EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Focus of EPSILON are electrical engineering and information technology. Scope of EPSILON are Power Engineering, Telecommunication & Information engineering, and Control & Instrument Engineering. Scope of this journal for Power Engineering are Renewable/green energy, Solar energy, micro-hydro energy, wind energy, hydro energy, geothermal energy, energy hybrid system, energy monitoring and management, SCADA, power system, power generation operation and control, power transmission, protection and insulation, metering system, electric transportation system, battery technology, power electronics, electromagnetic and computation for power system, electrical machinery and HV diagnosis. Scope of this journal for Telecommunication & Information are Antenna, broadband communication, circuit and system, electromagnetic, telecommunications management, microwave, radio wave, radar and satellite, wireless communication, RF electronic, Optical communication, multimedia broadcasting, multimedia communication, web programming, computer network, and data communication. Scope of this journal for Control & Instrumentation are automation, PLC/DCS/SCADA system, instrumentation and control system, process control, artificial intelligence, mechatronics, robotics, guidance and flight control, electric vehicle, instrumentation engineering education, smart manufacturing, smart sensor, simulation and optimization, microcontroller application/embedded systems, signal and image processing, electronic and microelectronic, biomedical engineering, software engineering, wireless sensor network, and IoT.
Articles
76 Documents
Simulasi Factory IO Sistem Kendali Pemindah Barang
Abdullah Dienul Ahkam
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 18 No 1 (2020): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Distributed Control System (DCS) merupakan sistem dengan kontroler tidak terpusat di lokasi tertentu melainkan terdistribusi seluruhnya dimana setiap sub sistem dikontrol oleh satu atau lebih kontroler. Pada penelitian ini DCS dilakukan secara simulasi menggunakan beberapa aplikasi diantaranya yaitu Factory IO sebagai simulasi plant, TIAportal dan PLCsim sebaai simulasi kontroler, Wonderware sebagai simulasi HMI, dan KEPserverX sebagai komunikasi data yang menghubungkan Plant, HMI , dan KEPserverX juga berfungsi sebagai historical data yang dimana semua informasi data tentang pengontolan tercatat pada aplikasi ini. Plant yang akan dibuat pada aplikasi Factory IO adalah sistem pemindah barang dengan menggunakan robot arm yang memiliki 3 axis yaitu sumbu X, Y dan Z. Setiap aksis bersifat analog yang artinya dapat diatur sesuai setpoint dari 0.0 sampai 10.0. Pada plant ini juga terdapa beberapa komponen yaitu diffuse sensor dan conveyor. Diffuse sensor pada plant ini bersifat digital yang artinya jika sensor mendeteksi barang maka akan bernilai 1 (HIGH) dan sebalik nya jika sensor tidak mendeteksi barang maka akan bernilai 0 (LOW). Sama seperti diffuse sensor, penggunaan konveyor pada sistem ini bersifat digital. Pada simulasi HMI digunakan sebagai pemantauan pada bagian sensor serta aktuator mana saja yang aktif pada sistem pemindahan barang, dan juga dapat mengontrol aktif dan nonaktif nya sistem pada plant. HMI dan plant dapat berkomunikasi menggunakan KepserverX, pada KepserverX komunikasi yang digunakan berjenis TCP/IP. KepserverX juga berfungsi sebagai historical data yang berfungsi untuk mengetahui dan menyimpan hasil perubahan nilai pada input dan output sistem. Penggunaan historical data pada sistem ini juga berfungsi untuk memonitoring error pada plant.
Rancang Bangun Sistem Komunikasi Satu Arah Berbasis Modulasi FM pada Frekuensi 87.5 Mhz
Wahyu Ardiyanto
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 18 No 1 (2020): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Komunikasi adalah suatu proses menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan orang lain. Dalam sebuah acara diskusi yang dilakukan dalam sebuah ruangan, dibutuhkan sebuah sistem komunikasi satu arah agar suara pembicara bisa terdengar oleh para peserta tanpa harus pembicara mengeraskan suaranya. Sistem komunikasi satu arah ini menggunakan teknologi nirkabel dengan memanfaatkan gelombang modulasi FM sebagai transmisi antara perangkat masukan yang berupa mikrofon nirkabel dan perangkat keluaran yang berupa pengeras suara. Ada beberapa rangkaian utama dalam sistem komunikasi satu arah ini, diantaranya pre-amplifier, pemancar, penerima dan power amplifier. Dalam keadaan terhalang, gelombang suara yang ditangkap oleh penerima masih terdengar jelas dan stabil pada jarak 20 meter.Sedangkan dalam keadaan tidak terhalang, gelombang suara yang ditangkap oleh penerima masih terdengar jelas dan stabil pada jarak 30 meter.
