cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 324 Documents
Produktivitas pada Pekerjaan Kolom Beton Bertulang Lantai 3 dan Lantai 4 Proyek Masjid Mibas Bagaskara, Ferdatama Gama; Listyawan, Anto Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kerja biasanya dihitung setiap hari dalam proyek konstruksi yang membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan, ditambah dengan pembayaran gaji mereka. Gedung bertingkat merupakan salah satu proyek konstruksi yang terus menerus dibangun. Karena sebagian besar pekerjaan pembangunan gedung bertingkat terutama pada bagian beton bertulang banyak dilakukan secara manual, maka produktivitas di area ini dituntut tinggi agar menghasilkan hasil yang diinginkan sesuai dengan kualitas yang telah ditetapkan dan jadwal pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai rencana. Sehingga perlu diketahui nilai produktivitas lantai 3 dan lantai 4. Serta perlu diketahui faktor utama penyebab terjadinya selisih nilai produktivitas antara lantai 3 dan lantai 4. Metode yang dipilih guna mendapatkan nilai produktivitas dilapangan adalah dengan metode pendekatan secara Studi Kualitatif Deskriptif. Penelitian ini diterapkan melalui observasi langsung di lapangan, mengumpulkan secara langsung data-data yang dibutuhkan untuk menghitung produktivitas tenaga kerja di Proyek Pembangunan Masjid MIBAS di Karangpandan. Data yang digunakan untuk menghitung nilai produktivitas adalah data jenis kolom/ukuran kolom serta volume yang dihasilkan dalam waktu tertentu mulai dari pembuatan begesting, pemasangan begesting, dan pengecoran mulai dari adukan semen dimolen sampai dituangkan ke kolom.Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, nilai produktivitas antara lantai 3 dan lantai 4 pada pekerjaan bekisting dan cor terjadi penurunan sebesar : (1) Bekisting 0,076%, (2) Cor 0,26%. Faktor utama yang menyebabkan perbedaan nilai produktivitas pekerjaan kolom lantai 3 dan lantai 4 Masjid MIBAS sendiri ini adalah leveling lantai.
Pengendalian Mutu pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal di Sukoharjo Sadhewa, Lingga Bagus; Listyawan, Anto Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia konstruksi masih banyak ditemukan kegagalan dalam pembangunan suatu proyek, Hal ini disebabkan karena dalam pelaksanaannya mutu yang digunakan tidak sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian mutu proyek pembangunan rumah tinggal ditinjau dari hasil pekerjaan yang terjadi di lapangan. Penelitian ini merupakan salah satu proyek dari PT. Tukang Bangun yang dilaksanakan di Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode observasi, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari site m.anager PT. Tukang Bangun. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditunjukan melalui hasil pekerjaan yang terjadi di lapangan dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pada proyek pembangunan rumah tinggal di Sukoharjo sudah sesuai dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat).
Pengendalian Biaya dan Waktu pada Proyek Bendungan Bener Prasetyo, Ridho Adi; Wibowo, Gurawan Jati
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian bertujuan agar setiap pekerjaan dapat berjalan lancar serta efisien dalam mencapai tujuan. Pengendalian waktu dan biaya di proyek Bendungan Bener menjadi fokus permasalahan agar pelaksanaan proyek dapat selesai sesuai jadwal dan berjalan dengan efisien. Penelitian ini menggunakan analisis metode "Nilai Hasil" (Earned Value). Metode ini merupakan suatu langkah pengendalian untuk mengendalikan anggaran dan penjadwalan. Analisis ini juga bisa menunjukkan kinerja pekerjaan pada masa pelaporan tertentu dan menunjukan informasi perkiraan anggaran yang diperlukan serta waktu untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan berdasarkan indeks performa pada saat pelaporan. Pada Proyek Pembangunan Bendungan Bener, kesimpulan yang diperoleh pada saat pelaporan bulan November adalah nilai Planned Value (PV)=Rp. 42.710 milyar, Earned Value (EV)=Rp. 44.972 milyar, dan Actual Cost (AC)=Rp. 42.419 milyar. Pada pelaporan terakhir kinerja proyek menunjukan hal positif dengan nilai Cost Varian (CV)= + Rp. 2.553 milyar dan Cost Performed Index (CPI=1,06>1). Dari aspek jadwal, kinerja proyek lebih cepat dari jadwal dengan Schedule Varian (SV)= Rp.2.262 milyar dan Schedule Performance Indek (SPI=1.05>1). Perkiraan anggaran untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan sebesar Rp. 55.947 milyar.
