cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 379 Documents
Perbandingan Penggunaan Tetrapod dan Batu Pecah (Rubble Mound) untuk Lapis Lindung Jetty di Muara Sungai Progo Kabupaten Bantul Ratih, R; Zalukhu, Sulfiman; Bangguna, David S.V.L.
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Sungai Progo terletak di Desa Ngentak, Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedimentasi pada muara ini cukup tinggi karena letak muara yang langsung menjorok ke pantai Pandansimo dan angkutan sedimen dari hulu sungai Progo, sehingga menambah akumulasi sedimen yang mengakibatkan terbentuknya sand split (lidah pasir) dan pendangkalan di Muara Sungai Progo. Pendangkalan yang terus terjadi akan meningkatkan resiko banjir yang dapat mengancam permukiman, lahan pertanian di sekitar muara sungai, serta alur pelayaran. Untuk menanggulangi masalah akan direncanakan pantai berupa jetty. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan tetrapod dan batu pecah (rubble mound) sebagai lapis lindung jetty. Data yang digunakan yaitu data angin, pasang surut, bathimetri, dan topografi. Arah angin dominan yaitu dari arah tenggara sebesar 53,7%. Tinggi gelombang maksimum di laut dalam adalah 2,65 m dan periode 9,62 detik. Hasil analisis menunjukkan untuk penggunaan batu pecah (rubble mound) sebagai lapis lindung di bagian kepala jetty dibutuhkan berat 10,18 ton/butir dan di bagian badan jetty sebesar 9,50 ton/butir. Untuk tetrapod bagian kepala jetty dibutuhkan berat butir 2,50 ton/butir dan bagian badan jetty 2,29 ton/butir.
Analisis Keseimbangan Air (Water Balance) Bendungan Meninting Kabupaten Lombok Barat Wahyudi, Deno; Rusyda, M. Islamy; Hidayat, Ari Ramadhan; Ilmi, Muhammad Khalis
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia masih akan terus melakukan pembangunan infrastruktur setiap tahunnya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya adalah pembangunan bendungan. Bendungan Meninting didesain supaya dapat memenuhi kebutuhan air untuk wilayah yang berada dalam cakupannya. Sebuah keseimbangan air (water balance) akan tercipta dari hubungan antara ketersediaan air dan kebutuhan air yang stabil. Analisis ini menggunakan metode F.J. Mock untuk memperoleh nilai ketersediaan air. Untuk analisis kebutuhan air baku dan eksploitasi dihitung dengan metode aritmatik dan geometrik untuk mencari nilai pertumbuhan penduduk guna memperoleh jumlah penduduk pada tahun yang ditinjau dan untuk kebutuhan air irigasi digunakan analisis nilai hujan efektif untuk kebutuhan di intake. Langkah terakhir yaitu perhitungan keseimbangan air (water balance) dengan mencari besarnya nilai faktor K. Diperoleh besar inflow rerata tahunan yaitu 40,73 juta m3. Hasil untuk analisis kebutuhan air baku dan eksploitasi diperoleh nilai rata-rata untuk 20 tahun kedepan pada Kecamatan Gunung Sari yaitu 161,65 liter/detik dan untuk Kecamatan Batu Layar yaitu 82,30 liter/detik. Hasil analisis untuk kebutuhan air irigasi diperoleh untuk Sistim Meninting yaitu 3541,2 liter/detik dan Sistim Jangkok yaitu 8307 liter/detik. Selanjutnya hasil analisis keseimbangan air mendapatkan nilai faktor K diatas nilai 1, sehingga ketersediaan air selama 12 bulan tercukupi.
Pemodelan Evaporasi menggunakan Model Matematik Linier Berganda di Daerah Istimewa Yogyakarta Dakhi, Inka Kris Alrezita; Lasander, Melyana Yunia; Harianja, Jhonson Andar; Bangguna, David S.V.L.