Sistem Kendali TDS untuk Nutrisi Hidroponik Deep Flow Technique Menggunakan Fuzzy Logic
Adnan Rafi Tahtawi;
Annisa Nurul Sholihah;
Sarjono Wahyu Jadmiko
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 1 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT) adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan instalasi datar untuk membuat genangan air nutrisi pada instalasi. Nilai TDS adalah salah satu parameter pada nutrisi hidroponik DFT yang perlu dikontrol sesuai dengan jenis dan umur tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk merangkai sistem kendali TDS otomatis pada sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT) berbasis fuzzy logic controller. Pada sistem kendali, Analog TDS Sensor SKU:SEN0244 digunakan untuk mendeteksi nilai TDS sebagai input fuzzy logic dalam bentuk error dan derror. Mikrokontroler Arduino mega 2560 digunakan untuk memproses input dengan menggunakan program fuzzy logic. Sementara output mengendalikan relay yang terhubung dengan pompa air 12VDC. Hasil dari penelitian ini adalah error sensor TDS terbilang kecil dengan rata-rata 0,165%. Program fuzzy logic bekerja sesuai dengan rule base yang sudah ditentukan. Tetapi, terdapat kendala pada saat pengujian pencampuran air dengan nutrisi dimana debit air dan besar penampung air tidak seimbang. Sehingga, menyebabkan error yang sangat besar setelah pencampuran yaitu sebesar 537ppm.
Monitoring Kadar Oksigen Dan Suhu Kolam Ikan Air Tawar Dengan Sumber Energi Solar Sel
Sunubroto
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 1 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Kolam ikan air tawar banyak ditemui untuk budidaya ikan, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Ikan yang ada dalam kolam tersebut akan segar dan sehat apabila kadar oksigen dan suhu sesuai dengan kebutuhan ikan tersebut. Supaya kadar oksigen dan suhu selalu baik maka perlu dimonitor. Untuk memonitornya diperlukan suatu sistem yang dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Untuk menjaga kadar oksigen selalu baik diperlukan aerator. Aerator disini menggunakan sumber daya dari sel surya. Energi yang didapat dari cahaya matahari melalui solar sel dan disimpan ke baterai atau aki. Tegangan keluaran dari baterai adalah tegangan DC, untuk dapat menggerakkan motor aerator diperlukan inverter yang merubah tegangan Dc menjadi tegangan AC. Pengontrolan dikendalikan oleh mikrokontroler dengan sensor suhu dan sensor kadar oksigen. Sistem ini akan memberikan informasi tentang kadar oksigen dan suhu secara realtime. Kata Kunci: Kolam ikan, aerator, mikrokontroler, solar sel
Studi Sistem Pentanahan Pada Transformator Daya 60 MVA di GIS 150 KV
Samsurizal Samsurizal;
Kathelya Nindya Ulina;
Andi Makkulau;
Nurmiati Pasra
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 1 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Grounding system is one way to reduce the effect of an electric current that can occur by several kinds of causes, such as leakage current or short circuit and the result of lightning surges. One method of grounding on a power transformer used by GIS Jatiwaringin is to use a NGR (Neutral Grounding Resistor) mounted on the 20 kV side, while on the 150 kV side it uses direct grounding (solid grounding) and the presence of a Ground Fault Relay. The value of single-phase short circuit current to the ground with resistance R = 12 Ω at the location with the percentage of disturbance of 25% that is equal to 928.48 Ω. Meanwhile, the value of single-phase short-circuit current to the ground without passing R at the location with a disturbance percentage of 25% is equal to 4066.55 Ω. Thus, the effect of the NGR on a single-phase to short-circuit fault current is to limit the one-phase short-circuit fault current to the ground so it does not flow to the neutral point of the transformer. The TMS value on the GFR on the outgoing side based on calculations is 0.11 and based on the installed relay is 0.12. Meanwhile, the TMS value on the GFR on the incoming side based on calculations is 0.27 and based on the installed relay is 0.15. Then, at the location with 25% disturbance percentage is 0.382 s. The difference between the relay's working time on the outgoing side and the incoming side is still in accordance with applicable standards, with a maximum difference of 0.4 seconds.
