cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 324 Documents
Analisis Perbandingan Volume Beton dan Besi Tulangan pada Struktur Gedung 10 Lantai di Kota Bandar Lampung antara Metode Konvensional dan Building Information Modeling (BIM) Autodesk Revit Sidik, Dandi Muhamat; Handayani, Nur Khotimah; Noer, Fauzan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya perusahaan konstruksi di setiap tahunnya membuat persaingan di dunia konstruksi semakin bertambah. Perhitungan volume pekerjaan di dunia konstruksi sangatlah penting karena dapat berpengaruh terhadap biaya. Perhitungan volume secara konvensional dapat saja terjadi kesalahan dikarenakan ketidakakuratan dan kerumitan dalam perhitungan. Dengan perkembangan teknologi di masa sekarang Building Information Modeling (BIM) dapat membantu dalam menyelesaikan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan membandingkan perhitungan volume beton serta besi tulangan pada gedung 10 lantai dengan penggunaan dua metode yaitu menggunakan metode konvensional memakai Microsoft Excel dan menggunakan Building Information Modeling (BIM) Autodesk Revit 2020. Alur penelitian dimulai dengan menghitung volume pekerjaan menggunkan data shop drawing dengan di bantu software Microsoft Excel selanjutnya memodelkan BIM dengan software Autodesk Revit 2020 dengan acuan gambar shop drawing, hasil dari pemodelan ini dapat memunculkan secara detail quantity take off. Dari penelitian ini didapatkan hasil volume pekerjaan menggunkan BIM Autodesk Revit lebih kecil dibandingkan dengan menggunkan metode konvensional, dengan rasio pekerjaan beton menggunakan BIM terhadap konvensional sebesar 0,915 dan rasio pekerjaan besi menggunakan BIM terhadap konvensional sebesar 0,995.
Estimasi Biaya Pengerjaan Struktur Bawah Proyek Pembangunan Gedung Menara 17 PWNU Jawa Timur oleh Quantity Surveyor Yusuf, Maulana
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam industri konstruksi biasanya untuk menentukan estimasi biaya adalah seorang arsitek atau engineering. Namun dengan perkembangan industri konstruksi, tugas untuk mengestimasi biaya menjadi tugas seorang quantity surveyor. Di indonesia belum ada aturan pasti untuk metode yang digunakan quantity surveyor untuk menentukan estimasi biaya. Sehingga pada studi kasus yang dilakukan di pembangunan struktur bawah gedung MENARA 17 PWNU Jawa Timur quantity surveyor menggunakan metode standar measurement method untuk menghitung estimasi biaya. Dalam proses perhitungannya quantity surveyor menghitung volume pekerjaan dan harga satuan pekerjaan untuk selanjutnya menentukan estimasi biaya. Untuk harga satuan, sebagian diambil dari acuan Permen PU 45/PRT/M/2007. Setelah melakukan analisis perhitungan, total biaya keseluruhan pekerjaan struktur bawah pada proyek tersebut adalah Rp. 22.538.500.000,- .
Analisis Faktor Keterlambatan Proyek Konstruksi Manara 17 PWNU Jatim Yuwono, Anggoro Jalu; Setiawan, Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan kerap menjadi persoalan umum di setiap proyek pembangunan, termasuk dalam proyek gedung. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi. Beberapa di antaranya antara lain adanya perbedaan kondisi di lokasi, perubahan desain, faktor cuaca, kurangnya tenaga kerja, kekurangan material dan peralatan, kesalahan perencanaan, serta dampak keterlibatan pemilik proyek. Proyek Menara 17 PWNU JATIM memiliki 17 lantai dan direncanakan akan selesai dalam 3 tahun atau 36 bulan. Untuk saat ini Proyek Menara 17 PWNU JATIM sedang dalam proses pengerjaan lantai 2 dalam waktu 17 bulan dari awal pelaksanaan proyek. Proyek Menara 17 PWNU JATIM mengalami keterlambatan dari pekerjaan awal sampai lantai 2 yang disebabkan oleh beberapa faktor, sehingga mengalami keterlambatan selama 4 bulan, Dari durasi pekerjaan pembersihan lapangan sampai lantai 2 adalah 13 bulan tetapi pelaksanaannya adalah 17 bulan. Metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme penyebab keterlambatan pada proyek Menara 17 PWNU JATIM adalah Fault Tree Analysis (FTA). Melalui analisis FTA, ditemukan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan keterlambatan proyek, yaitu masalah anggaran biaya, keterbatasan sumber daya manusia, dan metode pelaksanaan konstruksi.
