cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2021)" : 12 Documents clear
Metode Newton-Cotes Tertutup Terkoreksi Berdasarkan Turunan Rata-Rata Aritmatika Rike Marjulisa; Muhammad Natsir
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada makalah ini dibahas metode Newton-Cotes tertutup terkoreksi berdasarkan turunan rata-rata aritmatika yang merupakan modifikasi dari metode Newton-Cotes tertutup terkoreksi. Metode ini dimofikasi dengan tujuan untuk memperoleh metode yang menghasilkan solusi hampiran yang mendekati solusi eksak dalam mengaproksimasi integral tentu.. Bentuk eror diperoleh dengan menggunakan konsep ketelitian antara kuadratur dan nilai eksak. Selanjutnya hasil komputasi menunjukkan bahwa metode yang diajukan menghasilkan eror lebih kecil daripada metode Newton-Cotes tertutup terkoreksi.
Analisis Numerik Bata Ringan Terpapar Temperatur Suhu Tinggi Menggunakan LUSAS V.19 Mustika Joni; Harnedi Maizir; Reni Suryanita
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material bangunan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan suhu ruang bangunan tersebut. Untuk itu pengggunaan bata ringan menjadi lebih direkomendasikan bagi bangunan gedung di daerah beriklim tropis. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis numerik sifat termal distribusi penjalaran panas pada bata ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi penjalaran panas pada bata ringan dengan variasi suhu dan waktu tertentu akibat diberikannya temperatur suhu tinggi. Analisis menggunakan program elemen hingga LUSAS v.19 dan dilakukan verifikasi menggunakan metode Wickström. Pada penelitian ini, data input yang digunakan adalah geometrik material, massa jenis, konduktivitas termal, dan kapasitas kalor jenis. Sedangkan pembebanan yang diberikan adalah temperature suhu tinggi dengan waktu paparan dan titik tinjau arah x dan y. Hasil perbandingan distribusi penjalaran panas antara metode Wickstrom dan program LUSAS v.19 didapatkan suhu penjalaran panas menggunakan program LUSAS v.19 lebih tinggi di awal, namun jika paparan dilakukan dalam waktu yang lama nilai distribusi penjalaran panas menggunakan metode Wickström lebih tinggi dari pada menggunakan program LUSAS v.19. Persentase tahanan panas berbanding terbalik dengan massa jenis, sedangkan kecepatan penjalaran panas berbanding lurus dengan massa jenis material. Hingga paparan suhu sebesar 1.000 0C dengan massa jenis 840 kg/m3 selama 2 jam, penjalaran panas yang terjadi pada titik tinjau dengan metode Wickström adalah 942,912 0C dan program LUSAS v.19 adalah 931,148 0C. Hal ini menunjukkan keakuratan dari kedua metode ini adalah sebesar 98,752 %, sehingga metode ini dapat memberikan kontribusi bagi para perencana dalam melakukan proses desain dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan termal pada ruangan.
Pengaruh Klasifikasi Kelas Situs Menurut SNI 1726-2019 Terhadap Keruntuhan Progresif Pada Struktur Gedung Tidak Beraturan Raja Syarif S; Zulfikar Djauhari; Ridwan Ridwan
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi konstruksi gedung, pembangunan gedung bertingkat dengan struktur tidak beraturan semakin bertambah demi memenuhi aspek estetika gedung maupun akibat keterbatasan lahan. Bentuk struktur tidak beraturan ini berpengaruh terhadap keruntuhan progresif gedung. Selain aspek desain, pada perencanaan gedung beban gempa harus direncanakan dengan peraturan baru yang berlaku yaitu SNI 1726-2019. Salah satu perubahan yang terjadi pada SNI 1726-2019 adalah klasifikasi kelas situs. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh klasifikasi kelas situs terhadap keruntuhan progresif struktur gedung tidak beraturan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis elemen struktur berupa kolom dan balok sebelum dan sesudah menghilangkan salah satu kolom struktur berpedoman pada General Services Administration (GSA) dengan beban gempa yang bekerja beban gempa statik ekivalen pada keempat klasifikasi kelas situs yaitu SB (Batuan), SC (Tanah keras), SD (Tanah sedang) dan SE (Tanah lunak). Pemeriksaan kekuatan struktur menggunakan perangkat lunak berbasis elemen hingga untuk mengetahui nilai Demand Capacity Ratio (DCR), Bending Moment Ratio (BMR) dan Robustness Indicator (R). Struktur dikatakan mengalami keruntuhan progresif apabila nilai DCR > 1,5. Dari hasil analisis diketahui nilai DCR dari kelas situs SB ke kelas situs SE mengalami kenaikan sedangkan nilai BMR mengalami penurunan. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa keruntuhan progresif tidak terjadi pada keempat kasus kegagalan kolom dan perbedaan kelas situs terhadap gaya aksial dan momen, namun terjadi terhadap gaya geser. Nilai Robustness Indicator (R) yang didapat mendekati sama dengan satu (R?1), nilai tersebut mengindikasikan bahwa penyaluran beban berjalan dengan normal.
