol yang terpasang pada poros pompa. Dari percobaan variasi tegangan listrik yang diberikan pada pompa mulai dari tegangan maksimum 220 volt sampai 100 volt, dari percobaan menunjukkan adanya variasi putaran yaitu mulai dari 2849 rpm sampai 1436 rpm serta perubahan debit aliran air mulai 1.71 m3/hr sampai 0.7833 m/hr. Dari percobaan dibuktikan bahwa tegangan listrik dalam hal ini pengaruhnya terhadap putaran motor pompa memegang peranan penting dalam menentukan karakterisik pompa yang akan di pilih. Karakteristik dari pompa seperti total head, pressure, debit aliran, daya air serta efisiensi dan kinerja pompa, sangat di tentukan oleh putaran pompa serta tegangan.
Pengaruh Variasi Pemasangan Lembaran Geotekstil Non Woven Terhadap Kuat Dukung Tanah Pasir Pada Fondasi Menerus Ulfa Jusi
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki dan mempelajari perilaku tanah pada saat pembebanan sampai mencapai keruntuhan, disertai dengan pola keruntuhannya yang dibebani dengan model fondasi kaku yang terletak pada kedalaman yang tidak lebih lebar dari fondasinya. Penambahan beban fondasi dilakukan berangsur-angsur. Percobaan ini menggunakan model 2 dimensi (peninjauan satu arah) berupa fondasi dangkal pada bak transparan yang berisitanah pasir (kolam pasir) yang telah disisipkan lembaran geotekstil tipe nonwoven. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh model geometrik pemasangan geotekstil terhadap penambahan daya dukung tanah pasir dan menentukan model geometrik pemasangan geotekstil yang paling efisien. Model keruntuhan adalah keruntuhan local shear dimana saat keruntuhan lembaran geotekstil yang dipasang mengalami tarikan sekeliling pada lokasi tepat di bawah tapak fondasi dan tidak terdapatnya penggelembungan pada permukaan tanah pasir disekitar fondasi. Dari hasil pengujian pembebanan dengan model geometrik pemasangan perkuatan lembaran geotekstil divariasikan untuk ukuran lebar lembaran geotekstil yang dipasang (LG) dengan jarak lapisan teratas, jarak antara (spasi) (z) = 0,3 dan jumlah lapisan (N) = 1, diperoleh hasil bahwa kontribusi geotekstil dalam meningkatkan daya dukung terbesar adalah pada LG = 3B (B = lebar fondasi). Hasil pengujian pembebanan dengan model pemasangan perkuatan lembaran geotekstil divariasikan untuk jarak antara (spasi) pemasangan lembaran geotekstil (s) dengan jarak lapisan teratas, ukuran dan jumlah lapisan tetap N = 1 dan LG = 3B. Sedangkan daya dukung terbesar pada penempatan lembaran geotekstil dengan jarak antara (s) sekitar 0,4B,Penambahan lembar lapisan geotekstil (N) dengan N = 1 sampai dengan 6 didapat penambahan daya dukung yang besar pada N = 1.
Karakteristik Kekuatan Material Pada Baja Dengan Variasi Diameter Akibat Proses Temper Quench Weriono; Junaidi; Rinaldi
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlakuan panas pada baja mempunyai peran penting dalam upaya mendapatkan sifat-sifat tertentu yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Pemakaian baja AISI 4140 aplikasi penggunaannya connecting rod, poros engkol, fastener, as roda, alat pertambangan dan komponen alat berat. Bahan yang digunakan mensyaratkan beberapa faktor seperti kekuatan, kekerasan, ketangguhan, keuletan, tahan panas, tahan aus dan sebagainya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas baja adalah dengan perlakuan panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kekuatan bahan akibat proses perlakuan panas pada logam serta untuk mendapatkan sesuai sifat spesifikasi sesuai standar sehingga kekuatan, kekerasan, ketangguhan, dan keuletan dapat terukur. Kekerasan di bawah standard di titil radius pengukuran sudut 30o tegak (Rb) untuk d = 36 mm sampel 1 dari tepi 15 mm 21,5 HRC, d = 38 mm sampel 1 (Ra) = 20,4 HRC (Rb) = 21,5 HRC sedangkan sampel 2 (Ra) = 20,5 HRC (Rb) = 22,4 HRC. Rata – rata kekerasannya masih di dalam standard tetapi radius pengukuran sudut 30o tegak (Rb) lebih tinggi nilai kekerasannya dibandingkan arah radius tegak (Ra) dan pada titik pengukuran mendekati pusat batangan baja mempunyai harga kekerasan dibawah standard Persentasi elongation dan persentasi reduction area diameter 36 mm lebih tinggi dari diameter 38 mm. diameter 36 mm ?y = 826 MPa lebih tinggi dari diameter 38 mm ?y = 708 MPa, kondisi ini menunjukan kekuatan standard AISI 4140 ?y = 655 MPa. Kekuatan material dan kekerasan tidak seragam pada variasi diameter.
Studi Karakteristik Material Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Jenis ABC Powder Melalui Pengamatan Struktur Mikro Dan Pengujian Kekerasan Rinaldi; Siswo Pranoto; Suyitno Suyitno
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pemadam Api Ringan berfungi untuk membantu memadamkan api pada saat terjadinya kebakaran. Permasalahan yang terjadi pada Alat Pemadam Api Ringan ini diantaranya : tabung Alat Pemadam Api Ringan mengalami korosi, lapisan pelindung kurang baik, tekanan dalam tabung menjadi berkurang baik, terdapatnya kerusakan di bagian sambungan badan tabung dan alas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada bagian-bagian Alat Pemadam Api Ringan yang mengalami kerusakan, menganalisa karakteristik material melalui pengamatan struktur mikro dan pengujian kekerasan material Alat Pemadam Api Ringan , serta analisis tegangan yang diidentifikasi mengalami cacat untuk mengetahui penyebab kerusakannya. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu detail kerusakan telah diketahui dari penelitian ini. Bagian Alat Pemadam Api Ringan yang mengalami kerusakan yaitu bagian atas , sambungan lasan, dan dasar tabung. Kerusakan Alat Pemadam Api Ringan berupa korosi dominan terjadi di dasar tabung. Kekerasan dan tegangan di daerah sambungan las lebih tinggi dibandingkan kekerasan dinding tabung, sehingga menimbulkan korosi tegangan. Korosi merusak beberapa bagian di dasar tabung . Pertumbuhan korosi berawal dari bagian dasar tabung lalu menjalar ke bagian atas tabung . Korosi mengakibatkan penipisan pada dinding Alat Pemadam Api Ringan yang terjadi pada lubang yang disebabkan oleh korosi dan merambat pada daerah sambungan lasan. Kerusakan mulai terjadi di lokasi sambungan lasan dan terus merambat hingga ke bagian yang lain dari dinding tabung Alat Pemadam Api Ringan. Program perawatan yang handal, program pelapisan dinding tabung yang terintegrasi, dan desain tabung yang lebih baik sehingga dapatmenghindari korosi pada sambungan las.

Page 1 of 1 | Total Record : 6