Desain Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (Solar Cell dan Wind Turbine) untuk Beban Perumahan
Giri Angga Setia;
Sutriyadi;
Naftalin Winanti;
Fauzia Haz;
Handoko Rusiana Iskandar
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 2 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55893/epsilon.v19i2.58
Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) merupakan pembangkit listrik yang terhubung dari beberapa jenis sumber pembangkit energi terbarukan atau dengan sumber energi tidak terbarukan. Terbatasnya sumber energi konvensional menjadi penyebab dikembangkannya pemanfaatan energi non konvensional atau energi terbarukan di Indonesia. Salah satu energi yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia adalah energi surya dan energi bayu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan desain terhadap PLTH skala kecil, kemudian menganalisis daya keluaran (output) yang dihasilkan ketika pembangkit hybrid bekerja dengan menggunakan baterai sebagai indikator. Proses terjadinya pengontrolan dengan menggunakan display tegangan sebagai media untuk mengetahui tegangan pada masing masing pembangkit dan baterai. Metode pertama yang dilakukan adalah studi potensi kedua energi tersebut. Kemudian melakukan perhitungan kapasitas yang dibutukan oleh setiap komponen. Selanjutnya adalah menyusun desain pembangkit yang telah diperhitungkan kapasitasnya menjadi sebuah pembangkit hybrid. Langkah terakhir adalah mengimplementasikan desain pembangkit tersebut untuk diterapkan ke beban rumah tangga skala kecil 40 Watt diantaranya 2 buah lampu dan 1 buah kipas angin. Berdasarkan hasil desain yang dilakukan pada solar cell didapat kapasitas ukuran modul 40 Wp, fill factor sebesar 0.73 dan efisiensinya 13% sedangkan desain wind turbine didapat daya sebesar 1.169 Watt dengan kecepatan angin 3,5 m/s dan efisiensinya terbesar mencapai 64%. Kemudian kapasitas solar charge controller sebesar 2.32 A, kapasitas inverter 50 Watt, dan energi total baterai 3.33 Ah. Pengisian baterai untuk mencapai 20%-100% kapasitas membutuhkan waktu 6.6 jam saat cuaca cerah dan 8.3 jam saat cuaca mendung.
Prototipe Smart Emergency Untuk Pemberitahuan Kondisi Kesehatan Mahasiswa Menggunakan Ktm Sebagai Scan Barcode Kamera Berbasis Iot
Muchamad Ilham Fakhri;
Tata Supriyadi;
Griffani Megiyanto Rahmatullah
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 2 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55893/epsilon.v19i2.63
Kebugaran melambangkan hal yangipenting pada kehidupan manusia. Kondisi kesehatan seseorang yang dapat dicek pada bagian tubuh, seperti detak jantung, saturasi oksigen dan suhu badan. Alat medis seperti thermometer digital dan EKG (Elektrokardiogram) menjadi hal yang lumrah digunakan pemeriksaan di rumah sakit tetapi dilakukan secara terpisah. Solusi untuk saat ini dapat direalisasikan dalam monitoring kondisi kesehatan untuk mahasiswa dengan memakai aplikasi android memakai kerangka android seperti framework Flutter. Framework tersebut dapat diintegerasikan dengan google firebase yang dapat digunakan dalam penyimpanan data pasien mahasiswa. Cara kerja dari system yaitu pengguna harus melakukan scan barcode KTM untuk memasukkan data secara manual saat melakukan pengecekan. Setelah memasukan data pengguna langsung melakukan pengecekan terhadap detak jantung, saturasi oksigen, suhu dan diproses oleh NodeMCU yang bertindak sebagai pengolah data. Perhitungan denyut nadi dan SPO2 memanfaatkan sensor MAX30100 dan suhu tubuh memanfaatkan sensor MLX90614 melalui OLED 128x64 untuk menampilkan data lalu pengguna memasukan data secara manual pada aplikasi smarphone yang sudah terhubung pada google firebase sebagai penyimpanan data. Sistem telah diuji dengan 10 kali pengujian input data sensor dan 5 kali untuk pengujian pada aplikasi menggunakan KTM yang berbeda. Hasilnya yaitu sistem dapat mendeteksi detak jantung, saturasi oksigen dan suhu dengan akurasi berkisar 97% dan komunikasi data ke webserver dilakukan realtime. Pengembangan lebih lanjut dengan melakukan integrasi sistem lebih besar antara Google Firebase dengan perangkat keras tambahan seperti real time clock, keypad dan lainnya.
