cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 350 Documents
PEMBENTUKAN KARAKTER PADA ANAK: MODEL MEKANISME SANKSI DIRI DARI ALBERT BANDURA SEBAGAI REGULASI PERILAKU MORAL Sri Lestari
Buletin Psikologi Vol 17, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.646 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11482

Abstract

Child rearing in family has various purposes, among of them is to build child’s character. The evidence shows that character strengths are positively related to the individual’s well‐being and happiness. Albert Bandura proposed self‐sanction mechanism model to regulate moral behavior by giving physical sanction and verbal reprimand. As child grows, the child need parental guiding to understand standards of conduct and to learn about social sanction. If child can function self‐sanction mechanism, child is expected be able to evaluate his conduct right or wrong. The functioning of behavior moral regulation is an important part in developing child’s character. The strength and weakness of model and the application of this model in Indonesian context will be discussed.
KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 17, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.218 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11483

Abstract

Istilah kewirausahaan (enterpreneur‐ship) sering kali dicampuradukkan dengan pengertian berwirausaha (enterpreneurial) dan wirausahawan (enterpreneur) (Helmi, 2006). Hal ini terjadi bukan saya pada masyarakat biasa juga di kalangan akade‐misi termasuk mahasiswa. Dalam beberapa kesempatan saya menguji skripsi, gejala tersebut beberapa kali terjadi. Biasanya ketika membahas pengertian kewirausa‐haan, yang dibahas adalah wirausahawan‐nya. Bahkan yang terakhir saya alami, ketika saya diminta menjadi pembicara untuk mengkaji kurikulum kewiarusahaan di program studi manajemen, sebuah Perguruan Tinggi Swasta, upaya pengem‐bangan kewirausahaan terjebak pada kegiatan berdagang lebih tepat. Sebab jika menggunakan istilah berwiarusaha, syarat kewirausahaannya tidak mencukupi.
KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI Rahmat Hidayat
Buletin Psikologi Vol 17, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.217 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11484

Abstract

Istilah kewirausahaan (enterpreneur‐ship) sering kali dicampuradukkan dengan pengertian berwirausaha (enterpreneurial) dan wirausahawan (enterpreneur) (Helmi, 2006). Hal ini terjadi bukan saya pada masyarakat biasa juga di kalangan akade‐misi termasuk mahasiswa. Dalam beberapa kesempatan saya menguji skripsi, gejala tersebut beberapa kali terjadi. Biasanya ketika membahas pengertian kewirausa‐haan, yang dibahas adalah wirausahawan‐nya. Bahkan yang terakhir saya alami, ketika saya diminta menjadi pembicara untuk mengkaji kurikulum kewiarusahaan di program studi manajemen, sebuah Perguruan Tinggi Swasta, upaya pengem‐bangan kewirausahaan terjebak pada kegiatan berdagang lebih tepat. Sebab jika menggunakan istilah berwiarusaha, syarat kewirausahaannya tidak mencukupi.
BELAJAR DARI BUKU INTRODUCTION TO EXPERIMENTAL METHOD KARANGAN JOHN C TOWNSEND Marnio Pudjono
Buletin Psikologi Vol 17, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.88 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11485

Abstract

Semasa mahasiswa di tahun tujuh puluh awal matakuliah psikologi eksperi‐men diajarkan dengan memakai buku wajib karanganTownsend berjudul Intro‐duction to Experimental Method terbitan tahun 1953. Buku yang sama dipakai penulis ketika memberi matakuliah yang sama sekitar tahun delapan puluhan. Setahun terakhir penulis terlibat mengajar matakuliah metode kuantitatif: eksperimen (perubahan nama dari matakuliah psiko‐logi eksperimen dalam kurikulum 2007) dengan memakai buku wajib Experimental Psychology edisi ketiga karangan Myers dan Hansen terbitan tahun 2002. Pertama kali menerima informasi bahwa buku wajib yang dipakai tidak lagi buku yang sudah berpuluh‐puluh tahun telah dipakai oleh beberapa generasi di Fakultas Psikologi UGM maka timbul sebersit perasaan gamang. Jangan‐jangan isinya jauh berbeda sehingga akan memerlukan penyesuaian banyak. Akan tetapi setelah mulai mem‐baca isi buku baru tersebut ternyata buku lama Townsend tampak cukup membantu penyesuaian untuk memahami buku Myer & Hansen. Mengapa demikian akan penulis uraikan berikut.
MANIPULASI: KARAKTERISTIK EKSPERIMEN - Sugiyanto
Buletin Psikologi Vol 17, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.846 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11486

Abstract

Salah satu karakteristik penelitian eksperimen yang penting adalah manipulasi. Manipulasi adalah penciptaan kondisi yang dikenakan pada partisipan agar perilakunya berubah sesuai dengan harapan peneliti. Manipulasi dapat berwujud lingkungan fisik, tugas, dan induksi. Pada manipulasi lingkungan fisik partisipan dikenai lingkungan fisik tertentu yang diciptakan oleh peneliti. Pada manipulasi tugas partisipan diminta untuk mengerjakan sesuatu oleh peneliti. Pada manipulasi induksi partisipan dirangsang untuk memiliki atau merasakan sesuatu yang sebelumnya tidak dimiliki, dipikirkan, atau dirasakan. Untuk meyakini bahwa manipulasi sudah berjalan sesuai dengan rancangan, peneliti perlu menyiapkan cek manipulasi. Cek manipulasi berfungsi sebagai bukti bahwa setiap kondisi yang diciptakan oleh peneliti memang sudah tercapai.
PERAN LABORATORIUM DALAM MEMPELAJARI PERILAKU MANUSIA T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 17, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.214 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11487

