cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 350 Documents
Interaksi Dinamis Penderita Gangguan Psikotik dengan Keluarga M.A. Subandi
Buletin Psikologi Vol 22, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.499 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11456

Abstract

Gangguan psikotik merupakan masa-lah utama dalam kesehatan mental.Prevalensi gangguan ini adalah sekitarsatu persen (Kaplan & Sadock, 1998; Esan,Ojagbemi, Gureje, 2012 ). Hal ini berartiada sekitar 250 juta penduduk Indonesiamenderita gangguan psikotik. Bagi keluar-ga, masalah gangguan psikotik ini menim-bulkan berbagai macam beban, mulai daribeban finansial yang luar biasa, bebanpsikologis (distress), sampai persoalan stig-ma sosial. Beratnya masalah yang dialamikeluarga semakin bertambah karenapenderita psikotik memerlukan perawatandalam jangka waktu lama.
Prinsip Emik dalam Memahami Dinamika Psikologis Pasien Scizophrenia di Jawa Novita D. Anjarsari
Buletin Psikologi Vol 22, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.547 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11458

Abstract

Schizophrenia merupakan salah satugangguan mental yang banyak dijumpaidi berbagai negara. Namun, seringkaliprosedur penegakan diagnosis gejalaschizophrenia yang didasarkan pada polapikir dunia barat, menyebabkan penegak-an diagnosis tersebut kurang akurat. Jikapenegakan diagnosisnya kurang akurat,maka akan berpengaruh pada prosesperawatan dan intervensi yang dilakukanterhadap penderita. Kemungkinan terja-dinya kesalahan itu dikarenakan sebagianbesar dari masyarakat di Jawa tidakmenerapkan prinsip emik (memahamifenomena berdasarkan sudut pandangpartisipan atau penderita schizophrenia).
Consumer Behaviour at the Generic Level: Theoretical Perspectives Rahmat Hidayat
Buletin Psikologi Vol 22, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.732 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11460

Abstract

Suppose you had unexpectedlyreceived some money, for instance a gift ora lottery prize. What would you like to dowith the money? Why the action you choseto do is of much importance to you? Whatwould you like to achieve by that action?This is a simple illustration of the genericlevel of consumer decision making,henceforth the generic level. It is importantto note that neither money nor unexpec-tedness defines the generic level. Althoughthere are plenty of examples of receiving awindfall, gifts and lottery prizes being twoof them, the generic level also concernssituations when expectations rule. Forexample, people may expect to receive abumper bonus, an extra profit, a taxreturn, gain excessive money from a pre-vious budget, or even to inherit somevaluable assets from their beloved parents.To a certain degree, people in suchsituations must ponder of the differentways to utilize the money. The definingfeatures of the generic level concern themental processes of decision making inwhich an individual is trying to allocate aconsumer resource into different cate-gories of activities (Van Veldhoven &Groenland, 1993).
Emosi Regret dan Pengambilan Keputusan dalam Bidang Ekonomi Faraz Umaya
Buletin Psikologi Vol 22, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.615 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11461

Abstract

Hari ini Vina dan Rahma mempunyaiuang yang sama yaitu sebesar Rp 5 juta.Kemarin, Vina mempunyai uang Rp 7 juta,sementara Rahma mempunyai uang Rp 3juta. Apakah hari ini Vina dan Rahmamempunyai utilitas (kebahagiaan) yangsama? Dari kacamata ekonomi sesuai teoriBernoulli, ya mereka dipastikan mempu-nyai kebahagiaan yang sama. Tetapi kalautidak dibutakan teori ekonomi, danberbicara dengan perasaan, siapapun akanmengatakan hari ini Vina relatif kurangbahagia dibandingkan Rahma. MengapaVina kurang bahagia, karena kemarinkekayaan Vina lebih besar dari sekarang,sementara Rahma lebih bahagia karenakebalikannya. Kemampuan untuk meru-juk kekayaan kemarin merupakan kekuat-an yang muncul akibat respons emosi, danutilitas perilaku ekonomi orang tergan-tung dari respons emosinya (Damasio,1994; Kahneman, 2011).
BAGAIMANA MENCIPTAKAN INOVASI PRODUK? Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 17, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.742 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11476

Abstract

novasi merupakan istilah yang perta‐ma kali diperkenalkan oleh Schumpeter pada tahun 1934. Inovasi dipandang seba‐gai kreasi dan implementasi ‘kombinasi baru’. Istilah kombinasi baru ini dapat merujuk pada produk, jasa, proses kerja, pasar, kebijakan dan sistem baru. Istilah ‘baru’ dijelaskan Adair (1996) bukan berarti orisinal tetapi lebih ke ‘kebaruan’. Arti kebaruan ini diperjelas dengan pendapat Schumpeter yang mengatakan bahwa ino‐vasi adalah mengkreasikan dan mengim‐plementasikan sesuatu menjadi kombinasi baru. Melalui inovasi seseorang dapat menambahkan nilai dari produk, pelayan‐an, proses kerja, pemasaran, sistem pengi‐riman, dan kebijakan, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga pemegang saham dan m
PENTINGNYA PSIKOLOGI SPIRITUAL UNTUK PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN BERMORAL Bagus Riyono
Buletin Psikologi Vol 17, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.633 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11477