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak metode empiris untuk pengukuran evaporasi yang telah dikemukakan oleh para peneliti. Setiap persamaan empiris tidak dapat digunakan secara umum ditempat lain karena karakterisitik iklim suatu wilayah sangat berbeda. Penelitian yang akan dilakukan berbeda dengan penelitian terdahulu, pemodelan evaporasi didaerah Yogyakarta menggunakan linier berganda orde tiga masih sedikit diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan evaporasi menggunakan regresi linier berganda orde tiga dengan memasukan parameter faktor evaporasi menjadi variabel bebas yaitu lama pemyinaran matahari, suhu, kecepatan angin, dan kelembaban yang dipilih karena lama penyinaran matahari akan meningkatkan suhu pada permukaan air, dan semakin tinggi suhu maka semakin tinggi laju evaporasi yang terjadi, selanjutnya semakin tinggi kecepatan angin akan mengakibatkan gesekan permukaan air sehingga akan terjadi kehilangan air, dan disaat kelembaban udara relatif rendah maka udara dapat menampung lebih banyak uap air sehingga laju evaporasi meningkat. Pemodelan hasil analisis yang didapatkan yaitu model 1 : Ev = 3,084 + 1,958 U + 0,012 Rn, model 2 : Ev = 3,572 + 0,07 RH + 1,648 U – 0,131 T model 3: Ev = 13,361 – 0,040 RH - 0,028 Rn - 0,171 T. Berdasarkan hasil penelitian, maka model yang dianalisis akan dibandingkan dengan nilai evaporasi dari panci klas A dan model yang paling mendekati dengan hasil evaporasi panci klas A adalah Model 1 dan 3 yang dapat dilihat berdasarkan hasil korelasi dan nilai RMSE.
Metode Pemasangan Instrumentasi Pengukur Tekanan Pori (Piezometer) pada Pembangunan Bendungan Bener Purworejo Ramadhani, Nur Fadhilah; Karlina, K; Kesuma, Lalu Marhayani
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan bendungan memerlukan pemantauan geoteknik yang akurat untuk menjamin stabilitas dan keselamatan struktur. Salah satu aspek penting adalah pengukuran tekanan air pori dalam massa tanah, yang dilakukan dengan menggunakan piezometer. Penelitian ini membahas metode pemasangan piezometer kawat getar pada proyek Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo serta evaluasi efektivitasnya dalam memantau tekanan air pori. Proses pemasangan dilakukan melalui lubang bor dengan tahapan sistematis, mulai dari persiapan alat hingga instalasi dan pengujian pembacaan awal. Hasil pembacaan dari instrumen menunjukkan bahwa metode pemasangan ini mampu menghasilkan data tekanan air pori yang akurat dan konsisten. Studi ini berkontribusi dalam memberikan acuan teknis untuk implementasi sistem pemantauan geoteknik pada konstruksi bendungan di Indonesia, serta menunjukkan bahwa metode pemasangan yang tepat berperan penting dalam menjamin keandalan data pemantauan geoteknik dan keselamatan bendungan secara keseluruhan.
Analisis Pengaruh Diameter Sedimen terhadap Kestabilan Lereng Bawah Air di Perairan Dangkal (Studi Eksperimental) Hidriansyah Idhan Akbar; Muhammad Yunus Ali; Andi Makbul Syamsuri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan lereng bawah air pada area pengerukan dipengaruhi oleh karakteristik butiran dan perubahan geometri lereng selama pembebanan hidrodinamik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter sedimen yang direpresentasikan oleh sampel D16, D50, dan D100 terhadap parameter sudut geser dalam semu dan faktor keamanan relatif lereng bawah air di perairan dangkal. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental laboratorium dengan pengamatan pada kedalaman air 13, 21, dan 23 cm serta lama pembebanan gelombang 5, 10, dan 15 menit. Parameter yang dianalisis meliputi sudut runtuh, tinggi sedimen, proyeksi horizontal lereng, dan perubahan geometri sesudah pengujian. Hasil menunjukkan bahwa rerata parameter sudut geser dalam semu tertinggi diperoleh pada D16 sebesar 15.43°, kemudian D100 sebesar 13.46°, dan D50 sebesar 13.38°. Faktor keamanan relatif sesudah pengujian menunjukkan nilai tertinggi pada D50 sebesar 0.935, diikuti D16 sebesar 0.910 dan D100 sebesar 0.908. Diameter sedimen memengaruhi kestabilan lereng bawah air, tetapi pengaruhnya terhadap faktor keamanan tidak hanya ditentukan oleh sudut runtuh, melainkan juga oleh perubahan geometri lereng akibat erosi dan redistribusi sedimen selama pengujian. Kontribusi penelitian ini terletak pada pembacaan simultan antara parameter material dan perubahan geometri lereng untuk mengevaluasi kestabilan lereng bawah air skala laboratorium.