Abstract

Psikologi 1 menetapkan Wilhelm Wundt sebagai pendiri (Hilgard, 1987; Santrock, 2005). Istimewanya, kelahiran psikologi tidak ditandai oleh tanggal lahir pendiri (1832), tempat lahir pendiri atau buku yang ditulis pendiri (Grundzuge der Physiologishen Psychologie terbitan 1874) tetapi sebuah laboratorium di Leipzig (Benyamin, 2000). Hilgard (1987), sejara‐wan psikologi berkebangsaan Amerika Serikat, memberi julukan Wilhelm Wundt sebagai pendiri psikologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan laboratorium. Wundt mengawinkan filsafat dengan fisiologi dan jadilah psikologi sebagai ilmu yang mem‐pelajari mental (mind)/kesadaran dengan memakai metode eksperimen sebagai metode fisiologi/ilmu alam, sehingga pada masa lalu istilah psikologi eksperimen dengan psikologi fisiologi dapat saling dipertukarkan (Hilgard, 1987)
PENGARUH LATIHAN YOGA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP Arum Sukma Kinasih
Buletin Psikologi Vol 18, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.26 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11531

Abstract

Setiap 1 orang ingin hidupnya lebih berkualitas secara fisik, psikologis dan spiritual. Manusia pada dasarnya memiliki motivasi utama untk meningkatkan kua‐litas hidupnya, hal tersebut sesuai dengan pendapat Maslow yang menyatakan me‐nyatakan bahwa individu sejak lahir terda‐pat kemauan yang aktif ke arah kesehatan, impuls ke arah pertumbuhan atau ke arah aktualisasi potensi‐potensi manusia (Hall dan Lindzey, 1993).
THE ROLE OF SOCIAL SUPPORT, KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND SELF‐EFFICACY IN BREASTFEEDING: SOCIAL COGNITIVE PERSPECTIVE Lina Handayani; Azlina Md Kosnin; Yeo Kee Jiar
Buletin Psikologi Vol 18, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.194 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11532

Abstract

Sangat jarang penelitian terkait promosi ASI di Indonesia yang menggunakan pendekatan social cognitive theory (SCT). Makalah ini menyajikan pendekatan sosial kognitif sebagai perspektif baru dalam promosi dan edukasi ASI yang meliputi lima variabel: dukungan sosial, pengetahuan, sikap, kepercayaan diri, dan menyusui. Peran/ kontribusi dari dukungan sosial, pengetahuan, sikap, kepercayaan diri, terhadap menyusui dijelaskan secara gamblang dengan SCT. Dari perspektif SCT, menyusui dipengaruhi oleh faktor personal ibu (pengetahuan, sikap, dan kepercayaan diri) serta lingkungan (dukungan sosial).
RELIGIOPSIKONEUROIMUNOLOGI AL QUR’AN (Studi Kolaborasi Terapi Al Qur’an dan Fungsi Otak dalam Menghadapi Stres) Siti Nur Khalifah; Nurul Lutfiah
Buletin Psikologi Vol 18, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.78 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11533

Abstract

Dalam kehidupan sehari‐hari tidak di‐telah mendorong munculnya konsep baru pungkiri banyak masalah yang timbul dari yaitu psikoneuroimunologi. Dan akibat berbagi pihak yang dapat menimbulkan perkembangan zaman maka psikoneuroi‐stres. Tinggal bagaimana manusia dapat munologi ditambah dengan religio sehing‐menetralisir stres yang akan timbul atau‐pun mengobati stres yang sudah terlanjur ga muncullah istilah baru yakni religiopsi‐ada. Banyak cara dalam menghadapi stres koimunologi. Hal ini dikarenakan para salah satu cara yang dianggap efektif kare‐peneliti menganggap bahwa agama mam‐na tidak mengandung efek samping adalah pu dapat membantu sistem imun manusia. dengan Al Qur’an baik membacanya atau Berdasarkan latar belakang, karya tulis dengan mendengarkannya. Lalu bagaima‐ini mempunyai rumusan masalah sebagai‐nakah proses Al Qur’an dan fungsi otak mana berikut: (1) Apakah yang dinamakan dapat menghadapi stres.
KAJIAN TEORITIS PENGARUH ART THERAPY DALAM MENGURANGI KECEMASAN PADA PENDERITA - Sarah; Nida Ul Hasanat
Buletin Psikologi Vol 18, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.355 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11535

Abstract

Penyakit kanker dapat menyerang siapa saja, dan dari status sosial ekonomi manapun. Kanker dapat diartikan sebagai sekumpulan penyakit yang memiliki karak‐teristik pertumbuhan dan penyebaran sel abnormal yang tidak terkendali dan atau menyerang sel normal, dan apabila tidak dapat dihentikan akan menyebabkan kema‐tian (Erickson, 1992; Ogden, 2000; Prokop et al., 1991; Sarafino, 1998).