Penerapan Sistem Ekodrainase Di Perumahan Tataka Puri, Kabupaten Tangerang Ray Matthew Johannes Kaurow; Sih Andajani; Dina P.A Hidayat
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Tataka Puri terletak pada daerah Curug Tangerang merupakan daerah perumahan yang sedang dikembangkan namun dalam pengembangannya perlu memperhatikan bahaya banjir dan genangan yang dapat terjadi pada daerah di sekitar Tataka Puri terutama jika dilihat dari kondisi topografi yang relatif rendah dari daerah sekitarnya. Daerah Tataka Puri memiliki luas lahan sebesar 107.26 ha dengan titik outlet saluran yang terbatas yang menuju kali Jatake. Berdasarkan urgensi dari masalah tersebut maka akan diterapkan sistem ekodrainase yang dapat bekerja bukan saja mengalirkan air hujan ke badan air namun mereduksi limpasan air hujan. Penerapan ekodrainase ini ditujukan untuk mereduksi debit banjir kawasan dalam mencegah terjadinya genangan dan bencana banjir. Pada penelitian ini akan diterapkan 3 skenario sistem drainase yang dimana skenario 1 merupakan penerapan saluran drainase konvensional, skenario 2 merupakan penerapan kombinasi saluran drainase dan pemanenan air hujan dengan menggunakan tangki air 2000-liter, dan skenario 3 merupakan penerapan kombinasi saluran drainase dan kolam retensi dengan dimensi (68 x 68 x 2) m3. Penerapan sistem ekodrainase dengan pemanenan air hujan dapat mereduksi debit limpasan sebesar 59,16% dan kolam retensi dapat mereduksi debit limpasan sebesar 88%.
Oli Sisa Sebagai Bahan Peremajaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) Pada Lapisan Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) Jalan Atthaariq Muhammad Yandes; Rismanto Rismanto; Julianto Julianto; Ulfa Jusi
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) yang terbuang dan menjadi limbah diharapkan dapat digunakan kembali sebagai material campuran aspal. Recycling (daur ulang) adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan. Penggunaan bahan peremaja dari limbah RAP ini diperlukan apabila material RAP tidak dapat memenuhi spesifikasi Bina Marga. Persyaratan mengenai spesifikasi material RAP dan pengujian material mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 Revisi 3 dan Spesifikasi Khusus Interim Bina Marga 2011 Seksi 6.3. Penelitian ini menggunakan oli bekas sebagai bahan peremaja pada campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) dengan variasi 0%, 10%, 20% dan 30%. Dengan 10 buah benda uji, masing-masing 3 buah benda uji ditambah 1 benda uji dalam kondisi original (0%). Dari hasil pemeriksaan Marshall Test didapat hasil pada 10% campuran oli bekas nilai stability adalah 711 kg, kelelehan (flow) 3,5%, Marshall Quotient (MQ) 205 kg/mm, rongga terisi pori (VMA) 14,8%. Pada 20% campuran oli bekas nilai stabiitynya 526 kg, kelelehan (flow) 3,5%, Marshall Quotient (MQ) 152 kg/mm, rongga terisi pori (VMA) 14,9%. Sedangkan pada campuran 30% oli bekas didapat nilai stability 394 kg, kelelehan (flow) 3,5%, Marshall Quotient (MQ) 114 kg/mm, rongga terisi pori (VMA) 15,1%. Dari hasil diatas yang mendekati standar spesifikasi Bina Marga 2010 untuk stability adalah oli bekas 10% (711 kg), flow pada setiap campuran sama (3,5 mm), Marshall Quotient (MQ) semakin menurun dari standar sedangakan untuk nilai VMA mengalami kenaikan.