Studi Rekonfigurasi Sistem Distribusi Pada Jaringan 20 kV Dengan Metode Simple Branch Exchange Pada Penyulang Cempaka
Fathur Nureza Aksan;
Samsurizal
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 2 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55893/epsilon.v19i2.64
The increasing electric energy consumption must be balanced with good electricity network quality. To overcome this, we need a distribution network reconfiguration. Reconfiguration in power distribution network is done to improve power distribution network quality. Problem that exist in the radial distribution network is power losses. To minimize the power losses can be overcome by compensating capacitor. Done by determining the location of capacitors in distribution networks. With that the capacitor compensates the distribution network is more effective and efficient in distributing power. In this research discusses the network reconfiguration using simple branch exchange method to reduce power losses in radial distribution networks. The reconfiguration method was carried out with the help of the Electrical Transient Analysis Program (ETAP) 12.6.0 software and has been tested by PT REKAYASA INDUSTRI and PLN Area South Kalimantan on the 20 kV distribution system of Cempaka feeder, South Kalimantan. With this reconfiguration, the voltage drop that occurs on several buses, especially bus 37 and 44, has a voltage drop of up to 95.03% to 95.31% with an average drop voltage of 95.1%, which means the average voltage drop. each feeder is ableto send electricity to consumers properly.
Prototipe Perhitungan Biaya Perjalanan Menggunakan Arduino Terintegrasi GPS
Reynaldi Prayoga;
Sanam Herlambang;
Griffani Megiyanto R
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 2 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55893/epsilon.v19i2.65
Perkembangan teknologi telah membawa suatu perubahan kebutuhan masyarakat atas suatu alat pembayaran yang dapat memenuhi kecepatan, ketepatan, dan keamanan dalam setiap transaksi elektronik. Penentuan besaran tarif angkutan umum membutuhkan penanganan dan kebijakan yang sesuai dengan ketentuanya. Untuk solusi sebelumnya terdapat sebuah yang menghitung jumlah biaya perjalanan akan tetapi kekuranganya perhitungan biayanya diambil secara garis lurus. Maka solusi yang diajukan adalah sebuah sistem untuk mengetahui tarif biaya perjalan yang ditempuh. Menggunakan Arduino yang terintegrasi dengan Arduino uno, SIM800L, sensor GPS, sensor RFID, dan web server. Dimana perhitungan biayanya menggunakan setiap 10 detik perpindahan letak lokasi. Menggunakan posisi yang ditunjukan oleh GPS. Data tersebut kemudian akan dikirim ke web server melalui modul SIM800L serta dapat diakses oleh pengguna supaya mengetahui titik awal keberangkatan dan titik akhir perjalanan. pengguna dapat mengakses data tersebut melalui web server untuk titik awal, titik akhir, biaya, dan jarak. Pengujian RFID dengan cara menggunakan penggaris dan diukur berapa Cm RFID card mampu terbaca oleh RFID reader, untuk GPS penguncian data di dalam ruangan dan di luar ruangan, SIM800L dengan cara melakukan pengiriman data dari mikrokontroler ke web server sebanyak 30 data, web server dengan cara mampu menerima data yang dikirim oleh SIM800L. RFID dapat diakses pada jarak 1cm – 4cm. dari hasil pengujian GPS, dapat mengunci lokasi dengan ketepatan 85%. Dari 30 percobaan pengirman data dengan menggunakan SIM800L, 26 diantaranya sukses terkirim ke web server. Kesimpulannya adalah prototipe ini berhasil dibuat untuk memudahkan masyarakat mengetahui tarif harga. Pengembangan lebih lanjut menghilangkan push button pada saat tap scanning RFID.
Desain Dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Sirkular Pita Lebar Untuk Penerima Berbasis Lora Dan Ads-B Pada Satelit Kubus 2U
Zilliah Mankusa Zilliah;
Heroe Wijanto;
Edwar;
Dhoni Putra Srtiawan;
Harfan Hian Ryanu
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 2 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55893/epsilon.v19i2.66
Cubesat merupakan satelit yang memiliki misi sebagai penerima sinyal ADS-B dan LoRa. Pada saat ini pengembangan antena untuk cubesat hanya didasarkan pada satu sistem saja. Maka dibutuhkan antena yang dapat digunakan pada kedua sistem. Antena yang dibutuhkan memiliki bandwidth yang lebar untuk memenuhi spesisfikasi kedua sistem sehingga dapat digunakan sebagai antena penerima sinyal ADS-B maupun sinyal LoRa. Tugas Akhir ini menggunakan metode Slot Ring dengan Partial Ground plane dan Multilayer Substrat untuk didapatkan antena dengan bandwidth yang lebar. Antena yang dirancang menggunakan frekuensi kerja 1018 MHz dengan bandwidth sebesar 167 MHz. Antena yang dirancang memiliki pola radiasi omnidirectional dan polarisasinya sirkular. antena mikrostrip dengan metode multilayer substrate, ring slot, partial groundplane, truncatted. didapatkan bandwidth 168,38 MHz untuk simulasi dan untuk pengukuran di dapatkan bandwidth 372 MHz. Hasil perancangan menunjukan bahwa antena tersebut sudah sesuai dengan kriteria antena wideband dan telah memenuhi spesifikasi untuk antena satelit nano.