Optimasi Perhitungan Kebutuhan Tulangan dan Tulangan Sisa (Waste) Shear Wall menggunakan Software Cutting Optimization Pro pada Proyek Pembangunan Gedung MRT Jakarta Kurniawan, Dedy; Ujianto, Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material konstruksi merupakan salah satu komponen yang paling banyak menghabiskan biaya dan waktu. Material baja tulangan merupakan salah satu komponen yang menyisakan sisa material yang cukup banyak, salah satu faktornya adalah kesalahan dalam pemotongan, pemotongan yang tepat sangat penting untuk menghindari kerugian, oleh karena itu dibutuhkan solusi untuk dapat mengoptimasi sisa material besi tulangan. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui seberapa efisiensi penggunaan Software Cutting Optimization Pro untuk mengoptimasi sisa besi tulangan struktur shear wall dengan tulangan D25 dan D13. Pengumpulan data primer diperoleh secara langsung data shop drawing dari konsultan perencana. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi literatur, dari data tersebut kemudian dapat dihitung kebutuhan tulangan lalu diinput pada Software sehingga dapat diketahui seberapa besar tulangan sisa yang dihasilkan. Dari hasil optimasi waste besi tulangan menggunakan Software cutting optimization pro tulangan tipe D25 didapat waste sebesar 12,6% dan D13 sebesar 5,2%. Rata-rata waste yang dihasilkan sebesar 8,9%. Dari hasil analisis waste besi tulangan secara konvensional tulangan tipe D25 didapat waste sebesar 14% dan D13 sebesar 12,4%. Rata-rata dihasilkan waste sebesar 13,2%. Dari hasil analisa didapat software cutting optimization pro dapat meminimalkan waste secara optimal sebesar 4,3%.
Analisa Pengendalian Proyek menggunakan Metode Earned Value pada Proyek Pembangunan Pondok Iqro Anisa, Dilia Nur; Listyawan, Anto Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen proyek meliputi tiga faktor penting, yaitu biaya, ruang lingkup, dan waktu. Proyek pembangunan Pondok Iqro direncanakan harus selesai dalam waktu 44 minggu dengan nilai kontrak sebesar Rp 5.430.930.000. Karena ada batasan waktu dan biaya, pengendalian yang baik dan terintegrasi diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi waktu, biaya, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan atau keterlambatan proyek. Untuk itu, digunakan metode Konsep Nilai Hasil yang mengendalikan biaya dan waktu dengan tiga elemen utama: BCWS, BCWP, dan ACWC. Pada minggu 1 hingga 10, terdapat Perbedaan Jadwal (Schedule Variance - SV) sebesar - Rp28.919.702,25 dan Indeks Prestasi Jadwal (Schedule Performance Index - SPI) sebesar 0,96, yang menunjukkan adanya keterlambatan pada proyek. Selain itu, Perbedaan Biaya (Cost Variance - CV) sebesar -Rp29.575.295,50 dan Indeks Prestasi Biaya (Cost Performance Index - CPI) sebesar 0,96, menunjukkan bahwa biaya proyek lebih besar dari yang diharapkan.