Analisa Penggunaan CDI Racing Programmable Pada Mesin Sepeda Motor Jupiter Z 110 Cc Nazaruddin Nazaruddin; Weriono Weriono
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CDI racing programmble merupakan komponen yang banyak di jumpai di pasaran otomotif. Penggantian CDI racing programmmble bertujuan untuk meningkatkan performa kinerja mesin. Penelitian Analisa penggunaan CDI racing programmble dilakukan pada mesin sepeda motor Jupiter Z 110 cc. Pengujian dilakukan pada empat kondisi yaitu CDI Standar, CDI racing programmable maping 20, CDI racing programmable maping 25, CDI racing programmable maping 30. Parameter yang dicari adalah torsi, daya dan konsumsi bahan bakar.Variasi putaran pada putaran mesin 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, rpm. Perbandingan torsi tertinggi di dapat pada variasi CDI racing programmable maping 30 yaitu 9,26 N.m pada putaran mesin 3349 rpm dan daya paling besar juga dihasilkan oleh CDI racing programmable maping 30 yaitu 7,9 HP pada putaran mesin 7624 rpm dikarenakan penggunaan CDI racing programmble menghasilkan pengapian yang lebih besar dari standarnya. Sehingga proses pembakaran akan menjadi lebih cepat di ruang bakar. Konsumsi bahan bakar paling rendah didapat pada penggunaan CDI racing programmable maping 30 yaitu 08,25 kg/Hp. Penggunaan CDI racingprogrammble mempengaruhi konsumsi bahan bakar karena pengapian yang dihasilkan lebih besar jadi pembakaran lebih cepat dan lebih sempurna di ruang bakar.
Pengujian Kuat Lentur Dan Kuat Tekan Kayu Sengon Dengan Mengunakan Lapisan/ Coating Resin Yenita Morena; Ermiyati Ermiyati; Andre Novan; Yolanda Novianti
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian kuat lentur dan kuat tekan kayu adalah pengujian yang didasarkan pada sifat-sifat mekanik kayu yaitu menahan tarikan dan tekanan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kelas kayu dan besar perubahan nilai kuat lentur dan kuat tekan kayu sengon solid dengan kayu sengon setelah diberi lapisan zat resin. Pada pengujian ini dilakukan tiga variasi yang berbeda dimana setiap pengujian kuat lentur dan kuat tekan yaitu, kuat lentur kayu solid, kuat lentur kayu coating dengan resin 1 lapis dan kuat lentur kayu coating resin 2 lapis. Begitu juga dengan pengujian kuat tekan dilakukan variasi yang sama serperti pengujian kuat lentur. Pada setiap pengujian ini diperoleh kelas kayu adalah kayu kelas III, dan persentase rata-rata kenaikan kuat lentur kayu coating resin 1 lapis adalah sebesar 17,97 MPa atau sekitar 0,4 % dari nilai kuat lentur kayu solid, sedangkan persentase rata-rata kenaikan kuat lentur kayu coating resin 2 lapis adalah sebesar 23,40 MPa atau sekitar 0,5 %. Dan untuk pengujian kuat tekan kayu coating resin 1 lapis mengalami penurunan sebesar 0,77 MPa, atau sekitar 0,02 % dari kuat tekan kayu solid, sedangkan pada pengujian kuat tekan kayu coating resin 2 lapis mengalami penurunan sebesar 1,53 MPa, atau sekitar 0,04 % dari nilai kuat tekan kayu solid.