Analisis Pelaksanaan Pekerjaan Pemuatan dan Pengangkutan Material Hasil Galian pada Proyek Pembangunan Bendungan Bener Putra, Ilham Arsyansyah; Wibowo, Gurawan Jati
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan Bendungan Bener berada di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Bendungan Bener merupakan bendungan tertinggi di Indonesia dengan tinggi bendungan 169 m. Proyek Bendungan Bener, khususnya pada pekerjaan muat dan angkut hasil galian semuanya menggunakan alat berat. Alat berat yang dipakai pada pekerjaan muat dan angkut adalah Dump Truck dan Excavator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas alat berat, mengetahui keadaan (Macth Factor) antara alat muat angkut, dan mengetahui analisis biaya alat muat dan angkut. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis. Dengan menghitung waktu edar alat,dan faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan penggalian sehingga dapat diketahui produktivitas alat berat. Setelah mendapatkan produktivitas kemudian dilakukan perhitungan match factor dan menganalisis biaya yang dikeluarkan pada alat gali dan muat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas alat berat pada pekerjaan penggalian di bendungan utama dengan rata-rata excavator sebanyak 3 unit dan dump truck sebanyak 14 unit. Untuk alat muat hasil produksi sebesar 84.29 m3/jam, sedangkan untuk alat angkut produksi sebesar 16,38 m3/jam. Biaya operasional alat berat muat dan angkut bisa lebih efisien jika menggunakan 3 unit excavator dan 24 unit dumptruck dengan memangkas waktu pengerjaan sebanyak 170 hari dan menghemat pengeluaran untuk pengoperasional alat berat sebesar Rp. 1,971,280,000.00.
Analisis Klausul Kontrak Proyek EPC XYZ terhadap Risiko Konflik berdasarkan Fidic Silver Book Lasmasari, Ester
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan dunia kontrkusi saat ini dihadapkan pada kondisi yang tidak hanya memerlukan teknologi teknik sipil tetapi juga manajemen kontruksi Menghadapi fenomena banjir rob yang berpotensi menenggelamkan pesisir jawa memungkinkan dikembangkan proyek – proyek yang melibatkan berbagai pihak dan kegiatan kontruksi dengan kontrak kerja yang juga kompleks. Mengingat fungsinya yang vital, kontrak idealnya mampu mengakomodir hak dan kewajiban para pihak secara adil untuk mencapai tujuan proyek. Namun kenyataannya terdapat situasi dimana tidak ada ruang bagi kontraktor untuk menegosiasikan kontrak Meskipun demikian, kontraktor dapat memitigasi potensi konflik dan kerugiannya dengan meninjau kontrak menggunakan buku FIDIC. Khusus proyek EPC dapat menggunakan FIDIC Silver Book. Penelitian ini dilakukan dengan didasari oleh latar belakang kondisi tersebut. Metode yang di gunakan adalah metode Delphi dimana penentuan variabel penelitian didapatkan dari studi literatur yang divalidasi oleh pakar. Setelah dilakukan peninjaauan pada kontrak proyek EPC XYZ terdapat 16 klausa kontrak yang berisiko menimbulkan konflik yaitu: kegagalan pembayaran, masalah bawah permukaan, desain, perencanaan, lingkup pekerjaan, waktu pelaksanaan, penghentian sementara dan pengakhiran perjanjian, ganti rugi keterlambatan, keadaan memaksa, klaim, differing site condition, penutupan proyek, perpanjangan waktu, penyelidikan, ganti rugi dan pengujian. Hasil penelitaian ini adalah analisis risiko potensi konflik yang diakibatkan oleh klausul tersebut dan rekomendasi mitigasinya bagi kontraktor.