Analisis dan Perbaikan Kelongsoran Talud Jalan Desa Logede, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten Veri Mahendra Pratama; Anto Budi Listyawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan penghubung Desa Logede dan Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten mengalami kelongsoran akibat kerusakan saluran gorong-gorong yang menyebabkan genangan air di permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai Faktor Keamanan (FK) lereng dan dimensi dinding penahan tanah sebagai solusi perbaikan. Analisis stabilitas lereng dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio SLOPE/W dengan metode Morgenstern-Price, model kekuatan geser Mohr-Coulomb, dan beton bertulang tipe High Strength. Kondisi lereng eksisting pada variasi muka air tanah menunjukkan nilai FK di bawah 1,0, mengindikasikan lereng dalam kondisi tidak stabil. Setelah diperkuat dengan dinding penahan tanah tipe kantilever, dinding berkedalaman tapak 1,00 m belum memenuhi kriteria aman pada seluruh variasi muka air. Sebaliknya, dinding berkedalaman tapak 2,00 m menghasilkan FK berkisar 1,51–1,53, memenuhi persyaratan keamanan dan direkomendasikan sebagai solusi perkuatan. Dimensi dinding kantilever yang direncanakan pada kedalaman tapak 2,00 m adalah panjang 9,00 m dengan tebal 0,30 m.
Pengaruh Kadar Serat Tanah Gambut terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas (UCS) pada Stabilisasi menggunakan Semen dan Semen + Filler: Tinjauan Pustaka Sistematis Vitania Choirunnisa Rinarta; Maria Pinkan Tatajelita; Niken Silmi Surjandari
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah gambut memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan kandungan organik lebih dari 75% sehingga memerlukan perbaikan sebelum dapat digunakan untuk konstruksi. Stabilisasi kimia dengan semen dan material pengisi telah banyak diterapkan, namun pengaruh kadar serat gambut terhadap peningkatan nilai kuat tekan bebas belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar serat tanah gambut dengan peningkatan nilai kuat tekan bebas pada stabilisasi menggunakan binder murni semen maupun binder semen dengan material pengisi, serta menjelaskan faktor penyebab perbedaan efektivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis dengan pencarian artikel pada basis data Scopus, ResearchGate, Crossref, dan Google Scholar. Dari 65 artikel awal, diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi serta penilaian kualitas sehingga diperoleh 18 penelitian yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar serat tanah gambut, semakin besar peningkatan nilai kuat tekan bebas yang dicapai. Pada stabilisasi dengan binder murni semen, peningkatan tertinggi terjadi pada gambut Fibrik sebesar 2524%, diikuti Hemik sebesar 1159%, dan terendah pada Saprik sebesar 590%. Pada stabilisasi dengan binder semen dan material pengisi, pola serupa juga terlihat dengan peningkatan tertinggi pada gambut Fibrik sebesar 2840%, diikuti Hemik sebesar 1213%, dan Saprik sebesar 519%. Faktor utama penyebab perbedaan ini adalah struktur serat gambut Fibrik yang utuh dan berongga berfungsi sebagai tulangan alami serta kadar asam humat dan fulvat yang tinggi pada gambut Saprik yang menghambat reaksi hidrasi semen dan pembentukan C-S-H.