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Semen Terhadap Kuat Tekan Bebas Muthia Anggraini; Alfian Saleh
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencampuran tanah asli dengan abu tandan kelapa sawit kosong dan semen merupakan usaha untuk meningkatkan kuat dukung tanah lempung. Tujuan penelitian menentukan pengaruh penambahan 7,5% abu tandan kosong kelapa sawit dan semen masing – masing 5%, 7.5%, dan 10% terhadap nilai kuat tekan bebas. Kontribusi penelitian ini nantinya dapat menjadi rekomendasi untuk penanganan perbaikan tanah. Metode yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan bebas tanah stabilisasi di laboratorium yang mengacu SNI 3638:2012. Hasil penelitian menunjukan tanah lempung yang diteliti termasuk lempung plastisitas tinggi dengan nilai batas cair 55,3%. Penambahan abu tandan kosong kelapa sawit dan semen cenderung mengurangi nilai batas cair tanah menjadi 40,30% pada persentase 7,5% abu tandan kelapa sawit kosong dan 10% semen. Nilai kuat dukung tanah naik maksimum 2,10 kg/cm² pada 7,5% abu tandan kosong kelapa sawit dan 10% semen, dan turun menjadi 1,88 kg/cm² pada 7,5% abu tandan kelapa sawit kosong dan 10% semen. Nilai kuat dukung tanah asli adalah 1,96 kg/cm². Kesimpulan yang didapat bahwa penambahan abu tandan kosong kelapa sawit dan semen cenderung mengurangi nilai konsistensi tanah dan menaikkan nilai kuat tekan bebas tanah pada kadar tertentu dan akan turun setelah mencapai maksimum.
Identifikasi Material Sisa dan Penanganan Pada Pekerjaan Kontruksi Jalan Lusi Dwi Putri; Fitridawati Soehardi; Marta Dinata
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan infrastuktur transportasi khususnya jalan raya memainkan peranan penting dalam menghasilkan material sisa baik itu material sisa kontruksi maupun akibat pembongkaran, terutama pada pekerjaan tanah, pondasi base, aspal dan rigid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya material sisa pada pekerjaan kontruksi jalan. Metode penelitian ini dilakukan melalui studi literature dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan faktor yang menyebabkan terjadinya material sisa antar lain Proses pengiriman material, adanya perubahan desain (redesign), adanya perubahan pekerjaan oleh owner (change order), adanya pekerjaan yang diulang (rework), kualitas material, keahlian/keterampilan SDM (skill), cara penyimpanan material di lokasi proyek, pengawasan, metode kerja, miskomunikasi (salah pengertian), informasi kurang jelas, kondisi lapangan. Pengelolaan Material sisa kontruksi dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah reduce, reuse, recycle, maupun salvage terhadap material sisa itu sendiri.
Kajian Sifat Mekanik Beton Cor Di Dalam Air Gambut (Underwater Concrete) Yudi Sandro Bara Tondang; Ismeddiyanto Ismeddiyanto; Edy Saputra
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengecoran di dalam air membutuhkan biaya yang lebih mahal dalam pengerjaannya, karena dibutuhkan proses dewatering ataupun semen khusus. Penelitian ini menggunakan Natrium Tripoliphosphate (Na5P3O10) sebagai alternatif pemecahan masalah. Natrium Tripoliphosphate berfungsi sebagai lapisan kedap air dalam campuran beton sehingga campuran beton tidak tercampur dengan air. Dalam penelitian ini, ada dua jenis benda uji yang digunakan, yaitu benda uji Underwater Concrete dan benda uji non Underwater Concrete. Nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton diperoleh berdasarkan pengujian laboratorium dengan beton silinder diameter 10 cm x 20 cm dengan perawatan di dalam air gambut. Hasil pengujian kuat tekan Underwater Concrete selama 14 hari yaitu 12.94 MPa, 28 hari 13.31 MPa, dan 56 hari 14.53 Mpa, sedangkan benda uji non underwater concrete selama 14 hari 12.94 MPa, 28 hari 13.39 dan 28 hari 15.27 MPa. Hasil pengujian kuat tarik Underwater Concrete 28 hari diperoleh sebesar 1.91 MPa, dan 56 hari 1.99 MPa serta pengujian Non Underwater Concrete 28 hari diperoleh sebesar 1.79 MPa dan 56 hari 2.06 MPa. Berdasarkan dua hasil pengujian, tidak ada perbedaan signifikan dalam nilai yang diperoleh. Hal tersebut menunjukkan penambahan Natrium Tripoliphosphate dapat berkerja dengan baik di dalam air gambut.

Page 1 of 2 | Total Record : 12