Abstract

Artikel ini menguraikan permasalahan moralitas pemimpin yang saat ini menjadi permasalahan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Amerika maupun belahan dunia yang lain. Solusi yang ditawarkan adalah pendekatan Psikologi Spiritual. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa aspek spiritual merupakan jawaban dari benang kusut kepemimpinan ini. Namun demikian ranah spiritual ini belum menjadi fokus pembahasan dalam disiplin psikologi. Oleh karena itu disarankan untuk mengembangkan Psikologi Spiritual, yaitu ilmu psikologi yang mengakomodasi aspek spiritual dari manusia. Artikel ini juga menawarkan sebuah roadmap dalam mengembangkan pemimpin bermoral serta ilustrasi tentang teori motivasi yang mengakomodasi ranah spiritual dalam menjelaskan fenomena perilaku manusia.
MODEL PERILAKU PENGGUNAAN TIK “NR2007” PENGEMBANGAN DARI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Neila Ramdhani
Buletin Psikologi Vol 17, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.916 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11478

Abstract

This paper discusses and criticizes a Technology Acceptance Model which was developed by Fred D. Davis in 1986. TAM was built to predict the way people accept and adopt the technology. TAM was inspired by theory of reasoned action (TRA) formulated by Martin Fishbein & Icek Ajzen in 1975, although the model does not completely adopt the TRA model. TAM does not include Subjective Norm as a factor in predicting the use of technology. As a theory, TAM has been used by many researchers to investigate the adoption of information technology. This model has a significant contribution in predicting the use of information communication technology (ICT) in many areas. Since ICT users have various motivational backgrounds, some of them have a positive attitude toward ICT, but they do not use ICT. It seems the TAM model need to be improved by including Subjective Norms and Perceived Behavior Control as suggested by Ajzen in the theory of planned behavior (TPB) as antecedents of intention to use ICT. Since the personality background of ICT users may also influence the use of ICT, the author proposes TAM‐NR‐2007 model that include personality traits as a background factor of attitude toward the behavior and subjective norms.
EFEK SELEKSI AITEM BERDASAR DAYA DISKRIMINASI TERHADAP RELIABILITAS SKOR TES Saifuddin Azwar
Buletin Psikologi Vol 17, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.561 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11479

Abstract

Seventy three items of IPA (science) test used in the 2006 University of Gadjah Mada under‐graduate admission procedure (Utul UM UGM) were analyzed to reveal the effect of eliminating items based on corrected item‐total correlation coefficient on reliability of the test. Computations of reliability estimates for four different lengths of test (n=11.287) showed that reducing less discriminating items did not lower reliability coefficients as predicted by Spearman‐Brown prophecy. In fact, length of test was practically irrelevant to reliability coefficient when the test consisted of highly discriminating items.
ESTIMASI RELIABILITAS PENGUKURAN DALAM PENDEKATAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL Wahyu Widhiarso
Buletin Psikologi Vol 17, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.503 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11480

Abstract

The utility of Structural Equation Modelling (SEM) approach into research in psychology, especially in psychometrics development have not yet been fully explored. The proportion of utilization between SEM sub models in research field (i.e. structural model and measurement model) was unbalance. Numerous researcher has used SEM only to test their structural model but avoid to use SEM to identify its measurement model. This article explain SEM function to estimate reliability of measurement. The reliability coeffcient such as composite reliability, construt reliability and maximal reliability are outlined.
MENGAPA ANAK BUNGKAM ATAS PENGALAMAN KEKERASAN SEKSUAL? SYNDROM PENYESUIAN DIRI ROLAND SUMMIT: IMPLEMENTASI DI INDONESIA - Suryani; Ali Mustofa
Buletin Psikologi Vol 17, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.646 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11481

Abstract

Perlakuan salah merupakan salah satu problem sosial yang terbesar dalam kajian ilmu sosial. Perlakuan salah secara luas didefinisikan sebagai isu lintas dan multi displin dengan topik yang mencakup hampir semua sub displin psikologi seperti, perkembangan, klinis, kognitif, sosial dan biopsikologi serta disiplin lain seperti masyarakat, pekerja sosial, antropologi, hukum, polisi dan medis. Perlakuan salah memfokuskan pada hasil penelitian yang cenderung pada memahami, mentritmen, mencegah perlakuan salah sebagai problem masyarakat yang diharapkan relevansinya memberikan implementasi secara praktis bagi praktisi, polisi dan hukum (Bottom & Quas, 2006; Poole & Lindsay, 1998). Bentuk perlakuan salah pada anak diklasifikasikan 4 kategori yaitu kekerasan fisik, penga‐baian, kekerasan seksual dan kekerasan emosional. Disamping itu tipe eksploitasi atau memperkerjakan anak dibawah umur secara komersial yang bertujuan untuk menekan anak secara fisik, emosi, mental dan perkembangan sosial ( Banton, dalam Wyse 2004).