Analisa Pengendalian Waktu dengan Metode Critical Path Method (CPM) pada Proyek Pembangunan Pondok Iqro', Surakarta Pramesti, Hilda Rahsa; Listyawan, Anto Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen proyek merupakan proses di mana individu sebagai bagian dari organisasi, berpartisipasi dalam pemeliharaan, pengembangan, pengendalian, dan pelaksanan program semuanya harus konsisten dengan tujuan yang telah ditetapkan dan berjalan seiring waktu. Keunggulan CPM adalah menyelesaikan jadwal yang dibentuk secara empiris serta membantu pelaksana menganalisis, merencanakan dan menjadwalkan proyek agar efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pekerjaan apa saja yang perlu diawasi dengan metode CPM serta menganalisis pengendalian waktu dengan metode Crashing. Metode dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, menganalisis data dengan metode CPM dan metode crashing, menganalisis hasil serta menarik kesimpulan dari penelitian ini. Dengan metode CPM ini didapatkan jalur kritis yaitu pada pekerjaan pasangan dan beton, pekerjaan plafond dan pekerjaan pengecatan dan politur. Dari jalur kritis tersebut, maka dilakukan metode crashing dengan penambahan jumlah tenaga kerja. Sehingga membutuhkan tiga percobaan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, percobaan pertama dengan durasi 34 minggu dengan biaya Rp 90.384.000, percobaan kedua dengan durasi 35 minggu dengan biaya Rp 87.084.000, dan percobaan ketiga dengan durasi 36 minggu dengan biaya Rp 86.340.000. sehingga dapat ditarik kesimpulan dari data di atas, data yang paling optimal adalah percobaan kedua dengan durasi 35 minggu dan biaya kritis Rp 87.084.000,00.
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Penggunaan Scaffolding dengan Perth Construction Hire (PCH) (Studi Kasus: Pembangunan Rez Hotel Semarang) Ummah, Talita Shoffatul; Handayani, Nur Khotimah; Lapaega, Asterianto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REZ Hotel merupakan bangunan yang dirancang memiliki 11 lantai termasuk lantai basement. Dalam pekerjaan konstruksi, sebagian besar pekerja proyek berfokus pada perancah sebab bagian ini digunakan dari awal hingga akhir proyek. Dengan demikian perancah merupakan suatu topik yang penting dalam pengolahan biaya proyek. Pada penelitian ini akan membandingkan harga sewa 1 lantai dan waktu penggunaan perancah scaffolding dengan perancah Perth Construction Hire (PCH) dalam harga sewa satu lantai untuk mengetahui jenis perancah mana yang lebih efisien. Prosedur yang digunakan dalam studi kali ini ialah metode deskriptif serta komparatif. Informasi yang diperoleh dari 2 sumber ialah informasi primer serta sekunder dimana informasi primer didapat lewat observasi serta wawancara, sebaliknya informasi sekunder didapat dari informasi proyek semacam gambar kerja serta rencana anggaran pengeluaran. Berdasarkan perhitungan pada luasan 650 m2 diperoleh biaya pemasangan perancah scaffolding dalam harga sewa Rp. 91.405.967,25/650 m2 dengan waktu pemasangan lebih lama 39 hari sedangkan biaya perancah Perth Construction Hire (PCH) dalam harga sewa Rp. 100.268.389,00/650 m2 dengan waktu pemasangan 26 hari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa biaya pekerjaan perancah scaffolding lebih murah dibandingkan dengan menggunakan perancah Perth Construction Hire (PCH), namun dari segi waktu pemasangan Perth Construction Hire (PCH) lebih cepat dan lebih praktis.