Prerforma Aliran Tanah akibat Drainase Perforasi Muhammad Rizki Barokah; Muhammad Rizki Faisal Fadillah; Gayuh Aji Prasetyaningtiyas
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan di wilayah Ngargoyoso, Karanganyar, dipengaruhi oleh rendahnya permeabilitas tanah serta kurang optimalnya sistem drainase bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasangan drainase perforasi terhadap karakteristik hidromekanik tanah serta mengevaluasi penggunaan material alternatif filter yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Sistem drainase dirancang menggunakan pipa baja perforasi yang dilapisi sabut kelapa dan limbah kain polyester sebagai pengganti geotekstil. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental melalui uji permeabilitas dengan metode constant head pada tanah asli dan tanah dengan variasi pemasangan drainase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan drainase perforasi mampu meningkatkan koefisien permeabilitas tanah hingga sekitar 100 kali lipat, dari 2,84×10⁻⁷ m/s menjadi 1,64×10⁻⁵ m/s. Selain itu, debit aliran keluar meningkat sebesar 56%. Permeabilitas tanah dengan filter sabut kelapa dan kain polyester juga lebih tinggi dibandingkan dengan geotekstil hingga sekitar 10 kali lipat, yaitu 1,6436×10⁻⁵ m/s dan 7,64×10⁻⁶ m/s.
Pendekatan Geoteknik Adaptif untuk Infrastruktur Jalan di Tanah Lunak: Studi Kasus Km 28 Batuah, Kukar Y Yanti; Adde Currie Siregar; Ulwiyah Wahdah Mufassirin Liana; Fitriyati Agustina
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan jalan pada tanah lunak di KM 28 Desa Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan pendekatan geoteknik berbasis nilai California Bearing Ratio (CBR), penurunan tanah (settlement), dan stabilitas lereng. Metode penelitian meliputi investigasi lapangan, pengambilan sampel tanah, serta pengujian laboratorium untuk memperoleh parameter tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dasar didominasi oleh lempung lunak dengan nilai CBR sebesar 3-5%, yang menunjukkan kondisi subgrade tidak layak. Analisis settlement berdasarkan teori konsolidasi menunjukkan penurunan teoritis sebesar ±45 cm, sedangkan kondisi lapangan mencapai 30-80 cm, yang mengindikasikan deformasi berlebih. Selain itu, analisis stabilitas lereng menunjukkan faktor keamanan kurang dari 1 pada kondisi jenuh, sehingga berpotensi mengalami longsor. Temuan ini menunjukkan bahwa kerusakan jalan dipengaruhi oleh kombinasi tanah lunak, beban lalu lintas, dan kondisi drainase yang tidak optimal. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan tanah dan sistem drainase untuk meningkatkan kinerja dan ketahanan jalan.
Pengaruh Panjang Sirip Tiang Pancang dalam Tanah Pasir terhadap Daya Dukung dan Penurunan Agus Susanto; Virli Yulia Berlianti; Qunik Wiqoyah; Anto Budi Listyawan; Furqaan Harjanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk memperbesar daya dukung fondasi tiang umumnya dilakukan dengan memperbesar diameter penampang dan memperpanjang tiang. Namun hal ini dapat menyebabkan kesulitan pada saat mobilisasi. Oleh karena itu perlu adanya modifikasi tiang, salah satunya dengan penambahan sirip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan dan beban maksimum fondasi kelompok tiang bersirip dan tanpa sirip pola persegi pada tanah pasir. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan prototype tiang baja dan media uji tanah pasir lepas dengan pembebanan vertikal dari alat loading frame. Prototype fondasi yang diuji meliputi fondasi tiang tunggal dan kelompok tiang baik tanpa sirip maupun bersirip dengan variasi panjang sirip yaitu 1/3L, 2/3L, dan L, dengan L panjang tiang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fondasi tiang tunggal tanpa sirip memiliki daya dukung maksimum sebesar 1,60 kN, sedangkan fondasi tiang tunggal bersirip L mencapai 2,20 kN sehingga mengalami peningkatan 37,50%. Fondasi kelompok tiang tanpa sirip memiliki daya dukung sebesar 3,00 kN, sedangkan kelompok tiang bersirip L meningkat menjadi 4,20 kN mengalami peningkatan 26,67%. Penurunan fondasi tiang tunggal bersirip L sebesar -16,42 mm, sedangkan fondasi kelompok tiang bersirip L sebesar -12,35 mm. Dapat disimpulkan bahwa penambahan sirip mampu meningkatkan daya dukung dan memperkecil penurunan fondasi. Semakin panjang sirip yang digunakan, semakin besar peningkatan daya dukungnya.