Produktivitas Alat Berat Tower Crane untuk Pengecoran pada Pembangunan Gedung (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung XYZ di Jl. Pemuda) Sinaga, Fahri Zulkarnaen; Solikin, Mochamad
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proyek konstruksi, alat berat difungsikan sebagai pembantu kontraktor agar pengendalian waktu dapat dioptimalkan, penggunaan tower crane contohnya. Pekekerjaan konstruksi dengan tower crane dapat digunakan sebagai media cor pada struktur kolom, pada proyek pembangunan XYZ di kota semarang memiliki 3 paket tower crane. Tujaun dari penelitian ini adalah untuk menganalisa produktivitas alat berat tower crane di lapangan dan spesifikasi alat berat, sehingga diketahui apakah pekerjaan di lapangan mendekati atau sudah sesuai dengan spesifikasi alat berat. Metode penelitian yang dilakukan adalah observasi, pengumpulan data yang dibutuhkan yaitu data primer berupa wawancara dan waktu siklus pengecoran dengan tower crane dan data sekunder berupa spesifikasi alat berat, RKS, form pengecoran, gambar shop drawing. Diketahui TC1 memiliki perbandingan produktivitas spesifikasi 1,672 lebih tinggi dari produktivitas lapangan, sedangkan TC2 mencapai angka 1,617. Kedua tower crane memiliki perbandingan produktivitas spesifikasi 64,41% lebih tinggi dari lapangan. Faktor yang mempengaruhi produktivitas diantaranya adalah cuaca, kondisi lapangan, faktor alat berat, dan operator.
Analisa Perbandingan Volume Beton Metode Konvensional pada Hasil Bill of Quantity (BQ) dan BIM Autodesk Revit 2020 terhadap Efektifitas Biaya Juliani, Mega Putri; Renaningsih, R
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan manusia saat ini sangat pesat. Tuntutan untuk penyedia jasa kontruksi agar dapat menjawab perkembangan teknologi agar pelaksanaan konstruksi lebih efektif dan efisien. Kesulitan membangun meningkat setiap tahunnya sehingga penyedia jasa harus menemukan cara agar dapat menyelesaikan proyek konstruksi secara cepat, tepat dengan biaya yang paling efisien. Dengan adanya perkembangan teknologi mampu menjawab tantangan yang dihadapi penyedia jasa konstruksi dalam menyelesaikan proyek salah satunya yaitu dengan adanya Building Information Modelling (BIM) dengan hasil yang cepat dan akurat BIM mampu menjadi solusi dari setiap masalah dalam dunia konstruksi. Perhitungan volume pekerjaan sangat dibutuhkan dalam pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Perhitungan Volume Beton merupakan salah satu sebagai penyebab membengkaknya biaya konstruksi. Apabila terdapat kesalahan dalam perhitungan maka akan menyebabkan pembengkakan biaya sehingga dapat merugikan penyedia jasa konstruksi. Dengan adanya kesalahan dalam perhitungan pada penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan dengan menggunakan metode konvensional dan BIM. Metode Konvensional menggunakan data Perhitungan volume pekerjaan Bill of Quantity pada For Construction AutoCAD mengunakan Microsoft Excel dan metode Building Information Modeling (BIM) Autodesk Revit 2020 beberapa item yang dihitung volumenya yakni beton Kolom, Balok, Slab, dan Shearwall (Dinding Geser). Kemudian diperoleh volume dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh total Volume dengan cara konvensional sebesar 9.043 m³ sehingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp. 10.036.716.688,35. Total volume menggunakan Autodesk Revit 2020 sebesar 8.652,68 m³ dan setelah dikalikan dengan AHSP beton didapatkan RAB sebesar Rp. 9.603.505.225,59. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan yang dihitung menggunakan metode BIM lebih kecil dari perhitungan dengan metode konvensional.