Analisis Perbandingan Produktivitas Pengecoran Plat dan Balok Antar Lantai dalam Pembangunan Proyek Apartement XYZ di Kota Semarang Firdaus, M. Ilham; Solikin, Mochamad
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pengecoran adalah tahapan penting dalam pembangunan konstruksi gedung yang akan membentuk struktur bangunan. Beberapa peralatan pengecoran diantaranya Concrete Pump dan Concrete Bucket, keduanya menghasilkan produktivitas yang berbeda, sehingga berpengaruh terhadap waktu. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas pengecoran antar lantai Apartment XYZ di Kota Semarang, menganalisis waktu efektif, dan waktu contributory, khususnya pada lantai 14, 15, dan 16 menggunakan Concrete Pump dan Concrete Bucket. Data diperoleh dengan observasi pelaksanaan pengecoran dari proyek konstruksi gedung yang menggunakan beton. Metode analisis dengan menggunakan Microsoft Excel digunakan untuk memperoleh perbandingan waktu efektif, waktu contributory, serta produktivitas pengecoran antar lantai. Hasil analisis menunjukkan produktivitas pengecoran menggunakan Concrete Pump pada lantai 14, 15, dan 16 sebesar 27,365 m3/jam, 25,730 m3/jam, 22,668 m3/jam; sedangkan Concrete Bucket untuk lantai 14, 15, dan 16 sebesar 9,580 m3/jam, 8,306 m3/jam, 7,825 m3/jam. Hasil ini menunjukan bahwa pengecoran dengan Concrete Pump mengalami kenaikan 3x lipat dengan Concrete Bucket, setiap kenaikan elevasi lantai mengalami penurunan produktivitas. Faktor yang mempengaruhi produktivitas pengecoran antar lantai adalah elevasi ketinggian lantai.
Implementasi Konsep Building Information Modelling (BIM) dalam Mendukung Pengestimasian Biaya pada Proyek Pembangunan Gedung 10 Lantai di Kota Bandar Lampung Caesario, Muhamad Awang; Handayani, Nur Khotimah; Noer, Fauzan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia berkembang semakin pesat, seiring dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai. Pertumbuhan dan persaingan dalam industri konstruksi akan meningkat akibat pembangunan infrastruktur ini. Pada industri konstruksi, perhitungan volume merupakan komponen penting karena digunakan untuk membuat suatu Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kerugian yang sangat signifikan dapat terjadi jika volume pekerjaan dihitung secara tidak benar. Sampai saat ini, metode konvensional untuk menghitung volume masih banyak digunakan. Padahal, metode tersebut dapat menimbulkan terjadinya human error serta memakan lebih banyak waktu. Untuk meminimalisir kesalahan tersebut, pada penelitian ini penulis mencoba melakukan implementasi teknologi BIM dalam melakukan perhitungan volume serta merencanakan estimasi biayanya. Metode perencanaan dengan studi kasus Gedung 10 Lantai di Kota Bandar Lampung merupakan metode penelitian yang digunakan. Dimana dalam perencanaannya akan memanfaatkan bantuan perangkat lunak Autodesk Revit untuk memodelkan elemen struktur bangunan berupa pembetonan dan pembesian bore pile, pile cap, sloof, kolom, balok, plat lantai. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan volume pembetonan sebesar 3602,54 m3 sehingga diperoleh estimasi biaya sebesar Rp. 4.663.718.592,00. Kemudian didapatkan volume pembesian sebesar 669637,76 kg sehingga diperoleh estimasi biaya sebesar Rp. 10.849.470.987,52. Jadi didapatkan estimasi biaya total untuk pekerjaan pembetonan dan pembesian adalah sebesar Rp. 15.513.189.580,08.
Evaluasi Produktivitas Pekerjaan Timbunan Zona Random Hilir di Bendungan Jragung Prasetiyo, Didik; Budinetro, Hermono S.; Akbar, Mohammad Aditiya
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan timbunan menjadi pekerjaan utama yang paling sering dilakuakan dalam proyek pembangunan bendungan salah satunya timbunan random. Setiap pekerjaan konstruksi sangat memerlukan bantuan alat berat tidak terkecuali pekerjaan timbunan. Faktor yang diperhatikan dalam pengunaan alat berat pada pekerjaan timbunan random antara lain produktivitas masing-masing alat berat, kombinasi alat berat yang paling efisien, biaya yang dikeluarkan dan laba yang didaptkan. Sebelum melakukan analisa perlunya pengumpulan data yang didapat dari pengamatan lapangan atau dari pihak terkait. Adapun produktivitas excavator PC 300 mencapai 548,57 m3, excavator PC 200 mencapai 486,76 m3, dump truck tronton mencapai 102,40 m3, dump truck Hino 500 mencapai 88,90 m3 dan vibrator roller mencapai 1260 m3. Kombinasi alat berat yang paling efisien digunakan adalah 2 excavator PC 300, 5 dump truck tronton, 1 vibrator roller yang mampu menimbun material random 512 m3, beban kerja yang dikeluarkan Rp 33.370.325 dan mendapatkan laba sebesar Rp 27.721.515 perhari.