Faktor Penyebab Terjadinya Contract Change Order pada Proyek Pembangunan Jalan Gedong-Kerjo Kidul Achintya, Helsa Utra; Amar, Tsulis Iq'bal Khairul
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan di lapangan pekerjaan konstruksi sering terjadi perubahan untuk menyesuaikan situasi kondisi yang ada dilapangan. Perubahan-perubahan ini dapat berakibat pada perubahan kontrak perjanjian kerja hingga diterbitkan addendum kontrak yang baru baik addendum waktu pelaksanaan, addendum atas perubahan kerja maupun karena perubahan nilai kontrak. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab contract change order, dan mengetahui faktor-faktor penyebab contract change order yang paling dominan dalam pelaksanaan proyek konstruksi jalan Gedong-Kerjo Kidul di Wilayah Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana terdapat 25 faktor-faktor penyebab contract change order, yang kemudian faktor-faktor tersebut menjadi variabel-variabel bebas dan sampel berjumlah 15 orang yang terdiri dari para pekerja dalam proyek jalan Gedong-Kerjo Kidul Kabupaten Wonogiri. Metode analisis data dilakukan dengan metode cut off point. Hasil penelitian menunjukan jika Faktor penyebab terjadinya contract change order dalam proyek jalan Gedong-Kerjo Kidul Kabupaten Wonogiri teridentifikasi dari hasil hasil studi literatur, wawancara, dan kuesioner kepada 15 responden terdapat 25 faktor-faktor penyebab terjadinya contract change order dalam proyek, serta Faktor penyebab terjadinya contract change order yang paling dominan didapati terdapat 14 faktor dari 25 faktor-faktor openyebab terjadinya contract change order yang paling dominan.
Penambahan Waktu Jam Kerja Lembur pada Rekonstruksi Jalan Sambeng-Kadewan Kec. Kasiman Kab. Bojonegoro dengan Metode Crashing Luthfi, Muhammad; Amar, Tsulis Iq'bal Khairul
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi memerlukan kegiatan penyusunan penjadwalan dan dibuat sedetail mungkin guna dapat mengkoreksi dan mengevaluasi pekerjaan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui selisih waktu dan biaya pekerjaan konstruksi jalan antara pekerjaan normal dengan pekerjaan penambahan waktu kerja (lembur) dan mengevaluasi efektifitas penambahan pekerjaan jam kerja lembur dengan jam kerja normal pada proyek Rekonstruksi Jalan Sambeng - Kadewan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa Kurva S , RAB (Rencana Anggaran Biaya). Metode penelitian ini wawancara terhadap berbagai sumber yang berkaitan dengan kelancaran dalam menganalisis, menghitung Crashing project, CPM (Critical Path Method), menghitung Crash Duration, menghitung Crash cost, menghitung Cost Slope , dan kemudian menghitung Biaya Langsung dan Tidak Langsung . Dari hasil perhitungan dengan metode Crashing tersebut mampu menghasilkan pengurangan total cost sebesar Rp.398.264.019 dari cost normal sebesar Rp. 26.712.463.333 menjadi Rp.26.314.199.314, pengurangan durasi pekerjaan sebanyak 18 hari , sehingga dapat dikatakan bahwa penambahan jam kerja lembur dengan metode crashing pada Proyek Rekonstruksi Jalan Sambeng – Kadewan Bojonegoro menguntungkan.
Evaluasi Harga Satuan Pekerjaan Tambah Kurang pada Proyek Pembangunan Jalan Sejati-Bayemharjo dengan Acuan Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi Kabupaten Wonogiri Puspaningrum, Farah Annisa Shela; Amar, Tsulis Iq'bal Khairul
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi sering dihadapkan suatu permasalahan, diantaranya terjadi perubahan. Perubahan terjadi karena perbedaan antara kontrak dengan kondisi di lapangan. Perubahan daam konstruksi sering disebut pekerjaan tambah kurang, salah satunya di Pembangunan Jalan Sejati – Bayemharjo. Pekerjaan tambah kurang menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Wonogiri. Disamping itu, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah juga mengeluarkan Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi untuk seluruh Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan cara membandingkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Wonogiri dengan Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi Provinsi Jawa Tengah tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan harga satuan pekerjaan yang nilainya lebih ekonomis. Setelah melakukan perbandingan terdapat selisih pekerjaan tambah sebesar 1,66% lebih besar Harga Pekerjaan Satuan Konstruksi Provinsi Jawa Tengah, sedangkan pekerjaan kurang 9,63% lebih besar Analisis Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Wonogiri. Hasil perbandingan menyatakan lebih besar harga satuan yang digunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Wonogiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai harga satuan menggunakan Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi tahun 2022 lebih ekonomis.